LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
43 - Keberanian


__ADS_3

Chu Kai tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Gadis berambut merah yang saat ini ada di lantai dua sebuah bangunan adalah Xue Xiaowen, sosok yang sudah membuat kekacauan di Kota Lianyi, Sekte Gunung Wushi, termasuk orang yang meracuni Xia Ling Qing.


Wei Zhang Zihan memegang tangan Xia Ling Qing saat merasakan bahwa gadis ini hendak melesat menyerang Xue Xiaowen. Suaranya rendah saat dia bicara.


Wei Zhang Zihan berkata, "Sebenci apa pun kau padanya, tapi keadaan tidak boleh lebih kacau lagi. Jadi tetaplah di sini,"


Xia Ling Qing mengepalkan tangannya dan menahan geraman. Luka dalamnya lumayan parah sebab dia menghadapi orang seperti Xiao Mu Zheng di saat tubuhnya terkena racun dingin.


Xue Xiaowen sendiri nampak tersenyum. Dia menatap Xia Ling Qing dan berujar tenang, "Pendekar Wei Zhang Zihan jauh lebih baik darimu. Dia bisa bersikap bijak dan dewasa untuk menyikapi keadaan ini. Sejujurnya Nona Xia, apa kau berpikir akan bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini?"


Xue Xiaowen berkata, "Kau sudah menyinggung Tuan Xiao Mu Zheng. Belas kasihan darinyalah yang membuatmu masih memiliki nyawa saat ini. Tapi aku ini... Tidak sebaik Tuan Xiao Mu Zheng. Aku bisa saja lupa dan justru malah membunuhmu,"


"Kau!"


"Dia hanya memprovokasimu. Jangan terpengaruh," Wei Zhang Zihan merangkul lengan Xia Ling Qing. Dia menahan gadis ini untuk tidak sampai nekat dan melakukan hal yang bukan-bukan.


"Nona Xue Xiaowen..!" seruan Chu Kai yang begitu tiba-tiba membuat Tang Lian kaget dan justru mengundang perhatian orang-orang.


Semua pandangan mata langsung mengarah padanya. Chu Kai dalam hati merasa gugup, tapi dia harus berbuat sesuatu. Ini adalah saat di mana dirinya membalas perbuatan baik dari Xia Ling Qing. Ini kesempatan baginya untuk menyelamatkan pendekar suci itu.


"Sa-Saudaraku..." Tang Lian terlambat untuk menghentikan Chu Kai. Pemuda itu sudah berjalan dan naik ke panggung arena.


Xue Xiaowen memperhatikan Chu Kai. Dia nampak menyilangkan tangan dan bukan hanya dirinya yang menatap meremehkan, tetapi juga para pendekar lain yang ada di tempat ini.


Chu Kai menatap ke arah Xiao Mu Zheng dan kemudian menyatukan kedua tangannya. Dia membungkuk memberi hormat dan membuat Xia Ling Qing, Wei Zhang Zihan, dan yang lainnya tersentak. Xiao Mu Zheng pun sampai tidak menyangka akan tindakan dari pemuda yang kedua tangannya dibalut perban itu.


Chu Kai buka suara, "Aku meminta maaf pada Tuan Xiao Mu Zheng. Nona Xia Ling Qing mengakui hal yang tidak dia lakukan karena melindungiku. Namaku adalah Kai dan akulah yang sudah membunuh anggota sektemu,"


!!


Chu Kai menatap ke lantai dua, tepat ke arah Xue Xiaowen dan berkata. "Aku juga yang sudah membunuh anggota sekte Nona Xue Xiaowen dan dengan kondisi tubuh yang kurasa... Nona sudah mengetahuinya dengan jelas."


Chu Kai bernapas pelan, "Alasan aku membunuh mereka hanya satu. Bertahan hidup. Aku adalah pelayan yang tinggal di kedai biasa, sama sekali tidak mengetahui aturan dunia. Tapi satu hal yang aku pahami dengan benar, 'seseorang harus bertahan hidup di dunia yang keras ini'."


"Baik anggota sekte Tuan Mu Zheng maupun anggota sekte Nona Xue Xiaowen... Mereka menginginkan nyawaku," Chu Kai berkata. "Aku tidak tahu kapan menyinggung mereka, tetapi satu yang bisa kukatakan. Mereka mati karena meremehkan... Pendekar Naga ini."


!!


