LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
166 - Yao Zhijia


__ADS_3

Chu Kai berusaha mengatur napas. Dia bahkan mengusap keringat yang menuruni pipinya dan menoleh ke arah Xia Ling Qing. Gadis cantik yang berada di sampingnya ini juga terlihat mengatur napas.


"Sebenarnya... Jenis monster apa itu tadi?" Chu Kai buka suara. Dia melihat ke sekitaran dan tahu bahwa posisinya sekarang berada di belakang sebuah bangunan. Beruntung sebab tidak banyak cahaya yang menerangi tempat ini.


Xia Ling Qing menarik napas dan menggeleng pelan. "Entahlah, itu juga pertama kalinya."


"Pertama kalinya?" Chu Kai tersentak, "Apa itu pertama kalinya Nona Xia melihat monster seperti tadi?!"


Xia Ling Qing menatap pemuda di sampingnya sejenak sebelum berkata, "Sebelumnya aku dan Liu Han Ying menyelidiki misi tentang penculikan para gadis, lalu ada kabar tentang anggota Pilar Bulan dan dia bersembunyi di tempat ini."


"Jadi... Wanita tadi adalah..."


"Aku rasa tidak," Xia Ling Qing tahu apa yang dipikirkan oleh Chu Kai, tetapi itu tidaklah benar. Dia berkata, "Wanita penghibur itu bukan salah satu Pilar Bulan. Namun aku menduga bahwa ia merupakan jenis siluman dan ini adalah kabar yang buruk,"


"Kabar buruk bagi orang-orang di tempat ini karena jika kita mengungkap identitasnya, maka pertarungan akan terjadi dan ada banyak korban yang berjatuhan." Chu Kai buka suara dan membuat Xia Ling Qing menatapnya.


"Benar, karena itulah kita butuh rencana." Xia Ling Qing bernapas pelan dan berkata, "Pertama. Kita harus tahu ada berapa siluman di tempat ini dan jika memungkinkan, kita juga harus menyelidiki posisi dari pilar bulan. Kau pun perlu mencari keberadaan Liu Han Ying,"


"............." Chu Kai terdiam cukup lama sebelum akhirnya buka suara. Dia memasang ekspresi yang serius saat berkata, "Dengarkan aku Nona Xia."


"Aku bisa melihat warna," Chu Kai menoleh. "Aku melihat warna yang bercampur dengan udara. Awalnya kupikir itu adalah warna dari energi spiritual, tapi sekarang aku tahu bahwa itu adalah warna dari aroma darah. Kau harus mempercayaiku,"


Xia Ling Qing menatap subjek di hadapannya. Di sisi lain, Chu Kai kembali buka suara. Dia berkata, "Aku yakin apa yang kulihat ini adalah petunjuk untuk menemukan pilar bulan itu."


"Lalu di mana tempat yang kau curigai?" Xia Ling Qing buka suara. Dia menatap pemuda bermata hijau alami di sampingnya.


Chu Kai menarik napas sejenak dan lalu dengan ekspresi serius, dia pun berkata. "Tempat dengan warna paling pekat yang kulihat berasal dari wilayah paling barat tempat ini. Di sisi lain, ada juga warna yang lebih tipis dari arah sebelah timur."


Xia Ling Qing memperhatikan subjek ini dengan saksama dan sepertinya Chu Kai memang bisa melihat apa yang ia sendiri pun tidak mampu melihatnya.


Xia Ling Qing berkata. "Jika apa yang kau katakan benar, maka lakukan ini. Kau pergi ke arah timur dan aku akan ke arah barat. Jika ada bahaya yang tidak bisa kau atasi, segera panggil bantuan. Kau tahu caranya, kan?"


"Mn, aku punya potongan bambu yang bisa mengirimkan sinyal bantuan. Jadi Nona Xia tenang saja," Chu Kai tersenyum dan melihat respon Xia Ling Qing yang mengangguk pelan padanya.


Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu pun bergegas pergi. Chu Kai sendiri masih berdiri dan menatap punggung Xia Ling Qing yang semakin menjauh.


