
Chu Kai baru saja bernapas lega karena situasi saat ini sedang berpihak padanya, tetapi tidak butuh waktu lama sampai suasana lain telah mengubah arah angin menjadi begitu sangat menyesakkan.
Huang Zhang melebarkan matanya saat salah satu pendekar tiba-tiba saja bersikap aneh. Subjek dengan pakaian hijau itu baru saja membantunya menyerang monster laba-laba dan setelahnya mulai menggumamkan kata-kata yang aneh.
"Ada apa denganmu?" Chen Xiao Yan juga menyadari hal itu. Dia pun menepuk pelan pundak pendekar tersebut ketika tiba-tiba saja pendekar itu membalikkan wajahnya dengan kasar.
!!!
Chen Xiao Yan terkejut bukan main dan segera melompat menghindar. Kepala pendekar yang ada di depannya berputar ke belakang dan disertai bunyi tulang yang retak. Itu merupakan putaran penuh yang seharusnya mustahil dilakukan oleh manusia mana pun.
Chen Xiao Yan tidak hanya terkejut karena satu hal. Dia lebih kaget lagi dengan wajah subjek di hadapannya yang begitu pucat dengan retakan di bagian pipi dan leher. Mulut pendekar itu mengeluarkan darah dan matanya terlihat tidak memiliki pupil. Dia menggerakkan pedang di tangannya dengan aneh, bahkan sendi-sendi tubuhnya bergerak secara tidak biasa.
"Dia terpengaruh roh jahat..." Huang Zhang berseru, "Menyingkir dari sana!"
!!
Chen Xiao Yan terlambat merespon seruan dari rekannya. Dia menggeram saat didesak oleh seseorang yang dalam pengaruh roh jahat. Hanya saja masalahnya orang ini sudah mati akibat dari putaran pada kepalanya sebelumnya.
Roh jahat di tempat ini tidak peduli jika harus mengambil nyawa korbannya. Yang mereka butuhkan hanyalah tubuh yang bisa digerakkan sesuka hati. Mereka bahkan tidak segan-segan membunuh siapa pun yang menolak menerima mereka.
Wei Zhang Zihan mengeluarkan kertas jimat di dalam kantong jubahnya. Dia melesatkan kertas jimat tersebut dan membakarnya dengan menggunakan Teknik Berpedang.
Lesatan cahaya dari kertas jimat yang terbakar mengarah tepat di tubuh kultivator yang menjadi target, teriakan nyaring seketika terdengar. Long Yang Wang bergerak dan kemudian langsung menyerang kepala sosok yang dipengaruhi oleh roh jahat tersebut. Tindakannya membuat Chu Kai dan yang lainnya sangat terkejut.
"Yang Wang!" Chu Kai berseru, dia melesat dan langsung meraih tangan anak laki-laki berusia 14 Tahun itu. Tatapan matanya masih nampak mengandung rasa terkejut ketika mulai buka suara.
Chu Kai berkata, "Apa yang sudah kau lakukan? Kenapa kau menghabisinya?!"
"Manusia yang terpengaruh roh jahat tidak akan bisa selamat, bodoh. Dia sudah mati. Membunuhnya adalah pilihan yang benar,"
Chu Kai mencengkeram kuat tangan Long Yang Wang hingga anak laki-laki itu meringis. Suara Chu Kai dingin saat berkata, "Nyawa manusia tidak se-sampah itu sampai kau bisa membunuhnya dengan mudah. Tahukah kau arti perbuatanmu ini?"
!!
Long Yang Wang merasakan kebas saat Chu Kai mulai melepaskan tangannya. Dia menatap subjek tinggi di hadapannya dan sama sekali tidak terlihat menyesal. Justru dengan tanpa rasa takut dia pun angkat suara.
Long Yang Wang berkata, "Kau jangan naif. Beberapa manusia... Ada yang tidak layak untuk diselamatkan."
"Kalau begitu kenapa kau tidak mati saja?"
!!!
"Kai..!" Wei Zhang Zihan berseru. "Berhentilah dan bantu kami,"
"Kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya," Chu Kai tidak mendengarkan Wei Zhang Zihan. Dia menatap subjek di depannya dan berujar, "Akan kubantu kau menyelamatkan ibumu tetapi kau harus mengikuti aturanku. Dengarkan Bocah, aku tidak memiliki rasa kesabaran yang besar jadi sebaiknya kau berhati-hati."
"Kenapa kau harus peduli padanya?!" Long Yang Wang menunjuk ke arah kultivator yang sudah dia bunuh tanpa mengalihkan pandangan. Dia terus menatap Chu Kai dan berkata, "Kau sama sekali tidak mengenal orang itu."
"Aku juga tidak mengenalmu," Chu Kai membalas dan membuat Long Yang Wang terkejut. Dia berkata, "Manusia... Sudah menjadi sifat alami mereka untuk saling menolong tanpa peduli siapa pun orangnya. Aku pikir karena kau terlahir dengan darah manusia... Kau akan memiliki rasa kemanusiaan. Hah, sayang sekali.... Aku ternyata memandangmu terlalu tinggi."
