LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
90 - Permintaan Bantuan


__ADS_3

Liu Han Ying merasakan hembusan angin di sekitarnya berat dan membawa nuansa yang mencekam. Dia terus melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh yang sama sekali tidak menimbulkan suara.


Kota Lianyi meski tidak terlalu besar, namun mempunyai penduduk yang padat. Anggota Sekte Gunung Wushi sering menerima misi dari tempat ini, apalagi jika itu terkait dengan binatang iblis.


Di sisi lain, Wali Kota Lianyi juga lebih sering mengirim surat permintaan penjagaan ke tempat Sekte Gunung Wushi dan memang pendidikan para murid di sekte itu adalah agar nantinya dapat memberikan kontribusi besar bagi kota ini dan manusia lainnya.


Hal yang umum ialah bahwa pendekar yang berlatih kultivasi adalah untuk mencapai keabadian, namun Sekte Gunung Wushi tidak seperti itu. Perguruan ini berfokus pada peningkatan kekuatan yang bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemanusiaan.


Sekte lain mungkin akan menutup mata dari permasalahan para manusia awam. Mereka jelas akan menjauh dan memutuskan segala apa pun yang berhubungan dengan dunia fana. Tetapi tidak demikian dengan Sekte Gunung Wushi, dan karena itulah perguruan ini dikenal sebagai perguruan besar yang berjalan di atas rasa kemanusiaan.


Liu Han Ying adalah salah satu pendekar yang tidak akan mengabaikan rasa kemanusiaan meskipun memiliki karakter yang kadang merendahkan dan mematahkan semangat orang lain.



Kaki Liu Han Ying menapak di salah satu atap bangunan dan menyaksikan aktivitas warga kota masih berjalan tenang seperti biasa. Dia pun mengerutkan kening dan kemudian kembali melesat pergi.


Liu Han Ying menuju ke tempat lain. Angin yang berhembus di sekelilingnya masih terasa tidak nyaman dan jelas ini bukan sesuatu yang biasa. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang sedang mengincar kedamaian Kota Lianyi, tapi subjek itu masih belum menampakkan wujudnya.


".............. Sebenarnya di mana?" Liu Han Ying mengedarkan pandangan dan tiba-tiba saja tersentak. Dia pun langsung menengadah sebelum akhirnya melesat naik.


Saat berada di ketinggian tertentu, Liu Han Ying pun merasakan kepekatan dari hembusan angin ini dan itu mengarah pada bagian lain sisi kota yang dekat dengan sungai.


Liu Han Ying pun tidak menunda-nunda waktu, dia segera melesat bersamaan dengan sebuah ledakan tercipta. Keterkejutan nampak jelas di wajahnya. Ledakan itu membuat jembatan di atas sungai hancur dan orang-orang yang saat ini sedang melintasi jembatan tersebut pun kini terjatuh ke dalam sungai.


!!!


Ledakan tersebut memicu keributan sekaligus menarik perhatian. Suasana masih belum menunjukkan malam hari sehingga kondisi ini sangat berbahaya karena mungkin saja akan banyak korban yang berjatuhan.


"Hati-hati...! Cepat bantu!"


"Astaga, bagaimana bisa seperti ini?"


"Kau baik-baik saja?!"

__ADS_1


Beberapa orang berusaha menarik warga yang jatuh ke sungai. Ada di antara mereka yang bahkan sampai melompat turun ke sungai untuk membantu menarik wanita yang menggendong putrinya.


Ketika dalam suasana yang tegang itu, air sungai pun mulai menampakkan bayangan merah gelap. Sesuatu muncul dari dalam sungai dengan mulut besar yang terbuka lebar, menampakkan gigi bergerigi yang menyeramkan.


AAAAH...!!


Teriakan histeris terdengar. Seorang warga hampir saja dilahap oleh monster itu, namun beruntung sebab Liu Han Ying datang tepat waktu dan langsung memberikan serangan yang kuat dengan memakai pedangnya.


Para warga berteriak dan bahkan berusaha melarikan diri. Liu Han Ying memperhatikan sosok monster di hadapannya yang terlihat berwujud ikan. Dia sendiri berdiri di atas air dengan jarak yang cukup jauh dari monster itu.


!!!


Suasana langsung berubah menjadi gelap, seakan-akan awan hitam muncul dan bergerak cepat menutupi langit Kota Lianyi. Monster yang dilihat Liu Han Ying mempunyai tubuh berwarna hitam dengan garis kemerahan.