"Nona Xia, maafkan aku." Chu Kai membatin, "Tempat yang kukatakan padamu sebenarnya merupakan tempat di mana pendekar Wei Zhang Zihan menunggu. Aku tidak ingin kau menyaksikan.... Apa yang hendak kulakukan pada tempat ini."


Kedua tangan Chu Kai terkepal sebelum dirinya mulai bergegas pergi. Dia mendengar suara musik dan sekilas memperhatikan para wanita penghibur yang sedang menari di halaman luas tempat ini.

__ADS_1


Chu Kai berniat menemukan anggota dari Pilar Bulan dan menghabisi orang itu. Dan dia jelas tidak mempedulikan jika orang-orang di tempat ini mengalami luka, bahkan sampai kehilangan nyawa mereka karena pertarungannya dengan anggota pilar bulan tersebut.


Chu Kai sebenarnya ingin menolong banyak orang. Tetapi jika diperhatikan baik-baik, sungguh tempat buruk ini sama sekali tidak termasuk ke dalam daftar yang harus ia pedulikan.


*


*


Chu Kai kini berada di depan sebuah bangunan bertingkat tiga yang mempunyai pencahayaan lebih sedikit dari tempat lainnya. Tempat ini pun terletak terpisah dari bangunan lainnya, meski masih satu lingkup dengab wilayah Paviliun Musim Semi.


Chu Kai memperhatikan objek yang ada di depannya. Terlihat, beberapa kain merah bergerak lembut mengikuti arah angin dan dari semua itu.... Dia bisa melihat warna merah lebih pekat muncul dari dalam bangunan yang ada di hadapannya ini.


Dengan napas pelan, Chu Kai hendak masuk ke dalam bangunan ketika sesuatu melesat nyaris menghantam kepalanya. Beruntung sebab Chu Kai merespon dengan langsung menghindar.


!!


Ada duri tajam yang menancap di tanah. Duri itu besar, terlihat berwarna merah kehitaman, dan bahkan Chu Kai pun tahu bahaya jika ia tergores sedikit saja oleh duri tersebut.


?!


Chu Kai tersentak melihat duri hitam itu bergerak dan dia pun langsung menoleh. Tatapan matanya menangkap seorang wanita yang berdiri tidak jauh dan dari orang inilah akhirnya Chu Kai tahu benda apa duri yang ia lihat barusan.


Wanita yang wajahnya masih tertutup kegelapan itu mulai menarik tangannya dan duri besar yang sebelumnya ia lesatkan adalah bagian dari tangan wanita tersebut.


Suara dari wanita berpakaian ungu muda itu terdengar, dia menggerak-gerakkan jari-jari tangannya yang memiliki kuku panjang dan terlihat menakutkan. Ia pun berjalan mendekat dan perlahan wajahnya mulai terlihat.


Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Dia sudah tahu dari suara yang ia dengar bahwa wanita di depannya adalah sosok yang sebelumnya berada di ruangan itu. Tempat di mana ia dan Xia Ling Qing bersembunyi.


"Kau ini lucu sekali," wanita itu tersenyum meledek. Dia berkata, "Tidak mungkin kau bisa bersembunyi dengan aura pendekar naga sepekat itu."


Chu Kai tersentak ketika tiba-tiba saja subjek di hadapannya tertawa. Dia tanpa sadar bergerak mundur, tetapi ekspresi wajahnya menunjukkan kewaspadaan yang luar biasa.


Wanita cantik yang berdiri di depan Chu Kai bernama Yao Zhijia. Dia menyeringai dan berkata, "Apa kau tahu? Dengan aura pendekar naga yang ada padamu, kau jelas terlihat seperti makanan lezat."


"Aku... Tahu siapa kau," Chu Kai buka suara, nadanya terdengar bergetar dan itu membuat Yao Zhijia tersenyum.


"Hmph, benarkah?"


"Kau bukanlah makhluk terkuat, melainkan makhluk paling lemah." Chu Kai berkata, "Kau bersembunyi dan hanya menyerang mereka yang tidak berdaya. Aku sama sekali tidak takut padamu!"

