
Seorang pendekar menabrak salah satu dinding kedai sebelum akhirnya terjatuh ke tanah. Dia terbatuk dan nampak menekan dadanya. Tatapannya jelas terlihat sangat tidak suka pada kondisinya yang bisa dikalahkan seperti ini.
"Ukh, sialan. Bagaimana bisa... Gadis semuda itu dapat begitu kuat?"
Pendekar yang berasal dari salah satu Sekte Aliran Hitam itu merutuk di dalam hati. Dia merupakan pria berusia 30 Tahun yang sebelumnya berada di dalam bangunan kedai.
Awalnya, pria itu dan dua orang temannya sedang menikmati minuman sambil berbicara tentang Konferensi Pendekar Muda. Entah dari topik mana sehingga mereka mulai menjadi membanding-bandingkan antara Xue Xiaowen dari Sekte Bulan Mati dengan Xia Ling Qing dari Sekte Gunung Wushi.
Masalahnya, topik pembahasan itu juga mulai dilirik oleh pendekar yang duduk di meja sebelah. Dan dengan cepat, pembicaraan tersebut menjadi semakin seru hingga tidak ada yang sadar bahwa Xia Ling Qing masuk ke dalam kedai.
Pendekar Suci tingkat pertama dari Sekte Gunung Wushi itu pun tanpa peringatan langsung menyerang ketika namanya disebut. Dia bahkan memarahi orang-orang ini karena telah berani membicarakan mengenai dirinya. Hal yang sejujurnya sepele justru menjadi awal dari kerusuhan di kedai ini.
"Nona Xia!" seorang pria berseru, "Memang benar yang dikatakan orang-orang. Kau gadis yang kasar dan brutal,"
"Kami bahkan tidak menghinamu, tapi apa-apaan kau ini?!" pria lainnya ikut berseru. Dia bahkan menunjuk gadis berpakaian biru muda di hadapannya dengan memakai pedang.
Xia Ling Qing tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menatap para pendekar ini dengan tatapan yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin. Dia mempunyai wajah yang cantik, sepasang alis panjang dengan mata phoenix yang menurunkan aura beku.
Tatapannya selalu seperti itu, seolah dunia telah berhutang gunung emas kepadanya. Dia memegang pedang panjang yang meneteskan butiran darah. Dan saat dia mengayunkan senjata tersebut, orang-orang akan berkata bahwa dirinya mempunyai keganasan yang brutal.
Kekuatan pemberani dan sombong yang akrab dengan Xia Ling Qing tersebut membuatnya ditakuti. Orang biasa yang belum mengenalnya mungkin akan mengira dia adalah gadis yang lemah lembut dan kuat, tetapi setelah melihat betapa mudahnya dia memukuli orang sampai seperti ini---siapa pun akan berpikir dua kali bila ingin dekat dengannya.
"Jika sampai kudengar apa pun tentangku lagi, maka akan kutebas lidah kalian." suara Xia Ling Qing dingin saat dia memberikan peringatan pada para pendekar yang sedang merintih tidak berdaya tersebut.
Tidak adanya perlawanan membuat Xia Ling Qing mendengus sebelum akhirnya melangkah pergi. Dia memang tidak pernah menahan kekuatannya jika menyerang, apalagi jika hanya menghadapi orang-orang seperti tadi. Baginya itu cuma membuang-buang waktu.
Xia Ling Qing terus melangkah, dia sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang-orang terhadapnya. Baginya sekarang ialah segera bergerak ke Sekte Tianzhi sesuai dengan pesan yang dikirimkan oleh Wei Zhang Zihan.
*
*
Kaki Wei Zhang Zihan menapak di salah satu dahan pohon sebelum kembali melesat. Dia sejenak menoleh ke belakang untuk melihat keadaan Chu Kai yang saat ini juga melesat sambil menggendong Ruan Zhao Sheng.
Wei Zhang Zihan bisa saja terbang dengan kecepatan tinggi, tetapi saat ini tindakannya lebih kepada menyamakan kekuatan dengan teknik meringankan tubuh milik Chu Kai. Dan sejujurnya dia cukup terkesan sebab pemuda bermata hijau alami tersebut sudah cukup berkembang untuk sekarang.
