LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
165 - Pertemuan (3)


__ADS_3

Chu Kai tidak salah lihat. Gadis yang membuat dirinya terkejut memang adalah Pendekar Suci Xia Ling Qing. Sosok di depannya sekarang ini ada kemungkinan sedang menyamar menjadi salah satu bagian dari Paviliun Musim Semi.


"Nona Xia, bagaimana kau bisa ada di sini?"


"Sedang apa kau di tempat ini?"


Chu Kai dan Xia Ling Qing bertanya secara bersamaan. Mereka saling menatap satu sama lain sebelum Xia Ling Qing kembali buka suara.


"Di mana Wei Zhang Zihan?" Xia Ling Qing bertanya.


"Itu... Pendekar Wei Zhang Zihan sedang berada di luar." Chu Kai berujar, "Nona Xia. Kau belum menjawabku, bagaimana kau bisa berada di tempat ini? Bukankah pendekar dari Sekte Gunung Wushi dilarang mengunjungi tempat-!"


"Kemari," Xia Ling Qing meraih tangan Chu Kai dan membawa pemuda itu ke salah satu ruangan. Dia pun melepaskan pegangan tangannya dan mulai buka suara.


Xia Ling Qing berkata. "Kau tidak seharusnya berada di tempat ini, jadi sebaiknya kau pergi sekarang."


Chu Kai tersentak. Raut wajahnya pun berubah. Meski ia menatap Xia Ling Qing, namun dirinya tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh gadis ini selanjutnya. Dia pun berekspresi serius sebelum tanpa peringatan mengulurkan tangan dan meraih lengan subjek di depannya.


!


Tindakan Chu Kai yang begitu tiba-tiba membuat Xia Ling Qing tersentak. Gadis itu dengan tatapan dingin dan suara ketus pun berkata, "Apa yang kau lakukan?"


"Justru aku yang bertanya," suara Chu Kai menjadi berat. Dia lebih dekat dengan Xia Ling Qing dan lalu berkata, "Kenapa kau ada di tempat ini dan apa-apaan dengan pakaian yang kau gunakan?"


"Apa kau tidak tahu bahwa aku tidak suka melihatmu berada di tempat buruk seperti ini dan dengan pakaian yang terlalu terbuka seperti itu?!"


Xia Ling Qing terdiam, memasang ekspresi wajah yang jelas tidak menyangka akan mendapat omelan dari pemuda di hadapannya. Dia pun menepis tangan Chu Kai dan berkata, "Apa maksudmu? Kau pikir aku ini siapamu hingga kau berani berkata seperti itu, hah?!"


"Nona Xia, bagaimana kau bisa lupa?" Chu Kai meraih kedua tangan Xia Ling Qing dan tanpa ragu berkata. "Kau adalah calon istriku dan aku merupakan suami masa depanmu. Apa kau bahkan tidak melihatku begitu?"


"Kau!" Xia Ling Qing menepis tangan pemuda di depannya dan dengan ketus berkata, "Satu kali lagi kau mengatakan hal semacam itu, maka aku akan-"


"Nngh~ ayo di ruangan ini saja~"


!!!

__ADS_1


Suara manja seorang wanita membuat Chu Kai dan Xia Ling Qing terkejut. Ada wanita yang masuk ke dalam ruangan bersama dengan seorang pria. Beruntung sebab Chu Kai dan Xia Ling Qing sudah tidak ada di tempat mereka berdiri sebelumnya.


Wanita berpakaian ungu muda yang cukup terbuka pada bagian lengan dan pahanya tersebut terlihat melingkarkan tangan di leher pria yang ada di depannya.


Dengan berjalan mundur, wanita itu dibawa ke tepi tempat tidur. Tanpa diduga, Chu Kai dan Xia Ling Qing yang tidak terlihat di ruangan ini sebenarnya bersembunyi di bawah tempat tidur. Keduanya berbaring dengan perasaan yang cukup tegang.


Tempat tidur berderit, hampir saja Chu Kai buka suara andai tangan Xia Ling Qing tidak terulur dan menutupi mulutnya. Dia tersentak dan kemudian menatap gadis cantik yang berbaring di sampingnya.


Dari tatapan Xia Ling Qing, jelas bahwa gadis itu memberi isyarat agar Chu Kai tidak boleh mengeluarkan sepatah kata pun atau mereka akan ketahuan.


Di sisi lain, suara gemerisik seperti pakaian yang dilepaskan dan suara tidak senonoh mulai terdengar. Chu Kai bernapas pelan sebelum meraih tangan Xia Ling Qing yang menutupi mulutnya.


