
"Sulit untuk meningkatkan potensimu dalam waktu sebulan, tapi aku lumayan puas karena kau ternyata tidak se-payah yang kukira." Wei Shezi buka suara saat melihat praktik Chu Kai yang kini berada di Tingkatan Shísì [十四] dan itu tergambar di punggung tangan pemuda tersebut.
Hanya punggung tangan Chu Kai yang tersinari oleh cahaya di ruangan gelap itu. Bahkan entah sejak kapan ada batu besar yang menutup pintu masuk, tempat di mana Chu Kai berada.
Jika diperhatikan baik-baik, ruangan ini sebelumnya diterangi oleh cahaya yang berasal dari batu yang menempel di dinding. Namun sekarang jumlah batu bercahaya itu banyak berkurang, seolah seseorang sengaja menghancurkan batu itu.
Dalam cahaya redup itu, lantai dan dinding ruangan ini dipenuhi oleh bekas serangan pedang. Ada banyak perubahan yang terjadi pada ruangan yang di tempati oleh Chu Kai sekarang, bahkan udara di tempat ini menjadi lebih menekan. Satu-satunya yang tidak berubah adalah kolam air jernih yang memantulkan cahaya dari batu bersinar di atasnya.
"Baiklah," suara Wei Shezi terdengar, "Kau sepertinya sangat bersemangat. Sekarang adalah pelatihan penyulingan tubuh, ini berhubungan dengan otot, tulang, dan sumsum. Ambil posisimu dan lakukan konsentrasi penuh, aku akan menjelaskannya."
*
*
Di luar gua.
"Kau sepertinya baik-baik saja sekarang," Xia Feng Hua menatap Xia Ling Qing yang berada di depannya. Ini sudah satu bulan semenjak dia meminta gadis di hadapannya untuk tinggal di tempat ini dan melakukan pelatihan tertutup.
"Ini adalah informasi selama sebulan ini." Xia Feng Hua menyerahkan sebuah gulungan dan diterima oleh Xia Ling Qing. Dia pun menatap ke arah pintu gua di hadapannya sebelum buka suara.
"Kenapa Kai tidak keluar bersamamu?" Xia Feng Hua buka suara. Dia menanyakan keberadaan Chu Kai.
Tanpa nada, Xia Ling Qing berkata. "Tidak perlu mencari orang itu. Dia mungkin masih berlatih di dalam sana. Aku akan pergi lebih dulu. Suruh saja dia menyusul saat keluar nanti,"
"Ling Qing'Er," Xia Feng Hua menghentikan langkah Xia Ling Qing. Dia berkata dengan lembut, "Bisakah kau memperlakukan Kai sedikit lebih baik? Dia masih memiliki banyak kekurangan, namun harus memikul tanggung jawab yang besar. Ayah berharap kau bisa berteman dengannya,"
"............." Xia Ling Qing memperhatikan ayahnya yang berjalan pergi meninggalkan dirinya. Dia pun menatap ke dalam gua sebelum mendengus. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah.
Xia Ling Qing melesat pergi, dia kembali ke kamarnya dan mempersiapkan segala perbekalan untuk dibawa ke Lembah Tanah Berapi. Di gerbang utama Sekte, Xia Ling Qing bertemu dengan Wei Zhang Zihan.
__ADS_1
"Jadi yang pergi denganku itu kau?" Xia Ling Qing berujar dingin. Dia menghela napas dan kemudian berjalan. Pedang terlihat di tangan kirinya.
"Ini misi tiga orang, jadi di mana Kai?" Wei Zhang Zihan bertanya dan membuat Xia Ling Qing menatap ke arahnya.
"Dia masih melakukan pelatihan tertutup. Terserah apa yang terjadi padanya. Dia bahkan menutup pintu ruangannya," Xia Ling Qing mulai menaiki sebuah kuda yang sebelumnya telah disiapkan oleh murid Sekte Gunung Wushi.
Wei Zhang Zihan menaiki kuda lainnya. Tujuan mereka saat ini adalah Lembah Tanah Berapi. Sebuah tempat yang berada di perbatasan antara Kota Xiang Yu dan Kota Shi Huang.
Kota Xiang Yu berada di sebelah utara Kota Lianyi. Kota itu memiliki wilayah yang luas dengan delegasi dan perdagangan yang berkunjung dari setiap tempat. Kota megah yang penuh dengan keaktifan.
Orang-orang dari berbagai warna rambut, mata dan kulit bercampur sudah menjadi pemandangan umum di Kota Xiang Yu ini. Dan perguruan yang terkenal di Kota Xiang Yu adalah Menara Rufeng.
Lembah Tanah Berapi termasuk wilayah terlarang dan sebuah tempat yang jarang dikunjungi. Lokasi ini memiliki hamparan tanah berbatu yang begitu luas, terlihat berwarna kemerahan. Dalam setahun, ada waktu di mana tanah tempat ini akan terasa panas, bahkan terdapat semburan api di celah-celah bebatuan yang ada.
