
Kuncup bunga raksasa yang selama ini dijaga oleh Feng Hao Yan perlahan mulai terbuka. Tekanan energi spiritual menyeruak dari kuncup bunga itu, menyebarkan aura yang luar biasa mencekam, bahkan membuat beberapa pendekar merasakan sesak pada dada mereka.
!!!
Akar-akar yang selama ini melilit kuncup bunga itu dengan cepat bergerak, salah satu di antara mereka ada yang berhasil mengikat kaki seorang pendekar dan menariknya dengan kekuatan besar. Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu menimbulkan reaksi terkejut dari semua orang.
AAKH...!
CRAAASH..!
Belum sempat pendekar itu mencoba untuk membebaskan diri, kepalanya telah lebih dulu dimakan oleh putik bunga yang berbentuk seperti pipa besar dengan mulut mirip lintah. Darah yang keluar dari tubuh pendekar itu mengotori bunga raksasa, bahkan sampai memercik pada tanah.
!!
Di antara orang-orang yang menyaksikan kejadian itu, hanya Feng Hao Yan yang terlihat memasang ekspresi datar. Dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal sekasar ini, namun untuk Bencana Besar yang baru saja bangun... Makhluk itu membutuhkan makanan.
"Sangat disayangkan... Sepertinya ada banyak sekte yang akan kehilangan generasi terbaik mereka," Feng Hao Yan bergumam dan perlahan tubuhnya pun menjadi transparan, lalu kemudian menghilang.
Setelah membangunkan bencana, Feng Hao Yan tidak langsung mengambil makhluk itu. Bisa dikatakan dirinya sedang menguji kekuatan dari makhluk yang akan menjadi bencana besar ini dan para pendekar yang kebanyakan praktiknya berada di Tingkat Kultivasi Surgawi sangat sesuai sebagai bahan uji coba.
Kepergian Feng Hao Yan disadari oleh beberapa pendekar, termasuk Wei Zhang Zihan. Namun tidak ada yang bisa mereka lakukan sebab kuncup bunga raksasa ini telah mekar sepenuhnya.
"Menghindar...!" seorang pendekar berseru, ia memberi peringatan pada pendekar yang lainnya karena akar-akar dari bunga raksasa tersebut bergerak dengan cepat menyerang mereka.
BAAAM..!!
Hantaman dari satu akar bunga itu membuat ledakan pada tanah, bahkan tanah mengalami retakan yang dalam, seolah petir baru saja menyambarnya. Api bahkan terlihat pada retakan tanah itu.
Beberapa pendekar menggunakan serangan terkuat mereka, namun akar-akar yang ada itu bergerak dan seolah melindungi bunga besar yang mempunyai empat putik dengan bentuk mengerikan.
AAAH..!
Dua orang pendekar tertangkap, kaki mereka dililit akar-akar kecil namun sangat kuat dan ditarik dengan kuat. Tubuh pendekar itu kemudian diperebutkan oleh empat putih bunga yang mempunyai gigi tajam, darah kembali membasahi bunga raksasa itu dan tubuh pendekar yang terkoyak kini menjadi makanan bunga besar tersebut.
"Kita harus menghentikannya... Makhluk itu adalah monster!"
Xia Ling Qing mendengar seruan pendekar yang berada tidak jauh darinya. Dia saat ini sedang fokus menghindari akar-akar dari bunga raksasa itu sesuatu terlintas di benaknya.
Xia Ling Qing mengayunkan pedangnya, dia mengeluarkan Aliran Tiga Lingkaran Api dan teknik itu dengan cepat mengarah pada bunga raksasa. Hanya saja akar-akar kecil dari bunga itu dengan cepat menjadi perisai dan menghalangi serangan Xia Ling Qing.
__ADS_1
Api dari teknik Xia Ling Qing membakar akar-akar itu, namun yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan. Akar-akar itu dengan cepat bergerak meskipun dalam kondisi terbakar.
!!!
Akar dari bunga raksasa itu menggunakan api Xia Ling Qing yang menyelimuti mereka untuk menyerang para pendekar. Gerakan yang liar itu membuat para pendekar kesulitan, bahkan Shuang Ling Feng terkena sedikit percikan api yang membuat luka goresan di lengannya.
Di sisi lain, Liu Han Ying sudah mengeluarkan energi spiritual yang begitu banyak. Teknik serangan yang ia latih selama ini bahkan tidak bisa mempan terhadap bunga raksasa itu. Buruknya, bunga tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda yang aneh.
"Itu... Bunganya berevolusi..!" Shuang Ling Feng berseru. Dia juga menyaksikan bagaimana bunga raksasa itu mulai memiliki warna yang aneh dan asap kehitaman keluar dari darah para pendekar yang dimangsa oleh bunga tersebut.
"Gawat..." seorang pendekar menelan ludah. "Niat untuk mengendalikan bencana besar tidak berhasil. Justru... Jika terus berada di tempat ini, maka kita semua akan dimakan olehnya."
"Nyawaku jauh lebih penting," pendekar lain mulai mengambil langkah mundur dan kemudian menjauh. Beberapa orang yang memiliki pemikiran sama sepertinya juga mencoba melarikan diri.
Wei Zhang Zihan menyadari hal itu, fokusnya sempat teralihkan dan detik berikutnya sebuah akar kecil melilit lakinya.
!!
Wei Zhang Zihan ditarik dengan kuat. Liu Han Ying menyerukan namanya, sementara Shuang Shu Chen bergegas untuk memberikan pertolongan.
