
Sekte Menara Rufeng,
Xia Ling Qing, Wei Zhang Zihan, dan Liu Han Ying benar-benar melakukan apa yang sudah mereka sepakati sebelumnya. Ketiga pendekar suci dari Sekte Gunung Wushi tersebut datang ke Sekte Menara Rufeng.
Wilayah sekte ini luas, berada di antara pegunungan, dihiasi pohon daun salju, dan memiliki banyak bangunan berbentuk pagoda.
Setiap bangunan terbuat dari kayu yang kokoh dan dengan atap yang terbuat dari Bambu Rufeng. Bambu jenis ini sangat kuat, tahan terhadap cuaca ekstrim, dan mempunyai warna hijau alami yang indah. Perguruan ini memang salah satu yang mempunyai tampilan bangunan mencolok, namun tetap sedap dipandang mata.
Ada sebuah jembatan yang terbuat dari Bambu Rufeng. Jembatan hijau itu menghubungkan sekte ini dengan bukit di seberangnya dan menjadi jalan utama untuk bisa sampai ke perguruan tersebut.
Kedatangan Xia Ling Qing, Wei Zhang Zihan, dan Liu Han Ying disambut dengan ramah oleh Tetua Besar Sekte Menara Rufeng, Sheng Zei Wang. Mereka bahkan diberikan kamar masing-masing dan khusus untuk Xia Ling Qing, dia diobati oleh tabib khusus sekte ini.
"Perjalanan kalian sangat jauh untuk sampai di sini, jadi beristirahatlah lebih dahulu." Sheng Zei Wang buka suara. Dia saat ini berada di menara pengobatan sekte miliknya.
Di depan Sheng Zhei Wang, terlihat Xia Ling Qing yang sedang diperiksa oleh tabib dan di tempat ini juga ada Wei Zhang Zihan serta Liu Han Ying. Dia sebenarnya sulit menerima tamu, tetapi tidak demikian jika tamu itu berasal dari Sekte Gunung Wushi.
Sheng Zei Wang menarik napas sebelum mulai berujar pelan, "Aku mendengar kabar tentang sekte kalian dan juga Kota Lianyi. Aku sungguh minta maaf karena tidak bisa membantu saat kalian sedang kesulitan,"
"Anda tidak perlu merasa bersalah, Tetua." Wei Zhang Zihan menyatukan tangan dan dengan sopan berkata, "Apa yang terjadi adalah masalah sekte kami dengan anggota Sekte Bulan Mati. Justru kami akan merasa tidak enak hati bila sampai membuat Sekte Menara Rufeng ikut terlibat,"
"Haaah... Sekte Bulan Mati," Sheng Zei Wang menggeleng pelan. Dia menaruh tangan di belakang punggung dan berkata, "Di antara perguruan aliran hitam yang ada... Memang sepak terjang Sekte Bulan Mati ini yang paling berpengaruh dan sangat merugikan. Mereka bahkan menempati posisi kedua dari Lima Sekte Besar yang ada di kekaisaran ini."
"Sulit mengalahkan mereka..." Sheng Zei Wang bergumam, "Kekuatan sekte itu sampai sekarang belum bisa diukur. Apalagi hal terkenal lainnya adalah 12 Pilar Bulan mereka,"
Wei Zhang Zihan, Liu Han Ying, dan Xia Ling Qing tahu benar apa yang disebut sebagai 12 Pilar Bulan. Mereka merupakan anggota Sekte Bulan Mati dengan kekuatan luar biasa, bahkan kekuatan satu orang di antara mereka saja sudah bisa memporak-porandakan sebuah sekte besar.
__ADS_1
Bagi orang lain, Sekte Gunung Wushi yang mencari masalah dengan Sekte Bulan Mati jelas seperti menggali kuburan mereka sendiri. Namun untuk sosok Sheng Zei Wang, dia tidak berpikiran seperti itu sebab Sekte Gunung Wushi sendiri adalah perguruan dengan rahasia yang tidak biasa di dalamnya.
Perguruan tempat tinggal Xia Ling Qing memiliki 12 Tetua dan praktik kultivasi mereka juga sangat kuat, apalagi ada beberapa tetua dari sekte ini yang sering kali berkelana hingga identitasnya tidak banyak orang tahu dan karena itulah praktik kultivasinya tidak terukur.
Sheng Zei Wang tidak meragukan kemampuan para tetua Sekte Gunung Wushi, tetapi dalam menghadapi perguruan seperti Sekte Bulan Mati... Ini jelas masih belum cukup.
Jika suatu hari kedua sekte ini saling bertarung satu sama lain, maka kerugian yang dialami Sekte Bulan Mati adalah kehilangan separuh kekuatan sekte mereka. Sementara untuk kerugian Sekte Gunung Wushi, kemungkinan besar adalah menghilangnya nama sekte ini.
"Kalian mungkin sering terlibat dengan anggota Sekte Bulan Mati, tapi sebaiknya tahan diri kalian untuk membalaskan dendam apalagi sampai menghilangkan nyawa mereka. Ada banyak sekte yang sudah dihancurkan hanya karena membunuh murid biasa Sekte Bulan Mati,"
!!!