Tujuan mereka saat ini adalah Sekte Tianzhi. Wei Zhang Zihan dan Chu Kai baru sampai di wilayah sekte tersebut ketika hari telah berubah gelap. Saat itu, Wei Zhang Zihan melihat obor menyala di pintu gerbang sekte dan ketika kakinya mulai menapak di tanah... Dirinya langsung merasakan ketegangan yang terjadi di tempat ini.
__ADS_1
"Pendekar Wei..?" Chu Kai yang juga baru saja menapakkan kakinya pun ikut merasakan suasana yang tegang.
Tidak jauh di hadapannya, Chu Kai melihat ada sekitar sembilan orang pendekar berpakaian putih yang sedang menghadang seseorang. Dia tersentak saat tahu bahwa subjek yang kini berhadapan dengan para murid Sekte Tianzhi adalah remaja bertudung hitam sebelumnya, Long Yang Wang.
Gerbang Sekte Tianzhi,
"Pemimpin Sekte tidak bisa sembarangan menemui orang asing. Kau sebaiknya pergi dari sini,"
Itu adalah penolakan ketiga yang dilontarkan oleh anggota Sekte Tianzhi dan sudah cukup bagi Long Yang Wang untuk mendengarnya. Remaja laki-laki itu mengepalkan kuat kedua tangannya dan menatap tajam ke arah para pendekar di hadapannya.
"Anak kecil, sebaiknya kau pergi dari sini selagi kami masih berbicara baik-baik."
"Sembilan..." Long Yang Wang bergumam, "Sembilan orang dan tidak ada satu pun dari kalian yang berniat untuk menyampaikan pesanku."
Long Yang Wang menurunkan pandangan sebelum mengembuskan napa pelan, "Baiklah. Aku... Akan menggunakan cara lain sampai orang itu keluar,"
Tepat ketika Chu Kai mendengar ucapan terakhir dari Long Yang Wang... Sesuatu yang mengejutkan terjadi. Chu Kai, Wei Zhang Zihan, termasuk Ruan Zhao Sheng melebarkan mata ketika sebuah lesatan datang dan menyerang kesembilan pendekar dari Sekte Tianzhi.
Lesatan itu bagai gemuruh petir, berdampak begitu besar bahkan membuat tanah yang dipijak oleh para pendekar tersebut meledak. Wei Zhang Zihan bahkan belum sempat merespon dan ledakan kedua kembali terjadi.
!!
"Sudah kubilang, dia penyusup!" seorang anggota Sekte Tianzhi berseru dan kemudian melesat dengan pedang yang berayun kuat.
Anggota Sekte Tianzhi yang lain tidak tinggal diam, mereka juga ikut menyerang sosok bertudung hitam tersebut dan berakhir menjadi pertarungan yang sengit.
Chu Kai sampai tidak bisa berkata-kata. Jelas sekali bahwa saat ini yang menghadapi lima orang pendekar adalah sosok anak berusia 14 Tahun, tetapi entah bagaimana yang terlihat kesulitan justru bukanlah anak remaja itu, melainkan kelima anggota Sekte Tianzhi.
Wei Zhang Zihan pun juga tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Dia jelas melihat bahwa sebelumnya Long Yang Wang merupakan anak yang melarikan diri dari warga Kota Bian Xi, tapi sekarang anak itu justru tanpa gentar menghadapi anggota Sekte Tianzhi.
Dan yang lebih mengejutkannya lagi ialah bahwa anak bertudung hitam yang sebelumnya sangat kelaparan itu kini bahkan dapat menghabisi nyawa seseorang tanpa rasa bersalah sama sekali.
Bai Wei Zhang Zihan maupun Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Keduanya terlihat sangat syok dengan fakta bahwa mereka mungkin sudah salah karena telah menolong seseorang yang tidak seharusnya mendapat kebaikan.
"Pendekar Wei, jangan ke sana." Chu Kai spontan menghentikan Wei Zhang Zihan saat pemuda di hadapannya hendak memasuki pertarungan Long Yang Wang dengan para pendekar Sekte Tianzhi.