Dengan lembut, Chu Kai menurunkan tangan gadis cantik ini dan kemudian memegangnya erat. Xia Ling Qing baru saja akan bereaksi ketika tiba-tiba udara di sekitarnya berubah.


Chu Kai pun juga merasakan hal yang sama, bahkan dia bisa melihat ada warna merah tipis yang bergerak di hadapannya saat ia menatap Xia Ling Qing. Suara berikutnya adalah erangan kesakitan dan sesuatu yang bagai suara tusukan.


"Wanita j*lang! A-apa yang kau lakukan-AKH..!!"


!!!


".............."


".............."


Di saat Chu Kai dan Xia Ling Qing saling berpandangan, teriakan yang sebelumnya menggema di ruangan tersebut semakin melemah.


Benda tajam yang mirip duri hitam itu berada dekat dengan leher Chu Kai. Darah menetes di ujung duri tersebut yang merupakan milik dari sosok pria yang berada di atas tempat tidur.


Tubuh pria itu terbaring dengan bertelanjang dada. Mulutnya terbuka dan ada sebuah bekas merah serta beberapa tusukan pada bagian dadanya. Tubuh pria tersebut penuh dengan darah, bahkan organ dalam tubuhnya keluar dan penampilannya sangat mengerikan.


Wanita yang sebelumnya bercumbu dengan pria itu pun mulai melakukan sesuatu yang tidak manusiawi. Dia tanpa ragu dan rasa bersalah mulai mengulurkan tangan, mengambil sebuah gumpalan daging dari dada pria di hadapannya.


Wanita itu memakan gumpalan daging yang ia dapatkan dan begitu senangnya menusuk tubuh pria di bawahnya dengan kuku tangan yang begitu panjang.


Chu Kai yang berada di bawah tempat tidur bergegas memeluk Xia Ling Qing, melindungi gadis itu dari kuku jari monster yang seperti begitu bersenang-senang dengan korbannya.

__ADS_1


Dengan tatapan mata yang tajam, Xia Ling Qing jelas menyuruh Chu Kai melepaskannya. Dia seakan mengatakan bahwa pemuda ini tidak perlu melindunginya.


Xia Ling Qing melihat duri hitam yang tajam itu bergerak dan hendak mengenai tubuh Chu Kai. Dia pun secara spontan mengulurkan tangan, meraih leher Chu Kai dan menariknya untuk lebih dekat.


!!!


"Nona Xia-"


"Sst, diamlah."


Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Dia memang ingin lebih dekat dengan Xia Ling Qing, tetapi kondisi mereka saat ini sangatlah berbahaya. Apalagi ada duri-duri hitam tajam yang bisa saja mengoyak tubuh mereka.


Chu Kai memeluk erat gadis di bawahnya, dia takut untuk bergerak tetapi juga harus berpikir agar dapat keluar dari situasi ini.


Xia Ling Qing pun juga sedang berpikir keras sambil mewaspadai duri tajam yang ternyata bila diperhatikan dengan baik adalah sejenis kuku monster. Jika dia langsung menyerang, maka penyamarannya pasti akan terungkap.


Di samping itu, Xia Ling Qing masih belum tahu ada berapa monster di tempat ini. Jadi tentu saja jika nekat menyerang, maka kemungkinan besar akan banyak korban yang berjatuhan.


"Tuan~ anda baik-baik saja?"


!?


Suara wanita disertai tawa kecil membuat Xia Ling Qing dan Chu Kai semakin tegang. Mereka mendengar tempat tidur berderit dan kemudian kaki seseorang menapak di lantai. Duri hitam yang sebelumnya berusaha mereka hindari kini sudah tidak ada, tetapi posisi Chu Kai dan Xia Ling Qing masih tidak berubah.


"Mm~ apa sangat bagus mengintip seseorang yang sedang bermesraan, huh?"


Tempat tidur di mana Chu Kai dan Xia Ling Qing bersembunyi tiba-tiba terangkat lalu terlempar hingga menabrak dinding. Keduanya jelas ketahuan, namun sepertinya Xia Ling Qing menyadari hal itu lebih awal sehingga tepat ketika tempat tidur tersebut dilempar---dia lebih dulu menggunakan bom asap.


!!!


Pandangan wanita berpakaian ungu muda itu terhalang. Xia Ling Qing dan Chu Kai pun berhasil melarikan diri dari dalam ruangan tersebut. Wanita yang sebelumnya sudah menghabisi nyawa seseorang terlihat sangat marah, napasnya sampai tidak beraturan.


"Kalian.... Tidak akan bisa lari dari tempat ini."


******

__ADS_1


__ADS_2