
Chu Kai menarik napas. Dia menunggu Diao Lin Wang menyerang lebih dahulu, tetapi tabib di hadapannya sama sekali tidak bergerak dan seolah mengharapkan dirinyalah yang bergerak.
Chu Kai mengembuskan napas. Dalam hati dia menyakinkan diri bahwa sosok di hadapannya merupakan orang yang sulit di hadapi. Dia juga menanamkan dalam hatinya bahwa Diao Lin Wang merupakan tabib yang kuat. Subjek ini pasti bisa menangkis Teknik Pernapasan Naga miliknya.
Chu Kai mengangguk pelan dan kemudian mulai menyerang. Dia memakai teknik tusukan yang diajarkan oleh Wei Zhang Zihan padanya. Sebuah lesatan serangan tercipta dari teknik tersebut.
Tang Lian yang duduk di antara penonton lainnya nampak serius ketika menyaksikan bagaimana serangan Chu Kai berhasil ditahan hanya dengan sekali kibasan kipas milik Diao Lin Wang.
Ekspresi wajah Tang Lian begitu semangat dan pemuda itu sampai berdiri kala Diao Lin Wang melesat. Tabib berwajah tampan itu bertukar serangan dengan Chu Kai dan berakhir menjadi pertarungan yang sengit.
!!
Chu Kai awalnya ragu menggunakan pedang sebab lawannya memakai kipas yang mana benda tersebut jelas bukanlah alat untuk dipakai bertarung seperti ini. Secara kasat mata, kipas merupakan objek yang rapuh dan mudah dipatahkan. Hanya saja entah mengapa di tangan Diao Lin Wang, benda biasa ini justru begitu tajam dan kuat.
Keterkejutan terlihat di wajah Chu Kai ketika lengan pakaiannya terkoyak hanya karena terkena kipas dari Diao Lin Wang. Dan bila diingat-ingat lagi.... Sebelumnya dia pun juga melawan Xue Xiaowen yang menggunakan selendang sebagai senjata.
Memikirkan semua kejadian selama ini dan orang-orang yang Chu Kai temui, pemuda itu pun memahami bahwa Dunia Pendekar tidak hanya tentang pedang, tombak, atau pun panah. Di tangan seseorang, bahkan kertas biasa pun dapat menjadi senjata mematikan.
Chu Kai menarik napas. Dia terus bergerak, meningkatkan serangannya sesuai dengan yang dia pelajari dan bimbingan Xia Ling Qing selama ini. Lawannya tidak banyak melakukan serangan balasan, justru Diao Lin Wang seolah sengaja mengambil posisi bertahan.
"Dia sedang mengujiku..." Chu Kai mengetahui tujuan dari Diao Lin Wang. Dia pun merasa tidak boleh sampai mengecewakan Tabib di hadapannya. Lagipula, kemenangan dirinya terhadap pertarungan ini akan bisa digunakan untuk menyelamatkan Xia Ling Qing.
"Teknik Pernapasan Naga... Hembusan Ringan."
!!!
Diao Lin Wang kaget dengan serangan Chu Kai yang seketika menjadi kuat. Dia yang tidak sempat memperkirakan hal ini nampak terdorong mundur. Tatapan matanya jelas mengandung rasa terkejut.
"Apa itu tadi?" Diao Lin Wang seolah tidak percaya mendapat serangan sekuat itu. Dia pun melebarkan mata ketika Chu Kai kembali menyerangnya dengan teknik tusukan yang sama seperti di awal tadi.
Diao Lin Wang menangkis serangan tersebut, namun keningnya mengerut. Kekuatan dari teknik tusukan milik Chu Kai tidak serangan aneh yang dia rasakan sebelumnya. Ini menjadi bukti bahwa sosok di hadapannya memakai dua teknik serangan.
"Taktik membuat lawan lengah dengan kekuatan serangan yang ringan sebelum menyerang tiba-tiba dengan kekuatan penuh. Apa itu yang diajarkan Sekte Gunung Wushi padamu?" Diao Lin Wang buka suara disela-sela pertarungannya.
"Aku tidak mengerti maksud Tabib Diao." Chu Kai memutar tubuh dan kali ini menggunakan kakinya untuk menyerang. Sayang sekali pergerakan tersebut terbaca sehingga Diao Lin Wang berhasil menghindarinya.
Ketika Chu Kai hendak menyerang lagi, Diao Lin Wang pun menggerakkan kipasnya dan serangan yang cukup kuat tercipta. Chu Kai yang masih belum terbiasa dengan teknik serangan lawan tidak dapat menghindar dan berakhir terpental hingga menghantam tanah.
!
Chu Kai terbatuk, organ dalamnya terasa sakit. Dia seharusnya lebih berhati-hati lagi karena menghadapi orang yang tidak sembarangan.
"Sa-sakit sekali..." Chu Kai berusaha bangun. Dia meringis dan terlihat napasnya mulai tidak beraturan.