__ADS_1
Long Yang Wang menatap tajam ke arah Chu Kai. Kedua tangannya terkepal kuat dan seolah dia benar-benar sedang menahan amarah.
Chu Kai menggerakkan tombak di tangannya dan tanpa peringatan melemparkannya tepat ke arah bebatuan tebing yang menutupi mulut gua sebelumnya. Ledakan besar tercipta dan membuat para kultivator yang sedang bertarung terkejut.
"Itu...! Cepat masuk ke sana!"
Chu Kai mendengar seruan seorang pendekar dan melihat para kultivator itu bersama-sama melesat masuk ke dalam gua. Dia sendiri masih berdiri berhadapan dengan Long Yang Wang.
Chu Kai buka suara, "Gua makam kuno itu sudah terbuka. Pergilah dan cari sendiri Pedang Pendekar Naga itu. Semoga saja mereka tidak mendahuluimu mendapatkannya,"
"................" Long Yang Wang melihat Chu Kai berbalik dan pemuda itu terlihat pergi untuk menghadapi pendekar yang masih dalam pengaruh roh jahat. Dia tahu bahwa pria itu kecewa terhadapnya, tetapi dia juga kesal karena subjek tersebut terlalu naif.
"Hmph, suatu hari nanti kau akan terluka dengan rasa kepedulianmu itu.." Long Yang Wang mengibaskan lengan pakaiannya dan kemudian menuju ke tempat di mana gua makam kuno berada. Dia memperhatikan para pendekar yang masuk lebih dulu dan kembali mendengus.
"Lihatlah, orang-orang yang begitu baik ini. Mereka semua tidak ada yang menatap ke belakang apalagi membantumu melawan pendekar yang terpengaruh roh jahat. Di mana sifat manusia yang menolong tanpa peduli pada siapa pun itu? Pada akhirnya orang-orang ini hanya makhluk serakah dan lebih mementingkan diri mereka sendiri. Kau benar-benar naif,"
*
*
"Hei..! Kenapa mereka semua meninggalkan kita?" Chen Xiao Yan kaget karena para pendekar yang membantu dirinya kini mendadak pergi begitu saja. Padahal masih ada sekitar sepuluh orang yang harus dia hadapi saat ini.
Huang Zhang menggertakkan giginya. Dia mengalirkan energi spiritual di pedangnya dan kembali melesat. Salah satu pendekar yang dalam pengaruh roh jahat menyerang dan berakhir bertukar serangan dengannya.
"Huang Zhang!" Chen Xiao Yan berseru ketika salah satu pendekar yang terpengaruh roh jahat memberikan serangan hingga mengenai punggung Huang Zhang. Dia berusaha ke tempat saudara seperguruannya itu, tetapi tiga orang musuh menghadangnya.
Wei Zhang Zihan yang saat ini juga sedang bertarung mendengar seruan Chen Xiao Yan. Dia memberi tendangan pada dua orang lawan dan kemudian melesat menghadang serangan yang nyaris mengenai kepala Huang Zhang.
Wei Zhang Zihan lebih memilih menyelamatkan orang lain tanpa peduli pada keselamatan nyawa sendiri. Dia mendapat serangan dari arah belakang dan beruntung seseorang membantunya di waktu yang tepat.
!!!
Suara keras terdengar dan membuat Wei Zhang Zihan tersentak. Punggungnya bersentuhan dengan sesuatu dan ketika berbalik untuk melihat siapa itu--dirinya pun terkejut melihat Chu Kai.
Pemuda dengan mata berwarna hijau alami itu berdiri membelakanginya. Lengan kanan Chu Kai tertusuk oleh pedang dari pendekar yang terpengaruh roh jahat. Darah terlihat mengalir di bilah pedang milik lawannya tersebut.
"Kai..!"
"Pendekar Wei, apa kau bisa menyelamatkan mereka?" Chu Kai menahan rasa sakit pada lengannya. Dia bertanya tanpa berbalik untuk menatap Wei Zhang Zihan.
"Orang-orang ini... Apa masih bisa diselamatkan?" Chu Kai bertanya kembali. Dia fokus menatap lawan di hadapannya yang terlihat begitu mengerikan.
"Roh jahat ini sudah lama terkurung di tempat ini. Mereka kebanyakan tercipta dari dendam dan amarah," Wei Zhang Zihan berkata. "Para pendekar yang dalam pengaruh roh jahat sekuat ini... Mustahil untuk bisa diselamatkan kembali,"
!!
Chu Kai melebarkan matanya. Ucapan Wei Zhang Zihan membuatnya teringat dengan perkataan Long Yang Wang tadi. Dia lantas menendang dada pendekar yang menjadi lawannya dan kembali buka suara.
