
Tidak ada pemandangan yang terlihat baik di bawah langit kota dari dimensi di dalam makam kuno. Semuanya berantakan dan bangunan yang berdiri pun dalam kondisi hancur sebagian.
Di antara puing-puing bangunan, Wei Zhang Zihan nampak bersama dengan Chu Kai. Nalan Shu berada di belakang Wei Zhang Zihan dan dalam kondisi tubuh terikat. Gadis kecil itu sama sekali tidak memberontak, tatapan matanya benar-benar kosong seolah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Siapa... Kau ini?" Wei Zhang Zihan kembali buka suara. Dia menatap Chu Kai dalam dan suasana di antara kedua pemuda tersebut menjadi penuh ketegangan.
Tidak ada lagi musuh yang mereka lawan. Chu Kai menatap sejenak ke arah tubuh kelabang raksasa perwujudan dari Feng Huang Lin sebelum memandang ke arah Wei Zhang Zihan.
"Bagaimana kau bisa sekuat itu?" Wei Zhang Zihan mengambil langkah maju, "Naga yang sebelumnya kulihat dan tindakanmu yang membunuh monster itu dalam sekali pukulan. Sebenarnya... Identitas apa yang kau sembunyikan dariku?"
!!
Chu Kai menelan ludah dan tanpa sadar melangkah mundur seakan menghindari Wei Zhang Zihan. Hanya saja tanpa diduga tangan kanannya diraih dan ia dipaksa menatap subjek di hadapannya ini.
Wei Zhang Zihan buka suara, "Kau harus menjawabku. Siapa sebenarnya kau ini?"
"Pe-Pendekar Wei. A-aku tidak mengerti maksudmu-"
"Kai." Wei Zhang Zihan menyela, tindakannya membuat pemuda di depannya tersentak.
Chu Kai menarik napas dan kemudian meraih tangan Wei Zhang Zihan yang memegangnya. Dia pun berujar tenang, "Apa yang Pendekar Wei pikirkan? Aku melakukan pelatihan tertutup selama ini dan itu pun bersama Nona Xia. Jadi apa yang Pendekar Wei lihat... Ini semua karena latihan yang kujalani,"
"Da-dan tentang na-naga yang Pendekar Wei lihat itu..." Chu Kai memperlihatkan pedang di tangannya dan melanjutkan, "Makhluk itu ada karena senjata ini. Aku.. Mendapatkannya saat berada di dasar tebing waktu itu,"
Chu Kai berujar, "Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya padamu. Ini pun adalah pengalaman pertama bagiku..."
"Perlihatkan tingkat praktikmu sekarang,"
Chu Kai tersentak namun mengikuti ucapan Wei Zhang Zihan. Dia menarik napas dan lalu mengepalkan tangan sambil berkonsentrasi. Tidak butuh waktu lama sampai punggung tangannya mulai terlihat ukiran yang menjadi penanda tingkat praktiknya sekarang.
Wei Zhang Zihan cukup tersentak saat tahu bahwa Chu Kai berada di tingkatan Shíliù. Subjek ini jelas mengalami perkembangan yang pesat karena telah berada di Tingkat Kultivasi Surgawi dalam waktu yang singkat.
"Apa Ling Qing'Er yang mengajarinya?" Wei Zhang Zihan bernapas pelan saat ingat bahwa Chu Kai mengatakan berlatih dengan Xia Ling Qing selama ini. Hanya saja, dia tiba-tiba teringat sesuatu.
__ADS_1
Wei Zhang Zihan pun kembali menatap subjek di depannya dan buka suara, "Wanita yang membawa Xia Ling Qing. Sosok yang entah muncul dari mana itu... Siapa dia sebenarnya?"
Chu Kai sebenarnya ingin menghindari pertanyaan itu, namun Wei Zhang Zihan rupanya sosok yang teliti. Dia pun berusaha cepat untuk merangkai kata guna menjawab pemuda di depannya.
Chu Kai berkata, "Wanita itu... Dia kenalanku. Yaah... Seperti itulah,"
"Aku merasa pernah melihatnya. Jika tidak salah... Dia adalah sosok yang pernah kulawan saat di dasar tebing waktu itu,"
"Gawat. Bagaimana bisa aku melupakannya?!" Chu Kai menelan ludah. Dia berpikir cepat dan kemudian berkata, "Itu... Itu mungkin saja orang lain. Sosok yang Pendekar Wei lawan waktu adalah siluman dan siapa pun tahu bahwa siluman bisa mengubah penampilan mereka sesuka hati. Sementara wanita yang Pendekar Wei maksud... Aku bertemu dengannya dalam perjalanan kemari."
Wei Zhang Zihan merasakan kecurigaan yang samar pada ucapan Chu Kai. Dia baru akan buka suara kembali saat pemuda di depannya ini angkat bicara.
"Pendekar Wei, kau bertanya siapa aku sebenarnya.. Aku sendiri tidak tahu harus menjawab apa padamu. Sekali dilihat pun, aku mempunyai wajah yang tidak seperti penduduk pada umumnya. Selain nama... Aku tidak tahu lagi identitas apa yang bisa kuberikan padamu, Pendekar Wei."
Wei Zhang Zihan memperhatikan Chu Kai dengan saksama sebelum menghela napas. "Benar, identitasmu sendiri adalah pertanyaan yang berusaha dicari jawabannya. Apa kau sungguh tidak ingat apa pun?"