__ADS_1


"Pffft, lalu kenapa kau mundur?" Yao Zhijia mengejek, "Bukankah kekuatan seseorang itu harus diukur? Jadi coba buktikan apakah aku jenis makhluk yang bisa kau kalahkan!"


Tanpa peringatan, Yao Zhijia menghunuskan tangannya yang dalam sekejap berubah panjang dan membentuk duri hitam. Serangan tersebut mengenai dinding bangunan yang ada di depannya dan hampir saja menusuk Chu Kai andai pemuda itu tidak melompat menghindar.


Yao Zhijia tidak tinggal diam dan kembali menyerang. Dia menyeringai, "Kenapa kau hanya terus menghindar? Apa kau bahkan tidak bisa menggunakan kekuatanmu, huh?"


BLAAAR...!


Satu serangan Yao Zhijia menciptakan ledakan dengan sambaran petir. Chu Kai terlempar akibat angin kejut yang tercipta, punggungnya menghantam dinding kayu dengan cukup keras.


"Apa kau tahu kenapa pendekar naga terlihat seperti makanan di mata makhluk sepertiku?" Yao Zhijia kembali buka suara, "Itu karena darah dan dagingmu tidak hanya memberikan kekuatan yang besar, tapi juga mampu membuat kami hidup abadi."


Yao Zhijia tertawa sebelum melanjutkan. Dia berkata, "Tidak hanya siluman, bahkan roh jahat pun mengincarmu. Kau datang ke tempat ini seperti menyerahkan diri. Jadi sebelum yang lain mengetahuinya, aku akan lebih dulu memakanmu!"


!!!


Mata Chu Kai melebar ketika menyaksikan wanita di hadapannya berubah wujud menjadi sesosok monster. Kulit subjek itu berubah hitam dengan urat-urat tipis kemerahan, bahkan matanya pun menjadi merah menyala.


"Sebenarnya mo-monster apa yang sedang kulawan ini?" Chu Kai menelan ludah. Dia pun menarik napas dan bersiap pada serangan yang akan datang.


Yao Zhijia mulai melesat. Kecepatannya sulit diikuti mata, tetapi respon Chu Kai jauh lebih tidak terduga. Pemuda bermata hijau alami itu menggunakan teknik pertahanan yang ia pelajari dari Tetua Fang Tie Zhu sebelumnya.


!!


Yao Zhijia sebenarnya cukup tersentak karena serangannya berhasil ditahan, tetapi dia sama sekali tidak memikirkan itu terlalu jauh karena tahu siapa subjek yang dihadapinya sekarang. Dia merasa hanya perlu melawan sosok ini sekuat tenaga sejak awal jika ingin menang dan agar tidak menarik perhatian makhluk lainnya.


Chu Kai menahan serangan Yao Zhijia dengan tangan yang diselimuti energi spiritual. Dan jika wanita ini menggunakan kukunya yang tajam, maka Chau Kai menghindarinya dengan cara melompat.


Gerakan pemuda bermata hijau alami itu dalam mengelak pada setiap serangan membuat Yao Zhijia kesal. Wanita berwujud menakutkan tersebut sangat frustrasi, pasalnya dia yakin gerakannya cepat dan ada racun pada setiap kuku di jarinya, namun tetap saja ia tidak bisa melukai Chu Kai.


"Kurang ajar! Aku pasti akan menghabisimu!" Yao Zhijia marah dan mempercepat gerakan tangannya. Dia hendak melukai Chu Kai kembali.


BAAAAM..!


Duri tajam berwarna hitam yang merupakan perwujudan tangan Yao Zhijia menebus dinding ketika ia akan menusuk Chu Kai. Dengan ekspresi wajah yang kesal, Yao Zhijia mencengkeram kayu pada dinding tersebut dan melemparkan potongan kayu yang ia ambil ke arah Chu Kai.


!!


Chu Kai meninju potongan kayu yang dilempar ke arahnya dengan keras. Jantungnya berdetak kencang, tetapi tidak ada cara baginya untuk melarikan diri dari tempat ini.

__ADS_1


"Masih ada monster di dalam bangunan itu dan auranya jauh lebih kuat. Aku harus segera mengalahkan makhluk ini dulu sebelum yang lainnya datang,"


******


__ADS_2