
Pertarungan Chu Kai melawan Yao Zhijia masih berlangsung sengit. Karena lokasi mereka cukup jauh dari keramaian dan adanya kembang api sebagai salah satu hiburan tempat ini, maka suara pertarungan keduanya tidak terlalu terdengar.
Walau demikian, hanya butuh waktu sampai pertarungan Chu Kai dan Yao Zhijia mengundang perhatian orang-orang.
BAAAM...!
Ekspresi wajah Yao Zhijia terlihat buruk. Dia selama ini menyerang dengan teknik terbaik miliknya, namun sampai sekarang lawan sama sekali tidak bisa ia kalahkan.
Jangankan menghabisi pendekar naga ini, Yao Zhijia bahkan tidak mampu memberinya luka yang parah. Padahal setiap serangannya kuat dan mematikan. Jadi tentu saja dia merasa frustasi.
"Sialan. Berhentilah menghindar!" Yao Zhijia berseru dan kembali melesatkan serangan yang lebih brutal. Dia menggunakan cakaran yang mampu menghancurkan dinding, tetapi ekspresi wajahnya lebih kesal dari biasanya.
"Menyebalkan sekali," Yao Zhijia menggeram. "Setidaknya diamlah agar aku bisa membunuhmu!"
"Hanya orang bodoh yang mau mengikuti ucapanmu." Chu Kai menghindari serangan cakaran dari Yao Zhijia kembali. Dia tahu rasa frustrasi wanita ini dan itu memang adalah rencananya.
Chu Kai sengaja tidak menyerang Yao Zhijia dan lebih memilih untuk menghindari serangan wanita ini. Rasa frustrasi yang Yao Zhijia rasakan akan membuat wanita itu menyerang dengan mengikuti emosinya. Serangan pun menjadi tumpul dan penuh celah.
"Dalam Teknik Pernapasan Matahari... Aku harus mengatur emosiku. Tetap tenang dan perhatikan lawan dengan saksama. Itulah yang diajarkan oleh Tetua Fang Tie Zhu," Chu Kai kali ini menangkis serangan yang dilesatkan oleh Yao Zhijia dengan menggunakan lengan kanan yang diselimuti energi spiritual.
"Akan kulihat berapa lama kau bisa bertahan!" Yao Zhijia terus menyerang, dia melancarkan serangan yang semakin cepat tanpa menyadari sesuatu.
Kaki Chu Kai menapak kembali saat berhasil menghindari serangan wanita monster di depannya. Dan tepat ketika Yao Zhijia melesat untuk kesekian kalinya---secara mengejutkan tanah yang dipijak wanita itu runtuh dan dua batang pohon juga ikut ambruk.
Tanah yang dipijak Yao Zhijia membentuk lubang yang dalam. Wanita monster itu terperosok dan ia ditimpa oleh pohon yang ambruk. Bersamaan dengan hal tersebut kembang api meledak saling bersahut-sahutan di atas sana.
"..............." Chu Kai menapak di pinggir lubang yang ada di hadapannya. Pergerakannya yang terus menghindari Yao Zhijia sebenarnya dilakukan dengan penuh perhitungan tanpa diketahui oleh subjek ini.
Ukh!
__ADS_1
Yao Zhijia berusaha untuk keluar, tetapi dua pohon besar ini menimpa sebagian besar tubuhnya dan hanya kepalanya yang menghadap ke atas hingga ia bisa melihat pemuda yang dihadapinya barusan.
"Ku-kurang ajar, kau--" Yao Zhijia melebarkan mata saat menyadari apa yang sebenarnya sudah terjadi. "Kau ternyata merencanakannya sejak awal,"
Chu Kai memang ekspresi yang tenang sebelum akhirnya buka suara. Nadanya datar saat ia berkata, "Sekarang sepertinya kau tahu bahwa tempatmu serendah itu."
"Kau-"
"Terima kasih karena menganggap bahwa pendekar naga adalah makanan untuk makhluk seperti kalian," Chu Kai menyela dan tindakan tersebut membuat Yao Zhijia tersentak.
Tanpa menunggu wanita monster itu meloloskan diri, Chu Kai pun mengumpulkan energi spiritual pada kepalan tangannya. Energi spiritual itu nampak seperti kobaran api, tetapi juga mengandung petir-petir kecil.
