
"Jelaskan semua ini padaku, bagaimana kau melakukannya?!" Wei Shezi mengikuti Chu Kai yang berjalan ke arah pedang bayangan, di mana pusaka bumi itu tergeletak setelah mengalahkan Tang Wu Shang.
"Kenapa kau begitu terkejut? Bukankah kau sendiri sudah melihat semuanya,"
"Siapa pun juga pasti akan terkejut! Praktikmu masih termasuk awal dari Pembentukan Elemen dan orang ini sudah berada di Tingkat Pembentukan Wujud. Jarak kultivasi kalian sangatlah jauh, belum lagi sosok ini sudah memiliki banyak pengalaman bertarung. Jadi tentu saja melihatnya tewas di tanganmu adalah hal yang sangat mengejutkan."
Wei Shezi menatap Chu Kai dan berkata, "Aku tidak pernah mengajarkan sebuah teknik pembunuh padamu. Jadi bagaimana kau bisa melakukannya?"
"Apa kau lupa, Wei Shezi?" Chu Kai menoleh. Suaranya datar saat berkata, "Sejak kecil aku tidak pernah diajari teknik lain selain teknik membunuh."
!!
Wei Shezi tersentak. Dia menyaksikan Chu Kai mengambil pedang bayangan tersebut dan lalu mengeluarkan Pedang Pendekar Naga. Dia menyaksikan bagaimana pedang pendekar naga menyerap kekuatan dari pusaka bumi sebelum kemudian menghilang.
"Apa kau sudah menemukan lokasi nona Xia Ling Qing berada?" Chu Kai buka suara. Dia menatap gadis berpakaian merah di dekatnya.
Wei Shezi menghela napas dan bergumam, "Rasa-rasanya kau berubah menjadi pria yang berdarah dingin."
"Aku tidak seperti itu,"
"Yaah... Ini hanya pendapatku," Wei Shezi melambaikan kipasnya dan kemudian berkata, "Aku sudah memeriksa makam kuno ini. Gadis yang kau cari itu ada di bagian jantung makam,"
"Tunjukkan jalannya," Chu Kai berjalan pergi. Tindakannya membuat Wei Shezi berdecak.
"Tsk, bukankah kau punya kemampuan indera pendengaran yang hebat? Kau seharusnya bisa mencari tahu sendiri keberadaan gadis yang kau sukai itu. Kenapa justru menyuruhku?"
"Jika aku melakukan semuanya sendiri, lalu apa gunanya dirimu ada bersamaku?"
Ucapan Chu Kai barusan membuat Wei Shezi syok. Wanita siluman ular kalajengking itu sampai membuka mulut beberapa kali karena tidak menyangka subjek ini mengajukan pertanyaan tentang kegunaan dirinya.
"Kau benar-benar keterlaluan. Aku yang mengajarimu hingga praktik kultivasimu seperti sekarang, dan kau justru menanyakan kegunaanku?! Waah... Waah... Seumur hidup... Baru kali ini aku bertemu orang yang tidak tahu diri sepertimu. Kau menyebalkan."
__ADS_1
"Jadi kau tersinggung?"
"Tentu saja! Aku kesal tahu!"
"Baguslah. Setidaknya ini membuktikan bahwa meskipun kau bukan manusia, kau masih memiliki hati."
!!
Wei Shezi tersentak saat Chu Kai mendengus, terlihat tersenyum meledek sebelum melesat pergi. Dirinya pun menatap punggung pemuda itu yang semakin menjauh sebelum akhirnya bergumam, "Dia itu punya candaan yang sama sekali tidak lucu. Aku benar-benar harus memiliki banyak stok kesabaran untuk perilakunya yang entah mengapa sangat berubah ini,"
Ketika mengatakannya, tubuh Wei Shezi perlahan berubah menjadi kabut sebelum akhirnya menghilang. Dia mungkin tidak tahu bahwa sikap Chu Kai memang berubah jika bersama dengan makhluk selain manusia. Jujur saja, pemuda bermata hijau alami itu paling tidak suka binatang iblis apalagi siluman.
Chu Kai juga tidak menyukai mereka yang berasal dari Aliran Hitam, apalagi orang-orang seperti anggota Sekte Bulan Mati. Dia pemuda yang mempunyai pikiran sederhana, jika tidak menyukai seseorang... Maka sikapnya akan berubah datar atau bisa saja sangat dingin.
Sebaliknya, jika ada seseorang yang Chu Kai sukai atau kagumi... Maka 'kekanak-kanakan' mungkin kata yang bisa mendeskripsikannya.
*
*
"Apa kau sungguh akan melawanku di tempat seperti ini?" Feng Huang Lin, wanita yang merupakan anggota Sekte Bulan Mati terlihat memain-mainkan rambutnya.
