LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
136 - Feng Hao Yan


__ADS_3

Feng Hao Yan masih dengan posisinya saat ini. Dia tetap duduk bersila menghadap kuncup bunga raksasa tanpa membuka matanya. Di sisi lain, para pendekar dari berbagai sekte sudah banyak berkumpul.


Shuang Shu Chen yang berdiri di samping Wei Zhang Zihan merasakan bahwa situasinya di sekitarnya sudah mulai tidak mengenakkan. Apalagi ada beberapa pendekar yang seakan tidak mempedulikan kehadiran Feng Hao Yan, seolah-olah mereka menyepelekan anggota dari Sekte Bulan Mati itu.


"Bencana Besarnya... Jika dapat kukendalikan, maka tidak ada yang bisa menghentikanku." salah satu pendekar bergumam. Seringai jahat terlihat di wajahnya.


Tidak hanya pendekar itu yang berpikir demikian, tetapi juga beberapa pendekar yang lain. Shuang Shu Chen dan Wei Zhang Zihan tersentak saat merasakan firasat yang sangat menusuk. Keduanya pun segera menarik teman-teman mereka untuk menjauh dari tempat itu.


!!


Xia Ling Qing tersentak saat tangannya diraih oleh Wei Zhang Zihan, sementara Liu Han Ying dan Shuang Ling Feng kaget sebab tangan keduanya ikut diraih oleh Shuang Shu Chen. Mereka dibawa untuk menjauhi kerumunan orang-orang.


"Apa yang kau lakukan?" Xia Ling Qing baru saja buka suara ketika sebuah suara keras membuatnya sangat terkejut. Ia pun segera berbalik untuk melihat asal suara itu.


?!!


Enam orang pendekar yang jelas berada di Tingkat Kultivasi Surgawi jatuh dengan tubuh yang hangus terbakar. Mereka tiada dalam sekejap, bahkan mungkin keenam pendekar itu tidak menyangka akan mengalami akhir seperti ini.


Teriakan yang didengar oleh Xia Ling Qing dan teman-temannya berasal dari suara para pendekar yang berdiri di samping sosok yang sudah tiada itu. Ada yang terkena luka bakar di wajah, sebagian lengan, bahkan ada yang mengerang kesakitan sebelum mengembuskan napas terakhirnya.


Firasat buruk yang dirasakan oleh Shuang Shu Chen dan Wei Zhang Zihan memang tepat. Beruntungnya mereka segera membawa Xia Ling Qing dan yang lainnya menjauh, jika tidak... Kemungkinan besar yang celaka adalah mereka.


Serangan yang begitu tiba-tiba tersebut tidak lain berasal dari anggota Sekte Bulan Mati, Feng Hao Yan. Pria yang masih duduk bersila itu mulai berdiri dan dengan tenang berkata, "Sudah kubilang.... Makhluk ini telah berada di bawah naungan dewa api dan telah menjadi milik Sekte Bulan Mati. Kalian sebaiknya segera pulang,"


Feng Hao Yan mulai membuka matanya. Kilat pada matanya seperti kobaran api. Wajahnya tampan, sangat muda, namun suaranya begitu dewasa. Shuang Ling Feng menelan ludah saat ia teringat dengan sepak terjang orang ini.


"Dia... Dia adalah Pilar Bulan, Feng Hao Yan!" suara Shuang Ling Feng bergetar saat berkata, "Orang itu pe-pernah menghabisi seluruh penduduk sebuah desa, membakar mereka dengan api, dan ju-juga banyak mengambil nyawa orang sebagai persembahan."


Shuang Ling Feng mundur, matanya terbelalak dan ia pun kembali mengatakan. "Di-dia... Persembahan yang dilakukannya membuat dia memiliki wajah muda dan berumur panjang. Monster... Dia adalah monster!"


"Omong kosong!" seorang pendekar yang mendengar ucapan Shuang Ling Feng menarik pedangnya. Dia pun berkata, "Entah sekuat apa ia sekarang, namun orang itu hanya sendirian. Dia tidak mungkin bisa menghadapi kita semua!"


Provokasi pendekar itu membuat beberapa orang yang jelas dibutakan oleh keserakahan kini menarik senjata masing-masing. Mereka seakan bersiap untuk bertarung melawan Feng Hao Yan.

__ADS_1


"Ini buruk..." Wei Zhang Zihan bergumam dan didengar oleh Xia Ling Qing yang berdiri di sampingnya.


Dengan napas pelan, Xia Ling Qing berkata. "Kita datang kemari untuk menghentikan Bencana Besar. Jadi sebelum kuncup bunga itu mekar, kita harus segera membunuh akarnya."


Xia Ling Qing mengepalkan tangannya, sedikit nada kesal ia pun melanjutkan. "Orang-orang ini hanya peduli dirinya sendiri. Mereka tidak mungkin mau membantu kita,"


"Dengarkan," Shuang Shu Chen buka suara. "Kita akan menyerang bunga itu saat para pendekar ini bertarung dengan anggota Sekte Bulan Mati. Selama itu... Kalian harus terus menjaga jarak dan jangan ikut terlibat dalam pertarungan mereka,"


Liu Han Ying dan Shuang Ling Feng mengangguk pelan. Mereka pun segera menyebar dengan target kuncup bunga raksasa yang merupakan perwujudan dari Bencana Besar.


