LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
58 - Jiang Mu Bai


__ADS_3

"Pendekar Wei, apa kau merasakannya?" Chu Kai bertanya. Saat ini dia dan Wei Zhang Zihan berada di depan dinding yang berhubungan dengan gerbang utama milik Sekte Tianzhi.


Dinding setinggi delapan meter di depannya ini terbuat dari dahan pohon matahari, berwarna merah kegelapan dan merupakan jenis pohon yang dijauhi oleh siluman serta roh jahat.


"Ada segel pelindung di atasnya. Kita tidak bisa masuk," Wei Zhang Zihan melihat bentangan kilau keperakan di atas dinding yang ada di hadapannya. Dia mengedarkan pandangan untuk mencari cara lain, tetapi tidak menemukan apa-apa.


"Lantas bagaimana sekarang?" Chu Kai makin khawatir, "Aku bisa mendengar suara keras. Anak itu masih di sana dan membuat kacau semuanya."


Chu Kai menelan ludah, "Firasatku sangat tidak enak. Ada aura yang menekan, bahkan begitu berat hingga sulit untuk bernapas. Rasanya bahwa sesuatu berbahaya telah terbangun di dalam sana,"


"Gunakan... Token milikku,"


!!


Chu Kai terkejut mendengar suara pelan, nyaris tidak terdengar. Ini jelas adalah suara dari Ruan Zhao Sheng. Dia pun memanggil Wei Zhang Zihan dan Pendekar Suci itu pun bergegas mendekat.


"Pendekar Ruan bangun, dia bicara tentang token." Chu Kai memanggil-manggil Ruan Zhao Sheng, tetapi kini tidak ada jawaban lagi.


Wei Zhang Zihan memeriksa tubuh pemuda yang digendong oleh Chu Kao dan berkedip. Dia pun menemukan sebuah batu giok putih di kantong lengan pemuda ini. Itu merupakan token yang bertuliskan nama dari Ruan Zhao Sheng.


"Bagaimana cara menggunakannya?" Chu Kai bertanya.


"................" Wei Zhang Zihan bernapas pelan dan mengalirkan sedikit dari energi spiritual miliknya ke dalam batu giok tersebut.


Chu Kai melihat bagaimana giok putih di tangan Wei Zhang Zihan berubah warna menjadi hijau dan bentangan kilau keperakan yang menyelimuti dinding Sekte Tianzhi menjadi semakin jelas.


"Ayo masuk," Wei Zhang Zihan buka suara dan langsung melesat, melompati dinding sekte.


Chu Kai berkedip, tetapi segera menyusul Wei Zhang Zihan. Dia masih menggendong Ruan Zhao Sheng di punggungnya.


*


*


Sekte Tianzhi merupakan sekte terbesar di Kota Bian Xi. Sekte ini bertempat di sebuah bukit yang di kelilingi oleh hutan. Jika hanya berkuda, maka sebelum sekte ini---seseorang akan melewati tanah berlumpur yang cukup berbahaya.


Waktu yang dibutuhkan pun akan sangat panjang, berbeda jika memakai energi spiritual dan melesat memakai teknik meringankan tubuh.


Sekte Tianzhi terdiri dari empat bangunan yang seolah mengelilingi satu bangunan utama. Ada kolam ikan yang besar dan halaman latihan yang luas. Tidak hanya itu, bahkan ada sebuah pintu gerbang kedua yang dibaliknya adalah tanah lapang dengan sebuah bangunan pagoda bertingkat tujuh.


Jika diperhatikan dari atas, wilayah Sekte Tianzhi mencakup sebuah kota besar dengan beberapa tempat tersembunyi dan hanya diketahui oleh sedikit orang. Chu Kai dan Wei Zhang Zihan saat ini berada di wilayah paling luar dari Sekte Tianzhi.


"Ke mana kita akan mencari tabib untuk mengobati Pendekar Ruan?" Chu Kai bertanya dan semakin cemas sebab tubuh pria yang ada di punggungnya terasa makin berat. Belum lagi detakan jantung pria ini kian pelan dan itu bukanlah hal yang bagus.


Wei Zhang Zihan memperhatikan sekelilingnya dan bertepatan dengan tindakan tersebut, sebuah suara bagai pedang yang ditarik keluar dari sarungnya terdengar. Dia pun spontan menoleh dan melihat ada tiga orang pendekar berpakaian serba putih.


