LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
142 - Penyembunyian [3]


__ADS_3

Sekte Menara Rufeng,


Xia Ling Qing membawa para pendekar yang bersamanya ke Sekte Menara Rufeng. Hanya saja ada di antara para pendekar itu yang meminta untuk diturunkan karena merasa tidak nyaman menginjakkan kaki di sekte tersebut entah apa sebabnya.


Ketika berada di Sekte Menara Rufeng, para pendekar yang terluka segera diobati. Salah satu di antara mereka adalah pria yang sebelumnya menggunakan teknik segel dan membantu Xia Ling Qing menyerang bunga raksasa waktu itu.


"Aku masih belum tahu namamu," Xia Ling Qing buka suara. Dia menatap pria yang nampak berusia 27 Tahun di hadapannya.


Subjek ini mempunyai warna rambut hitam dan dengan wajah yang cukup tampan. Tubuh pria di depannya ini berotot dan memiliki alis yang tegas, auranya penuh keberanian.


Pendekar itu menatap ke arah Xia Ling Qing dan tanpa nada berkata, "Guang Tian Wei. Aku berasal dari Sekte Teratai Darah."


Liu Han Ying dan Shuang Ling Feng yang saat itu berada di dekat Xia Ling Qing mendengar ucapan pria tampan ini dan menjadi terkejut.


Liu Han Ying bahkan mendekat dan lantas menyela, dia pun berkata. "Pantas saja aku merasa pernah melihatmu. Kau adalah Tuan Muda Tian Wei yang terkenal dengan Tombak Darah itu, kan?"


"Bukankah julukannya yang paling hebat adalah Singa Hitam Dari Utara?!" Shuang Ling Feng ikut angkat bicara dan membuat para pendekar di sekitarnya segera menoleh.


Guang Tian Wei mendengus mendengar ucapan Shuang Ling Feng. Dia tidak tertarik untuk membahasnya dan lebih fokus melihat cara tabib membalut luka di lengannya.


Shuang Ling Feng kembali buka suara. Dia menatap Guang Tian Wei dan berkata, "Saat pertarungan waktu itu... Kenapa anda tidak menggunakan Pusaka Tombak Darah? Padahal dari apa yang kudengar selama ini... Itu bisa memberikan dampak yang mengerikan."


Guang Tian Wei tidak menatap Shuang Ling Feng, tetapi dia menjawab dengan berkata. "Justru karena dampaknya mengerikan, maka aku tidak menggunakannya."


!!!


Meskipun tidak menatap pandangan Guang Tian Wei tertuju pada lengannya yang dibalut, tetapi ia tahu bahwa Shuang Ling Feng serta para pendekar di sekitarnya terkejut dengan apa yang mereka dengar barusan.


Tanpa nada, Guang Tian Wei berujar. "Itu adalah senjata dengan serangan yang mempunyai cakupan luas. Sama sekali tidak cocok untuk dipergunakan dalam kerjasama tim. Saat itu... Bisa saja tidak hanya bunga raksasa yang akan mengalami efeknya, tetapi juga kalian."


Liu Han Ying mengangguk pelan. Dia pun berkata, "Aku mendengar bahwa kau pernah menyerang markas bandit gunung seorang diri dan berhasil mengalahkan mereka semua. Apa itu benar?"

__ADS_1


Guang Tian Wei bernapas pelan, "Dibandingkan dengan Bencana Besar, sebuah kelompok bandit gunung tidak ada apa-apanya."


"............." Xia Ling Qing memperhatikan pria ini dan mengingat beberapa hal tentang Sekte Teratai Darah. Perguruan yang disebutkan oleh Guang Tian Wei merupakan sekte aliran hitam terbesar walau tidak sebanding dengan Sekte Bulan Mati.


Antara sekte aliran hitam dan sekte aliran putih sebenarnya mempunyai beberapa masalah hingga saling berseberangan satu sama lain, namun khusus untuk Sekte Teratai Hitam ini... Jujur saja Xia Ling Qing tidak mempunyai keluhan di dalamnya.


Teknik kultivasi dari Sekte Teratai Hitam tidak merugikan orang lain seperti yang sering kali di lakukan oleh aliran hitam lainnya sehingga menimbulkan kebencian. Sekte Teratai Hitam ini bisa dikatakan cukup dihormati di antara aliran putih, tidak seperti Sekte Bulan Mati yang sering kali menebarkan teror.


"Pendekar Guang Tian Wei, kami berterima kasih atas pertolonganmu." seorang pendekar buka suara dan membuat Guang Tian Wei menoleh ke arahnya.


"Aku tidak menolong kalian karena aku ingin, itu... Lebih kepada menolong diriku sendiri."


"Tapi tanpa arahan darimu, kami tidak mungkin ada di sini sekarang." Pendekar itu tersenyum, dia mengetahui bahwa Guang Tian Wei adalah pria yang tidak suka dipuji, apalagi bila ada orang yang mengucapkan terima kasih.


