LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
140 - Akhir Pertarungan


__ADS_3

BAAAAM...!


Akar-akar menjalar dari bunga raksasa menghantam tanah secara bergantian hingga menciptakan ledakan yang tiada henti. Xia Ling Qing terlihat menggunakan teknik berpedang Gelombang Tarian Api yang mampu membakar bunga raksasa.


!!!


Serangan Xia Ling Qing yang kuat itu juga dimanfaatkan oleh pendekar yang lain dan salah satunya ialah anggota dari Sekte Kabut. Pria berpakaian putih itu menggunakan Teknik Ratusan Jarum Beku dan mengarahkannya ke bagian dasar dari bunga raksasa.


Di sisi lain, Xiao Bai mengeluarkan serangan cahaya yang mampu menebas setiap akar menjalar dari bunga raksasa. Carpelai berbulu putih itu melindungi para pendekar hingga mereka tidak perlu khawatir dililit oleh akar-akar yang sangat cepat tersebut.


Suara nyaring terdengar dan bunga itu mulai menguncup, sebuah pertanda bahwa ia akan mengeluarkan gas beracun mematikannya lagi. Seorang pendekar berseru, memberi peringatan agar para pendekar yang lain bersiap.


Dari reaksi yang diperlihatkan para pendekar ini, jelas bahwa mereka sebelumnya sudah pernah menghadapi gas beracun dari bunga raksasa. Dan semua itu bertitik pusat pada kemampuan Wei Zhang Zihan.


Benar. Wei Zhang Zihan tidak hanya anggota Sekte Gunung Wushi, tetapi dia adalah pendekar pengguna elemen angin yang kuat. Dia tidak hanya mendapatkan Tingkat Manifestasi saat penjelajahan makam kuno dahulu, tetapi juga sebuah teknik pemanggil Roh Angin.


Ada titik cahaya putih yang berbentuk seperti api kecil dan melayang di samping Wei Zhang Zihan. Makhluk itu sebenarnya adalah roh angin, namun masih belum memiliki wujud. Wei Zhang Zihan harus lebih banyak berlatih agar dapat mengembangkan tekniknya ini.


"Zhang Zihan, berapa lama teknikmu itu bisa bertahan?" seorang pendekar dari salah satu sekte aliran hitam bertanya. Dia adalah pendekar yang tidak memanfaatkan situasi untuk melarikan diri seperti pendekar lainnya.


"Lima menit," Wei Zhang Zihan menjawab singkat.


Pendekar berpakaian ungu muda itu menatap lurus ke arah bunga raksasa dan kemudian mulai menarik napas. "Baiklah, semuanya... Ini akan menjadi serangan terakhir. Jika tidak bisa menghentikan makhluk itu, maka dia benar-benar akan bangkit sebagai bencana."


Liu Han Ying mendengar ucapan pria tersebut dan menyaksikan bagaimana pendekar itu mulai mengigit pergelangan tangannya hingga berdarah. Matanya melebar.


Pendekar itu mengulurkan tangan, darahnya menetes ke tanah dan ia pun bergumam. "Teknik Darah... Segel Pembunuh Bintang!"


!!!

__ADS_1


Liu Han Ying terkejut, di saat yang sama Wei Zhang Zihan juga mengeluarkan seluruh kekuatannya dengan satu serangan terakhir ini. Dan di saat yang nyaris bersamaan, gas beracun keluar dari bunga raksasa.


Simbol hitam yang terbentuk dari darah pendekar itu, membuat kurungan agar gas mematikan dari bunga raksasa tidak menyebar serta ikut menarik angin dari serangan Wei Zhang Zihan.


"Sekarang lakukan!" pendekar dari aliran hitam itu berseru. Liu Han Ying, Shuang Ling Feng, dan para pendekar lainnya masing-masing mengeluarkan energi spiritual yang sangat besar.


Energi itu mengarah pada dinding segel yang dibuat oleh pendekar dari aliran hitam tersebut. Mereka menggabungkan kekuatan, menyerang bunga raksasa dan jeritan terdengar dari makhluk yang mengerikan itu.


"Xia Ling Qing!" pendekar dari sekte aliran hitam tersebut menyerukan nama Xia Ling Qing, menandakan bahwa pendekar suci dari Sekte Gunung Wushi itulah yang harus menyelesaikan sisanya.


Xia Ling Qing tidak sendirian, dia bersama dua orang pendekar dari sekte lain yang memiliki elemen spiritual api. Mereka pun melesat naik dan membentuk formasi segel dengan gerakan pedang di udara.


Xiao Bai sendiri tidak tinggal diam. Dia juga melesatkan serangan ke arah segel milik pendekar aliran hitam itu, memberi luka pada bunga raksasa hingga terdengar suara jeritan kembali.


Serangan Xia Ling Qing dan kedua pendekar yang bersamanya pun mengarah lurus ke bawah, tepat menyerang bagian atas dari bunga raksasa dan membuat makhluk itu terbakar. Ledakan bahkan sampai tercipta, namun dampaknya tidak menyebar sebab terkurung di dalam segel darah milik pendekar dari aliran hitam yang bahkan tidak diketahui namanya itu.


