
Chu Kai, Xia Ling Qing, Wei Zhang Zihan dan Liu Han Ying menggunakan lengan mereka untuk menghalau kabut tersebut. Hanya saja kabut itu dengan cepat menyebar, membuat keempatnya kesulitan melihat.
"Nona Xia..!?" Chu Kai berseru, memanggil Xia Ling Qing yang seharusnya ada di sampingnya.
Tidak ada suara apa pun yang didengar oleh Chu Kai dan pandangannya sendiri terhalang kabut tebal. Di situasi yang begitu tegang seperti sekarang tidak boleh membuatnya panik. Dia harus berusaha menenangkan diri dan memikirkan cara menyelesaikan masalah ini.
Chu Kai menarik napas dan mencoba tenang. Dia pun mengalirkan energi spiritual miliknya dan mengeluarkan sebuah teknik yang dapat menghilangkan kabut di sekitarnya.
!
Teknik Chu Kai bekerja, tetapi kabut yang semula menipis kembali menebal dengan cepat. Kepanikan yang sempat menghilang dari wajahnya pun kembali datang.
"Bagaimana sekarang..." Chu Kai mengedarkan pandangan dan memilih untuk berjalan lurus. Dia sesekali memanggil nama rekan-rekannya dan baru saja beberapa langkah.... Ia pun mulai menyaksikan sesuatu.
Chu Kai samar-samar melihat bangunan, tapi tidak seperti bangunan yang ada di Paviliun Musim Semi. Objek yang ada di hadapannya lebih terlihat seperti kota, hanya saja kota ini pun nampak asing baginya.
"Udara yang kurasakan ini... Apa ini jenis ilusi?"
"Kau tidak bisa ditinggal sebentar saja,"
!!
Chu Kai tersentak mendengar suara wanita. Dia mengenali suara yang seolah berasal dari dalam kepalanya. Ini jelas adalah milik Wei Shezi.
"Kau akhirnya bangun!" Chu Kai tersentak, tapi ada perasaan lega yang ia rasakan karena sekarang dirinya bisa kembali berkomunikasi dengan Wei Shezi setelah sekian lama.
Semenjak keluar dari gua makam kuno itu, Chu Kai memang tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Wei Shezi. Makhluk berwujud ular kalajengking itu pernah mengatakan akan melakukan hibernasi dan entah berapa lama untuk kembali bangun.
"Wei Shezi..."
"Tidak perlu mencari. Aku masih terlalu lelah," Wei Shezi terdengar menguap seakan baru saja bangun tidur.
"Sebaiknya sekarang kau tunjukkan wujudmu. Apa kau tidak tahu situasiku saat ini, hah? Aku terjebak pada sesuatu yang entah apa. Aku harus keluar dari tempat ini dan mencari nona Xia Ling Qing," Chu Kai memperhatikan sekitarnya dan benar-benar merasa aneh dengan tempat ini.
"Aku tidak bisa melakukannya meski aku ingin," Wei Shezi berkata. "Aku pun terpaksa bangun karena kau menghadapi hal yang seharusnya tidak boleh dihadapi sekarang. Jujur, apa kau tidak tahu makhluk apa yang sedang kau lawan saat ini, hah?"
"Kenapa kau mengatakan itu? Tentu saja aku tahu." Chu Kai berkata, "Aku menghadapi anggota Pilar Bulan. Memangnya dia makhluk jenis apa lagi?"
"Haah... Dengan kemampuanmu sekarang... Kau ingin menghadapi anggota Pilar Bulan?! Dia adalah pengguna ilusi dan kemampuannya ialah mampu menciptakan ilusi dengan mimpi seseorang,"
Chu Kai mengerutkan kening, "Mimpi seseorang? Tapi aku tidak pernah melihat kota ini sebelumnya..."
Chu Kai terus berjalan, memperhatikan setiap gedung di sekitarnya dan dia terkejut dengan beberapa orang yang berjalan seperti layaknya warga kota pada umumnya. Hanya saja wajah mereka begitu pucat, beberapa nampak buram, dan bahkan ada orang yang tidak mempunyai wajah.
__ADS_1
Dia tidak merasakan adanya bahaya pada orang-orang yang ia lihat ini. Bisa dikatakan, warga kota tersebut juga termasuk bagian dari ilusi.
"Wei Shezi, jelaskan bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini." Chu Kai buka suara, namun ekspresi wajahnya tetap waspada.
"Karena kau mengatakan tidak pernah melihat kota seperti ini, maka jelas bahwa ilusi yang kau masuki merupakan milik orang lain."
!!
"Maksudmu salah satu dari mereka? Apa mungkin kota ini adalah ingatan dari nona Xia Ling Qing, Pendekar Wei Zhang Zihan, atau mungkin Liu Han Ying?"
"Entahlah... Tapi aku yakin kau juga merasakan sesuatu yang aneh tentang hal ini,"
".............." Chu Kai terdiam. Ucapan Wei Shezi memang benar, dia merasakan sesuatu yang aneh di sekitarnya dan itu bukanlah hal biasa.
"Nona Xia sebenarnya ada di mana..." Chu Kai menjadi sangat gelisah. Dia terus berjalan dan memperhatikan sekitarnya sebelum kembali buka suara.
Chu Kai berkata pada Wei Shezi, "Tidak bisakah kau membantuku keluar dari tempat ini?"
"Kau harus mencari pusat dari ilusinya dan untuk itu... Kau perlu tahu siapa sebenarnya pemilik dari ingatan ini,"
Chu Kai menarik napas. Diperhatikan bagaimana pun juga... Lingkungan yang ada di sekitarnya begitu berbeda. Dia jadi tidak yakin apakah kota ini adalah bagian dari ingatan Xia Ling Qing, Wei Zhang Zihan, atau Liu Han Ying.