Ucapan Tetua Besar Sekte Menara Rufeng itu membuat Wei Zhang Zihan dan Liu Han Ying terkejut. Wei Zhang Zihan melihat ke arah Xia Ling Qing dan mengingat bagaimana gadis itu menghabisi nyawa anggota Sekte Bulan Mati saat mereka berada di dasar tebing waktu itu.
Di sisi lain, Liu Han Ying mengingat beberapa insiden di Kota Lianyi dan tentang kebiasaan buruk Xia Ling Qing yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan kebencian dan amarahnya jika berpapasan dengan anggota Sekte Bulan Mati.
Wei Zhang Zihan bernapas pelan, dia pun bercerita. "Beberapa hari setelah pemilihan Pendekar Naga, ada seorang anggota Sekte Bulan Mati yang tewas di dekat Kota Lianyi. Lalu kemudian sekte pun diserang dan beberapa kali kami juga bersinggungan dengan mereka,"
Wei Zhang Zihan berkata, "Saat ini... Pendekar Naga yang terpilih itu terperangkap di dalam makam kuno dan terlibat pertarungan dengan anggota Sekte Bulan Mati yang lain. Kami tidak tahu bagaimana situasinya sekarang karena segel makam kuno itu kembali aktif,"
"Urusan dengan Sekte Bulan Mati akan kami selesaikan sendiri," Xia Ling Qing buka suara. Dia menatap Sheng Zei Wang dan berkata, "Kedatangan kami kemari ingin mengetahui bagaimana cara melemahkan segel makam kuno itu,"
Liu Han Ying terlihat tercengang mendengar ucapan Xia Ling Qing. Dia merasa tidak enak pada Tetua Besar Sekte Menara Rufeng karena perkataan rekannya barusan. Nada suara Xia Ling Qing terlalu tidak sopan.
"Te-Tetua Sheng.." Liu Han Ying baru saja akan meminta maaf mewakili Xia Ling Qing, namun Sheng Zei Wang segera dan kemudian bicara.
Sheng Zei Wang menatap Xia Ling Qing dan berkata, "Jika segel makam kuno itu aktif kembali, maka tidak ada yang bisa berbuat apa pun untuk melemahkannya. Kau harus menunggu sampai segelnya melemah sendiri,"
__ADS_1
"Apa itu artinya kami harus menunggu selama 50 Tahun?!" Xia Ling Qing berdiri dan berkata, "Seseorang terjebak di dalam sana. Bagaimana bisa kami diam saja,"
"Tapi tidak ada yang dapat dilakukan," Sheng Zei Wang memperhatikan gadis di hadapannya dan lantas mengerutkan kening. "Sebenarnya siapa yang sedang terperangkap di dalam makam kuno itu hingga kau begitu khawatir?"
"Chu Kai," Wei Zhang Zihan menjawab. "Dia adalah Pendekar Naga yang terpilih dari Sekte Gunung Wushi,"
Sheng Zei Wang menatap Wei Zhang Zihan sebelum mengarahkan pandangan pada Xia Ling Qing. Dia dengan tenang berkata, "Jika dia seorang Pendekar Naga... Maka seharusnya kalian jangan khawatir. Pendekar Naga tidak mungkin selemah itu. Aku yakin dia akan melakukan sesuatu di dalam sana untuk bisa meloloskan dirinya sendiri,"
"Tapi dia masih pemula dan orang itu sedang berhadapan dengan anggota Sekte Bulan Mati," Xia Ling Qing mengepalkan tangannya.
"Seseorang yang dipilih oleh langit mempunyai takdir yang berbeda," Sheng Zei Wang berkata. "Sebagai Pendekar Naga, dia harus melalui kesulitan yang lebih banyak dari orang lain. Dia memikul sebuah tanggung jawab yang besar,"
Sheng Zei Wang melanjutkan, "Aku mengerti bahwa yang kalian lakukan adalah karena rasa khawatir padanya. Tetapi ingatlah ini, bukan dia yang harus bergantung pada dunia... Tapi dunia-lah yang bergantung padanya. Apa kau mengerti?"
!!
Sheng Zei Wang memperhatikan reaksi Xia Ling Qing dan lantas menghela napas. Dia pun berujar, "Sebagai temannya. Tugas kalian hanya perlu memberikan arahan dan mendukungnya. Pilihan mengenai jalan di depan merupakan hak yang tidak bisa kalian renggut darinya. Bahkan termasuk memikul beban sebagai Pendekar Naga ataupun tidak,"
"Tapi..."
"Keselamatan dunia memang bergantung pada keputusan temanmu itu, namun jika ia telah memutuskan untuk memilih jalan berbeda... Maka kalian-lah yang akan menjadi harapan kami." Sheng Zei Wang menurunkan pandangan sejenak dan kemudian melanjutkan.
Tetua Sekte dari Menara Rufeng itu berkata, "Mungkin sebaiknya aku mengatakan tentang hal ini pada kalian. Sekte kami sudah menyelidikinya dan menemukan bahwa Bencana Besar akan segera terjadi,"
!!!
******
__ADS_1