LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
152 - Chu Kai [4]


__ADS_3

Sekte Gunung Wushi, Paviliun Lixing.


Chu Kai membuka matanya dengan perasaan yang luar biasa terkejut. Detakan jantungnya memburu dan objek pertama yang ia lihat adalah langit-langit kayu.


!!


Mata Chu Kai terbelalak, dia sekarang sadar bahwa sedang berada di sebuah kamar dan aroma obat yang menyengat membuatnya yakin bahwa ia ada di balai perawatan.


"Kau akhirnya sadar,"


!?


Chu Kai menoleh, sosok yang ia lihat saat ini tidak lain adalah Tabib Yun Zhen. Dia pun hendak bicara ketika merasakan sakit pada tenggorokannya.


"Ukh..."


"Sebaiknya jangan bicara apa pun dulu," suara Tabib Yun Zhen terdengar dan disertai sebuah helaan napas. Dia berujar, "Kau ini... Apa kau tidak tahu cara mengukur kemampuan sendiri? Kenapa kau harus melawan Tetua Zhang Lao?"


Tabib Yun Zhen menatap Chu Kai dan lantas berdecak beberapa kali, "Melihatmu sekarang... Aku yakin kau pasti tidak tahu bagaimana kondisimu bisa berakhir seperti ini,"


Chu Kai berkedip. Selain rasa sakit pada tenggorokannya, ia sama sekali tidak bisa merasakan apa pun lagi. Seluruh tubuhnya begitu kaku dan bahkan untuk menoleh pun ia merasa kesulitan.


Tabib Yun Zhen mengaduk cairan herbal di cawan keramik yang ia bawa dan kemudian menjelaskan, "Efek bius pada herbal yang kugunakan perlahan akan menghilang karena kau sudah sadar. Rasa sakit di tubuhmu mungkin akan terasa dan sejujurnya itu penting karena jika kau tidak bisa merasakan sakit lagi, maka organ tubuhmu dapat dipastikan telah mati."


Tabib Yun Zhen menggeleng pelan, "Kau sangat beruntung. Kau hanya mengalami patah tulang dan tidak ada organ vitalmu yang terluka parah. Bahkan sejujurnya, serangan tetua Zhang Lao itu bisa memutuskan jalur meridian dan darah. Kau benar-benar dapat mati jika tidak memiliki keberuntungan langit seperti ini,"


!!!


Chu Kai sudah ingat. Terakhir kali dirinya bertarung melawan Tetua Zhang Lao. Yang diketahuinya, ia melesat dengan sebuah teknik berpedang yang sangat kuat dan kemudian semuanya putih. Dia pun tidak tahu apa yang sudah terjadi setelahnya.


"Be... Berapa..."


"Kau ingin bertanya berapa lama kau berbaring di sini?" Tabib Yun Zhen berujar pelan, "Kau cukup kuat karena bisa sadar setelah lima hari. Baiklah, sekarang ayo minum ini."


"Lima hari?!" Chu Kai tentu saja terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka akan kalah telah oleh Tetua Zhang Lao, bahkan dirinya tidak ingat bagaimana caranya dikalahkan.


Tabib Yun Zhen membantu Chu Kai meminum obatnya, ia menyendok obat herbal yang begitu pahit dan memberikannya secara perlahan pada Chu Kai. Pemuda bermata hijau alami yang terbaring di tempat tidur itu pun bahkan tidak bisa menolak sama sekali.


Bila diperhatikan dengan saksama, kondisi Chu Kai saat ini tidak bisa dikatakan baik. Tubuhnya terlihat ditutupi selimut, namun kedua tangan Chu Kai yang masih nampak sekarang dalam kondisi disanggah oleh kayu kemudian terlilit perban.

__ADS_1


Tidak hanya kedua tangannya, bahkan kaki Chu Kai pun dalam keadaan yang sama. Tabib Yun Zhen bahkan membalut seluruh tubuh Chu Kai dengan perban dan hanya menyisakan kepala pemuda itu.


Orang yang membawa pemuda bermata hijau alami ini ke Paviliun Lixing tidak lain adalah Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing. Pendekar yang dirawat di tempat ini pun tidak hanya Chu Kai seorang, tetapi juga para murid Sekte Gunung Wushi yang terluka karena bertarung melawan Chu Kai. Hanya saja beberapa di antara mereka sudah pulih, bahkan sejak tiga hari yang lalu.