"Kalian... Apa tidak takut?" Guang Tian Wei buka suara. Dia tanpa nada berkata, "Aku berasal dari sekte aliran hitam dan pada dasarnya... Kita ini adalah musuh."


Pendekar itu menggeleng dan menjawab, "Kurasa tidak ada sekte aliran hitam yang lebih menakutkan daripada Sekte Bulan Mati. Justru aku bahkan tidak pernah mendengar hal buruk apa pun yang dilakukan oleh Sekte Teratai Hitam,"


Liu Han Ying menarik napas dan berkata, "Mereka itu... Sangat licik dan egois. Sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang pendekar yang bermartabat,"


Guang Tian Wei menatap gadis ini. Dia baru saja akan bicara ketika mendengar suara langkah kaki yang terdengar terburu-buru. Pandangannya pun terarah ke pintu dan melihat ada seorang pendekar berpakaian hitam yang nampak memapah seseorang.


"Kai..!" Liu Han Ying bergegas dan membantu Wei Zhang Zihan yang baru saja tiba. Rekannya itu agak kesulitan saat memapah Chu Kai.


"Zhang Zihan, kau terlalu memaksakan diri." Liu Han Ying terlihat khawatir. Kondisi Wei Zhang Zihan tidak baik, namun pemuda ini malah mengerahkan kekuatan untuk sampai ke Sekte Menara Rufeng. Dia bahkan yakin bahwa Wei Zhang Zihan tidak berhenti untuk istirahat meskipun hanya sebentar.


"Aku baik-baik saja. Lebih penting untuk memeriksa kondisinya sekarang," Wei Zhang Zihan dibantu Liu Han Ying membaringkan Chu Kai. Seorang tabib menghampiri mereka dan begitu kaget menyaksikan ada banyak darah di pipi dan leher Chu Kai.


Xia Ling Qing, Shuang Ling Feng, termasuk para pendekar yang lain nampak melebarkan mata. Mereka jelas terkejut menyaksikan kondisi Chu Kai sekarang. Bahkan saat tabib menyentuh pakaian pemuda ini... Darah terlihat membasahi tangannya.


"Kondisinya parah sekali," salah satu pendekar menelan ludah. Dia merasa bahwa sosok yang terbaring tidak berdaya itu terluka sangat parah hingga bermandikan darah.

__ADS_1


Tabib mulai memeriksa denyut nadi Chu Kai dan terlihat mengerutkan kening. Dia berkedip sebelum kembali memeriksa denyut nadi di leher pemuda ini.


"............" tabib dari Sekte Menara Rufeng itu begitu serius memeriksa tubuh Chu Kai dan benar-benar kebingungan. Pemuda yang tengah terbaring, nampak lemah di depannya ini sama sekali tidak mengalami luka dalam.


"Apa... Dia rekan kalian?" tabib itu buka suara dan bertanya pada Liu Han Ying, namun Xia Ling Qing-lah yang menjawab.


Xia Ling Qing berkata, "Apa maksudmu? Kau ingin mengatakan bahwa dia sudah tiada?"


"Bu-bukan seperti itu, Nona. Itu... Apa orang ini juga ikut bertarung bersama kalian?"


Shuang Shu Chen yang berada di dalam ruangan itu berkata, "Dia melawan anggota Sekte Bulan Mati seorang diri. Sosok yang dia hadapi bahkan salah satu dari 12 Pilar Bulan,"


Tabib dari Sekte Menara Rufeng itu menarik napas. Dia memperhatikan orang yang saat ini berbaring di hadapannya dan baru akan buka suara ketika subjek di depannya tiba-tiba saja terbatuk darah.


!!


"Kai..!" Liu Han Ying berseru. Dia meraih tangan Chu Kai dan kemudian menatap ke arah tabib sambil berkata, "Apa yang sedang Anda lakukan? Tolong obati dia segera!"


Chu Kai kembali memuntahkan darah, dia pun perlahan membuka matanya. Pandangannya mengarah pada satu orang dan ia pun mulai bergumam, "....... Nona Xia..."


"Kai? Bagaimana kondisimu?" Liu Han Ying memegang pelan tangan Chu Kai, namun pemuda ini justru hanya menatap dan memanggil Xia Ling Qing.


"Sebaiknya kita pindahkan dia ke tempat lain," tabib Sekte Menara Rufeng berkata. "Aku rasa dia memiliki kondisi fisik yang berbeda dari orang lain pada umumnya,"


"Ti... Tidak... Aku... Aku hanya ingin... Nona Xia," suara Chu Kai lemah. Ucapannya tentu saja mengejutkan, namun tidak ada seorang pun yang merasa curiga.


Bahkan Xia Ling Qing mendekat kemudian berujar, "Pikirkan kondisimu lebih dulu. Kau jangan keras kepala,"


"Nona Xia..."


"Aku di sini," Xia Ling Qing dibantu oleh Liu Han Ying dan Shuang Ling Feng. Mereka membawa Chu Kai ke sebuah ruangan tanpa tahu hal yang disembunyikan oleh subjek tersebut.

__ADS_1


******


__ADS_2