__ADS_1
Pergerakannya dalam pertarungan tadi terlalu cepat sehingga banyak menguras tenaga. Di sisi lain, lawan sama sekali tidak nampak lelah sedikit pun. Ini aneh, tetapi Chu Kai sama sekali tidak memikirkannya terlalu jauh karena mengingat dia bertarung melawan seorang Diao Lin Wang.
"Tabib Diao..." Chu Kai buka suara, "Tolong jangan mati."
?!
Diao Lin Wang mendengar ucapan tersebut dan sebelum merespon---seketika itu juga dia merasakan tubuhnya terdorong oleh kekuatan tenaga yang besar. Dia sama sekali tidak dapat mendeteksi serangan tersebut dan kini harus berakhir terlempar hingga menghantam dinding salah satu bangunan dengan sangat keras.
Tabib Diao Lin Wang memuntahkan darah dan semua orang yang ada di tempat ini luar biasa terkejut. Tidak ada yang tidak berdiri dengan mata terbuka lebar kala menyaksikan apa yang baru saja terjadi kepada Tabib Diao Lin Wang.
"Ta-Tabib Diao..!" Chu Kai berseru. Dia berlari dan menjatuhkan pedangnya saat melihat Diao Lin Wang terjatuh. Dinding bangunan sampai mengalami retakan yang dalam dengan cetakan tubuh Diao Lin Wang.
"Tabib, kau tidak apa-apa?" Chu Kai membantu Diao Lin Wang berdiri. Kali ini bisa terlihat bahwa napas Diao Lin Wang tersengal-sengal.
"Kau..." Diao Lin Wang berusaha mengatur napasnya. Dia menggeleng, "Kau hampir saja membunuhku. Kemampuan apa itu tadi?"
!!
Chu Kai terkejut, ekspresinya khawatir. Para tamu yang ada di lantai dua sampai melesat turun termasuk Pemimpin Kota Chang'An. Mereka juga cemas dan sama sekali tidak menyangka bahwa seorang Diao Lin Wang akan terkena serangan semenakutkan tadi.
"Tabib Diao, biar saya bantu."
"Tidak perlu," Diao Lin Wang menolak kala lengannya hendak dipegang oleh seorang pendekar. Dia dengan sopan berkata, "Aku baik-baik saja. Ini bukan masalah,"
Diao Lin Wang hanya memegang tangan Chu Kai untuk membantunya berdiri. Dia menepuk bahu pemuda bermata hijau alami di dekatnya dan berkata, "Aku mengakuimu. Kemampuan yang kau perlihatkan... Benar-benar jauh dari perkiraanku. Kau hebat,"
Di sisi lain. Setelah mendengar ucapan Diao Lin Wang, para pendekar termasuk tamu undangan dan Pemimpin Kota Chang'An langsung memusatkan perhatian pada Chu Kai. Di hari itu juga, kabar tentang kemampuan hebat dan misterius Pendekar Naga menyebar hingga ke seluruh kota. Bahkan mungkin tidak akan butuh waktu lama sampai kabar ini juga akan terdengar di wilayah lainnya.
*
*
Di dalam sebuah ruangan, Chu Kai nampak cemas dan terus menatap ke arah Diao Lin Wang yang saat ini sedang duduk bersila sambil menutup mata. Pria berpakaian serba putih itu entah melakukan apa, Chu Kai sama sekali tidak tahu.
"Setelah membawanya kemari.. Tabib langsung duduk di tempat tidur dengan posisi seperti itu. Bukankah dia harusnya berbaring? Apa... Aku harus memanggil orang untuk mengobatinya?"
Chu Kai sudah beberapa kali berjalan mondar-mandir sambil terus menatap ke arah Diao Lin Wang. Subjek di hadapannya menolak untuk diantar oleh Pemimpin Kota Chang'An ke ruangan ini, bahkan meminta agar pemimpin kota tidak membawa orang lain masuk ke kamar ini. Satu-satunya yang menjaga pemuda tampan tersebut tidak lain adalah Chu Kai.
Tabib Diao Lin Wang mengembuskan napas dan mulai membuka mata. Chu Kai tersentak dan bergegas mendekat. Pria bermata hijau alami itu masih terlihat cemas.
"Tabib Diao, apa kau baik-baik saja?" Chu Kai bertanya.
Diao Lin Wang memperhatikan pemuda di depannya dengan saksama sebelum dengan senyuman berkata, "Aku sudah membaik. Kau jangan khawatir,"
__ADS_1
"Sungguh? Kau baik-baik saja? Kau tidak terluka?"
Diao Lin Wang mengangguk pelan. Dia tersenyum lembut dan melihat ini membuat Chu Kai akhirnya dapat mengembuskan napas lega.
"Sebenarnya... Teknik apa yang kau gunakan?" Diao Lin Wang buka suara, "Aku tidak merasa lengah dengan pertarungan kita tadi. Tapi aku benar-benar heran bagaimana aku bisa tidak menyadari seranganmu?"
Diao Lin Wang menggumam, "Itu juga adalah serangan yang kuat. Jika saja bukan karena praktik kultivasi dan tenaga dalam yang aku gunakan di saat-saat terakhir sebelum menghantam dinding... Aku benar-benar bisa langsung berpindah tempat ke alam baka."