"Nona... Xia..."


Tabib Yun Zhen mendengar Chu Kai bergumam. Dia mengerutkan kening sebelum akhirnya menghela napas, "Di saat semacam ini pun.. Kau masih mencari Xia Ling Qing. Tidak tahu malu,"


Chu Kai tidak bisa berdebat dengan Tabib Yun Zhen sekarang ini. Dia hanya menggumamkan nama Xia Ling Qing sampai pria di sampingnya menyerah dan memberitahukannya mengenai keberadaan Xia Ling Qing.


"Nona... Xia..."


"Baiklah, gadis itu sedang berlatih sekarang. Kau sebaiknya fokus saja pada lukamu lebih dahulu dan jangan meminta hal yang bukan-bukan seperti kau ingin dirawat oleh gadis itu," Tabib Yun Zhen seolah mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Chu Kai.


Tabib sekaligus salah satu Tetua Sekte Gunung Wushi itu berkata, "Ling Qing'Er mempunyai banyak tugas, apalagi statusnya yang sebagai Pendekar Suci. Dia tidak mungkin bisa selalu merawatmu, jadi kau jangan terlalu berharap."


"................" Chu Kai menatap Tabib Yun Zhen tanpa mengatakan apa pun. Ekspresi wajahnya sulit diartikan sebelum ia mulai memejamkan mata, terlihat begitu kelelahan.


Obat herbal Tabib Yun Zhen sepertinya mulai bekerja, pemuda di hadapannya terlihat tertidur. Dia pun baru akan beranjak saat mendengar suara langkah kaki seseorang yang masuk ke dalam ruangan ini.


Ada seorang gadis yang datang dan ia tidak lain adalah Liu Han Ying. Gadis cantik itu pun mendekat dan kemudian mulai buka suara. "Tetua Yun, bagaimana kondisi Kai?"


"Apa... Dia akan baik-baik saja?" yang Liu Han Ying khawatirkan adalah tentang apakah Chu Kai masih bisa beraktivitas seperti biasa atau justru sebaliknya.


Tabib Yun Zhen sepertinya tahu kecemasan gadis ini dan ia pun menjawab, "Dia mengalami beberapa patah tulang dan butuh waktu lama untuk memulihkannya seperti semula. Namun aku akan berusaha sebisaku agar ia dapat kembali berjalan,"


Tabib Yun Zhen memperhatikan Liu Han Ying dan mengerutkan kening. Ia bertanya, "Memangnya... Ada alasan apa hingga kau terlihat mencemaskannya?"


Liu Han Ying menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia menarik napas dan berkata. "Berapa lama hingga Kai bisa sembuh, Tetua? Ini hal yang penting sekali,"


"Dia bisa sembuh lebih cepat atau tidak, semua juga tergantung padanya. Kau ini... Sebenarnya ada apa?"


"Aku dan Ling Qing'Er dalam misi untuk menyelidiki sesuatu. Niatnya aku ingin mengajak Kai, tapi sepertinya dia butuh waktu lama untuk sembuh kembali."


"Yaah... Dia melawan Pedang Pendekar Giok, tentu saja akan butuh waktu lama baginya bisa sembuh. Syukurlah Tetua Zhang Lao mampu mengendalikan kekuatannya. Jika tidak, orang ini sudah berbaring di dalam peti mati."


Liu Han Ying berekspresi pucat. Dia tidak mungkin lupa bagaimana kuatnya Tetua Zhang Lao dan teknik berpedang sosok tersebut. Jujur, tidak banyak orang yang bisa melihat serangan Tetua Zhang Lao.


Lawan akan tumbang tanpa mereka sadari seperti apa cara mereka dilukai dan bahkan untuk orang yang hanya menyaksikan pertarungan Tetua Zhang Lao---juga tidak akan tahu bagaimana lawan bisa kalah.

__ADS_1


Liu Han Ying mengembuskan napas dan lalu menatap Tabib Yun Zhen. Dia pun berkata, "Aku akan menyerahkan perawatan Kai pada anda. Kalau begitu saya pamit dulu, Tetua."


"Kau tidak akan menunggunya sampai ia sembuh?"


