LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
118 - Pertolongan


__ADS_3

Wei Shezi memperhatikan Xia Ling Qing dan kemudian berkedip. Dia pun tersenyum lalu berkata, "Kurasa kau sudah salah orang. Aku baru saja datang dari jauh. Ehm... Kerabat dekat Kai. Ayahnya memintaku untuk menjaga dan mengajarinya, begitulah..."


Xia Ling Qing mengerutkan kening, "Maksudmu Kai..."


"Benar, itu Kai yang kau tahu. Pemuda yang bodoh dan menyebalkan itu... Tsk, aku sendiri juga tidak percaya bisa menjadi kerabatnya." Wei Shezi merangkul lengan Xia Ling Qing dan tersenyum. Dia dengan lembut berkata, "Ada baiknya kita pergi dari sini. Kita bisa mengenal satu sama lain lebih dekat, hm?"


"..............." Xia Ling Qing masih meragukan wanita di sampingnya. Subjek ini jelas adalah seorang pendekar dengan kemampuan yang tinggi, jadi tentu ia akan merasa heran bila orang ini berkata mempunyai hubungan kekerabatan dengan sosok seperti Chu Kai.


Membahas tentang Chu Kai... Xia Ling Qing jadi mengingat bahwa saat ini kemungkinan besar pemuda itu dan Wei Zhang Zihan masih ada di dalam dimensi makam. Ini karena sudah cukup lama ia menunggu, dan kedua pemuda itu belum juga menemuinya.


Xia Ling Qing tidak tahu bahwa saat ini Wei Zhang Zihan sedang dalam situasi yang sulit sebab harus menghadapi mayat-mayat hidup. Bahkan pendekar yang bersamanya terlihat begitu kewalahan dan sampai ada salah satu pendekar yang mendapat serangan dari lima mayat hidup sekaligus.


Tubuh pendekar itu tertusuk di bagian dada, lengan, perut, dan lehernya. Satu tebasan mengenai paha kirinya dan dengan brutal para mayat hidup itu menggerakkan pedang mereka secara kasar hingga tubuh pendekar tersebut pun terpotong menjadi beberapa bagian.


Darah memercik dan di wajah para mayat hidup itu dan membuat tampilan mereka semakin menakutkan. Pendekar yang sebelumnya begitu percaya diri menjadi pemimpin rombongan ini nampak gemetar ketakutan dan berusaha melangkah mundur.


"Hei, kau yang membawa kami ke tempat ini..! Apa yang harus dilakukan?!" seorang pendekar berseru. Dia mengedarkan pandangan ke sekitar dan memang ruangan ini hanya mempunyai satu pintu utama dan itu berada di belakang para mayat hidup tersebut.


"Kita akan terkurung dan mati di sini jika sampai tidak melakukan sesuatu. Kalian semua berpikirlah!"


"Sialan! Ini semua salah orang itu karena kita mengikuti sarannya..!"


"Cepat lakukan sesuatu, aku tidak mau mati di tempat ini..!!"


Wei Zhang Zihan memperhatikan sekelilingnya dan mendengar banyak sekali keributan. Para pendekar ini bukannya membantu, tetapi justru melimpahkan kesalahan pada orang lain. Dia pun menarik napas dan kemudian melepaskan jubah biru mudanya.


Wei Zhang Zihan melukai jari tangannya dan lantas mengukir beberapa simbol pada pakaiannya yang berwarna putih. Garis simbol itu terbuat dari darah miliknya dan hal ini membuat para pendekar yang ada di tempat itu merasa sangat terkejut.


"He-Hei?! Apa yang kau lakukan?!" seorang pria menatap Wei Zhang Zihan dan melebarkan matanya saat tahu simbol yang sedang dibuat oleh pria ini.


"Penarik roh..! Apa kau gila?!" pria itu terkejut bukan main. Simbol penarik roh adalah sebuah teknik yang sering digunakan para pendekar untuk menangkap roh jahat dan kemudian memusnahkannya.


Media untuk simbol ini biasanya sejenis bendera yang ditancapkan di beberapa tempat dan dengan bentuk yang melingkar. Simbol ini bagaikan undangan agar para roh jahat datang dan berkumpul, namun jika selama ritual ini berlangsung---tidak boleh ada manusia awam yang mendekat apalagi menyentuh media dari simbol ini atau hal buruk akan terjadi.

__ADS_1


Masalahnya Wei Zhang Zihan melakukan sesuatu yang lain. Jangankan menggunakan bendera, dia justru menggunakan dirinya sendiri sebagai media untuk menarik para mayat hidup yang jelas dalam pengaruh roh jahat ini.


"Akan kupancing mereka," Wei Zhang Zihan buka suara. "Pendekar yang tahu cara membuat segel penghalang berada di baris depan. Kalian langsung terjang dan keluar dari sini saat kuberi aba-aba,"


!!!


"Apa maksudmu-"


"Tidak ada banyak waktu. Sekarang lakukan..!" Wei Zhang Zihan mulai melesat. Para mayat hidup langsung mentargetkan dirinya dan sama sekali tidak menyerang para pendekar yang lain.


"Gawat, hei..!" salah satu pendekar masih sangat ragu bila harus meninggalkan pemuda yang pemberani itu. "Dia akan mati jika melawan semuanya sendirian,"


"Tapi kita tidak punya pilihan. Sudahlah, ayo pergi..!"


