
Lokasi di dalam lubang dimensi tempat Feng Huang Lin berada sekarang adalah sebuah kota dengan banyak bangunan besar. Tempat ini bisa dibilang merupakan proyeksi dari ingatan pemilik makam kuno dan sepertinya mempunyai kesan yang khusus hingga bahkan setiap bangunannya terlihat begitu detail.
Tidak ada satu pun manusia di tempat ini. Hanya saja energi spiritual yang menyebar cukup padat dan sangat sesuai untuk melakukan peningkatan praktik, andai saja Feng Huang Lin sedang tidak dikejar oleh Xia Ling Qing.
"Gadis ini keras kepala sekali," Feng Huang Lin menapak di salah satu bangunan sebelum melesat ke bangunan yang lain. Dia dapat merasakan kehadiran Xia Ling Qing yang terus mengejarnya.
!!
Feng Huang Lin dengan cepat melesat naik dan saat itu juga sebuah serangan datang menghancurkan bangunan yang ada di depannya. Suara keras terdengar dan bahkan bangunan itu pun terlihat terbakar.
Feng Huang Lin menapak di salah satu atap bangunan lain sebelum akhirnya berbalik badan. Dia menyaksikan Xia Ling Qing yang kini berdiri tidak jauh dari tempatnya sekarang.
"Hmph, Nona Xia. Aku sama sekali tidak tahu bahwa kau sangat inginnya mati di tanganku," Feng Huang Lin memegang salah satu selendang miliknya dan menatap tajam ke arah gadis berpakaian biru tersebut.
"Belum pasti siapa yang akan mati di antara kita, tapi aku bisa meyakinkan ini bahwa kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup." Xia Ling Qing menghunuskan pedangnya. Nada suaranya dingin, tetapi Feng Huang Lin seolah tidak takut sama sekali.
Anggota dari Sekte Bulan Mati itu tertawa dan kemudian berkata, "Kau begitu lucu. Baiklah~ kurasa kepalamu bisa menjadi hadiah paling berharga bagi Sekte Gunung Wushi,"
Selendang Feng Huang Lin bergerak perlahan sebelum tiba-tiba saja menjadi cepat dan langsung melesat ke arah Xia Ling Qing. Gadis yang merupakan salah satu Pendekar Suci itu bahkan sampai terdorong sangat jauh saat menahan serangan selendang yang begitu kuat tersebut.
Percikan api terlihat ketika bilah pedang Xia Ling Qing menangkis serangan dari selendang Feng Huang Lin. Dia seakan dipaksa untuk berada dalam posisi bertahan, namun Feng Huang Lin sendiri pun tidak menyangka bahwa serangannya masih belum mampu melukai lawan.
__ADS_1
"Sungguh seorang Pendekar Suci," Feng Huang Lin melambaikan tangannya, "Biar kulihat akan seberapa lama kau bisa menahan semua seranganku!"
Belasan selendang merah tiba-tiba muncul dan merusak beberapa bangunan. Benda itu datang dari berbagai arah dan melesat cepat ke tempat Xia Ling Qing. Gadis berpakaian biru muda itu menggunakan Aliran Tiga Lingkaran Api miliknya dan mampu membakar beberapa selendang Feng Huang Lin, hanya saja masih ada selendang lain yang berhasil bertahan dari serangannya.
!!
Feng Huang Lin tersenyum saat lengan dan bahu Xia Ling Qing terluka oleh serangan dari selendang merah miliknya. Dia melihat bagaimana Pendekar Suci itu mengambil beberapa jarak darinya.
Feng Huang Lin jelas lebih diuntungkan dalam serangan jarak jauh, apalagi dari jarak yang sesuai... Dirinya bisa melihat pergerakan Xia Ling Qing. Tentu saja, teknik Aliran Tiga Lingkaran Api milik gadis itu memang sangat kuat dan cukup sulit untuk selendang miliknya bertahan.
