LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
68 - Gua Makam Kuno


__ADS_3

Saat kabut perlahan memudar, ekor rubah perak yang melindungi Chu Kai mulai turun. Kini Chu Kai bisa melihat kondisi yang ada di sekitarnya dan dirinya pun mulai menelan ludah.


"Apa... Apa sudah selesai?" Chu Kai mengedarkan pandangan dan tidak ada siapa pun selain dirinya serta rubah perak berukuran besar di hadapannya.


Rubah tersebut mulai berubah bentuk dan menjadi sosok manusia yang tidak lain adalah Long Yang Wang. Chu Kai terkejut sekaligus terkesan dengan bagaimana Long Yang Wang bisa mengubah wujudnya seperti itu.


"Jika kau baik-baik saja, maka ayo pergi." Long Yang Wang buka suara dan kemudian berjalan pergi. Chu Kai mengikutinya di belakang, tetapi tetap waspada dengan kondisi di sekitarnya.


"Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi sepertinya kita berhasil mengalahkan makhluk itu. Benar, kan?" Chu Kai buka suara dan membuat Long Yang Wang menatap ke arahnya.


"Entahlah, tapi aku yakin seranganmu tadi berakibat sangat fatal untuknya."


"Tapi... Perasaanku kenapa masih tidak enak begini. Hei..! Tunggu," Chu Kai menyusul remaja lelaki berjubah hitam itu yang kini menyerang bebatuan yang menutupi pintu masuk gua makam kuno.


Ketika Long Yang Wang berhasil merobohkan bebatuan yang ada di hadapannya, dia pun tanpa ragu berjalan masuk ke dalam gua makam kuno. Chu Kai mengikutinya dari belakang.


Keduanya tidak mengetahui bahwa di tempat di mana monster ular tadi berada... Kini mulai dipenuhi kabut. Warna dari kabut tersebut pun berubah menjadi hijau dan semakin pekat.


*


*


"Hei, apa kau mendengar itu?" Chu Kai menepuk bahu Long Yang Wang ketika mendengar suara seperti benturan dua senjata.


Long Yang Wang juga mendengarnya dan segera bergegas. Chu Kai sendiri terlihat menelan ludah saat memperhatikan kondisi di sekitarnya yang begitu mengerikan.


Sejak tadi, sudah tidak terhitung berapa jumlah potongan tubuh manusia yang dia lihat. Dinding gua ini bahkan sudah banyak dipenuhi oleh darah dan bau anyir yang menyengat. Dia jadi semakin khawatir dengan kondisi Wei Zhang Zihan sekarang.


"Meskipun dia seorang Pendekar Suci, tapi tetap saja usianya masih muda. Pendekar Wei bisa dalam bahaya sewaktu-waktu. Aku harus segera mencarinya,"


Chu Kai mendengar suara ledakan. Dia baru akan bicara dengan Long Yang Wang ketika sesuatu terlempar dari arah samping kanan dinding, tidak jauh di hadapannya.


"Itu monster! Menghindar!"


!!


Chu Kai dan Long Yang Wang mendengar suara seruan. Mereka pun menyaksikan ada sebuah ruangan luas yang di dalamnya sedang terjadi pertempuran antara tujuh orang pendekar dengan monster berwujud beruang.


Makhluk berbulu merah dan tajam itu adalah jenis binatang iblis yang bisa menyemburkan api dari mulutnya. Tidak hanya itu, tetapi dia memiliki kuku jari yang tajam, kuat, dan bahkan mempunyai gerakan yang gesit.


Long Yang Wang melihat sudah ada tiga orang pendekar yang tewas dengan sebagian tubuh yang menghilang. Kondisi berantakan di tempat ini sudah menjadi bukti nyata pada betapa mengerikannya pertarungan yang terjadi.

__ADS_1


Beruang berbulu merah itu sendiri sudah terlihat penuh luka. Tiga orang pendekar dari sekte berbeda kembali melesatkan serangan terbaik mereka dan akhirnya beruang itu pun tumbang. Seorang pendekar mengayunkan pedang dan bermaksud menebas kepala binatang iblis tersebut.


!!


"Menjauh dari sana!" Long Yang Wang menyadari sesuatu dan berseru namun terlambat.


Beruang berbulu merah itu telah lebih dulu menggunakan kekuatan terakhirnya untuk melakukan serangan balasan. Dalam waktu sepersekian detik, tubuh binatang tersebut membesar dan kemudian meledak.


!!!


Chu Kai terkejut, dia terlambat merespon tetapi Long Yang Wang sudah lebih dulu menariknya untuk menghindar. Ledakan yang besar itu melesatkan banyak bulu merah yang tajam dan menyemburkan api yang sangat panas.


Long Yang Wang bisa saja terkena api tersebut jika saja api rubahnya tidak ada. Api rubah ini berfungsi sebagai perisai pelindung dan dapat muncul secara tiba-tiba jika nyawanya sedang terancam. Bahkan, karena api ini---Chu Kai pun ikut terlindungi.


Tidak bisa dihitung berapa kali Chu Kai terkejut dengan situasinya sekarang. Dia menelan ludah dan nampak mengatur napas sebelum dirinya serta Long Yang Wang melihat apa yang baru saja terjadi.


!!!


Mata Chu Kai terbuka lebar ketika sebelumnya ada sekitar tujuh pendekar di dalam ruangan ini dan sekarang hanya tersisa tiga orang, itu pun kondisi tubuh mereka hangus terbakar dan dengan duri yang menancap di beberapa bagian tubuh mereka. Bahkan pendekar yang sebelumnya terlempar juga dalam kondisi tubuh yang terbakar.


