
Xiao Fang Shan menggunakan kipas besar sebagai senjata, dia ahli dalam serangan jarak jauh dan juga tahu cara bertarung dengan lawan dari jarak dekat. Praktiknya berada di Tingkat Kultivasi Surgawi tahapan keempat dan ini sama dengan praktik kultivasi Wei Zhang Zihan sekarang.
"Lumayan," Xiao Fang Zhan menyeringai dan kembali melesatkan serangan. Kipas miliknya melesatkan angin yang kuat dan bahkan sampai mampu membelah batu besar serta Batang pepohonan.
Wei Zhang Zihan tidak bisa menghindar, jadi dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menahan serangan itu. Dia terdorong beberapa langkah ke belakang, namun dirinya masih bisa mempertahankan posisi berdirinya.
Pertarungan antara Wei Zhang Zihan melawan Xiao Fang Shan membuat tempat di sekitar mereka rusak parah. Di sisi lain, kekacauan pun masih belum reda di beberapa titik di Kota Lianyi dan salah satunya adalah lokasi di mana Xia Ling Qing berada.
Gadis cantik yang merupakan Pendekar Suci sekaligus putri dari Tetua Sekte Gunung Wushi itu terlihat bertarung sengit dengan Xue Xiaowen. Pertarungan di antara mereka bahkan sampai di sebuah sungai yang ada di dalam hutan.
Serangan selendang merah dari Xue Xiaowen menyambar dengan keras. Dia membuat pepohonan terbelah dua dan bahkan sampai membuat air sungai meledak. Beruntung Xia Ling Qing berhasil menghindari serangan itu dan kini melancarkan serangan balasan.
Xue Xiaowen tidak tinggal diam. Dia langsung menerjang serangan yang dilancarkan oleh Xia Ling Qing dan menangkisnya ketika masih di udara. Tanpa peringatan, dia melesatkan senjata rahasia berupa jarum pelumpuh.
Xia Ling Qing yang tidak sempat mewaspadai serangan kejutan itu pun terkena dua jarum milik Xue Xiaowen dan membuatnya terjatuh. Dia merasakan sakit di lengannya dan bahkan seketika memuntahkan darah.
Xue Xiaowen menapak di tanah. Meski dia berhasil pada serangannya, tetapi dirinya sendiri tidak cukup baik sekarang. Pertarungan dengan Xia Ling Qing tidak hanya membuatnya mengalami luka, tetapi juga menguras banyak tenaga.
"Aku benar-benar akan memberimu pelajaran yang pantas kau terima," suara Xue Xiaowen mengandung kemarahan. Namun ucapan itu justru tidak membuat Xia Ling Qing merasa takut sama sekali.
"Lakukan jika kau bisa," Xia Ling Qing bangun, tetapi kembali terjatuh. Dia spontan memakai pedang miliknya sebagai penyangga tubuh. Dia menggeram dan menatap tajam wanita di hadapannya.
"Kau tidak bisa bergerak, kan?" Xue Xiaowen mendengus, "Harusnya kau bersyukur karena jarum yang menusukmu tidak mengandung racun. Tapi yah... Jarum itu memiliki fungsi untuk mengacaukan energi spiritualmu,"
"Aku merasa kasihan..." Xia Ling Qing buka suara. Dia berujar dengan dingin, "... Hanya untuk menghadapiku---kau justru memakai cara curang yang tidak pantas dibanggakan ini."
"Tidak masalah jika aku curang, toh ini membuatku menang melawanmu dan kau sendiri justru berada di tanah sekarang. Ah, bukan. Kau kini berada di bawah kakiku,"
!!
__ADS_1
Xia Ling Qing memegang kuat pedangnya, kemarahan terlihat jelas di matanya saat ini. Dia pun berkata, "Kau sebaiknya berhati-hati Xiaowen. Karena jika aku lepas dari ini, kau akan berada dalam bahaya."
"Ah... Aku begitu takut," Xue Xiaowen tersenyum. Dia jelas meledek gadis ini dan kemudian mulai berkata, "Entahlah Nona Xia... Berhasil melumpuhkanmu justru membuatku percaya diri untuk melancarkan seranganku selanjutnya."
!
*
*
Yi Zhi Jian, pendekar yang berasal dari Sekte Bulan Mati saat ini kembali menggunakan busur miliknya untuk melancarkan serangan anak panah yang tidak terhitung jumlahnya. Rasanya seolah-olah bahwa panah Yi Zhi Jian membawa serta kemarahannya.
Hujaman anak panah itu datang dan membuat langit di Kota Lianyi terlihat menakutkan. Saat ini sudah banyak orang yang terluka dan kini melihat apa yang ada di atas mereka---para warga kota merasa bahwa ini sudah berakhir. Hidup mereka... Tidak akan bisa selamat sekarang.