Hampir saja Wei Zhang Zihan menjadi makanan makhluk ini. Beruntung Shuang Shu Chen bergerak cepat menebas akar yang melilit kaki Wei Zhang Zihan. Namun di detik itu juga, Feng Hao Yan kembali datang dan mencegah para pendekar melarikan diri.
"Kalian tidak akan pergi ke mana pun," suara Feng Hao Yan tegas dan sekali lambaian tangan, para pendekar yang berniat kabur terpental dan akar-akar dari bunga raksasa itu segera menangkap mereka.
"AAAAH..!"
Bunga raksasa itu mengeluarkan gas beracun dan siapa pun tahu bahwa gas tersebut sangat mematikan. Shuang Shu Chen, Wei Zhang Zihan, para pendekar yang lain, termasuk Xia Ling Qing bahkan tidak sempat melakukan tindakan untuk melindungi diri dari gas beracun ini.
!!
Tepat ketika gas itu hampir menyentuh kulit para pendekar, sebuah lingkaran hitam tiba-tiba saja terbentuk di udara dan seseorang keluar darinya. Subjek itu mengeluarkan suara yang tenang, namun berdampak besar.
"Teknik Pernapasan Naga... Tanpa Jejak."
!!!
Gas beracun dari bunga raksasa itu seketika menghilang. Semua orang sangat terkejut, bahkan Feng Hao Yan yang sama sekali tidak menduga hal ini pun nampak mempunyai ekspres wajah yang berubah.
Satu buah serangan membuat akar-akar dari bunga raksasa itu terpotong menjadi beberapa bagian. Para pendekar yang sebelumnya terjebak oleh akar-akar ini mulai satu per satu terjatuh. Hanya saja mereka dengan cepat dapat mengatur posisi hingga tidak sampai menghantam tanah.
__ADS_1
Kaki Shuang Shu Chen, Wei Zhang Zihan, dan Shuang Ling Feng mulai menapak di tanah. Xia Ling Qing juga dalam posisi berdiri yang baik, ia pun mengarahkan pandangan pada sosok yang sudah menghentikan semburan gas beracun dari bunga raksasa tersebut.
?!
Xia Ling Qing melebarkan matanya. Liu Han Ying pun ikut kaget saat menyaksikan sosok yang sebelumnya menyelamatkan mereka tidak lain adalah seseorang yang sangat mereka kenali.
Subjek itu berdiri tidak jauh di depan Xia Ling Qing dan Liu Han Ying. Pakaian hitam miliknya berkibar dan pita hijau yang mengikat rambutnya melambai mengikuti arah angin. Sosok pemuda dengan tubuh yang kokoh tersebut tidak lain adalah Chu Kai.
"Kai..!" Liu Han Ying berseru. Dia tidak salah lihat, subjek yang berdiri di depannya benar adalah Chu Kai..!
"I-ini mustahil," Liu Han Ying berkedip. "Bagaimana kau bisa ada di sini, Kai..? Bukankah kau terjebak di dalam makam?!"
!
Liu Han Ying tersentak, "Tidak. Terjebak di dalam makam kuno itu hanyalah anggapan kami. Pada akhirnya tidak ada yang bisa membuktikan bahwa ia benar-benar terjebak di sana. Jadi mungkin..."
".............." Tidak hanya Liu Han Ying yang memiliki pemikiran itu, bahkan Xia Ling Qing pun demikian. Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu merasa bahwa Chu Kai mungkin saja selama ini menyembunyikan diri dan baru keluar sekarang.
Subjek yang sedang menjadi pusat perhatian itu benar adalah Chu Kai. Pemuda tersebut mempunyai bekas luka cakaran di pelipis sebelah kanannya. Dia berdiri dengan seekor carpelai berbulu putih yang melingkar di lehernya.
Chu Kai menyadari kehadiran seseorang yang baru saja menapak di sampingnya. Subjek ini memegang sebuah pedang dan putihnya nampak dilambaikan oleh angin.
"Pendekar Wei..."
"Kau datang tepat waktu," Wei Zhang Zihan berujar tanpa nada.
Chu Kai tersenyum tipis, dia sedikit mendengus saat berkata. "Kupikir... Aku justru sangat terlambat,"
"Tidak juga. Jika kau tidak datang.. Maka semua ini pasti akan selesai," Wei Zhang Zihan menoleh. Dia menatap pemuda di sampingnya dan lantas bertanya, "Bagaimana kau bisa tahu kami ada di tempat ini?"
".......... Entahlah. Kebetulan yang mengejutkan mungkin," Chu Kai menatap lurus ke depan dan dengan serius bertanya. "Pendekar Wei, bisakah kau jelaskan situasi sekarang padaku?"
"Bunga raksasa yang kau lihat adalah sebuah Bencana Besar. Kalau bisa... Bunga itu harus segera dimusnahkan. Masalahnya... Di sini juga ada anggota Sekte Bulan Mati,"
"Jadi sekte itu lagi...?"
"Namanya Feng Hao Yan. Dia merupakan salah satu anggota 12 Pilar Bulan,"
Chu Kai menoleh, sedikit tersentak dengan identitas yang disebutkan oleh Wei Zhang Zihan. Dirinya pun kembali menatap lurus ke depan dan mulai menarik napas.
__ADS_1
"Kurasa... Ini akan menjadi waktu yang tepat menunjukkan hasil latihanku selama ini."
******