LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
108 - Wujud Sesungguhnya


__ADS_3

"Kau terlihat berbeda," Wei Zhang Zihan buka suara. Dia bicara tanpa menoleh ke arah Chu Kai.


"Aku lumayan berlatih keras belakangan ini," Chu Kai membalas, "Semua itu tidak akan bisa kulakukan tanpa ajaran Pendekar Wei dan juga nona Xia Ling Qing."


"Kau bisa mengatasinya?"


"Aku ingat pernah mengalahkan wanita itu. Tubuhnya bahkan sampai terbakar dalam kobaran api, tapi entah mengapa dia... Berdiri di depanku."


"Anggota Sekte Bulan Mati kebanyakan memakai Teknik Kultivasi Iblis, jadi tetaplah waspada."


Wei Zhang Zihan mengayunkan pedangnya dan kemudian tanpa peringatan melesat. Secara bersamaan, Chu Kai pun juga ikut melesat dan target mereka adalah untuk mengalahkan Feng Huang Lin.


Praktik Feng Huang Lin berada di Tingkat Penciptaan Wujud dan karenanya sulit untuk mengalahkannya seorang diri. Kemungkinan itulah yang dipikirkan oleh Wei Zhang Zihan dan Chu Kai.


Awalnya, Wei Zhang Zihan sebenarnya ingin meminta Chu Kai untuk membawa Xia Ling Qing pergi dari tempat ini dan dia sendiri yang akan mengulur waktu dengan melawan Feng Huang Lin. Namun siapa sangka, seorang wanita tiba-tiba muncul hanya dengan panggilan pelan dari Chu Kai.


Tidak ada waktu untuk menanyakan identitas dari subjek yang dipanggil Chu Kai. Wei Zhang Zihan harus mengatasi anggota Sekte Bulan Mati yang sudah membuat banyak kekacauan ini.


!!


Chu Kai menghindari terjangan selendang merah dari Feng Huang Lin. Dia menggunakan Pedang Pendekar Naga dan kain yang datang menyerangnya pun tanpa ragu ditebas. Dia membuat Feng Huang Lin terkejut bukan main.


"Mustahil..." Feng Huang Lin pernah merasakan hal ini sebelumnya saat melawan Chu Kai, hanya saja waktu itu dan kejadian yang sekarang mempunyai perbedaaan begitu besar.


Sebelumnya di Kota Lianyi, Feng Huang Lin mengingat bahwa Pendekar Naga yang terpilih itu membutuhkan waktu yang lama dan sangat kesulitan untuk menebas selendang merah miliknya.


Tetapi sekarang, hanya dengan sekali ayunan ringan---selendangnya terpotong begitu saja dan hal buruk dari itu semua adalah tiap kali selendangnya ditebas.... Dia merasakan sakit seolah bagian tubuhnya-lah yang terkena serangan.


Di sisi lain, Wei Zhang Zihan pun bukan lawan yang mudah. Pendekar Suci itu mempunyai teknik bertarung yang seolah sudah banyak diasah oleh latihan tanpa henti.

__ADS_1


Bahkan Feng Huang Lin terpaksa menyerang sambil terus mundur, karena jika saja salah satu di antara kedua pemuda itu mendekat... Maka akan sulit baginya melakukan serangan balasan.


Wei Zhang Zihan dan Chu Kai meski terlihat melakukan gerakan mendesak serta berusaha untuk memperpendek jarak mereka dengan lawan, keduanya tetap waspada dan mengingat ucapan Xia Ling Qing. Gadis itu mengingatkan mereka tentang racun yang ada pada selendang Feng Huang Lin.


"Apakah Sekte Gunung Wushi sekarang tidak lagi mempunyai muka hingga berani melawan seorang gadis secara keroyokan seperti ini?" Feng Huang Lin buka suara. Nadanya meledek, namun Wei Zhang Zihan sama sekali tidak terpengaruh.


"Apa sekarang kau merasa tidak adil?" Chu Kai berujar di sela-sela pertarungannya. Dia terlihat semakin bergerak mendekat dan kemudian mulai berkata, "Melawan orang sepertimu bahkan sangat dibenarkan jika bersikap tidak adil. Kau... Dan anggota sektemu sama sekali tidak layak untuk dihargai."


!!


Pergerakan Chu Kai berubah, teknik berpedang yang dia lakukan merupakan sebuah gerakan yang berasal dari pelatihan tertutupnya. Enam selendang merah Feng Huang Ling yang melesat cepat untuk menyerangnya bahkan langsung koyak dalam beberapa serangan.


Wei Zhang Zihan pun tidak bermalas-malasan untuk berlatih. Terlihat dia menggunakan sebuah gerakan yang nyaris tidak dapat diikuti mata. Suara saat ia bergerak bagaikan lesatan anak panah yang mampu membelah angin.


!!!