"Kai..." Wei Zhang Zihan menatap pemuda bermata hijau alami di depannya. Dia jelas saja tersentak karena baru pertama kali melihat Chu Kai bersikap seperti ini. Baru saja dia akan bicara, suara tawa ringan Xue Xiaowen terdengar.


"Bagus sekali..." Xue Xiaowen merobek tirai di sampingnya dan mendengus, "Pendekar Naga, huh? Apa yang membuatmu berpikir kau pantas dengan gelar itu?"


"................." Chu Kai mengulurkan tangan. Dia melepas perban yang membalut kepalanya.


Masih ada darah basah pada perban itu, tapi luka di kepala Chu Kai sudah tidak lagi terlihat. Pemuda dengan bekas luka cakaran pada pelipisnya itu menatap ke arah Xue Xiaowen.


Chu Kai berkata tanpa nada, "Hal yang membuatku berpikir pantas dengan gelar itu... Mungkin karena aku bisa menjatuhkan Nona dari tempatmu sekarang."


Xue Xiaowen terkejut. Ada perasaan yang tiba-tiba menekan, namun hanya berlangsung sesaat. Meski tidak ada orang lain yang merasa demikian dan dia sendiri pun hanya merasakannya sejenak, tetapi jelas itu adalah sebuah guncangan.


Chu Kai menyatukan tangan dan kembali berkata, "Chu Kai dari Sekte Gunung Wushi meminta bimbingan kepada Nona Xue Xiaowen."


!!!


Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing terkejut. Tang Lian dan para pendekar yang ada di tempat ini pun juga sama kagetnya. Mereka merasakan suasana menjadi berbeda hanya karena ucapan dari pemuda asing tersebut.


"Semoga kau tidak menyesali tindakanmu," Xue Xiaowen melesat turun dan angin kejut tercipta ketika kakinya menapak di lantai arena.

__ADS_1


Duan Lou Wu mengembuskan napas dan berkata, "Karena ini adalah permintaan bimbingan dan Nona Xue Xiaowen pun menerimanya, maka tidak ada alasan bagiku untuk menghentikan ini. Aku hanya memiliki satu aturan, tidak boleh ada lawan yang tewas."


Xia Ling Qing memegang kuat lengan Wei Zhang Zihan. Dia membentak, "Kai..! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berbuat hal semacam ini?!"


"Nona Xia. Kau berkata bahwa aku harus membuktikan diri, kan? Aku tidak tahu apa pun tentang konferensi, tatapi bagiku.. Ini cara yang bisa kugunakan untuk membalas kebaikanmu." Chu Kai menatap Xia Ling Qing sejenak sebelum mengarahkan pandangan pada Xiao Mu Zheng.


Chu Kai dengan sopan berkata, "Bila tidak keberatan. Aku juga berharap bisa mendapat bimbingan dari Tuan Xiao Mu Zheng,"


!!


Wei Zhang Zihan kaget, "Kai..! Kau-"


"Hmph," Xiao Mu Zheng sebenarnya tersentak karena pemuda ini juga bermaksud menantang dirinya. Dia menatap tajam subjek di depannya tersebut, tetapi yang dia lihat adalah wajah sosok yang sama sekali tidak merasa takut.


Xue Xiaowen tertawa dan membuat perhatian tertuju padanya. Dia melangkah dan secara bersamaan, suara gemerincing dari gelang kakinya terdengar. Gadis cantik berambut merah itu memperhatikan Chu Kai sebelum buka suara.


Xue Xiaowen berkata, "Aku tidak tahu dari mana Sekte Gunung Wushi mendapatkan orang bodoh sepertimu. Kau saja belum tentu bisa menahan satu jurus dariku dan sekarang kau ingin mendapat bimbingan dari Tuan Xiao Mu Zheng? Entah kau ini terlalu percaya diri... Atau memang benar-benar bodoh?"


Xue Xiaowen menoleh ke arah Xiao Mu Zheng dan dengan sopan berkata, "Tuan Xiao Mu Zheng. Anda tidak perlu mendengarkan ucapan pendekar muda ini. Untuknya... Dia harusnya sudah sangat bangga karena aku menerima untuk memberinya beberapa bimbingan,"


Xia Ling Qing tidak bisa membiarkan Chu Kai bertarung dengan Xue Xiaowen. Gadis itu sangat licik dan merupakan pengguna racun yang berbahaya. Tetapi kondisinya sekarang juga sedang tidak baik.


