
Melihat reaksi Wei Zhang Zihan membuat Chu Kai segera berkata. "Te-tentu saja tidak semua. Itu... Karena aku menyaksikan sendiri pendekar tadi meninggalkan rekannya sendiri, bahkan sampai menggunakan orang lain sebagai perisai hidup."
Chu Kai menurunkan pandangan dan berkata, "Jika Pendekar mengingat... Ada banyak orang di tempat itu, namun mereka terlambat mengambil tindakan. Apa Pendekar Wei tahu apa alasannya?"
Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan dan berkata, "Mereka sengaja karena sudah melihat sifat asli dari pendekar itu. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang ingin membalas dendam atas kematian rekan mereka karena pendekar itu. Dan aku membencinya karena ia dengan tidak tahu diri memberiku ancaman,"
"Meskipun begitu... Aku tidak menyangka bahwa kau akan menyimpan kebencianmu sampai seperti ini."
"Aku memang masih baru dalam dunia para pendekar. Namun jika tentang mengenal sifat manusia... Kurasa pengalamanku jauh lebih banyak darimu, Pendekar Wei."
Nada Chu Kai sedikit menyindir saat berkata, "Orang yang tidak pernah kehilangan apa pun... Tidak mungkin bisa merasakan kebencian,"
Sorot mata Wei Zhang Zihan sedikit berbeda. Dia baru akan kembali bicara ketika mendengar suara langkah kaki datang. Sontak, ia dan Chu Kai pun menoleh. Mereka melihat ada seorang gadis berpakaian merah muda dengan cadar tipis yang berjalan mendekat.
"Nona Ling Xian Shu?" Chu Kai jelas mengenali subjek ini. Pendekar Nona Ling Xian Shu adalah orang yang sebelumnya terpisah dengan mereka.
"Pendekar Naga Kai, apa kau baik-baik saja?" Ling Xian Shu buka suara. Dia merupakan gadis yang dingin pada orang lain, tetapi entah mengapa menjadi begitu dekat dengan Chu Kai.
"Mn, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan Nona Ling?"
"Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti," Ling Xian Shu menatap sejenak ke arah Wei Zhang Zihan, namun pemuda itu langsung mengalihkan pandangan dan menatap lurus ke arah altar.
"Bukankah itu Pendekar Shuang Shu Chen?" Ling Xian Shu mengerutkan kening. Ucapannya dibenarkan oleh Chu Kai.
Ling Xian Shu pun berujar, "Ada baiknya kita juga ke sana. Makam kuno mempunyai batas waktu dan jika segel yang menutupi tempat ini aktif kembali, kita pasti akan terkurung dan butuh waktu 50 Tahun atau bahkan lebih agar segelnya kembali terbuka."
Chu Kai tersentak, dia pun memandang ke arah Wei Zhang Zihan dan sepertinya pemuda itu pun mengetahuinya. Mereka berdua lantas saling mengangguk dan kemudian berjalan ke arah altar.
Chu Kai dan Wei Zhang Zihan masing-masing berdiri di dalam lingkaran, begitu pula dengan Ling Xian Shu. Ketiganya mengambil posisi duduk bersila dan berkonsentrasi. Tidak lama, energi spiritual pun mulai menyelimuti mereka dan kesadaran ketiga orang itu pun seolah ditarik hingga mereka tidak bisa mendengar apalagi mengetahui kejadian apa pun di sekitar.
*
*
Hal pertama yang dirasakan oleh Chu Kai adalah perasaan dingin dan gelap. Tidak butuh waktu lama sampai penglihatannya mulai jelas dan ia langsung disambut dengan pandangan yang luar biasa menakjubkan.
__ADS_1
Tempat ini sangat luas, seperti ruang tidak terbatas dengan bintang-bintang yang tidak terhitung jumlahnya. Nuansa di sekitarnya hitam, namun ia dapat melihat gumpalan awan yang berwarna biru, merah, dan terkadang kuning. Awan itu jelas bukan sungguhan, tetapi merupakan proyeksi dan terbuat dari energi spiritual.
Ada beberapa bintang jatuh dan tanpa sengaja ditangkap oleh Chu Kai. Pemuda bermata hijau alami itu pun mengerutkan kening saat tahu bahwa bintang-bintang ini adalah berbagai macam gulungan teknik.