"Pertahankan serangan kalian!" pendekar itu kembali berseru, "Kita tidak akan berhenti sebelum makhluk ini benar-benar dikalahkan!"


Tidak jauh dari tempat itu, sebuah lubang hitam tercipta dan Shuang Shu Chen melesat keluar. Pemuda tersebut sempat kaget dengan apa yang ia saksikan, namun saat menyadari tugas yang harus dilakukannya---dia pun segera bergegas.


"Pulau ini akan segera terbakar, kita harus pergi secepatnya!" Shuang Shu Chen buka suara dan membuat pendekar pemilik segel darah itu terkejut.


!!!


Suara ledakan terdengar tepat setelah Shuang Shu Chen berbicara. Ledakan itu berada di tempat yang jauh, namun dampaknya terasa hingga ke lokasi ini. Salah satu pendekar yang bersama Xia Ling Qing tersentak kala melihat cahaya aneh di langit.


"Benda apa itu?!"


Xia Ling Qing mengarahkan pandangannya dan melebarkan mata. Titik kecil yang ia lihat dengan cepat mendekat dan semakin besar. Dia pun terpaksa menarik kekuatannya dan segera menciptakan burung phoenix dari energi spiritualnya.

__ADS_1


"Wei Zhang Zihan!" Xia Ling Qing berseru dan Wei Zhang Zihan pun mengatur posisinya. Dia mengarahkan kekuatannya dan mengangkat para pendekar yang ada, lalu membawa mereka naik ke atas burung phoenix milik Xia Ling Qing.


Kondisi yang tiba-tiba itu telah mengacaukan semuanya, bahkan pendekar yang merupakan pemilik dari segel darah tersebut kaget dengan apa yang dilakukan oleh Wei Zhang Zihan.


Shuang Shu Chen menangkap carpelai putih dan terdengar suara decitan dari makhluk itu. Ia pun menghentakkan kakinya dan melompat naik ke arah burung phoenix Xia Ling Qing. shuang Shu Chen menggunakan pedangnya untuk menyerang benda yang tak lain adalah bola api berukuran sangat besar hingga benda itu meledak.


Bunga raksasa yang mereka lawan sebelumnya masih terbakar dan kini dihantam bola api berukuran raksasa. Liu Han Ying melihat ke bawah dan kemudian buka suara.


"Apa makhluk itu sekarang sudah tiada?" Liu Han Ying bertanya. Dia menyaksikan bola api besar kembali menghantam bunga tersebut dan bahkan mengenai beberapa pepohonan.


"Pendekar Xia Ling Qing!" Shuang Ling Feng tersentak saat melihat darah menetes di sudut bibir Xia Ling Qing. Wei Zhang Zihan dan Liu Han Ying yang mendengarnya pun menoleh.


Liu Han Ying, "Apa kau baik-baik saja?"


"Aku tidak apa-apa,"


Sebenarnya bukan hanya Xia Ling Qing yang terluka dan merasa kelelahan, tetapi juga para pendekar yang lain. Hanya saja di saat seperti ini, dia masih harus mengontrol burung phoenix miliknya karena mereka masih harus melewati lautan dan itu artinya... Ada ular besar yang perlu mereka hadapi.


Shuang Shu Chen sendiri berusaha menjadi pelindung bagi yang lainnya. Dia menyerang beberapa bola api raksasa hingga perjalanan mereka tidak mengalami hambatan. Di sisi lain, Shuang Shu Chen merasa khawatir dengan bagaimana kondisi Chu Kai saat ini.


Pemuda itulah yang memintanya kemari dan membawa Wei Zhang Zihan serta pendekar yang lain untuk meninggalkan pulau ini. Entah bagaimana kondisi Chu Kai sekarang.


"Hati-hati. Di depan adalah laut!" seorang pendekar berseru. Dia baru akan kembali bicara ketika menyaksikan ada banyak sekali monster ular dan hewan-hewan dalam keadaan yang sama ketika mereka hendak menyeberangi lautan ini.


"Lihat!" seorang pendekar menunjuk ke arah bawah. Yang lain mengikuti arah telunjuknya dan menyaksikan beberapa orang sedang menghadapi monster ular. Pendekar itu pun berkata, "Bukankah mereka yang meninggalkan kita tadi?"


"Hmph, biarkan saja. Orang-orang seperti itu lebih baik menjadi makanan monster ular. Mereka tidak tahu diri,"


Shuang Ling Feng mendengar rutukan dari salah satu pendekar di sampingnya. Dia sendiri meskipun juga kesal namun tetap saja tidak baik untuk mengatakan hal sekasar itu pada orang lain. Di sisi lain, kondisi mereka pun tidak baik-baik saja untuk memberikan bantuan.

__ADS_1


Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan pun tidak bisa berbuat apa-apa. Tenaga mereka sudah terkuras dan bahkan kesulitan jika harus memaksa bertarung lagi. Satu-satunya orang yang kemungkinan dapat melakukannya sekarang hanyalah Shuang Shu Chen, namun dari raut wajah pemuda itu.... Shuang Shu Chen tidak tertarik menolong para pendekar yang terjebak di antara monster-monster ular.


******


__ADS_2