Wei Zhang Zihan berbalik untuk menatap Chu Kai saat pandangan matanya mengarah pada pria yang berada dalam gendongan pemuda bermata hijau ini. Raut wajah Wei Zhang Zihan berubah dan dia pun bergegas mendekat untuk memeriksa kondisi subjek yang digendong Chu Kai.
__ADS_1
"Pendekar Wei, ada apa?" Chu Kai menyadari perubahan pada raut wajah Wei Zhang Zihan. Dia tidak tahu bahwa saat ini wajah Ruan Zhao Sheng yang berada di punggungnya nampak sangat pucat.
"Kita harus membawanya masuk ke dalam. Kondisinya mengkhawatirkan," Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Chu Kai terkejut.
"Pendekar Ruan?" Chu Kai baru sadar dengan kondisi Ruan Zhao Sheng. Pantas saja subjek yang dia gendong tidak mengatakan apa pun sejak tadi, rupanya Ruan Zhao Sheng sedang berada dalam situasi kritis.
"Sepertinya ada beberapa luka dalam yang semakin memburuk ketika melesat tadi. Dia harus diobati sesegera mungkin," Wei Zhang Zihan kembali bicara. Ini adalah kelemahannya sebab dia tidak memiliki cukup banyak kemampuan penyembuhan. Di samping itu, Chu Kai jelas juga bukan seorang tabib.
"Pendekar Ruan? Pendekar Ruan, apa kau mendengarku?" Chu Kai berusaha mengajak Ruan Zhao Sheng bicara, namun pemuda yang dia gendong di punggungnya sama sekali tidak merespon.
"Gawat," Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan dan bertanya, "Bagaimana sekarang? Kita tidak mungkin lewat gerbang utama dengan situasi yang seperti itu."
"Ikuti aku," Wei Zhang Zihan bergegas dan Chu Kai pun lantas mengikutinya. Dia mengarahkan Chu Kai ke bagian lain dari Sekte Tianzhi, Wei Zhang Zihan mencari gerbang selain gerbang utama tempat di mana Long Yang Wang bertarung.
Saat ini, remaja laki-laki itu menghadapi para anggota Sekte Tianzhi. Long Yang Wang bahkan tidak memakai pedang untuk menahan serangan para lawannya. Anak itu terlihat hanya menghindar, namun setiap pukulan yang dilesatkannya menghasilkan serangan tenaga dalam yang kuat.
!!!
Ledakan kembali tercipta dan dua orang murid Sekte Tianzhi terluka. Pertarungan memang masih terlihat sengit dan memicu lebih banyak keributan. Kehadiran Long Yang Wang dan tindakan yang dilakukan remaja itu sudah mulai terdengar oleh para murid Sekte Tianzhi yang lain. Bahkan kabar keributan di gerbang utama sekte kini sampai di telinga para tetua.
Salah seorang tetua dari Sekte Tianzhi bernama Jiang Mu Bai. Dia adalah pria berusia 68 Tahun dan dengan tubuh yang kekar. Jiang Mu Bai sedang dalam pelatihan ketika indera pendengarannya menangkap suara ledakan serta keributan yang teramat dekat.
Jiang Mu Bai merupakan pria dengan tatapan mata yang tajam dan bisa dipastikan dirinya merasa terganggu akibat suara riuh itu. Jiang Mu Bai jelas merupakan sosok yang paling tidak suka ketika pelatihannya untuk membuat praktiknya meningkat kini terganggu.
"................."
Tempat Jiang Mu Bai berada ada di dalam sebuah bangunan pagoda milik Sekte Tianzhi. Pagoda itu sudah belasan tahun tidak pernah terbuka dan sekarang pintu utama dari pagoda tersebut tiba-tiba saja meledak.
!!!
Ledakan yang dahsyat dan mengejutkan. Debu menyeruak dari arah pintu utama pagoda dan sosok Jiang Mu Bai nampak berjalan keluar. Aura menekan hingga membuat napas sesak sangat terasa hanya dengan menatap matanya.
"Berani sekali.... Mengganggu pertapaanku.."
!!
******
__ADS_1