"Terakhir kali kita bertemu, kemampuan Nona Xia memang sudah mengalami banyak kemajuan." Feng Huang Lin buka suara. Dia mendengus dan melanjutkan, "Tapi tidak hanya kemampuan Nona Xia saja yang berkembang. Aku juga... Tidak bermalas-malasan untuk berlatih. Dan salah satu perubahan yang bisa kukatakan padamu... Ada di antara selendang milikku yang disulam khusus dengan memakai jaring laba-laba beracun."
!!
Enam selendang milik Feng Huang Lin datang dengan kecepatan yang tinggi. Xia Ling Qing sendiri sudah pernah terkena Racun Dingin dan kini lawannya sekarang kembali menggunakan racun. Anggota Sekte Bulan Mati benar-benar licik dengan tindakan kotor mereka.
Ukh!
Napas Xia Ling Qing tidak beraturan dan dia kesulitan untuk bergerak. Entah laba-laba beracun apa yang digunakan oleh Feng Huang Lin, tetapi jelas ini sangat menyulitkannya. Penyebaran dari racunnya sangat cepat dan membuat aliran Qi di tubuh Xia Ling Qing berantakan.
Detik saat selendang-selendang Feng Huang Lin hendak mengenai Xia Ling Qing---secara tidak terduga selendang itu terpotong menjadi beberapa bagian kecil yang membuat Feng Huang Lin menjerit kesakitan.
__ADS_1
"Kurang ajar! Siapa yang berani-!!" mata Feng Huang Lin melebar saat melihat seseorang kini berdiri tepat di hadapan Xia Ling Qing dengan lambaian pakaian biru muda miliknya.
!!
Xia Ling Qing pun ikut terkejut saat tahu siapa sosok yang sudah melindungi. Orang yang saat ini berdiri memunggunginya tidak lain adalah Wei Zhang Zihan dan tidak hanya itu, ada pemuda lain yang dalam posisi berlutut, namun dengan pedang yang terhunus tajam. Subjek inilah yang mungkin sudah menebas selendang milik Feng Huang Lin.
"Kau..." Xia Ling Qing sama sekali tidak menyangka akan dapat melihat Wei Zhang Zihan dan pemuda ini secara bersamaan. Sosok berpakaian hitam dengan pita rambut berwarna hijau. Subjek yang memiliki bekas luka di pelipis sebelah kanannya itu tidak lain adalah Chu Kai.
Wei Zhang Zihan melirik sejenak ke arah Chu Kai dan kemudian kembali memandang Feng Huang Lin dengan waspada. Dia sebelumnya bertemu Chu Kai di salah satu lorong ruangan dan kemudian mereka melihat sebuah lubang dimensi.
Kemudian entah bagaimana Chu Kai tanpa mengatakan apa pun langsung memasuki lubang dimensi itu dan dia pun mengikutinya. Tidak disangka bahwa di tempat ini mereka akan bertemu Xia Ling Qing yang sedang melawan salah satu anggota Sekte Bulan Mati.
"Berhati-hatilah, selendang miliknya beracun." napas Xia Ling Qing tidak beraturan. Wajah gadis berpakaian biru itu terlihat sangat pucat dan bibirnya pun mulai agak membiru. Hanya saja sepertinya, Xia Ling Qing begitu keras kepala dan masih berusaha untuk bertahan.
"Wei Shezi," Chu Kai memegang kuat pedangnya dan kemudian sesosok wanita muncul tepat di samping Chu Kai. Kehadiran subjek tersebut membuat Xia Ling Qing, Wei Zhang Zihan, termasuk Feng Huang Lin tersentak.
Wei Shezi seakan tahu tujuannya dipanggil. Dia pun segera meraih lengan Xia Ling Qing dan memapah gadis itu. Tindakannya membuat Xia Ling Qing tersentak.
"Ka-Kau.." Xia Ling Qing bahkan tidak sempat bicara saat dirinya tiba-tiba dibawa pergi. Di sisi lain, Chu Kai pun berdiri dan terus menatap tajam ke arah anggota Sekte Bulan Mati tersebut.
*****
__ADS_1