LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
91 - Feng Huang Lin


__ADS_3

Kondisi di Kedai Bulan Merak sebelumnya baik-baik saja. Jing Hao dan Shen Liang melayani pelanggan kedai seperti biasa dan bahkan suasana di tempat ini pun berjalan sebagaimana mestinya.


Hanya saja tepat ketika Shen Liang hendak keluar kedai, tiba-tiba saja sebuah angin berhembus sangat cepat dari arah belakang tubuhnya dan sedetik berikutnya terdengar bunyi bagaikan sambaran petir.


Bangunan Kedai Bulan Merak terbelah dua dan salah satu bagiannya meledak. Suasana yang sebelumnya tenang kini menjadi menakutkan dan penuh dengan jeritan histeris. Apalagi di antara reruntuhan bangunan, terlihat beberapa orang dan pelayan kedai yang sudah tidak bernyawa dengan bagian tubuh yang terbelah.


Jing Hao beruntung sebab berada di bagian lain Kedai Bulan Merak, tetapi itu sama sekali tidak membuatnya lega. Dia jelas terlihat syok, apalagi saat melihat salah satu pelayan kedai terduduk di lantai sambil mengerang kesakitan karena pergelangan tangannya tertebas oleh sesuatu yang entah apa itu.


Seorang pendekar yang menjadi pelanggan di kedai ini berseru dan mengatakan agar pelayan tersebut segera melilitkan kain pada tangannya untuk menghentikan pendarahan. Dia sendiri nampak memegang kuat pedangnya dan lantas melesat, mencari tahu sosok yang sudah melakukan serangan mengejutkan ini.


Di luar kedai, Shen Liang tersungkur dan tidak sadarkan diri. Saat itu, Chu Kai baru saja tiba bersama Xia Ling Qing dan luar biasa terkejut dengan apa yang terjadi. Matanya melebar saat melihat tubuh temannya yang tertimpa balok kayu, bahkan ada darah yang mengucur di dahi pemuda itu.


"Shen Liang...!!" Chu Kai bergegas mendekati Shen Liang dan menyingkirkan balok kayu yang menimpa temannya. Kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya saat dia membalik tubuh Shen Liang.


"Saudara Shen? Shen Liang...!" Chu Kai menepuk pelan pipi Shen Liang dan terus memanggil nama rekannya tersebut. Dia pun memeriksa denyut nadi di leher Shen Liang dan di pergelangan tangannya.


"Bawa temanmu pergi dari sini," Xia Ling Qing buka suara. Dia pun melesat dan menapak di salah satu bangunan dengan pandangan yang lurus ke depan.


Chu Kai menatap Xia Ling Qing sejenak sebelum mulai menggendong Shen Liang. Dia pun melesat untuk membawanya ke tempat yang aman. Di sisi lain, para pendekar yang beberapa pelanggan kedai ada yang ikut membantu membawa orang-orang yang terluka. Jing Hao pun juga demikian.


Xia Ling Qing menoleh sejenak untuk melihat para warga bergegas pergi menyelamatkan diri mereka. Ekspresi wajahnya tidak berubah, tapi tatapan matanya begitu dingin. Dia memegang kuat pedangnya dan seolah sedang menahan amarah atas apa yang sudah terjadi.


Xia Ling Qing mendengar suara ledakan dan memang tidak jauh dari tempatnya berada... Pertarungan sedang terjadi antara Liu Han Ying melawan monster yang entah datang dari mana.


Angin berhembus dan melambaikan pakaian biru muda serta rambut panjang Xia Ling Qing. Pandangannya pun tertuju pada satu titik merah yang jaraknya sekitar 50 meter dari tempat ini.


Jaraknya cukup jauh, namun Xia Ling Qing bisa melihat dengan jelas bahkan tahu bahwa titik merah itu adalah sebuah bola kain yang terlihat melayang di udara.

__ADS_1


Bola kain itu perlahan mulai bergerak seolah melepaskan benda yang disembunyikannya. Kain merah terus bergerak, membentang dan sebagiannya mulai membentuk wujud seorang wanita.


Kaki yang nampak jenjang dengan pakaian berwarna hitam yang terbelah di kedua sisi hingga saat berjalan, paha putih subjek itu terlihat jelas. Dan sosok itu bahkan memakai pakaian yang cukup terbuka di bagian atasnya.


Selendang berwarna merah melayang ringan di sekitar wanita itu. Sebuah ukiran bulan sabit terlihat di bagian paha kanannya. Dan bahkan tanpa tanda itu pun, Xia Ling Qing tahu serta sangat mengenali sosok tersebut.


