LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
123 - Kejutan Lainnya


__ADS_3

Liu Han Ying dan pendekar lainnya menjadi sangat bersemangat sekaligus tegang. Mereka seolah menunggu teknik semacam apa yang berhasil didapatkan oleh Wei Zhang Zihan dan juga pemuda berwajah asing tersebut.


"Sepertinya mereka akan mendapatkan teknik di atas Tingkat Tinggi..!" seorang pendekar berseru.


"Apa mungkin teknik di Tingkat Langit?!"


"Jangan bilang justru Teknik Manifestasi?!"


"Yang benar saja! Bukankah itu berarti mereka akan memiliki teknik yang setara dengan Shuang Shu Chen?!"


"Angin ini..." Liu Han Ying mengangkat tangan kanannya dan berusaha menahan hembusan angin yang begitu kuat. Dia bahkan harus memusatkan energi spiritual di telapak kakinya untuk bisa mempertahankan posisi berdiri.


Di sisi lain, ada beberapa pendekar yang sampai terlempar dan menghantam dinding serta pintu. Angin itu bahkan sampai membuat para pendekar seperti Zhi Mei, Ling Xian Shu dan yang lainnya harus meninggalkan altar tersebut. Mereka pun melompat keluar, bahkan ada di antaranya yang langsung melayang di udara.


Energi spiritual berkumpul dan memadat di atas kepala Wei Zhang Zihan. Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu juga mendapatkan teknik Tingkat Manifestasi. Tekanan yang kuat darinya sama besar dengan milik Shuang Shu Chen.


Wei Zhang Zihan perlahan membuka matanya. Angin perlahan memudar dan ia dengan tenang mulai berdiri. Pandangannya lantas mengarah pada Liu Han Ying dan tanpa ragu dirinya pun melesat ke arah rekannya tersebut.


Kaki Wei Zhang Zihan menapak lembut. Dia menyadari ada banyak pendekar di tempat ini dan kemudian mengambil sikap dengan menyatukan tangan, memberi hormat.


Tindakan yang ditunjukkan oleh Wei Zhang Zihan jelas sangat mengejutkan, bahkan Shuang Ling Feng yang berdiri di samping Liu Han Ying pun merasa sangat canggung saat membalas hormat dari Wei Zhang Zihan.


"Kau benar-benar hebat," Liu Han Ying tersenyum dan menepuk punggung Wei Zhang Zihan. Pemuda ini berkedip dan berterima kasih dengan nada suara yang tenang.


Meskipun Wei Zhang Zihan sekarang mendapat Teknik Manifestasi, namun sikapnya tidak berubah. Kepribadiannya mencerminkan pendekar yang terhormat serta penuh wibawa. Dan jujur saja sebagai seorang Pendekar Suci Tingkat Kedua, salah satu rasa kagum orang terdapat Wei Zhang Zihan memang adalah karena sifat pemuda menawan ini.


"Aku minta maaf karena sudah mendahului para senior," Wei Zhang Zihan cukup tahu bahwa usianya masih sangat muda.


Ada banyak pendekar berusia jauh di atasnya, di tempat ini namun mereka terlihat sama sekali tidak keberatan dan justru mengakui kehebatan dari Wei Zhang Zihan.


Usia muda dengan bakat yang luar biasa. Wei Zhang Zihan adalah salah satu yang diakui sebagai Empat Jenius Muda Kekaisaran Zhou.


Liu Han Ying tersenyum, dia baru akan bicara ketika suhu di ruangan ini tiba-tiba menjadi rendah. Dia melebarkan mata dan merasakan sangat sesak serta menekan di dalam tubuhnya.

__ADS_1


!!?


Wei Zhang Zihan menoleh dan melihat asal dari tekanan tersebut. Semua orang seketika mengarahkan pandangan mereka semua ke tempat di mana altar itu berada. Masih ada satu orang yang belum memperoleh kembali kesadarannya dan itu adalah sosok yang sangat dikenal oleh Wei Zhang Zihan, termasuk Liu Han Ying.


"Kai?"


Tepat saat Wei Zhang Zihan menyebut nama pemuda itu, sosok yang masih duduk bersila di atas altar membuka matanya. Bebatuan yang menjadi penerang di tempat ini meledak di waktu bersamaan dan suhu ruangan semakin menurun. Ada pendekar yang sampai tumbang dan terbatuk karena merasa sesak napas.


!!!


Semua pendekar yang ada di ruangan itu, termasuk Ling Xian Shu menyaksikan bahwa di antara kegelapan di sekelilingnya... Ada energi spiritual yang bergerak dan hembusan angin di tempat ini membuat merinding, begitu tidak nyaman.


"A-apa yang terjadi?!" seorang pendekar terlihat menekan dadanya. Dia menggunakan pedang pusakanya sebagai menyangga tubuh, meski itu tidak bertahan lama sampai ia terjatuh.