"Siapa kalian?!" salah seorang dari pendekar itu bertanya dengan pedang yang terhunus. Chu Kai tersentak dan berusaha bicara.


Chu Kai berkata, "Te-tenanglah. Kami bukan orang jahat,"


"Senior Zhao Sheng?" seorang pendekar dari Sekte Tianzhi tersentak. Dia mengenali sosok yang saat ini berada dalam gendongan pemuda asing.


Chu Kai berkedip dan segera memberikan penjelasan. Dia berkata, "Benar. Aku membawa Pendekar Ruan, dia sedang terluka. Kami datang mengantarnya untuk diobati. Tolong beritahu di mana tabib sekte ini,"


Ketiga pendekar Sekte Tianzhi tersebut segera menyarungkan kembali senjata mereka dan lantas menghampiri Chu Kai. Ketiganya terlihat khawatir dan kemudian mengantar Chu Kai serta Wei Zhang Zihan ke sebuah bangunan yang dikhususkan untuk pengobatan.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Senior Zhao Sheng?" seorang pendekar bertanya.


"Bisakah kita membicarakannya nanti?" Chu Kai berujar, "Saat ini kondisi Pendekar Ruan tidak baik-baik saja. Dia harus segera diobati,"


"Lewat sini,"


Pintu di hadapan Chu Kai terbuka dan dia pun mengikuti pendekar Sekte Tianzhi. Salah satu dari pendekar tersebut memanggil tabib dan tidak butuh waktu lama sampai seorang wanita paruh baya datang.


"Nyonya Shu, tolong! Seniorku sedang terluka,"


"Baringkan di sini,"


Chu Kai mengikuti arahan wanita berambut hitam dengan pakaian putih tersebut. Dia dibantu membaringkan Ruan Zhao Sheng ke sebuah tempat tidur. Wanita yang akrab di sapa Nyonya Shu itu mulai memeriksa denyut nadi Ruan Zhao Sheng dan mengalirkan energi spiritualnya.


Chu Kai berdiri di samping Wei Zhang Zihan sambil memperhatikan bagaimana Ruan Zhao Sheng diobati. Dia baru akan buka suara saat dikejutkan dengan suara ledakan yang begitu keras. Bahkan para murid Sekte Tianzhi pun sampai terkejut karenanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi di sana?" Chu Kai berbalik ketika Wei Zhang Zihan yang berdiri di sampingnya lantas berjalan keluar. Dua orang pendekar Sekte Tianzhi pun ikut bergegas seolah hendak memeriksa kondisi yang sedang menimpa sekte mereka.


Chu Kai teringat dengan Long Yang Wang. Entah bagaimana keadaan dari anak remaja tersebut yang ditinggalkan untuk bertarung melawan para anggota Sekte Tianzhi.


Chu Kai berjalan keluar ketika ledakan kembali terdengar. Dia pun bergegas dan cahaya putih keperakan tiba-tiba melintas di hadapannya.


!!


Cahaya putih keperakan itu menabrak sebuah tugu berbentuk burung bersayap besar hingga membuatnya meledak. Kepingan dari puing tugu menyebar, beberapa bahkan hampir saja mengenai Chu Kai andai Wei Zhang Zihan tidak segera menangkisnya.


Pertarungan Long Yang Wang dengan para pendekar Sekte Tianzhi rupanya sudah sampai di bagian dalam sekte. Remaja laki-laki itu kuat, bahkan entah sudah berapa orang pendekar yang berhasil dia tumbangkan.


Caranya menangkis serangan, gerakan kaki, hingga kekuatannya bukan seperti milik pemula. Dia seorang yang ahli dan bisa dipastikan bahwa praktik kultivasinya berada jauh di atas lawan-lawannya selama ini.


!!!


"Mengagumkan..." Chu Kai tanpa sadar bergumam. Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Long Yang Wang mengelak dari serangan lawan dan berhasil memberikan serangan balasan yang sama kuatnya.


Ketepatan dalam menyerang membuat setiap serangan Long Yang Wang tidak terbuang percuma. Anak remaja itu kembali menang dan menumbangkan dua orang pendekar Sekte Tianzhi hingga pendekar yang lain menjadi terkejut bukan main.