"Aku pernah mendengar bahwa aura pendekar naga bisa dirasakan oleh makhluk selain manusia dan itu menarik perhatian mereka." Chu Kai kembali buka suara. Dia berujar, "Meski tahu cara menyembunyikan aura itu... Aku tidak melakukannya. Apa kau tahu kenapa?"
Chu Kai mendengus, bibirnya tertarik membentuk senyuman saat ia berkata. "Hanya dengan cara itu... Aku tidak perlu repot menemukan monster sepertimu. Kalian sendirilah yang akan datang padaku,"
"Cih! Kau pikir bisa membunuhku, hah?!" Yao Zhijia tertawa, "Kau tidak akan bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa dihabisi oleh kekuatan kecil seperti itu! Dan juga... Monster di tempat ini tidak hanya aku! Kau tidak bisa lari."
"Ja-jangan bilang itu-"
"Benar. Ini adalah teknik serangan yang bahkan bisa melenyapkan iblis," Chu Kai melesatkan serangannya dan ke arah lubang tempat di mana Yao Zhijia berada.
!!!
Suara ledakan disertai semburan api dan petir terlihat. Yao Zhijia berteriak nyaring karena merasa kesakitan. Hanya saja teriakannya itu teredam oleh suara keras dari kembang api di atas sana.
Chu Kai berdiri, menyaksikan bagaimana wanita monster yang ia hadapi sebelumnya kini terbakar. Tubuh sosok itu terkena sambaran petir yang seolah meledakkan setiap organ dalamnya, lalu dihanguskan oleh api hingga tubuh tersebut perlahan menjadi abu.
Meskipun berhasil mengalahkan satu musuh, namun Chu Kai sama sekali tidak merasa senang. Justru ekspresi yang dia perlihatkan penuh dengan ketegangan.
__ADS_1
"Aku sudah mengalahkannya, tapi kenapa yang ada di atas sana tidak bereaksi sama sekali?" Chu Kai menatap ke arah gedung tinggi yang ada di belakangnya dan melihat warna merah yang bercampur di udara.
Chu Kai mengerutkan kening, "Apa makhluk di atas sana tidak tertarik untuk turun atau..."
!!
Chu Kai melihatnya. Ada seseorang yang berdiri di salah satu jendela bangunan yang ada di hadapannya. Dia menarik napas dan baru akan melangkah ketika sesuatu melesat ke arahnya.
Chu Kai pun segera menoleh dan kaget saat tahu siapa yang baru datang ini. Ada dua orang dan mereka tidak lain adalah Xia Ling Qing serta Wei Zhang Zihan. Bahkan dari arah lain pun ia mendengar seruan dari seseorang yang ternyata adalah Liu Han Ying.
"Nona Xia?! Pendekar Wei?! Bagaimana kalian bisa sampai ke tempat ini?"
"................." Xia Ling Qing yang baru saja menapak langsung mendekati Chu Kai dan kemudian memukul lengan pemuda bermata hijau tersebut. Tindakannya membuat Chu Kai terkejut.
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan?" Xia Ling Qing terlihat kesal. "Beraninya kau menipuku seperti itu."
"Aku-"
"Apa kau kehilangan akal?!" Wei Zhang Zihan menyela. "Kau tidak seharusnya melawan mereka sendirian."
Chu Kai tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa sebab Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan belum selesai mengomelinya. Di samping itu, Liu Han Ying pun juga ikut-ikutan. Mereka seakan tidak membiarkannya bicara sedikit pun.
Tidak hanya itu, Chu Kai bahkan tidak diberi kesempatan untuk bertanya mengapa Wei Zhang Zihan ada di tempat ini. Bukankah pendekar suci tersebut sebelumnya berkata bahwa tempat ini adalah tempat kotor dan Wei Zhang Zihan menganggapnya sebagai tempat terlarang untuk dimasuki. Lantas apa yang ia lihat sekarang ini?
"Kai, kau keterlaluan sekali..." Liu Han Ying menyilangkan tangan dan menggeleng pelan. Dia baru akan kembali bicara ketika hembusan angin di sekitarnya mendadak berubah arah.
?!!
Secara bersamaan, Liu Han Ying, Chu Kai, Xia Ling Qing termasuk Wei Zhang Zihan menoleh. Keempat orang itu melihat ada kabut yang menyebar dari dalam bangunan di hadapan mereka. Kabut tersebut menyebar sangat luas dan ini membuat mereka tersentak.
__ADS_1
******