Wanita berusia 27 Tahun itu tidak lain adalah Feng Huang Lin, sosok yang sangat dikenal sebagai 'Kecantikan Beracun' dari Sekte Bulan Mati. Dia merupakan kultivator yang sudah banyak mengambil nyawa orang dan sama sekali tidak ragu meratakan sebuah tempat. Kedatangannya ke kota ini jelas bukanlah untuk tujuan baik.


Hanya satu kali melangkah, Feng Huang Lin kini berada tepat di seberang bangunan yang ditempat oleh Xia Ling Qing. Jarak antara kedua gadis itu kini dekat, bahkan tidak sampai 10 meter.


"Bagaimana kabarmu, Pendekar Suci Xia Ling Qing?" Feng Huang Lin buka suara, nadanya tenang namun dengan senyuman penuh ledekan.


"Setelah apa yang kau lakukan, bukankah kau sudah tahu bagaimana kabarku sekarang." Xia Ling Qing bersuara dingin.


"Tidak juga, tapi melihat Pendekar Suci Xia Ling Qing masih berdiri dengan kepala yang utuh... Kupikir kabarmu baik." Feng Huang Lin menyentuh selendang merah miliknya dan kembali buka suara.


"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu, Nona Xia Ling Qing. Tapi hanya kau dan aku tidak butuh yang lainnya,"


!!!


"Feng Huang Lin..!" Xia Ling Qing berseru dan kemudian melesat. Hanya saja selendang merah Feng Huang Lin bergerak sendiri dan justru mencegah Xia Ling Qing memperpendek jarak.


Serangan selendang itu sangat kuat bahkan Xia Ling Qing sampai terpental hingga punggungnya membentur sebuah dinding bangunan. Kekuatannya memang tidak bisa dibandingkan dengan wanita yang berusia lebih tua darinya tersebut.


"Kenapa Nona Xia begitu terburu-buru?" Feng Huang Lin berkata, "Kedatanganku kemari tidak untuk menyakiti apalagi membunuhmu. Aku... Hanya diberikan misi untuk membuatmu menangis."


Feng Huang Lin berkedip dan lantas berkata, "Ini tugas yang sangat sulit, apalagi saat aku mengenal bagaimana karakter dari Nona Xia. Mm... Tentunya untuk membuat Pendekar Suci Sekte Gunung Wushi menangis... Aku perlu berusaha lebih keras,"

__ADS_1


"Kau membuat kesalahan besar." Xia Ling Qing menggeram. Dia menggunakan Aliran Tiga Lingkaran Api miliknya dan serangan itu mengarah ke tempat Feng Huang Lin.


Serangan terkuat Xia Ling Qing ini tidak akan mudah untuk dihindari oleh siapa pun dan bahkan tidak ada kultivator yang dapat lolos dari serangan ini, Feng Huang Lin pun juga mengakuinya.


Hanya saja dibandingkan dengan menghindar, Feng Huang Lin justru menggunakan selendang miliknya untuk menangkap seorang warga yang sekarat dan menjadikannya perisai daging. Serangan Xia Ling Qing itu pun mengenai tubuh manusia awam hingga membuatnya meledak. Xia Ling Qing jelas saja terkejut.


"Seranganmu sangat mematikan, Nona Xia. Kau benar-benar gadis yang kasar," Feng Huang Lin tersenyum saat sesuatu melesat ke arahnya.


Selendang merah Feng Huang Lin bergerak untuk menangkis lesatan itu, namun yang terjadi justru selendang tersebut berlubang bahkan sampai meneteskan darah.


Xia Ling Qing dan Feng Huang Lin sama-sama terkejut. Keduanya langsung mengarahkan pandangan ke tempat di mana serangan yang tadi berasal. Ada seorang berdiri dengan pandangan mata yang menggelap di bawah sana.


"Kai..." Xia Ling Qing mengenali subjek itu dan lantas berseru. "Apa yang kau lakukan?! Pergi dari sini..!"


"Kau terlihat sangat peduli padanya," Feng Huang Lin buka suara. Ekspresi wajahnya kini datar dan dia pun berkata, "Dia sepertinya... Sangat berarti bagimu."


"Feng Huang Lin, aku akan membunuhmu jika sampai kau bertindak lebih jauh dari ini." Xia Ling Qing menatap tajam wanita di depannya dan dijawab oleh dengusan.


"Bukan kau yang memberikan ancaman, tetapi aku-"


"Kau melupakan seseorang."


!!


Feng Huang Lin melebarkan matanya saat pemuda yang sebelumnya dia lihat di bawah gedung kini berada tepat di hadapannya. Selendang miliknya bahkan sampai tidak bereaksi, seolah kehadiran subjek ini tidak dapat diprediksi.


"Shen Liang tidak melakukan apa pun padamu dan bahkan orang-orang di tempat ini. Beraninya... Kau melukai mereka,"

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2