LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
162 - Melawan Wei Zhang Zihan


__ADS_3

Wei Zhang Zihan baru saja menapakkan kakinya saat sebuah ledakan tercipta, tepat di tengah danau yang ada di hadapannya. Dia menyaksikan bagaimana Tetua Fang Tie Zhu mengajarkan teknik bertarung pada Chu Kai.


Kedua orang itu terlihat sangat serius. Wei Zhang Zihan pun memutuskan berdiri di pinggir danau dan menunggu Tetua Fang Tie Zhu.


Dia teringat pada kejadian pagi ini di kedai. Saat itu Tetua Fang Tie Zhu tiba-tiba saja datang dan memintanya untuk mencari peta, entah untuk apa.


Kedatangannya kemari jelas ingin memberikan peta yang sudah ia dapatkan, tetapi sepertinya Tetua Fang Tie Zhu nampak sibuk melatih Chu Kai.


"Terus lakukan apa yang kau pelajari." Tetua Fang Tie Zhu buka suara dan membuat Chu Kai mengangguk. Dia pun pergi ketika menyadari keberadaan Wei Zhang Zihan.


Tap


Kaki Tetua Fang Tie Zhu menapak di tanah, tepat di depan Wei Zhang Zihan. Tanpa nada, dia pun bertanya. "Apa kau mendapatkannya?"


Wei Zhang Zihan mengeluarkan sebuah gulungan dari kantong lengannya. Dia pun menyerahkan benda itu pada Tetua Fang Tie Zhu sambil buka suara.


Wei Zhang Zihan bertanya, "Kenapa Tetua menginginkan peta ini?"


"Mn? Peta milikku hilang," Tetua Fang Tie Zhu melihat isi gulungan yang ada di tangannya dan kemudian menatap Wei Zhang Zihan. Dia berkata, "Aku ingin kau mengawasi temanmu itu dan sebaiknya kau juga ikut bergabung dengannya. Dia akan semakin berkembang jika lebih banyak mengalami pertarungan,"


Wei Zhang Zihan sedikit tersentak mendengar ucapan pria di hadapannya. Dia menatap ke arah Chu Kai yang terlihat begitu serius dalam mempraktekkan teknik serangannya. Wei Zhang Zihan pun berujar pelan, "Bukannya aku tidak ingin, Tetua. Tapi Anda sendiri tahu... Aku sudah melalui pembentukan elemen sehingga tidak bisa sembarangan mempelajari teknik pernapasan."


Wei Zhang Zihan melanjutkan, "Belum lagi... Teknik Pernapasan Matahari adalah teknik yang paling berat dan tidak sembarangan orang yang bisa menguasainya,"


"Kau benar, itu adalah teknik yang sulit. Tetapi rasanya seperti menemukan berlian berharga saat menyaksikan bahwa pemuda itu memiliki potensi mempelajari teknik pernapasan ini."


!!

__ADS_1


Wei Zhang Zihan tersentak mendengar ucapan Tetua Fang Tie Zhu. Dia pun mengikuti arah pandangan pria di hadapannya dan melihat Chu Kai yang masih serius bertarung.


Tetua Fang Tie Zhu memperhatikan wajah subjek di hadapannya dengan saksama sebelum buka suara. Dia berujar pelan, "Meskipun kau tidak bisa mempelajari teknik yang serupa dengannya, tapi kau masih bisa menjadi teman latihannya. Bukankah begitu?"


Wei Zhang Zihan menghela napas pelan. Dia pun mengangguk dan kemudian menyatukan kedua tangannya, memberi hormat pada Tetua Fang Tie Zhu sebelum melesat ke tempat Chu Kai berada.


!!!


Kehadiran Wei Zhang Zihan begitu tiba-tiba, apalagi pemuda itu datang dengan pedang yang berayun kuat. Dia mengincar Chu Kai dan karena hal itu jugalah yang membuat pemuda bermata hijau alami tersebut menjadi sangat terkejut.


"Pendekar Wei?!" Chu Kai melebarkan mata saking syok-nya. Dia menahan serangan Wei Zhang Zihan dengan cara menepuk pedang subjek di hadapannya ini. Dan karena tindakan yang ia lakukan, ledakan tercipta hingga membuat tubuh Chu Kai basah.


Wei Zhang Zihan sendiri dalam posisi yang melayang di udara. Dia pun menarik pedang miliknya dan kembali menyerang pemuda bermata hijau alami tersebut. Kakinya yang kini menapak menciptakan percikan air dengan kuat.