"Zhang Zihan," Xia Ling Qing buka suara. "Kau cegah dia sekarang. Kai tidak boleh bertarung melawan Xiaowen,"


"Tapi..."


"Apa kau tidak mendengarkanku?!" Xia Ling Qing terbatuk darah dan membuat Wei Zhang Zihan tersentak. Dia berusaha menepis tangan pemuda ini, tetapi justru Wei Zhang Zihan meminta maaf dan menggendongnya.


Wei Zhang Zihan melompat turun keluar arena. Dia juga tidak ingin Chu Kai bertarung dengan Xue Xiaowen, tetapi entah mengapa firasatnya seolah berkata bahwa dia harus mempercayai pemuda itu.


Chu Kai pernah mengatakan sebelumnya bahwa dialah yang sudah membunuh anggota sekte Xue Xiaowen dan juga menghabisi nyawa anggota dari Xiao Mu Zheng.


*


*


Panggung arena kini hanya diisi oleh dua orang, mereka tidak lain adalah Xue Xiaowen dan Chu Kai sendiri. Para pendekar yang lain, termasuk Tang Lian berada di luar arena dan nampak fokus memperhatikan kedua orang yang akan saling bertarung tersebut.


Chu Kai terlihat memegang pedangnya, tetapi saat melihat Xue Xiaowen hanya memakai selendang---dia pun nampak mengerutkan kening.


Xue Xiaowen sendiri nampak tersentak ketika tiba-tiba saja Chu Kai melempar pedangnya ke luar arena dan mulai melepaskan sedikit dari perban di kedua tangannya. Dia tanpa nada bertanya, "Apa yang kau lakukan?"


"Nona Xue tidak memakai pedang. Jadi kupikir aku juga tidak akan memakainya,"


"Hah, kau pikir dengan menggunakan pedang sementara aku tidak---dan kau justru bisa mengalahkanku?"


"Mn. Aku hanya khawatir Nona akan protes ketika kalah nanti,"


"Bedebah." Xue Xiaowen melambaikan tangan dan seketika sebuah serangan melesat, tepat ke arah lawannya.


!!


Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan terkejut. Mereka tahu batas kemampuan Chu Kai dan serangan itu tidak mungkin bisa dihindari. Chu Kai belum pernah berlatih mengenai cara menahan serangan tenaga dalam dan siapa pun tahu praktik pemuda itu terlalu rendah hingga tidak bisa terbaca.


Sayang sekali sepertinya Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan salah. Chu Kai terlihat bisa menahan serangan tenaga dalam yang dilesatkan oleh Xue Xiaowen, bahkan hanya dengan satu tangan.


"Bagus, Kai." Tang Lian mengepalkan tangan dan begitu gembira. Dia adalah satu-satunya orang yang nampak semangat menyaksikan hal tersebut.

__ADS_1


Bagi Tang Lian, ini merupakan kesempatan langka di mana dia bisa menyaksikan kemampuan sesungguhnya dari seorang Pendekar Naga. Untuknya, jika dia tidak bisa membaca praktik seseorang---maka itu bukan karena orang tersebut mempunyai praktik yang rendah, tetapi karena praktik orang itu terlalu tinggi hingga tidak bisa dibaca.


Xue Xiaowen terlihat kesal. Dia sebelumnya berkata bahwa Chu Kai belum tentu bisa menahan satu serangan darinya, tetapi apa-apaan ini?! Serangan dari tenaga dalam barusan harus bisa untuk membungkam pemuda ini, tetapi yang terjadi justru Chu Kai nampak baik-baik saja.


"Ku-kurang ajar..!" Xue Xiaowen melesatkan dua selendang merah miliknya dan di saat yang sama mampu di hindari oleh lawan.


!!


Selendang tersebut menghantam lantai arena hingga terdengar suara keras dan satu selendang lainnya berada di udara hingga menciptakan angin kejut yang mengenai dinding di luar arena.


Xue Xiaowen melesat. Dia menyarungkan tangannya dan lesatan selendang kembali datang. Kali ini ada tiga selendang merah. Chu Kai menghindari dua di antaranya, sementara untuk satu selendang tersebut---dia menangkis memakai perban yang dilesatkan dengan cara meniru gerakan Xue Xiaowen.


Tang Lian melebarkan mata. Dia kaget sebab hantaman perban Chu Kai ketika berbenturan dengan selendang Xue Xiaowen jauh lebih besar. Pendekar dari Sekte Bulan Mati itu sampai terdorong mundur dan terbatuk, seolah mengalami luka dalam.


Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan pun ikut terkejut. Dari gerakan Chu Kai, pemuda itu jelas mengingat apa yang diajarkan oleh Xia Ling Qing padanya. Chu Kai bisa tahu gerakan Xue Xiaowen berikutnya karena memperhatikan postur dan gerak bahu lawannya.


"Zhang Zihan, apa kau mengajarinya?" Xia Ling Qing buka suara.


"Sama sekali tidak. Bukankah kau yang memberinya bimbingan?"


Xia Ling Qing menatap Wei Zhang Zihan sebelum mengarahkan pandangan ke tempat di mana Chu Kai berada. Pemuda bermata hijau alami itu terlihat kembali bertukar serangan dengan Xue Xiaowen.


Pertarungan mereka berlangsung sangat sengit, tetapi yang paling tidak bisa dipercaya adalah posisi Xue Xiaowen yang nampak terdesak. Gadis berambut merah itu sendiri jelas adalah orang yang paling syok.


Bagaimana bisa dia yang berada di akhir dari Tingkat Kultivasi Duniawi didesak hingga harus menjadi di posisi bertahan?! Bahkan tidak hanya tiga jurus, dia sudah mengerahkan lebih dari sepuluh teknik serangan dan lawannya ini sama sekali tidak terluka. Justru saat lawan yang menyerang---dialah yang terdorong mundur.


"Mustahil..!" Xue Xiaowen tidak bisa menerima penghinaan semacam ini. Dia pun melesatkan senjata rahasia yang merupakan jenis jarum beracun ke arah lawannya.


!!!


"Teknik Pernapasan Naga... Hembusan Ringan." Chu Kai menggunakan kepalan tangan kanannya yang membuat jarum beracun milik Xue Xiaowen terpental dan menghantam dinding dengan sangat keras.


Tidak hanya itu, Xue Xiaowen pun ikut terkena serangan yang membuatnya memuntahkan darah. Semua orang terkejut, termasuk pemimpin Kota Chang'An dan Xiao Mu Zheng.


"Serangan apa itu?"


"Apa itu jenis tenaga dalam?"


"Aku tidak tahu. Ini pertama kali aku melihat teknik serangannya,"


"Hebat sekali," Tang Lian terlihat begitu kagum dan bukan hanya dia saja yang tertarik dengan Chu Kai, tetapi juga beberapa pendekar yang ada di lantai dua.


Salah satu siluet dari pendekar yang berada di lantai dua nampak memegang erat sebuah tombak. Di sisi lain, ada juga pendekar yang wajahnya tertutup kegelapan---namun tidak dengan segaris senyumannya.


".............." Hanya satu serangan dari Chu Kai dan Xue Xiaowen nampak tidak bisa untuk bertarung lagi. Gadis itu marah, tetapi dia tidak dapat melakukan apa pun karena luka dalamnya.


Xiao Mu Zheng kesal tetapi setelah melihat pertarungan Chu Kai barusan, dia merasa bahwa tidak baik untuk bertindak gegabah. Dia belum mengetahui banyak tentang bakat dari pemuda ini dan sejujurnya dia pun tidak bisa membaca praktik kultivasi Chu Kai.


Awalnya Xiao Mu Zheng sama seperti para pendekar yang lain, dia juga menganggap praktik Chu Kai terlalu lemah hingga tidak bisa terbaca. Tetapi setelah melihat luka dalam yang dialami Xue Xiaowen, dia merasa bahwa pemuda ini tidak seperti yang dibayangkannya.


Chu Kai sendiri terlihat berusaha mengatur napas. Dalam hati dia bersyukur karena Xue Xiaowen masih hidup. Sejujurnya, dia sedikit kelepasan dan justru mengeluarkan Teknik Pernapasan Naga. Beruntung serangan itu terbilang ringan walau tetap saja membuat lawan mengalami luka dalam.


Chu Kai baru saja akan buka suara ketika seseorang dari lantai dua melesat dan menapak di lantai arena. Subjek itu memakai pakaian berwarna merah dengan corak anggrek bulan. Dari tanda bulan sabit di keningnya, dia jelas merupakan anggota Xue Xiaowen.


"Li Guan Xing dari Sekte Bulan Mati, mohon bimbingan Pendekar Naga."


"Apa?" Chu Kai kaget. Pendekar di depannya tiba-tiba saja mengeluarkan pedang dan langsung melesat menyerangnya. Kejadian itu pun sontak membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


!!


******


__ADS_2