LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
96 - Pengakhiran Hubungan


__ADS_3

Jing Hao berada di dalam ruangan tempat Shen Liang dirawat. Dia tetap di sana dan memperhatikan teman baiknya itu yang sedang memakan bubur saat seseorang datang sambil berseru.


"Shen Liang..!"


Sosok yang masuk ke dalam kamar ini secara terburu-buru tidak lain adalah Chu Kai. Pemuda bermata hijau alami itu langsung menghampiri Shen Liang dan baru benar-benar lega saat melihat temannya sudah sadar kembali.


"Tuan Muda Kai..." Shen Liang pun juga ikut lega sebab Chu Kai terlihat baik-baik saja.


"Bagaimana keadaanmu? Apa kau masih sakit?" Chu Kai duduk di pinggir tempat tidur. Dia memperhatikan dengan baik raut wajah Shen Liang dan teman baiknya itu tersenyum sebagai jawaban.


Shen Liang mengangguk pelan, "Rasanya masih sedikit sakit, tapi ini bukan lagi masalah. Aku akan membaik setelah meminum obat dan istirahat,"


Shen Liang bernapas pelan. Dia meraih tangan Chu Kai dan menepuk punggung tangan teman baiknya tersebut. Dirinya pun berujar, "Terima kasih sudah mencemaskanku. Dan terima kasih karena Tuan Muda Kai tidak terluka,"


Chu Kai memegang tangan Shen Liang dan benar-benar merasa bersyukur karena pemuda ini sudah sadarkan diri dan nampak baik-baik saja. Meskipun tidak terikat darah, namun baginya Shen Liang adalah saudara. Dia tentu tidak ingin melihat seseorang yang dikenalnya sampai terluka seperti ini.


Jing Hao, "Kai. Aku tahu kau banyak membantu warga kota dan bahkan tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan Liang'Er. Sekarang dia sudah baik-baik saja, jadi pergilah beristirahat."


Shen Liang menatap Jing Hao dan berkata, "Kau pun terlihat kurang tidur. Kalian berdua terlalu mencemaskanku, bahkan mengabaikan diri sendiri. Aku sudah tidak apa-apa sekarang. Jadi kalian pergi dan beristirahatlah,"


Hubungan antara Chu Kai dengan Jing Hao serta Shen Liang memang sangat akrab. Mereka bisa dibilang tumbuh besar bersama, jadi tentunya akan saling mengkhawatirkan bila salah satu dari mereka terluka.


Di antara ketiganya, Shen Liang mempunyai fitur wajah yang menenangkan untuk dilihat. Dia merupakan sosok yang lembut dan ramah. Bahkan meski hanya senyum kecil, itu sudah cukup untuk mengeluarkan warna hangat dari wajah pucatnya.


Yang paling mengagumkan adalah bahwa Shen Liang tidak bertanya tentang apa pun yang berkaitan dengan kondisi di Kota Lianyi. Mungkin dia tahu bahkan jika bertanya, dirinya akan membuat sedih dengan mengingatkan tragedi yang menimpa kota ini.


Jing Hao dan Chu Kai cukup lama berada di dalam kamar itu. Mereka berdua baru pergi setelah Shen Liang kembali tidur.


*

__ADS_1


*


Chu Kai berjalan bersama Jing Hao saat ini. Dia menatap wajah pemuda di sampingnya sebelum menurunkan pandangan. Dirinya pun mulai buka suara.


Chu Kai bertanya, "Apa menurutmu... Kau, Shen Liang, dan yang lainnya sebaiknya pindah ke kota lain? Kota Lianyi terlalu dekat dengan wilayah Sekte Gunung Wushi dan terlalu dekat artinya bahaya lebih sering mengancam kota ini."


Chu Kai menarik napas dan berkata, "Selama ini aku tidak pernah memikirkannya karena aku bukan bagian dari Sekte Gunung Wushi. Tetapi semenjak pemilihan Pendekar Naga di hari itu... Entah bagaimana sekte itu dan kota ini... Menjadi terhubung karena aku."


"Tapi harus pergi ke mana?" Jing Hao berkata, "Kota lain juga belum tentu aman."


Jing Hao menatap Chu Kai dan menarik napas, dia pun berkata. "Kau takut kami terluka, ya?"


"Tentu saja. Bagaimana mungkin aku tidak takut? Nyawa keluargaku terancam setiap saat dan aku sendiri bahkan tidak cukup kuat untuk melindungi kalian..."