"Pendekar Wei?! Apa yang kau lakukan?!" Chu Kai terdorong mundur. Dia sebenarnya kaget karena Wei Zhang Zihan tiba-tiba saja datang dan langsung menyerangnya.


!!!


Serangan Wei Zhang Zihan melintas dan menciptakan tiga ledakan beruntun. Chu Kai berhasil menghindari serangan itu, tetapi detakan jantungnya berpacu sangat kencang. Dia mencoba untuk bicara pada subjek yang dihadapinya saat ini.


"Pendekar Wei, tolong tahan dulu!" Chu Kai kembali menghindari serangan Wei Zhang Zihan. Dia dengan gugup berkata, "Aku bahkan belum sehari mempelajari teknik dari Tetua Fang dan kau justru ingin mengujinya?!"


"Apa kau sebenarnya tidak pernah merasa kasihan padaku?" Chu Kai tidak habis pikir dengan apa yang ia alami saat ini. Apalagi, serangan yang datang padanya bukan hanya bertujuan menggertak, tetapi lebih dari itu.


"Dia sangat bersungguh-sungguh," Chu Kai mulai terdesak. Jelas bahwa jika dirinya tidak segera mengambil tindakan dan hanya terus berada dalam posisi bertahan, maka serangan Wei Zhang Zihan bisa melukainya.


"Tsk, terserah sajalah." Chu Kai menarik napas dan mengepalkan kedua tangannya. Dia pun mulai fokus dan merasakan energi keluar dari kulit tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa peringatan, Chu Kai menyerang Wei Zhang Zihan. Kepalan tangannya berbenturan keras dengan bilah pedang pendekar suci ini dan menciptakan kobaran api dan suara bagai ledakan.


!!!


Tidak hanya Wei Zhang Zihan yang terkejut, bahkan Tetua Fang Tie Zhu yang menyaksikan pertarungan itu pun nampak kaget. Dia pun tertawa lebar dan kemudian berseru.


"Bagus! Terus lanjutkan dan jangan tahan kekuatanmu." Tetua Fang Tie Zhu berkata, "Kau jangan khawatir karena lawanmu adalah seorang Pendekar Suci. Wei Zhang Zihan bisa saja menebasmu jika sampai kau lengah sedikit saja,"


Chu Kai mendengarnya dan menghela napas pelan. Rasa-rasanya bahwa setiap anggota Sekte Gunung Wushi begitu berminat bertarung melawannya. Dan saat menyerang pun, mereka selalu bersungguh-sungguh. Seolah memberi isyarat tentang betapa tidak disukainya ia.


Chu Kai memperhatikan dengan saksama setiap gerakan Wei Zhang Zihan dan kemudian kembali mengeluarkan teknik pernapasan. Dia sebelumnya telah diberi pemahaman tentang dasar dari Teknik Pernapasan Matahari dan bahkan sudah mempraktekkan bagaimana penggunaan tekniknya. Jadi saat ini dia merasa bisa melakukannya.


!!!


Wei Zhang Zihan melebarkan matanya saat sebuah serangan yang bagaikan bola api keluar dari satu kepalan tangan Chu Kai. Dia pun menggunakan 12 Tebasan Angin untuk menahan serangan itu, sekaligus menjadikannya sebagai serangan balasan.


Tetua Fang Tie Zhu menyaksikan bagaimana pertarungan kedua pemuda itu menjadi sengit, bahkan Wei Zhang Zihan mengeluarkan beberapa teknik berpedang yang dampaknya begitu kuat.


"Mereka berdua... Apa sekarang lupa bahwa ini hanya latihan?" Tetua Fang Tie Zhu menarik napas dan memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Wei Zhang Zihan dan Chu Kai.


Dia menyaksikan bagaimana Chu Kai melawan Wei Zhang Zihan dengan memakai tangan kosong, namun itu tidak membuat pemuda tersebut kalah. Justru Tetua Fang Tie Zhu merasa bahwa subjek yang ia perhatikan ini menyembunyikan sebuah kemampuan yang besar.


"Tidak ada gerakan yang sia-sia, daya serangnya pun sangat kuat dan selain itu.... Dia tidak hanya menggunakan Teknik Pernapasan Matahari yang baru ia pelajari tetapi juga menggabungkannya dengan teknik serangan lain." Tetua Fang Tie Zhu tersenyum, seolah puas dengan apa yang ia saksikan.


"Pendekar Naga... Dia punya banyak rahasia,"


******

__ADS_1


__ADS_2