Chu Kai sudah berjalan cukup jauh dan masih tidak menemukan apa pun selain bangunan dan orang-orang yang merupakan bagian dari ilusi ini. Dia pun melihat ke arah sebuah bangku panjang dan kemudian mengulurkan tangannya.
Alis Chu Kai sedikit naik sebab bangku yang ada di depan sebuah kedai ini rupanya dapat ia sentuh. Dirinya pun menarik napas dan kemudian memilih untuk duduk sejenak.
!
Chu Kai tersentak saat seseorang meletakkan cawan keramik di depannya. Dia menengadah dan menatap pria yang mempunyai wajah pucat tersebut. Subjek di depannya berpakaian seperti pelayan dan dengan tatapan mata yang kosong. Sosok ini pun tidak mengatakan apa pun dan tidak memiliki aura membunuh hingga tindakannya barusan sama sekali tidak Chu Kai duga.
Suara Wei Shezi terdengar, wanita itu berkata. "Dia adalah orang yang tercipta dari ilusi ini dan merespon saat kau duduk. Pada dasarnya dia merupakan pelayan dan bertingkah seakan melayani pelanggan. Tidak perlu khawatir karena dia tidak berbahaya,"
"Tapi tetap saja itu mengagetkan," Chu Kai menatap cawan keramik di hadapannya sebelum menarik napas.
Pemuda bermata hijau alami itu tertunduk seperti sedang memikirkan sesuatu ketika samar-samar ia mendengar suara. Dirinya pun menatap ke depan dan matanya seketika melebar.
!!!
Chu Kai begitu terkejut. Dia yang bisa melihat warna energi spiritual kini menyaksikan ada dua subjek yang berjalan dan dipenuhi oleh energi spiritual yang begitu kuat. Tidak ada niatan membunuh, tetapi dia masih begitu waspada.
"Wei Shezi, apa kau bisa menyamarkan aura yang ada padaku? Ubah agar aku memiliki aura seperti makhluk-makhluk ini,"
Chu Kai merasakan perubahan pada tubuhnya dan bersamaan dengan itu---dua sosok yang ia lihat berjalan semakin dekat. Dia pun tertunduk dan bersikap seperti pelanggan yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
"Ke mana kita akan pergi?"
Suara asing itu terdengar dan ini adalah suara seorang pria. Chu Kai tetap menatap cawan keramik di atas meja, sama sekali tidak bereaksi meski sangat penasaran dengan dua subjek yang semakin mendekat.
"Apa kau tidak bisa menggunakan Tenaga Dalammu untuk mendeteksi pusat dari mimpi ini? Pakai indera penciuman atau pendengaranmu. Aku tidak mau selamanya terperangkap di tempat ini,"
Suara sosok lain juga terdengar yang membuat Chu Kai tersentak. Tidak seperti suara asing sebelumnya, dia jelas mengenali suara salah satu subjek ini dengan sangat baik.
"Jika aku bisa, maka sudah kulakukan sejak tadi. Aku paling tidak suka tempat semacam ini, apalagi orang-orangnya tercipta dari ilusi."
"Kalau begitu jangan ganggu aku dan biarkan aku berpikir,"
"Ah! Berpikirlah. Tidak akan kuganggu, aku tidak akan ganggu."
!!!
Chu Kai kali ini menoleh saat benar-benar yakin bahwa dia mengenali suara salah satu dari dua sosok yang kini berada di dekatnya. Dia kini melihat ada dua pemuda yang salah satunya merangkul lengan yang lain.
Kedua subjek itu mempunyai aura yang sangat besar selayaknya monster. Namun entah kenapa tingkah salah satu dari dua orang ini begitu konyol, bahkan subjek tersebut nampak menengadah menatap langit yang berwarna tidak biasa.
Langit di atasnya memang dipenuhi kabut putih tebal. Sama sekali tidak terlihat matahari, padahal suasana di sekitarnya sekarang ini seperti siang hari.
Benar. Seperti siang hari. Padahal yang Chu Kai ingat jelas adalah ketika ia datang ke Paviliun Musim Semi.... Kondisi tempat ini adalah malam hari dan dipenuhi banyak kemeriahan serta kembang api.
Chu Kai menarik napas, berusaha berekspresi setenang mungkin dan kemudian mengangguk pelan. Dia memegang cawan keramik yang ada di atas meja sebelum mulai buka suara.
Tanpa nada, Chu Kai berkata. "Kalian sepertinya tersesat, apa butuh bantuan?"
!!!
Ucapan Chu Kai membuat kedua pemuda itu terkejut bukan main. Mereka pun spontan berbalik dan sekarang giliran Chu Kai yang tidak menyangka penampilan salah satu subjek di hadapannya ini.
"Dia...." Chu Kai mengenali sosok tersebut dan seolah itu sejalan dengan pikirannya.... suara-suara itu kembali terdengar.
"Karenamu... Aku kini tidak perlu khawatir Teknik Seribu Pedang dari sekte kita menghilang. Kau melampaui harapanku,"
"Mereka sangat iri karena Bukit Bunga Persik kita memiliki berlian sepertimu. Kau sudah membuatku sangat bangga."
"Monster... Bagaimana kau bisa berbuat seperti ini?!"
"Kau menghabisi saudara seperguruanmu sendiri dan kau juga ingin membunuh Shizun-mu?!"
"Kau... Iblis sepertimu-"
__ADS_1
"SHUXIANG..!"
******