Kuncup bunga itu mempunyai tinggi sekitar 7 meter dengan warna putih, memiliki ujung berwarna merah, dan kelopak hijau tua yang menyatu dengan akar-akar merambat di sekitarnya. Ada lintasan cahaya pada bunga tersebut dan nampak bergerak.


Bunga itu tidak hanya berukuran besar, tetapi juga mengeluarkan aroma khas dan sejujurnya cukup manis. Bila diperhatikan baik-baik, ada denyutan yang nampak pada kuncup bunga itu. Dan entah disadari atau tidak... Akar yang menyelimuti bunga itu semakin berjarak dengan akar-akar lainnya.


"Aku... Sudah memperingatkan kalian," Feng Hao Yan berujar tanpa nada. Detik itu juga salah satu pendekar melesatkan serangan ke arahnya.


!!!


"Tidak mungkin..."


Tentu saja apa yang dilakukan Feng Hao Yan sulit untuk diterima. Belum lagi serangan lain dari para pendekar juga ikut mengalami hal serupa. Seseorang pun melesat, mencoba untuk langsung menyerang dengan senjata di tangannya---namun yang dilakukan Feng Hao Yan berikutnya sangat mengejutkan.


Hanya dalam dua gerakan, Feng Hao Yan menghindari serangan seseorang yang hendak menebasnya. Ia pun mengulurkan tangan dan berhasil menyentuh punggung pemuda itu.


Sentuhan ringan dari Feng Hao Yan nyatanya tidak seperti yang terlihat. Itu merupakan serangan yang sangat mematikan sebab saat tangan pria itu menyentuh punggung seorang pendekar... Suara keras terdengar.


Dada pendekar itu meledak, lubang mengerikan tercipta di tubuhnya sebelum sosok itu tumbang dengan wajah yang menghantam tanah. Ekspresi wajah Feng Hao Yan tidak berubah. Dia berdiri seolah tindakan yang dilakukannya barusan adalah hal biasa.


"Kalian sudah jauh-jauh datang kemari dan dewa api sangat murah hati," Feng Hao Yan berujar. "Ini peringatan terakhirku... Kalian pulanglah,"


"Bagaimana bisa kami melakukan itu?!" seorang pendekar berseru. "Bencana Besar itu ditemukan oleh anggota sekteku dan kau datang untuk merebutnya!"


"Ini adalah kehendak dewa api. Makhluk yang diturunkan dewa api.... Hanya diberikan pada pengikut setianya. Kau dan sektemu... Tidak memiliki jodoh dengan makhluk ini,"

__ADS_1


"Apa?"


"Omong kosong! Semuanya, jangan dengarkan dia. Ayo satukan kekuatan dan bunuh orang ini...!"


!!!


Para pendekar yang lain tersentak mendengar seruan tersebut. Ada beberapa yang terlihat mulai mengalirkan energi spiritual pada senjata mereka, namun tidak sedikit juga yang merasa ragu setelah menyaksikan sendiri kekuatan dari seorang anggota Sekte Bulan Mati.


Feng Hao Yan memang belum menggunakan kekuatan penuhnya, namun dia tidak akan ragu melakukannya sekarang jika orang-orang ini masih mencoba untuk merebut apa yang sudah menjadi milik Sekte Bulan Mati.


?!


Feng Hao Yan baru saja akan mengulurkan tangan saat tiba-tiba matanya terbelalak. Dia merasakan sebuah firasat dan bersamaan dengan hal tersebut---serangan datang dari arah belakang dan mengenai kuncup bunga raksasa itu.


Suara serangan tersebut sangat besar, subjek yang menjadi pelaku penyerangan tidak lain adalah Xia Ling Qing. Tidak hanya sampai di sana, serangan lainnya juga datang dan ini berasal dari Shuang Shu Chen.


"Beraninya..." nada suara Feng Hao Yan berubah dingin. Dia berkata, "Beraninya orang seperti kalian.... Merusak persembahan untuk dewa!"


Feng Hao Yan mengibaskan tangannya dan gelombang api yang sangat besar tercipta, melesat dengan cepat ke arah Xia Ling Qing. Serangan yang tanpa peringatan itu luar biasa mengejutkan, bahkan Xia Ling Qing terlambat mengambil respon. Beruntung Wei Zhang Zihan bergerak cepat meraih pinggang Xia Ling Qing dan membawa gadis itu pergi.


!!


Masalahnya, serangan Feng Hao Yan tidak berhenti. Gelombang api itu terus melesat, mengejar target seolah api tersebut adalah makhluk bernyawa. Gelombang api itu bahkan menampakkan bentuk seperti ular dan dengan suara yang sangat mengerikan.


Shuang Shu Chen mengeluarkan teknik serangan terkuatnya yang kemudian berbenturan dengan gelombang api itu. Hanya saja, serangan tersebut sama sekali tidak mampu menghentikan lesatan dari teknik milik anggota Sekte Bulan Mati.


"Peringatanku sudah berakhir," Feng Hao Yan buka suara. "Kalian melakukan kesalahan besar dengan mencoba membunuh makhluk yang dikirim dewa. Sekarang tidak ada pengampunan,"


Tangan Feng Hao Yan membentuk segel dan cahaya redup merah mulai nampak pada kuncup bunga raksasa. Anggota dari 12 Pilar Bulan itu menggunakan sebuah teknik yang rupanya mempunyai fungsi untuk Membangunkan Bencana!


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2