Ada jarum-jarum yang tidak terhitung jumlahnya di bagian sirip ikan. Itu tampak seperti alat untuk memarut. Mata ikan ini berwarna merah dengan suara khas yang menakutkan. Monster itu tanpa peringatan langsung menyerang Liu Han Ying.


!!


Meskipun bertubuh besar, nyatanya monster itu bergerak sangat gesit. Liu Han Ying merupakan pendekar yang mempunyai Teknik Pedang Kelopak Bunga. Dia mengayunkan senjata miliknya dan tercipta ilusi ribuan kelopak bunga.


Kekalahan monster tersebut tidak membuat keadaan kembali tenang sebab dari apa yang terlihat... Monster itu kembali hidup dan ada makhluk serupa yang seakan tercipta dari belahan tubuhnya yang lain.


Liu Han Ying kini harus menghadapi dua ekor monster. Dia terkejut buka main saat kedua makhluk itu membuka mulut lebar dan lantas melesatkan serangan air serta api secara bersamaan.


!!!


*


*


Di Sekte Gunung Wushi sendiri, Chu Kai terlihat menghampiri Xia Ling Qing yang menunggunya di luar Paviliun Xiūxí. Dia baru saja akan buka suara saat sebuah ledakan cahaya terlihat di langit.


Chu Kai pun menengadah dan dia melihat bahwa cahaya itu tidak lain adalah sebuah kembang api. Lesatan cahaya lain kembali terjadi dan meledak membentuk pola bunga api yang membuat ekspresi Xia Ling Qing berubah.

__ADS_1


"Nona Xia-" Chu Kai memanggil gadis di sampingnya dan kaget saat Xia Ling Qing tiba-tiba berjalan menjauhinya.


"Kota diserang,"


!!!


Chu Kai terkejut dengan ucapan Xia Ling Qing. Hanya saja belum sempat ia bertanya, gadis itu langsung melesat pergi meninggalkannya.


"Kota diserang?"


"Yang kau lihat adalah kembang api permintaan bantuan. Setiap sekte mempunyai simbol kembang api yang berbeda," Wei Shezi buka suara.


Chu Kai menarik napas, "Kurasa latihannya harus ditunda dulu. Lepaskan segel yang kau berikan padaku sekarang, aku harus segera menyelamatkan warga kota."


"Apa?" Wei Shezi mendengus, "Segel itu sudah mengunci meridian-mu. Membukanya pun percuma karena kau tidak bisa mengendalikan kekuatan itu,"


"Akan kulampaui apa yang tidak bisa kulakukan selama ini sekarang juga, jadi cepatlah."


Wei Shezi berdecak dan kemudian melepaskan segel yang dia lakukan untuk mengunci kekuatan Chu Kai. Segera, Chu Kai melesat menyusul Xia Ling Qing.


Keduanya tidak tahu bahwa Liu Han Ying saat ini sedang bertarung sengit dengan monster ikan. Buruknya ikan-ikan itu kian bertambah saat dia berusaha menghabisinya.


Xia Ling Qing melesat sangat cepat dan sampai tidak memandang ke belakang untuk melihat siapa sosok yang sudah mengikutinya.


Chu Kai sendiri tidak tinggal diam. Situasi ini membuatnya teringat dengan kejadian yang terakhir kali, saat di mana anggota Sekte Bulan Mati datang dan mengacaukan Kota Lianyi, bahkan sampai membuat ayahnya terluka.


Chu Kai mempercepat lesatannya dan ekspresi wajahnya berubah saat merasakan kondisi di sekitarnya yang begitu mencekam. Tidak hanya udara yang terasa berbeda, tetapi juga langit di atas sana yang telah tertutup oleh awan hitam.


Chu Kai cukup lama melesat dan saat dirinya tiba---ledakan terjadi di sebuah bangunan yang tak lain adalah Kedai Bulan Merak beserta bangunan di samping kedai tersebut.


!!!


Chu Kai belum mengatakan apa pun ketika menyaksikan ada banyak orang yang jatuh dengan kondisi terluka parah. Kedai Bulan Merak tidak hanya meledak, tetapi juga terlihat bekas serangan yang membuat lantainya terbelah sampai terbakar.

__ADS_1


Pandangan Chu Kai pun mengarah pada orang-orang yang terbaring di tanah dengan luka di sekujur tubuh mereka. Dia pun syok kala mengetahui salah satu dari korban itu adalah Shen Liang, teman baiknya.


******


__ADS_2