Shuang Shu Chen dan Ling Xian Shu yang melayang di udara pun sampai dibawa turun dengan paksa oleh tekanan yang terjadi. Kedua pendekar itu masih bisa mempertahankan posisi berdiri mereka, namun ekspresi wajah yang keheranan sekaligus terkejut nampak sangat jelas pada keduanya.


Angin yang membawa tekanan serta begitu gelap tersebut perlahan mulai memperlihatkan warna lain. Ada semacam energi spiritual yang berwarna keemasan dan terus terbentuk mengelilingi tubuh Chu Kai.


Zhi Mei sebelumnya sudah memastikan bahwa orang yang menghilangkan tekniknya adalah Wei Zhang Zihan. Namun sosok yang dapat melihat, apalagi sampai memotong benang spiritual-nya... Merupakan subjek yang lebih menarik perhatiannya. Ini berarti bahwa teknik orang itu adalah kelemahannya dan harus segera dihabisi.


Zhi Mei yang merupakan anggota Sekte Bulan Mati itu tentu saja ingin melakukannya, tetapi jelas tidak mungkin jika melihat situasi yang sekarang. Apalagi saat ini perubahan pada energi spiritual milik pemuda yang masih ada di altar itu membuatnya lebih terkejut.


!!!


Orang-orang menyaksikan bagaimana energi spiritual berwarna keemasan itu membentuk kepala sesosok makhluk raksasa yang sangat menakutkan, tepat di atas kepala Chu Kai. Detik berikutnya ledakan terjadi dan itu mengenali setiap lingkaran di atas altar dan bahkan merusak altar tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Ledakan itu baru berhenti setelah beberapa lama dan ketika angin yang menekan perlahan menghilang---energi spiritual keemasan itu menyebar dan menyelimuti dinding hingga mengeluarkan cahaya. Tempat ini pun kembali terang, namun kondisi altar sudah tidak bisa dikenali lagi.


"Hm? Apa yang terjadi?" Chu Kai mengerutkan kening. Dia pun melambaikan tangan dan terbatuk karena angin berdebu di sekitarnya.


Pemuda bermata hijau itu memperhatikan sekitar dan merasa keheranan sebab begitu banyak orang. Pandangan matanya pun tertuju pada Wei Zhang Zihan dan ia pun segera berseru, memanggil Pendekar Suci tersebut.


"Pendekar Wei..!" Chu Kai segera menghampiri Wei Zhang Zihan. Dia menoleh saat mendengar banyak orang yang membicarakannya.

__ADS_1


"Siapa pemuda asing itu?"


"Teknik tingkat mana yang ia dapatkan? Apa mungkin juga Teknik Manifestasi?!"


"Dilihat dari kejadian sebelumnya, jelas bahwa teknik orang itu kemungkinan besar adalah Teknik Manifestasi yang bahkan lebih tinggi dari teknik Shuang Shu Chen!"


"Jangan bahas itu dulu. Lihat altarnya! Pemuda berwajah asing itu baru saja menghancurkan altar-nya, jadi bagaimana kita bisa masuk ke dalam dimensi kuno itu untuk mencari teknik kultivasi?!"


"Sialan! Altar untuk ke dimensi inti makam kuno hanya ada satu dan itu pun sudah berubah menjadi reruntuhan. Pemuda ini... Apa dia sengaja melakukannya?!"


Chu Kai menatap orang-orang yang seolah sedang menyimpan dendam padanya. Ia menelan ludah dan kemudian setengah berbisik pada Wei Zhang Zihan.


Chu Kai buka suara, "Pendekar Wei? Kenapa mereka semuanya begitu marah? Aku merasa merinding mendapatkan tatapan orang-orang ini,"


"Apa kau tidak tahu kesalahanmu?"


"Kesalahan?" Chu Kai mengerutkan kening. Ia pun diberi isyarat dengan tatapan mata oleh Wei Zhang Zihan dan kemudian berbalik.


Chu Kai melihat ke arah altar yang sudah menjadi kepingan itu dan kemudian tersentak. Dia tersenyum getir dan menoleh ke arah Wei Zhang Zihan. Dengan suara gugup, Chu Kai bertanya. "Ehm... Itu... Apa aku yang lakukan?"


"Kau memang pembuat masalah," Wei Zhang Zihan mengedarkan pandangan. Ada banyak orang yang bertanya-tanya tentang identitas dari Chu Kai, bahkan ada di antara mereka pun yang mulai menebak-nebak.


Liu Han Ying tersenyum dan lantas menepuk bahu Chu Kai. Dia pun mendekat dan setengah berbisik, "Aku sangat kagum padamu~"


?!


Chu Kai terlonjak, ia merinding mendengar pujian dari Liu Han Ying. Jelas, bahwa ini bukan hal baik namun Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi tersebut malah mengatakan rasa kagum padanya.


"Benar! Sekarang aku ingat dia..!" seorang pendekar berseru. Dia menunjuk Chu Kai dan berkata, "Pemuda itu adalah Pendekar Naga yang terpilih..!"


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2