Sebuah serangan besar dilesatkan oleh Long Yang Wang, tetapi kali ini telapak tangan dari seseorang berhasil menahannya. Karena kejadian itu, suara bagaikan dua petir yang menyambar terdengar hingga tanah yang Chu Kai pijak menjadi bergetar.


Long Yang Wang masih dalam tudung hitam yang menutupi kepalanya. Dadanya kembang kempis saat dia berusaha mengatur napas. Tidak jauh di hadapannya sekarang ada seorang pria bertubuh besar dan dengan jubah putih yang berkibar.


Chu Kai tersentak, aura menekan yang dia rasakan sebelumnya berasal dari sosok pria di hadapannya. Dia tanpa sadar menahan napas dan menjadi khawatir jika situasi kini tidak lagi bisa diatasi.


"Berani sekali kau mengacau di sekteku," suara berat dari pria tersebut mengandung energi spiritual.


Wei Zhang Zihan yang terkejut pun spontan menyentuh bahu Chu Kai bersamaan ketika pemuda bermata hijau ini memuntahkan darah. Beruntung Chu Kai hanya mengalami luka dalam yang ringan. Sejujurnya kekuatan dari energi spiritual tadi berbahaya karena mampu memutuskan beberapa jalur darah.


Wei Zhang Zihan menatap sosok yang tidak jauh di hadapannya. Pria berjubah putih itu tidak lain adalah Jiang Mu Bai, salah satu tetua dari Sekte Tianzhi.


Energi spiritual yang sebelumnya dilancarkan oleh Jiang Mu Bai saat dia bicara sebenarnya ditujukan pada orang asing yang berani masuk ke dalam Sekte Tianzhi. Wei Zhang Zihan tahu cara menetralkan pengaruh dari energi spiritual tersebut, begitu pula dengan Long Yang Wang, tetapi tidak dengan Chu Kai.


Pemuda dengan mata hijau itu memang kuat dalam teknik pernapasannya, tetapi masih cukup awam untuk pengetahuan dasar tentang cara menggunakan energi spiritual. Karenanya, dia terpengaruh oleh kemampuan Jiang Mu Bai.


Long Yang Wang sendiri terlihat menatap tajam pria berotot di hadapannya. Suaranya dingin saat berkata, "Kau bukan orang yang kucari."


Tanpa nada, Long Yang Wang berkata. "Di mana Pemimpin Sekte Tianzhi? Aku ingin bertemu dengannya,"

__ADS_1


Jiang Mu Bai menatap tajam ke arah anak remaja di hadapannya. Suaranya dingin saat berkata, "Setelah apa yang kau lakukan... Kau ingin aku mempertemukanmu dengan Pemimpin Sekte? Hmph, tentu saja bisa. Tapi kau tidak akan menemuinya hidup-hidup,"


!!!


Satu kibasan tangan dari Jiang Mu Bai telah menciptakan sebuah serangan yang besar. Chu Kai melebarkan mata saat serangan itu mengarah pada Long Yang Wang. Dia bahkan terlambat beraksi saking cepatnya serangan dari salah satu tetua Sekte Tianzhi tersebut.


Wei Zhang Zihan sendiri berada di jarak yang cukup jauh dari Long Yang Wang sehingga tidak bisa mengejar kecepatan serangan Jiang Mu Bai. Sebuah ledakan keras tercipta dari serangan pria berpakaian serba putih itu dan bahkan membuat semua orang terkejut.


Chu Kai sendiri merasa bahwa ledakan yang barusan tidak akan bisa ditangani oleh Long Yang Wang, namun siapa yang sangka bahwa tidak hanya serangan tersebut yang berhasil ditahan---Long Yang Wang bahkan masih berdiri di tempatnya semula tanpa terluka sedikit pun.


Long Yang Wang menahan serangan yang besar dari Jiang Mu Bai dengan memakai satu tangan yang diselimuti oleh energi spiritual yang besar. Dia berkata tanpa nada, "Pemimpin Sektemu menjanjikan dua hal padaku dan aku datang untuk menagih janji itu."


Jiang Mu Bai mengerutkan kening. Dia berkata, "Pemimpin Sekte ini tidak mungkin mempunyai perjanjian denganmu. Dan tidak ada yang akan menemuimu setelah apa yang sudah kau lakukan,"


"Para muridmu yang tidak mengizinkanku masuk. Mereka yang menyerang dengan niatan membunuh, aku hanya melawan seperti yang mereka lakukan."