"Pendekar Wei, apa maksudmu... Orang-orang yang dalam pengaruh roh jahat ini... Mereka sudah mati?"
__ADS_1
"Api jiwa mereka belum padam dan para roh jahat ini akan terus menggunakan tubuh para pendekar itu sampai api jiwa tersebut mati. Warna mata mereka dan jumlah urat tipis yang kau lihat di tubuh orang-orang ini... Merupakan pertanda bahwa mereka sudah tidak memiliki kontrol lagi untuk pikiran dan tubuh sendiri,"
Wei Zhang Zihan menarik napas dan kembali berkata, "Aku tidak bisa mengatakan mereka sudah mati. Tapi..."
"Pada intinya keadaan mereka sudah tidak dapat ditolong lagi, kan?" Chu Kai berujar dan mendapat anggukan pelan dari Wei Zhang Zihan.
"Balut lukamu dan pergilah," Wei Zhang Zihan berkata. "Biarkan aku yang menghadapi mereka,"
"Tidak Pendekar Wei, akulah yang membawamu kemari. Karena rasa keras kepalaku untuk mencari penawar dari racun dingin, kau jadi terlibat masalah. Dua pendekar di sana sepertinya sudah kewalahan. Tolong bantu mereka dan pergilah ke tempat yang aman. Akan kuselesaikan ini secepatnya,"
"Apa?"
"Aku tidak akan bersembunyi lagi," Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan dan berkata, "Aku bisa menghadapi mereka. Jadi percayalah,"
?!
Wei Zhang Zihan menyaksikan bagaimana Chu Kai melesat. Pemuda itu mengait salah satu pedang pendekar yang berada di tanah dengan kakinya dan kemudian menggunakan teknik tusukan ringan.
Chu Kai tidak hanya menyerang dua orang pendekar yang sudah terpengaruh roh jahat, tetapi juga mencegah pendekar lainnya yang hampir menyakiti Chen Xiao Yan dan Huang Zhang.
"Pergilah Pendekar Wei, karena seranganku berikutnya... Tidak akan membuat siapa pun di tempat ini selamat. Sebisa mungkin kau tutup pintu gua itu saat kalian sudah di dalam,"
"Sebaiknya ucapanmu ini benar dan kau... Harus selamat."
"Mn, akan kususul kau secepatnya."
Wei Zhang Zihan pergi ke tempat Chen Xiao Yan dan Huang Zhang. Dia membawa kedua orang itu untuk masuk ke dalam gua. Beberapa pendekar yang dalam pengaruh roh jahat mencoba untuk menyerang, tetapi Chu Kai segera menghadapinya.
Setelah berada di dalam gua, Wei Zhang Zihan langsung menyerang dinding gua hingga meruntuhkan bebatuan kembali hingga pintu masuk gua tersebut tertutup oleh bebatuan.
Chen Xiao Yan sendiri menangkis beberapa bebatuan kecil yang terlempar ke arahnya. Dia baru akan bicara dengan Wei Zhang Zihan saat tiba-tiba dikejutkan oleh pemandangan yang mengerikan di tempatnya sekarang ini.
Di sisi lain, Chu Kai mengetahui bahwa Wei Zhang Zihan sudah berhasil membawa pergi Chen Xiao Yan dan Huang Zhang ke tempat aman. Dia pun mulai menggunakan Teknik Pernapasan Naga miliknya.
Dia akui sudah salah dan berkata kasar dengan Long Yang Wang. Membentak remaja laki-laki itu dan mengatakan bahwa nyawa manusia tidak se-sampah itu sampai harus dihabisi dengan mudah. Pada akhirnya... Dia justru melakukan hal yang lebih parah.
Dengan Teknik Pernapasan Naga miliknya, para pendekar yang dalam pengaruh roh jahat langsung tewas seketika. Tubuh mereka menjadi hitam dengan kulit wajah yang meleleh. Tidak hanya itu, bahkan serangan Chu Kai berdampak pada roh jahat sehingga terdengar suara jeritan yang memekikkan telinga.
Chu Kai baru menggunakan serangan ini sekarang sebab sebelumnya terlalu banyak pendekar di tempat ini. Mereka semua akan tewas mengenaskan bila dia nekat memakai Teknik Pernapasan Naga di antara banyaknya manusia yang hidup.
Napas Chu Kai tersengal-sengal, dia pun teringat dengan Wei Zhang Zihan dan segera menyusul pemuda itu. Namun masalahnya baru beberapa langkah, angin tiba-tiba bertiup aneh dan membawa kabut yang cukup tebal hingga menghalangi pandangannya.
!!!
Chu Kai terkejut. Dia melebarkan mata saat menyaksikan ada sosok besar yang terbentuk oleh kabut di hadapannya. Belum lagi subjek itu mempunyai mata yang bersinar merah dan dengan wujud menakutkan.
"Apa... Makhluk apa itu...?"
******
__ADS_1