Fenomena ini terjadi karena di tengah-tengah lembah ada sebuah makam kuno. Dikatakan bahwa pemilik makam ini merupakan seorang kultivator yang telah mencapai puncak kultivasi.
Perjalanan Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan bisa dikatakan tidak terlalu mulus sebab kedua pendekar ini memilih jalan tercepat untuk sampai di Kota Xiang Yu.
Pertarungan antara Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan melawan serigala bertanduk hitam tidak terlalu menyulitkan sebab binatang iblis tersebut masih dalam golongan makhluk level menengah.
Bagi manusia awam, binatang iblis adalah hewan buas yang sangat berbahaya dan sulit untuk dihadapi. Namun bagi pendekar seperti Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan, hewan semacam ini tidak memberikan mereka banyak ancaman.
Saat tiba di Kota Xiang Yu, keduanya mampir sejenak di sebuah kedai. Ada banyak jenis pelanggan di bangunan bertingkat dua ini, bahkan tidak sedikit dari mereka yang merupakan pendekar dari sebuah sekte.
Xia Ling Qing memperhatikan sekitarnya. Sebenarnya kedai ini mempunyai ruangan khusus untuk menerima pelanggan dari jenis pendekar. Orang-orang seperti Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan selalu menempati lantai dua karena harga diri mereka dan status yang merasa lebih tinggi daripada para pedagang ataupun manusia biasa.
Hanya saja, Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan tidak butuh keistimewaan itu untuk sekarang. Keduanya terlalu lelah karena perjalanan jauh tanpa istirahat.
"..............."
__ADS_1
"..............."
Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan saling berpandangan. Sepanjang jalan ini, mereka memang jarang berkomunikasi dan hanya terus melesat maju setelah kehilangan kuda masing-masing. Tidak ada yang membahas untuk istirahat, seolah dalam kesunyian---ada persaingan berat di antara keduanya.
"Pe-Permisi," seorang pelayan mendekati meja tempat Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan berada. Pelayan wanita itu tersenyum dan berujar, "Apa ada yang bisa saya lakukan untuk Tuan Muda dan Nona?"
Xia Ling Qing tanpa menatap ke arah pelayan di sampingnya, dia berkata. "Sajikan saja menu terbaik di sini,"
"Aku nasi dan sayur bening," Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Xia Ling Qing mendengus.
"Kepala ikan pedas. Sajikan itu juga," Xia Ling Qing menambahkan.
"Ba-baiklah, akan segera saya siapkan. Mohon tunggu sebentar," pelayan tersebut tersenyum. Entah mengapa dia merasa ada yang aneh pada kedua orang ini, seolah mereka tidak seharusnya dibiarkan satu meja.
"....... Aku mendengarnya seperti itu,"
Xia Ling Qing menoleh saat mendengar suara dari bangku yang tidak jauh darinya. Dia melihat ada empat orang yang membicarakan sedan membicarakan sesuatu. Dari pedang di di dekat mereka, keempat orang itu tidak lain adalah pendekar.
"Makam kuno itu adalah milik dari seorang kultivator yang berada di Tingkat Langit Abadi. Tingkatan ini merupakan Puncak kultivasi dan tentu saja menjadi legenda. Bisa dibayangkan ada berapa banyak harta dan pusaka yang bisa didapatkan dari makam itu."
"Masalahnya makam kuno ini sudah banyak ditunggu oleh pendekar dari berbagai sekte. Kita beruntung jika bisa mendapatkan pusaka berharga di tempat itu,"
"Haiih, masalah lainnya adalah makam kuno yang dibuat oleh Kultivator Tingkat Langit Abadi tidak mungkin sederhana. Aku yakin ada banyak perangkap di dalamnya,"
Xia Ling Qing mendengarnya dan juga tahu hal itu. Dia baru akan mengalihkan pandangan saat ucapan para pendekar tesebut kembali menarik perhatiannya.
"..... Kudengar bahkan Alam Manifestasi akan terbuka di aula makam kuno ini. Hanya sepuluh orang yang bisa pergi ke alam manifestasi dan mendapatkan teknik terkuat,"
Ekspresi Xia Ling Qing menjadi rumit. Dia tidak menyangka bahwa kabar tentang alam manifestasi bisa tersebar sampai sejauh ini. Terbukanya alam inilah yang harus ia waspadai karena jika sampai yang masuk ke dalam alam manifestasi adalah kultivator dari Sekte Bulan Mati, maka tidak bisa dibayangkan kekacauan apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Wei Zhang Zihan tidak mengatakan apa pun, tetapi dari tatapan matanya----dia jelas memiliki pemikiran yang sama dengan Xia Ling Qing. Mereka tidak boleh membiarkan anggota Sekte Bulan Mati memonopoli isi makam kuno ini, dan bahkan sebisa mungkin sekte itu tidak boleh dibiarkan mendapatkan pusaka berharga atau keselamatan banyak orang akan terancam.
******