Chu Kai menggeleng pelan, "Aku hanya bisa mengatakan bahwa ayahku menemukanku saat masih kecil. Merawatku hingga sebesar sekarang dan bahkan tanpa ragu memberiku nama keluarganya. Aku tidak tahu siapa orang tua kandungku dan di mana mereka sekarang. Namun untukku... Itu semua tidak penting. Aku tidak mau memikirkan mereka apalagi punya niatan untuk mencarinya,"
Chu Kai menurunkan pandangan dan berkata, "Jika aku berusaha mencari ayah dan ibuku... Maka ini akan membuat sedih orang yang sudah merawatku selama ini. Aku... Tidak ingin membuat sosok yang sudah kuanggap ayah sedih. Bagiku... Hanya dia satu-satunya keluarga yang kupunya,"
Wei Zhang Zihan bernapas pelan. Dia tidak bisa mendesak sosok di hadapannya terlalu jauh. Chu Kai belum terlalu lama menjadi bagian dari Sekte Gunung Wushi dan karena itulah membutuhkan waktu bagi subjek ini untuk dapat terbuka mengenai identitasnya.
Wei Zhang Zihan menghela napas. Dia pun berkata, "Tidak akan kutanya lagi. Tapi jika kau membutuhkan bantuan atau ada hal yang menjadi masalah untukmu, kau dapat beritahu aku."
!
"Pendekar Wei..."
"Ayo pergi," Wei Zhang Zihan berbalik. Dia berjalan pergi sambil membawa Nalan Shu bersamanya. Mereka harus keluar dari tempat ini secepat mungkin karena masih ada anggota Sekte Bulan Mati yang harus dihentikan.
Chu Kai diam-diam tersenyum samar. Dia tahu bahwa Wei Zhang Zihan penasaran dengannya, namun melihat sosok ini tidak mengungkit hal itu lebih jauh membuatnya merasa lega. Wei Zhang Zihan cukup pengertian terhadap setiap keputusannya.
Tidak perlu waktu lama bagi kedua orang itu untuk mengetahui letak lubang dimensi sehingga mereka bisa keluar dari tempat ini. Hanya saja saat semakin dekat, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
__ADS_1
Tanah yang dipijak Wei Zhang Zihan dan Chu Kai runtuh. Mereka terlambat merespon sehingga terperosok ke dalam lubang yang sangat dalam. Dan bersamaan dengan kejadian itu, Zhi Mei yang merupakan anggota Sekte Bulan Mati tersentak kala mengetahui bahwa dua rekannya telah dihabisi.
Zhi Mei adalah seorang remaja perempuan dan selalu membawa boneka kain bersamanya. Ia saat ini berada di sebuah lokasi yang nampak bagaikan padang pasir. Ada banyak kultivator yang sedang melawan monster ular dengan mulut seperti lintah, bahkan sudah ada empat orang pendekar yang tewas karena kurang waspada dengan serangan monster tersebut.
Zhi Mei memperhatikan boneka kain di tangan kanannya yang mengeluarkan suara nyaring dan itu merupakan pertanda kematian anggota Sekte Bulan Mati yang datang bersamanya.
Mata boneka itu berkilat dan mengeluarkan energi spiritual. Zhi Mei tersentak saat mulai mendapatkan penglihatan tentang kejadian di mana teman-temannya tewas, bahkan yang terburuk adalah Nalan Shu juga tertangkap.
"Tidak bisa dipercaya..." Zhi Mei menundukkan kepalanya dan tangan yang memegang boneka kain nampak gemetar.
"Tidak mungkin... Mereka tidak mungkin mati... Tidak bisa seperti ini.. Mereka seharusnya tidak terkalahkan. Kurang ajar!" warna mata Zhi Mei berubah hitam sepenuhnya. Ia pun menatap ke arah monster yang sedang di hadapi oleh para pendekar dan mata makhluk raksasa itu nampak berkilat.
!!!
"Apa yang terjadi?!"
"Monster itu berubah..!"
"Hati-hati...! Semuanya waspada..!!"
Seruan beberapa pendekar terdengar. Mereka sebelumnya sudah bekerja sama untuk bisa menghabisi makhluk raksasa tersebut, namun di saat hampir berhasil---entah bagaimana makhluk ini mengalami perubahan yang aneh. Seakan-akan monster yang mereka hadapi mengalami evolusi.
"Satukan kekuatan kalian dan jangan takut..!!"
"Kita akan mengalahkannya..!"
"Ayo..!"
Zhi Mei menyaksikan bagaimana para pendekar itu melesat dengan ayunan pedang yang tanpa gentar. Dia berdiri di jarak paling jauh dan sama sekali tidak memiliki niatan untuk turun melawan monster raksasa itu. Hanya saja, dibandingkan dengan membantu para pendekar---Zhi Mei lebih menyukai jika para pendekar ini dihabisi sekarang juga.
Mata Zhi Mei terlihat menakutkan dengan warna hitam yang begitu gelap. Di saat yang sama sebuah geraman nyaring terdengar dan monster ular itu pun bergerak lebih cepat, bahkan tidak mempedulikan luka fisik yang telah diberikan oleh para pendekar ini.
Monster itu menerjang apa pun dan bahkan menggunakan pasir untuk bersembunyi, lalu saat waktunya tiba ia kembali naik ke permukaan dengan serangan mematikan. Dua orang pendekar yang sulit mendeteksi keberadaan monster itu pun terkejut dan kesulitan bergerak. Mereka kesakitan saat makhluk tersebut muncul, tepat di bawah kaki mereka dan langsung menggigit tubuh keduanya.
__ADS_1
Zhi Mei, "Lenyapkan mereka semua. Orang-orang mati akan menjadi senjata untuk mencari dan menghabisi mereka yang telah menyinggung Sekte Bulan Mati,"
******