"Sebenarnya aku sudah memikirkan ini jauh-jauh hari..." Jing Hao menatap ke arah langit dan kemudian menarik napas. Dia pun berkata, "Pada dasarnya kau adalah orang biasa yang terpilih menjadi seorang Pendekar Naga. Paman Chu Tian tahu bahwa kami akan menjadi kelemahanmu,"


Jing Hao melanjutkan, "Semua pasti akan baik-baik saja jika orang-orang di sekitarmu adalah para pendekar seperti kebanyakan keluarga para murid di Sekte Gunung Wushi. Kami senang kau menjadi Pendekar Naga, tapi kami juga tahu... Kami bisa saja dalam ancaman setiap saat."


!!


"Saudara Jing, kau..."


"Untuk melindungi orang-orang yang berhubungan denganmu dan agar kau bisa terus maju tanpa terikat dengan siapa pun... Paman Chu Tian pergi meninggalkan Kedai Bulan Merak."


"Apa?" Chu Kai tersentak. Dia memang tidak pernah melihat ayahnya sejak kekacauan yang ditimbulkan oleh anggota Sekte Bulan Mati.


"Saudara Jing, tapi kurasa i-ini tidak benar-"


"Aku tidak ingin bicara kasar, tapi paman Chu Tian sudah memutuskan hubungan denganmu." Jing Hao menarik napas dan berkata, "Paman Chu Tian mengatakan bahwa kau akan selalu ingat pada Kedai Bulan Merak jika terus seperti ini. Padahal... Kau sekarang adalah seorang Pendekar Naga."

__ADS_1


"Tapi kurasa tidak harus seperti ini-"


"Kai, bahkan aku sangat tahu bahwa menjadi Pendekar Naga adalah untuk menjaga perdamaian dunia. Kau tidak bisa menjadi pelindung dunia bila masih terikat dengan hubungan lamamu. Hatimu... Akan mudah digoyahkan bila kau memiliki hubungan dengan kami."


Jing Hao menepuk bahu pemuda di depannya dan berkata, "Paman Chu Tian berusaha agar tidak menjadi kelemahanmu dan begitu pun dengan aku serta Shen Liang. Setelah kejadian ini... Kau tidak boleh lagi datang kemari dan bertemu kami. Anggaplah... Semua yang kau kenal telah lebur dalam kobaran api."


!!!


"Dia benar," suara Wei Shezi terdengar dan membuat Chu Kai yang hendak bicara kembali tersentak.


Wei Shezi berkata, "Pada dasarnya seorang pendekar tidak boleh menjalin hubungan yang erat dengan manusia biasa. Ini karena para pendekar mempunyai banyak musuh, seringkali terlibat masalah, dan bahkan secara tidak sadar menyinggung pendekar yang lebih kuat,"


Wei Shezi melanjutkan, "Manusia biasa yang tidak tahu apa pun tentang dasar kultivasi adalah kelemahan terbesar untuk seorang pendekar. Karena itulah mereka memutuskan hubungan denganmu. Ini... Untuk kebaikan dirimu sendiri dan keselamatan juga untuk diri mereka."


Chu Kai mengepalkan tangannya. Dia menatap Jing Hao dan berkata, "Kau dan Shen Liang... Mengapa tidak ikut pergi dan justru ingin mendaftar di sebuah perguruan?"


"Setelah apa yang terjadi.... Kupikir aku tidak bisa hidup sebagai orang biasa. Seseorang dapat dengan mudah menginjak-injak nyawaku dan aku tidak bisa melawannya." Jing Hao mengepalkan tangan dan berkata, "Saat itu... Aku hanya berdiri dan melihat banyak orang yang mati di depanku. Rasanya... Benar-benar kesal karena aku tidak bisa melakukan apa pun. Aku tidak bisa mengharapkan orang lain melindungiku,"


"Saudara Jing..." Chu Kai tidak tahu harus mengatakan apa karena subjek di depannya sepertinya sudah bertekad. Padahal dia ingat saat kecil... Dirinya, Jing Hao dan Shen Liang membuat janji untuk menjadi pengusaha kedai terbesar. Itulah mengapa mereka bahkan tidak pernah memikirkan tentang berlatih atau mendaftar di sebuah perguruan.


"Bagaimana kau bisa.... bahkan ayahku..." Chu Kai merasakan sakit di tenggorokannya saat berkata, "Bagaimana kalian bisa membuat keputusan seperti ini tanpa membicarakannya lebih dulu padaku?"


"Kai..."


"Aku akan berusaha lebih kuat untuk melindungi kalian semua. Jadi kalian tidak harus sampai berbuat seperti ini--"


"Apa yang kami lakukan bukan hanya untukmu." Jing Hao berkata, "Kehidupan pendekar sepertimu tidak bisa disatukan dengan kehidupan manusia biasa seperti paman Chu Tian, aku, bahkan Shen Liang. Kau jangan khawatir. Kami pun akan menjadi kuat agar tidak akan menjadi kelemahan bagimu lagi,"


!!

__ADS_1


******


__ADS_2