"Tapak pemecah air?" Chu Kai membaca gulungan di tangannya yang merupakan salah satu gulungan tingkat tinggi.
Dia ingat penjelasan Wei Shezi bahwa tidak hanya praktik kultivasi yang memiliki tingkatan, tetapi juga senjata dan gulungan teknik.
Khusus untuk teknik terbagi menjadi 7. Itu adalah Teknik Tingkat Rendah, Menengah, Tinggi, Fana, Bumi, Langit, dan yang terakhir merupakan Tingkat Manifestasi.
Teknik tingkat tinggi di tangan Chu Kai sebenarnya akan sangat diperebutkan oleh para pendekar, namun jika ingin meraih sesuatu yang lebih besar---maka ini sama sekali bukanlah benda yang diincar oleh Chu Kai.
Pemuda bermata hijau alami itu membuang gulungan di tangannya. Dia hendak bergerak saat Pedang Pendekar Naga tiba-tiba saja keluar dan melayang di hadapannya.
?!
Pedang itu melesat dan seolah memberi tanda agar Chu Kai mengikutinya. Dia melintasi berbagai gulungan teknik di sekitarnya dan bahkan melewati awan hingga terlihat banyak reruntuhan bangunan yang melayang.
"Sebenarnya... Dia ingin membawaku ke mana?" Chu Kai terus mengikuti Pedang Pendekar Naga dan tersentak saat mulai mengetahui bahwa pedangnya itu membawa dirinya ke pusat dari dimensi ini.
Ada gumpalan awan hitam yang sangat besar tidak jauh di hadapan Chu Kai. Gumpalan awan itu membawa nuansa mencekam dan siapa pun akan merasa takut melihatnya terlalu lama. Seolah awan hitam itu menarik keberadaan di sekitarnya dan membuatnya hilang tanpa jejak.
!!
Masalahnya adalah pada kejadian berikutnya. Gumpalan awan itu seolah bergerak semakin dekat ke arah Chu Kai. Pemuda itu tanpa sadar menahan napas dan bahkan tidak mempunyai pilihan lain selain menghadapinya. Dalam waktu singkat, gumpalan awan itu sudah menyembunyikan tubuh Chu Kai.
Seluruh pandangan Chu Kai gelap. Hal yang ia dengar adalah suara gemuruh angin dan hawa dingin yang seakan menusuk hingga ke sel tulangnya. Tidak butuh waktu lama sampai ia pun melihat sebuah titik cahaya dan kini bisa melihat Pedang Pendekar Naga kembali.
Namun seolah tempat ini mempunyai banyak kejutan untuknya, Chu Kai kini menyaksikan ada sesosok makhluk yang luar biasa besar dan nampak tertidur pulas. Subjek itu memiliki tubuh hitam seperti malam dan titik cahaya yang dilihat Chu Kai sebelumnya berasal dari simbol aneh di dahi makhluk ini.
Makhluk yang ada di hadapan Chu Kai saat ini adalah seekor naga yang ukuran tubuhnya puluhan kali lebih besar. Bahkan bila dilihat dari atas, Chu Kai hanyalah titik kecil di depan sosok yang sangat luar biasa itu.
"Apa... Dia penghuni dimensi ini?" perasaan Chu Kai menjadi tidak enak. Dari penampilan yang ia lihat saja, naga ini mempunyai sisik yang sangat keras dan jelas merupakan bahkan lebih menakutkan daripada jenis naga yang pernah ia temui selama ini.
!!!
__ADS_1
Chu Kai kaget saat mendengar suara. Dia ingin mundur, tetapi tubuhnya benar-benar sulit untuk digerakkan. Makhluk di hadapannya membuat ia tidak punya keberanian mengambil langkah satu inci pun.
"Bagaimana ini? Apa... Aku harus bertarung melawannya?! Apa aku bisa mengalahkan makhluk besar ini?" Chu Kai berusaha mencari cara ketika melihat Pedang Pendekar Naga di hadapannya mengeluarkan cahaya keemasan.
?!