Selendang merah Feng Huang Lin terpotong dan jerit kesakitan kembali terdengar. Chu Kai akhirnya dapat mendekat dan tanpa ragu langsung memberikan tendangan pada wanita tersebut hingga membuat Feng Huang Lin terpental, bahkan sampai menghantam salah satu bangunan.


Chu Kai tidak membiarkan Feng Huang Lin, dia kembali melesat dan hendak menggunakan serangan terakhir ketika bangunan yang ditabrak Feng Huang Lin meledak. Angin kejut disertai puing-puing yang terlempar ke berbagai arah mengganggu Chu Kai dan Wei Zhang Zihan.


Kedua pemuda itu pun melihat beberapa selendang merah melesat naik dan bergerak memutar menyerupai angin ****** beliung. Aura membunuh dengan cepat menyebar dan membuat Chu Kai serta Wei Zhang Zihan mengambil beberapa langkah mundur. Mereka waspada dengan apa yang akan terjadi.


"Bagus sekali..." suara menggema terdengar bersamaan dengan suasana di tempat ini yang seketika berubah mencekam.


Suara itu kembali, "Bagus... Sudah lama aku tidak bertarung dengan sungguh-sungguh. Kalian berdua... Telah berhasil membuatku harus memakai kekuatanku yang sebenarnya."


!!!


Chu Kai dan Wei Zhang Zihan mengalirkan energi spiritual pada pedang masing-masing. Mereka menyaksikan seseorang melesat dan kini menapak di salah satu atap bangunan.

__ADS_1


Chu Kai melebarkan matanya. Sosok yang ada di hadapannya memiliki penampilan berbeda. Feng Huang Lin mempunyai ukiran aneh di kulit tubuhnya, mulai dari kaki hingga ke paha dan lengan sampai leher serta sebagian wajahnya.


Ukiran itu seperti rambatan dengan bulan sabit, mata Feng Huang Lin berwarna merah dengan pupil yang tajam seperti hewan buas. Warna rambutnya pun bahkan berubah putih dengan selendang merah yang kini nampak berdenyut dengan pola bulan sabit berwarna putih keperakan.


"Kalian... Tidak akan kubiarkan selamat," Feng Huang Lin melambaikan kedua tangannya dan kemudian selendang miliknya bergerak, bahkan lebih cepat dari sebelumnya.


Wei Zhang Zihan dan Chu Kai sama-sama berusaha menghindari lesatan selendang tersebut. Pedang Pendekar Naga yang ada di tangan Chu Kai bahkan kini kesulitan untuk menebas selendang milik Feng Huang Lin, tidak seperti sebelumnya.


Kemampuan Feng Huang Lin dan pergerakan anggota Sekte Bulan Mati itu sangat berbeda dari sebelumnya. Gerakan selendang Feng Huang Lin tidak hanya semakin cepat, tetapi juga begitu kuat dan mematikan.


Bangunan yang terkena hempasan dari selendang itu pun sampai mengalami kerusakan yang parah dan bahkan ada yang meledak. Feng Huang Lin tertawa karena kedua lawannya sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa.


"Jangan harap kalian akan kuampuni..!" Feng Huang Lin menggerakan selendangnya dan corak bulan sabit pada selendang tersebut pun nampak mengeluarkan cahaya.


Serangan lesatan petir tercipta dengan jumlah yang tidak terhitung. Kekuatan luar biasa dari wanita itu jelas membuktikan bahwa praktik kultivasinya berada di tahap yang berbeda. Dia lawan yang tangguh, bahkan Wei Zhang Zihan tidak bisa melihat peluang baginya dan Chu Kai untuk selamat.


"Matilah..!"


"Teknik Pernapasan Naga... Tanpa Jejak."


!!!


Wei Zhang Zihan melebarkan matanya. Feng Huang Lin pun nampak terkejut bukan main dan membeku. Lesatan petir yang tidak terhitung jumlahnya dan harusnya meledakkan apa pun tiba-tiba saja menghilang di udara, benar-benar lenyap.


Wei Zhang Zihan masih syok saat ia mulai melihat ke arah Chu Kai yang saat ini berdiri, tepat di sampingnya. Pemuda berpakaian hitam ini nampak menatap lurus ke arah Feng Huang Lin dan memasang ekspresi yang tegas.


"Denganmu... Semua perbuatan yang kau lakukan... Kekacauan yang kau perbuat... Luka dan air mata yang mereka tumpahkan... Hari ini darahmu akan menjadi permintaan maaf untuk mereka semua." suara Chu Kai dingin. Matanya berkilat hijau dan energi spiritual berkumpul memenuhi tubuhnya.


!!!

__ADS_1


Feng Huang Lin tanpa sadar menahan napas. Entah hanya perasaannya atau memang dia yang melihat energi spiritual menyelimuti subjek itu dan membentuk kepala naga yang luar biasa besar hingga begitu menakutkan.


******


__ADS_2