Para warga kota itu mengalami banyak luka dan tidak sedikit dari mereka yang tewas secara mengenaskan. Hujaman anak panah yang tidak terhitung jumlahnya di atas sana telah menjadi bukti bahwa sebentar lagi mungkin Kota Lianyi hanya akan tinggal nama.
Tepat ketika warga kota tidak melihat adanya harapan---di saat itu juga hembusan angin membawa kesejukan datang dan hujaman panah yang hampir jatuh menimpa mereka menghilang begitu saja.
!!!
Tatapan mata Yi Zhi Jian mengandung rasa ketidakpercayaan. Dia mengepalkan tangan dan berkata, "Sebelumnya aku mengira bahwa orang itu adalah Pendekar Suci Wei Zhang Zihan, tetapi pemuda itu sedang berhadapan dengan Xiao Fang Shan sekarang. Jadi jika bukan Wei Zhang Zihan.... Apa mungkin Xia Ling Qing?"
Yi Zhi Jian masih bertanya-tanya sendiri saat seseorang mulai berdiri tidak jauh di depannya. Dia tersentak, namun seketika keningnya mengerut. Sosok di hadapannya adalah seorang pemuda berusia 18 Tahun dengan mata dan wajah yang asing.
Sosok di depannya bukan berasal dari kekaisaran atau pun benua ini. Di perhatikan baik-baik, pemuda di depannya seperti orang dari wilayah barat. Yi Zhi Jian lantas buka suara.
"Siapa kau?"
"..............."
__ADS_1
Sosok di hadapan Yi Zhi Jian tidak lain adalah Chu Kai. Pemuda bermata hijau alami itu memegang sebuah pedang yang dia pungut di jalan ketika berlari kemari. Dia memperhatikan pria di hadapannya dan yakin bahwa orang inilah yang berada di balik serangan hujaman anak panah barusan.
Chu Kai tidak tahu siapa orang ini, tetapi dari pakaiannya---jelas bahwa sosok di depannya adalah rekan dari wanita kembar yang dia hadapi di dalam hutan dan juga wanita yang pernah ingin membunuhnya waktu itu.
Chu Kai memegang kuat pedang di tangannya dan kemudian berkata, "Aku tidak tahu apa yang kalian inginkan sebenarnya. Tetapi apa pun itu... Tidak seharusnya warga kota ini yang menjadi korban."
"Hmph, tentu saja harus." Yi Zhi Jian bersuara dingin, "Kota ini di bawah lindungan Sekte Gunung Wushi dan ada seseorang dari sekte itu sudah menghabisi rekanku dengan sangat mengenaskan."
Yi Zhi Jian berkata, "Kami juga tidak akan menyerang jika bukan kalian yang memulainya lebih dahulu."
Chu Kai mengerutkan kening. Pemuda ini jelas tidak sedang membahas tentang wanita kembar yang dia habisi karena mereka baru saja tiada. Dia pun lantas berkedip seakan mulai menyadari sesuatu.
Meski tahu, tetapi ekspresi wajah Chu Kai tetap seperti biasa. Dia bahkan tanpa nada berkata, "Jangan bertindak seolah kalian adalah korban. Rekanmu yang tewas itu... Akulah yang sudah membunuhnya."
"Apa?" Yi Zhi Jian tersentak. Dia terlihat tidak percaya dan mendengus. Hanya saja ucapan berikutnya dari pemuda yang dia lihat ini langsung membuat ekspresi wajahnya berubah drastis.
Chu Kai buka suara, "Aku bertemu rekanmu di hutan. Wanita itu ingin membunuhku karena mengira bahwa aku adalah Pendekar Naga. Aku bisa mengenali bahwa dia orangmu karena seragam dan lukisan kalajengking merah yang ada di tubuh kalian."
!!!
Yi Zhi Jian menatap tajam pemuda di depannya dan mengepalkan tangan dengan erat. Di sela-sela giginya yang terkatup dia berkata, "Jadi kau adalah Pendekar Naga yang terpilih itu? Kau juga yang sudah menghabisi nyawa Xiao Yi Fei? Ini... Tidak akan kubiarkan."
Chu Kai bisa merasakan arah angin berubah dan udara di sekitarnya menjadi menekan. Dia tanpa sadar menahan napas dan sejujurnya dia tidak mengharapkan situasinya akan seperti ini.
Yi Zhi Jian mengeluarkan aura pembunuh yang pekat sampai membuat lawannya sesak dan bahkan memucat. Kondisi yang tidak diduga itu sama sekali tidak membuatnya berbelas kasih, dia pun lantas menggunakan busurnya untuk melesatkan anak panah.
Chu Kai jelas saja terkejut, apalagi sosok ini terlihat tidak ingin memberinya pengampunan. Dia pun tidak punya pilihan selain berusaha untuk mempertahankan nyawanya dengan segenap usaha yang dia miliki.
!!!
__ADS_1
******