Mata makhluk di hadapan Chu Kai perlahan terbuka. Itu adalah warna emas dengan sorot mata yang tajam. Hanya tatapan mata itu saja, Chu Kai merasakan tekanan yang amat kuat seolah organ dalamnya diremas sangat kencang.
Urat menegang di dahi Chu Kai, wajah pemuda itu berubah sangat pucat. Chu Kai berusaha menahan rasa sakit akibat tekanan yang ia hadapi dan hal tersebut membuat darah menetes dari sudut bibirnya.
Makhluk raksasa itu mulai mengangkat kepalanya. Ia menatap tajam pada sosok yang sudah berani datang ke tempat ini dan itu jelas disadari oleh Chu Kai. Hanya saja pemuda bermata hijau itu dibandingkan menutup mata, ia justru membalas tatapan tajam makhluk mengerikan di hadapannya dan seakan bersiap jika memang harus bertarung sampai mati di tempat ini.
Tekad Chu Kai memang besar, tetapi tubuhnya masih sulit untuk digerakkan. Pedang Pendekar Naga yang di selimuti energi keemasan mulai terangkat tinggi dan itu menarik perhatian makhluk raksasa di depannya.
Naga itu mendekatkan wajahnya. Hanya melihat dari depan saja, wajah makhluk ini sudah sebesar gunung. Bahkan tidak bisa dibayangkan jika subjek luar biasa tersebut membuka mulutnya lebar apalagi sampai mengeluarkan geraman. Jelas, satu kekaisaran mungkin saja dapat berantakan bila makhluk ini mengamuk.
Ujung bibir dari naga raksasa itu menyentuh pedang yang masih disinari cahaya keemasan dan seolah sedang berkomunikasi. Chu Kai yang menyaksikan hal ini tidak bisa berbuat apa pun dan bahkan dia khawatir jika satu pergerakan kecil darinya membuat naga raksasa tersebut terganggu.
Chu Kai menyaksikan bagaimana sinar keemasan pada pedang miliknya mulai mengalir ke tubuh makhluk mengerikan di hadapannya. Simbol aneh pun tercipta di sepanjang tubuh makhluk itu.
Naga dengan sisik keras itu mulai bergerak, ia terbang menjauh namun sebenarnya itu adalah tindakan mengelilingi Chu Kai serta pedang yang sudah berani datang dan membangunkan dirinya.
"Apa... Yang sebenarnya terjadi?" Chu Kai tidak tahu mengapa, tetapi di kelilingi makhluk besar ini membuatnya tegang, namun ada juga perasaan yang akrab.
Sebenarnya masih banyak rahasia yang belum terungkap pada Pedang Pendekar Naga yang ia miliki, apalagi jika diingat dari saat pertama kali Chu Kai menemukan pusaka ini. Sekarang, entah bagaimana caranya Pedang Pendekar Naga tersebut dan berkomunikasi dengan sosok naga sungguhan yang sangat besar di hadapannya ini.
Ukiran keemasan pada tubuh naga itu semakin banyak hingga menyelimuti hampir seluruh tubuhnya. Ia terus bergerak berputar sebelum akhirnya melesat tanpa peringatan menabrak tubuh Chu Kai.
!!!
Naga raksasa yang telah berubah menjadi cahaya spiritual keemasan tersebut masuk ke dalam tubuh Chu Kai. Suara yang dahsyat akibat kejadian itu bahkan melenyapkan bintang-bintang di sekitarnya hingga jarak yang sangat jauh.
Chu Kai sendiri merasakan tubuhnya memanas, seolah darahnya mendidih disertai dengan retakan pada setiap tulangnya. Rasa sakit yang luar biasa ini tidak bisa dijelaskan. Organ dalam dan seluruh tubuhnya seakan hampir meledak.
Di saat pandangan Chu Kai hampir memudar, ia melihat ada sosok yang berdiri di depan Pedang Pendekar Naga miliknya dengan jubah berwarna hitam.
__ADS_1
Subjek itu terlihat seperti manusia dengan mata merah menyala dan sebuah seringai yang kejam. Sosok itu nampak menggerakkan bibirnya seakan bicara, namun pandangan Chu Kai menggelap dan ia tidak bisa mendengarkan apa pun.
******