Para pendekar itu segera mengeluarkan segel penghalang dan melakukan sesuai yang Wei Zhang Zihan katakan. Mereka bergegas keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Wei Zhang Zihan sendiri yang mulai di kelilingi oleh para mayat hidup.


Teknik 12 Lingkaran Angin milik Wei Zhang Zihan hanya mampu mendorong beberapa mayat hidup sebelum mereka kembali bangkit dan lantas menyerang. Gerakan para mayat ini sangat gesit dan bahkan Wei Zhang Zihan harus menggunakan konsentrasi yang tinggi.


"Mereka tidak ada habisnya-"


"Pendekar Wei..!!"


Seseorang berseru dan langsung menerjang para mayat hidup dari belakang. Wei Zhang Zihan melebarkan matanya saat melihat lintasan cahaya dan angin kuat yang lantas membuat para mayat hidup itu terlempar ke berbagai arah.


Ada seorang pemuda yang menapak di lantai, tepat di hadapan Wei Zhang Zihan. Pendekar dari Sekte Gunung Wushi itu melihat lambaian pita hijau dan kibaran jubah hitam dan lantas mengenali subjek ini. Pemuda di depannya sekarang tidak lain adalah Chu Kai.


"Bagaimana kau bisa ada di sini?!" Wei Zhang Zihan berkata kasar, "Seharusnya kau pergi dan membawa keluar Nalan Shu dari tempat ini. Kenapa kau justru datang kemari?"


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu," Chu Kai buka suara. Dia berkata, "Pendekar Wei. Kau jangan khawatir, nona Nalan Shu kutitipkan pada seorang pendekar. Dia akan baik-baik saja,"


!!


Chu Kai memperhatikan pakaian Wei Zhang Zihan yang mempunyai banyak bekas darah dan dengan pola yang aneh. Dia mengerutkan kening dan bertanya, "Apa kau terluka?"

__ADS_1


Wei Zhang Zihan melambaikan pedangnya dan menarik napas. Dia tidak menjawab Chu Kai, tetapi justru mengajukan pertanyaan. Wei Zhang Zihan berkata, "Bagaimana kau bisa tahu aku ada di tempat ini?"


"Itu... Aku melihat ada banyak pendekar yang berlari dan kutanyakan tentang keberadaan Pendekar Wei. Salah satu dari mereka yang memberitahuku bahwa kau ada di sini, jadi aku segera bergegas kemari."


Chu Kai sebenarnya tidak berbohong, hanya saja ucapannya juga tidak sepenuhnya benar. Ini karena sebelum ia bertemu dengan para pendekar yang melarikan itu... Dia sudah lebih dulu mendengar suara para mayat hidup.


Indera pendengaran Chu Kai yang tajam mampu membedakan berbagai jenis suara, tidak terkecuali suara mayat hidup. Bahkan antara mayat hidup dengan manusia seperti Wei Zhang Zihan mempunyai suara langkah kaki yang berbeda. Dia pun segera mencari tahu asal dari suara yang didengarnya.


Wei Zhang Zihan sebenarnya ingin memarahi Chu Kai, namun situasi menyadarkannya. Saat ini para mayat hidup yang sebelumnya terlempar kini bangkit kembali dan mulai mengeluarkan suara geraman mengerikan. Wei Zhang Zihan memegang kuat pedangnya dan kemudian buka suara.


Wei Zhang Zihan menjelaskan, "Aku memakai simbol penarik roh. Ini membuat para mayat itu jadi fokus menargetkanku. Jika kau datang untuk membantu, maka bantu aku mencari tahu kelemahan mereka. Para mayat hidup itu... Bahkan saat anggota tubuhnya dipisah, anggota tubuh itu akan menyatu kembali dan mereka makin gesit menyerang."


Chu Kai memperhatikan para mayat hidup yang mulai mengambil posisi untuk datang dan menyerangnya. Ia berkedip dan tanpa nada berkata, "Pendekar Wei. Apa menurutmu... Benang tipis itu yang mengendalikan mereka?"


"Benang?" Wei Zhang Zihan mengerutkan kening. Dia sama sekali tidak melihat ada benang apa pun namun seketika itu juga ia pun tersentak dan langsung menatap Chu Kai.


Wei Zhang Zihan berujar, "Apa kau melihat ada benang yang melilit para mayat hidup itu?"


"Itu tidak seperti melilit, namun terlihat bagai energi spiritual setipis benang... Berwarna merah dan mengelilingi tubuh para mayat hidup itu."


Pengakuan Chu Kai yang dapat melihat energi spiritual apalagi merincikan warna yang ia lihat membuat Wei Zhang Zihan sangat terkejut. Ini jelas merupakan kemampuan yang tidak biasa dan sejujurnya jarang didapatkan oleh pendekar yang lain.


"Kai, apa kau bisa memotong benang spiritual itu?" Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Chu Kai menoleh ke arahnya.


Dengan ekspresi wajah yang polos, Chu Kai pun menjawab. "Aku tidak tahu, tapi kurasa aku bisa mencobanya."


Wei Zhang Zihan mengangguk pelan, "Baiklah. Kalau begitu dengarkan aku. Saat mereka mulai mendekat, targetkan satu di antara mereka dan coba potong benang spiritualnya. Aku yang akan melindungimu dari serangan sisi lainnya,"


"Aku mengerti,"


"Kalau begitu, ayo bergerak."


******

__ADS_1


__ADS_2