"Tidak sembarangan orang yang bisa diterima di sekte ini, jadi sangat pantas jika penyusup sepertimu dihabisi."


"Hmph, sudah kubilang aku datang untuk menagih janji." Long Yang Wang berujar, "Jika kau tetap menghalangi dan sama sekali tidak membantuku untuk bertemu Pemimpin Sekte ini, maka... Kau jelas saja tidak berguna.


?!


Jiang Mu Bai melebarkan mata dan ekspresi marah terlihat di wajahnya. Dia pun tanpa peringatan langsung melesat dengan tangan yang terkepal kuat. Long Yang Wang sadar akan serangan tersebut dan ikut melesat.


Pertarungan yang benar-benar tidak bisa dipercaya itu terjadi. Chu Kai sampai terperangah saking tidak menyangka bahwa dia akan menyaksikan seorang pendekar hebat melawan bocah remaja.


"Pendekar Wei, anak itu jelas akan mati." Chu Kai menelan ludah dan berkata, "Dia menghadapi seorang pria dewasa dan bahkan praktik kultivasinya tidak sehebat dirimu. Tetapi entah bagaimana rasanya dia seakan punya kepercayaan diri yang tinggi untuk melawan orang itu,"


Wei Zhang Zihan menatap Chu Kai sejenak sebelum kembali memperhatikan pertarungan antara Long Yang Wang dengan Jiang Mu Bai. Dia pun berkata, "Anak itu bukan manusia sepenuhnya dan kekuatannya... Jelas berbeda."


"Tapi tetap saja--"


"Usianya juga berbeda dari manusia pada umumnya. Kau akan mengetahuinya nanti,"


Chu Kai tersentak. Ucapan Wei Zhang Zihan bersamaan dengan suara ledakan yang diakibatkan benturan serangan energi spiritual Long Yang Wang melawan Jiang Mu Bai.


!!!


Pertarungan yang disaksikan Chu Kai ini tidak bisa diinterupsi begitu saja. Masalnya jika tidak ada yang berbuat sesuatu, maka ini akan makin berbahaya dan bisa saja tempat ini mengalami kekacauan.


Di sisi lain, Jiang Mu Bai masih menahan kekuatannya karena dia merasa sedang melawan anak berusia 14 Tahun yang penuh semangat serta keras kepala. Namun semakin lama, dirinya pun menjadi kesal dan kemudian mulai bersungguh-sungguh.


Serangan yang dilesakan oleh Jiang Mu Bai luar biasa dahsyat. Long Yang Wang bahkan tidak menduga hal ini, termasuk bergerak untuk menahan serangan tersebut. Dia hampir saja terkena serangan tersebut andai seseorang tidak segera menahan serangan itu untuknya.


!!!


Para pendekar Sekte Tianzhi, termasuk Chu Kai, dan Jiang Mu Bai sendiri nampak terkejut. Mereka melihat seseorang berdiri, tidak jauh di hadapan Long Yang Wang.


Subjek tersebut memakai jubah putih dengan corak daun bambu. Chu Kai melihat sosok itu adalah seorang pria yang berusia 43 Tahun, dengan rambut panjang, serta pembawaan yang tenang.


Kehadiran sosok tersebut membuat syok para murid Sekte Tianzhi, mereka spontan menyatukan tangan dan membungkuk hormat. Chu Kai berkedip menyaksikan perubahan situasi ini. Dan belum lagi Jiang Mu Bai pun juga ikut menghormati subjek tersebut.


Wei Zhang Zihan tahu siapa sosok ini, dia juga terlihat menyatukan tangan dan memberi hormat sebagai bentuk kesopanan. Wei Zhang Zihan menatap tajam ke arah Chu Kai dan membuat pria di sampingnya kaget.


Chu Kai berkedip dan seolah tahu apa maksud Wei Zhang Zihan---dia pun ikut menyatukan tangannya dan memberi hormat. Satu-satunya yang tidak melakukan kesopanan itu adalah Long Yang Wang.

__ADS_1


Sambil menurunkan pandangan, Chu Kai nampak bernapas pelan. Dalam hati dia merasa tidak nyaman dengan kondisinya saat ini. Hanya dari menyelamatkan Ruan Zhao Sheng, dia sekarang sedang terlibat dalam sebuah masalah yang jika diperhatikan baik-baik... Tidak mungkin terlihat sepele.


******


__ADS_2