".................." Chu Kai menurunkan pandangan. Dia sudah memperkirakan akan ditanyai seperti ini oleh Diao Lin Wang.
Chu Kai menarik napas dan dengan nada pelan berkata, "Jujur saja... Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskan ini pada Tabib Diao. Aku belajar dari... Dari Pendekar Xia Ling Qing dan Pendekar Wei Zhang Zihan."
Diao Lin Wang mengerutkan kening. Chu Kai pun menjelaskan, "Aku belum banyak belajar tentang penggunaan tenaga dalam atau yang lainnya dari para guru di Sekte Gunung Wushi. Bahkan di saat aku masih mempelajari materi tentang tingkat kultivasi... Aku langsung mendapat misi untuk menemani Pendekar Wei Zhang Zihan."
Chu Kai berkata, "Aku yang belum bisa apa-apa pun harus melawan siluman laba-laba di Kota Bai Nang. Dan tidak lama setelah itu... Muncul kekacauan di Kota Lianyi dan Sekte Gunung Wushi."
Chu Kai menelan ludah dan berkata, "Pendekar Wei Zhang Zihan yang selama ini membimbing dan melatihku caranya memakai pedang. Aku sama sekali tidak tahu teknik apa yang dia ajarkan. Tidak ada penjelasannya juga. Dia membimbingku dalam perjalanan ke kota ini,"
"Lalu Pendekar Xia Ling Qing juga ikut dengan baik hati meluangkan waktunya dan memberi beberapa arahan padaku. Yaah... Caranya melatih memang sedikit kasar dan memaksa, tapi aku tahu dia melakukan itu juga demi keselamatanku." Chu Kai mengembuskan napas, "Entah Pendekar Wei Zhang Zihan dan Pendekar Xia Ling Qing... Keduanya tidak banyak bicara, jadi aku tidak tahu jenis teknik serangan yang kugunakan."
"................." Diao Lin Wang menarik napas dan mengangguk pelan, "Kau dibimbing langsung oleh dua orang Pendekar Suci dan hari ini setelah membuktikannya sendiri... Aku tahu bahwa mereka pun sudah mengalami peningkatkan yang besar."
Chu Kai mengangguk pelan. Dalam hati dia mengembuskan napas lega karena penjelasan yang dia berikan bisa diterima oleh Diao Lin Wang. Walau demikian, dalam hati dia tetap mengucapkan maaf pada Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing. Dia memanfaatkan nama kedua Pendekar Suci ini untuk menyembunyikan Teknik Pernapasan Naga.
Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan memang sangat dikenal oleh Diao Lin Wang. Dalam hati dia merasa bangga sebab kedua pendekar suci itu telah berhasil membimbing Chu Kai yang notabenenya adalah orang biasa menjadi cukup layak menerima gelar Pendekar Naga.
"Aku merasa puas dengan hasil hari ini," Diao Lin Wang tersenyum. Dia pun berkata, "Nah. Seperti yang sudah dijanjikan, aku kalah dan aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Sekarang katakan apa yang kau inginkan?"
Chu Kai menatap sosok di hadapannya dan berkata dengan pasti, "Tolong sembuhkan racun dingin yang ada di dalam diri nona Xia Ling Qing."
Diao Lin Wang tertegun, pandangannya sedikit turun sebelum mulai menjelaskan. Diao Lin Wang berkata, "Racun Dingin merupakan satu dari tujuh racun mematikan yang ada di Dataran Tengah. Racun ini rumit dan sejujurnya misterius,"
"Apa... Maksudnya?"
"Racun Dingin sama sekali tidak mengganggu praktik kultivasi seseorang. Xia Ling Qing masih bisa bertarung bahkan menggunakan tenaga dalamnya untuk menyerang. Dia akan terlihat seperti biasa dan memang racun dingin tidak mengganggu seperti racun jenis lain yang mempunyai tanda di kulit atau keluhan di bagian tubuh tertentu,"
Chu Kai memikirkan penjelasan Diao Lin Wang dan kemudian menatap subjek ini. Dia pun bertanya, "Tapi bukankah Racun Dingin adalah satu dari tujuh racun terkuat? Bagaimana bisa... Tidak ada keluhan apa pun pada penderitanya?"
"Aku belum selesai." Diao Lin Wang berkata, "Satu-satunya kondisi yang bisa memunculkan efek racun dingin adalah hujan. Hanya di saat hujan turun, racun dingin akan mulai bereaksi. Siapa pun yang terkena racun ini... Akan mengalami rasa sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Beberapa orang mengatakan rasanya seperti dikuliti hidup-hidup dengan pisau yang bilahnya dimasukkan ke dalam api. Lainnya justru bagaikan dihujani sembilu yang teramat dingin,"
Chu Kai entah sejak kapan menahan napas. Dia bahkan kesulitan menelan ludah. Suaranya bergetar saat berkata, "La-lantas bagaimana cara mengobatinya?"
".................." Diao Lin Wang mengembuskan napas dan menggeleng pelan, "Sayang sekali aku tidak bisa menyembuhkan seseorang yang terkena racun dingin."
__ADS_1
!!
******