Dia berada di sebuah ruangan besar dengan tanda segel di bagian dinding tempat ini. Segel tersebut baru saja hendak diaktifkan ketika Xia Ling Qing datang dan tanpa peringatan langsung menyerangnya.
"Nona Xia, kau tak seharusnya dendam atas apa yang kulakukan hari itu. Lagipula aku hanya menjalankan misi, jadi bisakah kita melupakan masa lalu?"
"Melupakan masa lalu? Hah," Xia Ling Qing benar-benar tidak habis pikir dengan wanita bermuka tebal yang sama sekali tidak memiliki rasa bersalah ini.
Suara Xia Ling Qing dingin saat berkata, "Kau membunuh warga kota dan bahkan membakar rumah mereka. Kau mengacaukan Kota Lianyi dan dengan mudahnya kau meminta... Agar aku melupakan semua perbuatanmu?"
Dengan pedang yang terhunus, Xia Ling Qing berkata. "Makhluk sepertimu... Sangat tidak layak untuk hidup di dunia ini."
__ADS_1
Feng Huang Lin tersentak, dia menyentuh pipinya seolah sangat terkejut dengan ucapan Xia Ling Qing. Hanya saja detik berikutnya Feng Huang Lin justru tertawa.
"Kenapa kau sangat dendam, Nona Xia Ling Qing?" Feng Huang Lin menyilangkan tangan dan tersenyum, "Kau gadis yang cantik. Tidak baik bagi perempuan yang cantik sepertimu memperlihatkan wajah penuh kemarahan,"
Xia Ling Qing memegang kuat pedangnya dan kemudian melesatkan serangan aliran Tiga Lingkaran Api miliknya. Dia menyerang Feng Huang Lin tanpa peringatan, namun belasan selendang merah milik anggota Sekte Bulan Mati itu seolah dapat merespon serangannya.
Selendang-selendang merah itu menyelimuti Feng Huang Ling. Suara keras terdengar dan angin kejut tercipta saat serangan Xia Ling Qing mengenai benda itu. Tidak butuh waktu lama sampai selendang tersebut kembali bergerak turun dan memperlihatkan sosok Feng Huang Lin yang berekspresi serius.
"Nona Xia, apa aku harus menganggap ini sebagai tindakan tidak sopanmu? Kau harusnya tidak mencari masalah dengan Sekte Bulan Mati,"
"............." Xia Ling Qing tidak mengatakan apa pun. Dia melesat dengan aura pendekar yang sangat pekat, bahkan bilah pedangnya terlihat diselimuti oleh api.
!!
Feng Huang Lin bergerak mundur dan lalu melambaikan tangannya. Enam buah selendang merah muncul dan langsung menyerang Xia Ling Qing. Suara ketika kain lembut itu bersentuhan dengan senjata gadis berpakaian biru muda tersebut terdengar sangat keras, seolah itu adalah benturan dua senjata tajam.
Pertarungan sengit terjadi di antara kedua gadis itu. Ruangan yang luas tersebut kini mulai dipenuhi dengan suara pertarungan dan bahkan angin panas yang berasal dari serangan Xia Ling Qing.
"Bertarung seperti ini tidak menguntungkan bagi kita berdua," Feng Huang Lin buka suara. "Kau seharusnya tidak lupa dengan tujuanmu datang ke makam kuno ini,"
"Tidak perlu mengingatkanku," Xia Ling Qing kembali menyerang. "Tujuanku datang kemari adalah untuk menghabisi anggota Sekte Bulan Mati seperti kalian,"
!
Feng Huang Lin melambaikan tangannya dan salah satu selendang miliknya melesat untuk menyerang Xia Ling Qing. Gerakan selendang itu sangat cepat, namun dengan mudah ditangkis.
Ujung selendang Feng Huang Lin berbelok dan kembali melakukan serangan. Selendang lain pun juga ikut menyerang dari berbagai arah. Xia Ling Qing melompat dan menghindarinya, dia menahan beberapa sebelum melepaskan serangan tiga lingkaran api yang membara.
Beberapa selendang Feng Huang Ling terbakar, namun dengan cepat api itu padam dan ini membuktikan bahwa selendang merah yang menjadi senjata anggota Sekte Bulan Mati itu bukanlah jenis kain biasa.
Tepat saat Xia Ling Qing hendak mengeluarkan teknik barunya, segel yang ada di ruangan ini aktif dan sebuah lubang dimensi tercipta. Feng Huang Lin menyadarinya dan tanpa peringatan masuk ke dalam lubang dimensi tersebut. Xia Ling Qing pun mengejarnya.
__ADS_1
******