"Misi ini tidak bisa menunggu dan Ling Qing'Er adalah gadis yang tidak sabaran. Aku akan cari orang lain saja, lagipula kasihan Kai jika harus menjalankan misi. Biarkan ia istirahat lebih lama,"


Tabib Yun Zhen memperhatikan Liu Han Ying yang mulai berjalan ke arah pintu. Dia pun bertanya, "Misi apa yang sedang kau dan Xia Ling Qing jalani?"


"Itu tentang kasus penculikan gadis di Kota Yanshi. Kami mendapat informasi bahwa ini terkait dengan Pilar Bulan,"


Tabib Yun Zhen tersentak mendengarnya, "Jadi Sekte Bulan Mati kembali berulah?"


Siapa pun tahu kata 'Pilar Bulan'. Ini melekat dengan anggota inti Sekte Bulan Mati. Tabib Yun Zhen sekarang mengerti mengapa Liu Han Ying bermaksud mengajak Chu Kai dalam misi ini. Pemuda bermata hijau tersebut bisa menjadi pancingan untuk menarik perhatian Sekte Bulan Mati.


Kata 'pancingan' sebenarnya tidak terlalu tepat. Bisa dibilang Sekte Bulan Mati memang sedang mengincar Chu Kai. Dan disisi lain, mereka tidak mungkin berperan hanya untuk melindungi Chu Kai sebab sebagai Pendekar Naga---pemuda ini mempunyai tanggung jawab melindungi orang lain.


Tidak hanya itu, tetapi ini juga berkaitan dengan permintaan khusus Master Zhuang. Chu Kai harus lebih sering berhadapan dengan anggota Sekte Bulan Mati untuk membuat kemampuan bertarungnya semakin meningkat.


".............."


Chu Kai sendiri meski sedang menutup mata, tetapi ia masih bisa mendengar percakapan antara Liu Han Ying dengan Tabib Yun Zhen. Dia tentu saja tidak tinggal diam, apalagi setelah nama Sekte Bulan Mati disebutkan.


Chu Kai bertekad di dalam hati bahwa ia tidak akan menunggu lama untuk pulih karena harus segera menyusul Xia Ling Qing. Apalagi gadis yang disukainya masih mempunyai racun dingin di dalam tubuh dan juga---ada hal aneh dari perkataan Liu Han Ying.


Rasanya seolah misi itu penting baginya karena bahkan saat Liu Han Ying tahu ia sakit dan mengalami patah tulang---gadis itu tetap datang. Chu Kai harus pulih kembali untuk mencari tahu alasan sebenarnya Liu Han Ying menemuinya.


Tabib Yun Zhen meninggalkan ruangan itu agar bisa kembali meracik herbal. Chu Kai yang tahu telah ditinggalkan sendirian pun mulai melakukan konsentrasi penuh.


Dia memang mengalami patah tulang, tetapi energi spiritual tetap mengalir deras di dalam pembuluh darahnya. Ia pun menggunakan salah satu teknik penyembuhan yang pernah diajarkan Wei Shezi padanya.


"Kekuatan tetua Zhang sangat mengagumkan. Tapi dari yang dikatakan tabib Yun dan dengan apa yang kualami... Aku rasa tetua Zhang tidak menahan kekuatannya."


Chu Kai meringis, "Buktinya... Aku yang memiliki kualitas tulang yang sangat kuat pun sampai bisa seperti ini. Jika itu orang lain, maka tidak mungkin mereka selamat."


Energi spiritual perlahan keluar dari tubuh Chu Kai. Dia bisa mendengar suara ledakan-ledakan kecil dari dalam tubuhnya dan karena memiliki indera yang lebih peka---Chu Kai bahkan bisa melihat setiap retakan pada tulang-tulangnya.


"Aku sepertinya lupa mengatakan pada tabib Yun agar tidak membuang-buang tanaman herbalnya untuk penyembuhanku. Tanaman herbal sama sekali tidak berguna lagi,"


Chu Kai mulai bisa menggerakkan satu di antara jari-jari tangannya. Rasanya masih sakit, tetapi kemudian energi spiritual semakin deras mengalir keluar dari tubuhnya. Perlahan, retakan di setiap tulangnya berangsur-angsur pulih. Ini dikarenakan Chu Kai menggunakan mutiara roh yang ia dapat dari penjelajahan makam kuno waktu itu untuk memulihkan kondisinya.

__ADS_1


******


__ADS_2