"Ini...." Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Apa yang dilihatnya sangatlah mengerikan hingga sulit untuk dijelaskan. Dia bahkan tidak sanggup mengalihkan pandangan saking terkejutnya.


Long Yang Wang menjelaskan, "Pendekar yang kau lihat masih mempertahankan bentuk tubuhnya itu walau sudah tidak bernyawa memiliki praktik kultivasi yang cukup tinggi. Sementara bagi yang kultivasinya rendah, mereka akan langsung menjadi debu dan menghilang."


Long Yang Wang berjalan mendekat. Chu Kai melihatnya mengambil sebuah batu kristal berwarna merah yang tidak lain adalah Demonic Core. Long Yang Wang nampak memasukkan Demonic Core itu ke dalam kantong yang ada di pinggangnya.


Long Yang Wang menatap Chu Kai dan mengerutkan kening. Dia pun berkata, "Kenapa kau masih berdiri di sana? Ambillah sesuatu. Aku sendiri hanya membutuhkan benda ini,"


Chu Kai menelan ludah. Dia berjalan dan lantas berkata, "Apa... Maksudmu?"


Long Yang Wang bernapas pelan, "Walau beruang api naga meledakkan tubuhnya... Tapi dia masih meninggalkan Demonic Core dan juga kuku jari tangannya. Aku hanya butuh demonic core, jadi untuk kuku itu kau ambil saja. Itu bisa dijual dan merupakan barang yang bagus,"


!!


Chu Kai tentu saja terkejut bukan main. Ada orang yang mati terbakar di hadapannya, tepat di depan matanya dan Long Yang Wang justru terlihat tidak peduli sama sekali. Jangankan merasa syok atau pun sedih, anak ini bahkan hanya peduli tentang mengambil demonic core dari beruang itu.


"Kita pergi sekarang," Long Yang Yang buka suara dan berjalan pergi. Tindakannya membuat Chu Kai kembali terkejut.


"..............." Chu Kai membeku. Dia melihat mayat pendekar yang berbau seperti daging bakar itu. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat, sebelum mengigit bibir bawahnya dan lantas menyusul Long Yang Wang.


"Bagaimana kau bisa begitu tenang melihat ini semua?" Chu Kai buka suara dan pertanyaan tersebut membuat Long Yang Wang menoleh.

__ADS_1


Sambil menatap pemuda bermata hijau di sampingnya, Long Yang Wang pun berkata. "Bagaimana mungkin kau tidak melihatnya? Dunia ini.... Tidak hanya dihuni oleh manusia. Pertarungan ataupun pembantaian... Bisa terjadi kapan pun itu."


"..............."


Chu Kai memperhatikan Long Yang Wang yang berjalan di hadapannya. Remaja lelaki ini mempunyai punggung yang kecil, penampilan yang terlihat masih sangat muda. Namun entah mengapa dia merasakan keberanian yang begitu kuat terpancar keluar dari tubuhnya.


Entah ada berapa banyak luka yang sudah diderita oleh anak ini hingga membentuk dirinya yang sekarang. Chu Kai dalam hatinya merasa sangat kasihan bahwa anak seperti Long Yang Wang telah didesak oleh takdir untuk lebih cepat bersikap dewasa.


"..............."


Chu Kai ingin memanggil Long Yang Wang, namun dia mengurungkan niatnya. Dia pun mengembuskan napas pelan ketika kakinya tiba-tiba merasakan getaran.


!!


"Ini..." Chu Kai merasakan detakan aneh di jantungnya. Perasaan ini sulit dijelaskan namun ada satu nama yang terpikirkan olehnya sekarang.


"Nona Xia..!?"


Xia Ling Qing harusnya tidak ada di tempat ini karena sebelumnya Chu Kai hanya bersama dengan Wei Zhang Zihan. Namun entah kenapa dia menjadi teringat dengan Pendekar Suci tersebut. Jantungnya bahkan berdetak tidak karuan.


"Bersiaplah." Long Yang Wang buka suara. Ekspresi wajahnya serius dan dia pun mulai bergegas. Chu Kai mengikuti remaja lelaki itu hingga tiba di sebuah tempat yang tanahnya terasa lebih lembab.


Chu Kai nyaris terpeleset. Dia kaget saat tahu telah menginjak gumpalan daging yang terlihat seperti organ dalam. Dirinya menelan ludah dan kembali mengikuti Long Yang Wang.


Semakin mereka berjalan masuk, kondisi gua makam kuno ini kian mengerikan. Chu Kai bahkan mulai terganggu dengan bau anyir di sekitarnya. Dia seakan-akan berjalan di lorong gua yang penuh dengan darah serta daging manusia.


Tidak hanya itu, ada banyak tengkorak di tempat ini. Long Yang Wang beberapa kali menginjak tulang-belulang dan itu membuat suara yang cukup membuat merinding.


"Tempat ini seperti perut hewan buas. Bahkan langit-langitnya begitu merah. Kakiku sampai terasa lemas..."


"Hei, apa kau masih punya sisa kekuatan?" Long Yang Wang tiba-tiba bertanya dan membuat Chu Kai mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu?" Chu Kai melihat ada yang tidak beres dengan remaja lelaki ini. Dia pun mendekat dan mendengar ucapan Long Yang Wang berikutnya.


"Ada dua binatang iblis di depan. Persiapkan dirimu untuk menghadapi mereka. Ayo!"


"A-apa?! Hei...!" Chu Kai kaget dan saat dia mulai masuk ke sebuah ruangan..... Dia benar-benar melihat hal yang jauh lebih mengerikan dari apa yang sudah disaksikannya barusan.


Ini seakan-akan bukan gua makam kuno, tempat di mana pusaka dan harta berharga berada, tetapi tempat untuk pembantaian.


******

__ADS_1


__ADS_2