
Pendekar dan warga kota yang sebelumnya mengejar anak laki-laki yang dibawa oleh Wei Zhang Zihan terlihat terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka seseorang akan datang dan langsung melakukan serangan.
Masalahnya, itu bukan serangan biasa sebab sosok di hadapan mereka menebas anggota tubuh seorang pria dan tanpa ragu memenggal kepala lawannya. Semua orang bahkan belum sempat bereaksi, kejadian itu berlangsung begitu cepat.
"Apa yang terjadi?!"
"Kau!"
"Perhatikan!" Chu Kai berseru. Napasnya terengah-engah dengan pandangan yang lurus menatap sosok pria yang kini terbaring tidak bernyawa di hadapannya.
Warga kota dan pendekar yang mengikuti arah pandangan Chu Kai mulai melebarkan mata mereka. Rasanya seolah kejutan datang secara bertubi-tubi. Pria yang sebelumnya diserang hingga tidak bernyawa kini nampak menggeliat di tanah dan memperlihatkan wujudnya.
Wajah pria itu berubah menjadi sangat pucat dan dengan mata yang berwarna serba putih. Ada urat-urat tipis kehitaman yang terbentuk di wajahnya dan mulut pria itu mengeluarkan darah.
Tampilannya berubah mengerikan, apalagi saat kedua tangannya bergerak terpatah-patah dan dengan kuku jari tangan yang tajam. Ada salah satu pendekar di antara warga yang mengenali gejala tersebut dan tanpa basa-basi langsung menyerang serta menebas tubuh pria itu. Darah memercik dan sedikit mengenai pakaian Chu Kai.
"Kalian mengejar sesuatu tanpa tahu bahwa di antara kalian ada orang mati," Chu Kai masih menenangkan debaran jantungnya. Dia pun menunjuk pria yang telah tewas tertebas di tanah dan berkata, "Orang ini... Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, tetapi jelas dia bukan manusia."
"Dia mutan," pendekar yang melakukan tebasan terakhir itu buka suara dan membuat Chu Kai tersentak. Dia berkata, "Manusia yang tidak tewas karena digigit oleh Binatang Iblis akan menjadi mutan. Mereka sudah mati, tetapi tidak sepenuhnya mati. Mereka masih dapat menjalani kehidupannya seperti biasa, tetapi juga berbeda di saat yang bersamaan. Bisa dibilang, mutan lebih berbahaya karena tidak bisa dideteksi dan tidak ada yang tahu kapan mereka menjadi liar serta menyerang manusia."
Pendekar pengelana itu menatap ke arah Chu Kai dan kembali bicara, "Aku mengatakan bahwa mutan tidak bisa dideteksi. Lantas bagaimana kau bisa mengenalinya? Siapa.. Kau ini?"
Chu Kai tersentak mendengar pertanyaan yang tiba-tiba tersebut. Dia berkedip dan kemudian mulai buka suara. Chu Kai berkata, "Aku... Aku adalah..."
"Tunggu dulu," seseorang mendekat dan sambil menyipitkan mata, dia pun memperhatikan pria di hadapannya.
"Kau ini..." pria itu mengusap pelan dagunya dan berkedip. Dia pun terperangah dan lantas menunjuk Chu Kai, "Bukankah kau yang terkenal itu?! Pendekar Naga dari Sekte Gunung Wushi..!"
"Benarkah?!"
!!
Semua orang tersentak, termasuk Chu Kai sendiri. Pria bermata hijau alami itu berkedip dan menunjuk dirinya sendiri. Dia pun berkata, "Aku..? Pendekar Naga?"
__ADS_1
"Aiya! Tentu saja, memang siapa lagi? Yang kudengar bahwa Pendekar Naga dari Sekte Gunung Wushi mempunyai mata berwarna hijau alami dan wajah yang tidak biasa. Itu pasti kau, kan?"
Chu Kai berkedip beberapa kali dan kemudian melambaikan tangan, "Tuan. Bagaimana bisa itu aku? Aku hanya... Hanya pengelana biasa. Aku..."
Chu Kai berpikir dan kemudian berkata, "Aku berburu siluman. Yah! Aku adalah... Pengikut kuil yang berburu siluman. Bagaimana bisa kau salah mengenali orang?"
Chu Kai tertawa getir dan berkata, "Bagaimana bisa Pendekar Naga ada di tempat ini. Dan apakah kau melihat baik-baik penampilanku? Apa mereka yang berada di Sekte Gunung Wushi memakai pakaian seperti ini?"
!!
Pria itu tersentak. Dia berkedip sebelum akhirnya mengangguk pelan, "Benar juga. Itu bukan pakaian Sekte Gunung Wushi. Aku rasa... Aku memang salah mengenali orang,"
"Hei, kau sebenarnya berniat membohongi siapa?" salah satu pendekar menepuk bahu Chu Kai. Dia berkata, "Di tanganmu adalah pedang dari Sekte Gunung Wushi. Dan bukan hanya itu saja... Pusaka yang kau pegang merupakan Pedang Wǎnshàng milik Pendekar Suci Wei Zhang Zihan."
!!!
Chu Kai terkejut dan spontan melihat pedang yang dipegangnya. Dalam hati dia merutuki diri sendiri sebab mengabaikan detail sekecil ini, sekarang sulit baginya untuk berpura-pura dan menyembunyikan identitasnya di depan orang-orang ini.
"Apa?" Chu Kai berkedip, "Kenapa aku harus menyembunyikan seseorang?"
"Kau pasti bekerjasama dengan Pendekar Wei Zhang Zihan dan menyelamatkan siluman itu. Di mana mereka sekarang..!" pria tersebut menghunuskan golok yang selalu dia pakai untuk memotong daging ke arah Chu Kai.
Semua orang mengambil jarak, menghunuskan setiap senjata mereka ke arah pemuda bermata hijau alami itu. Chu Kai tentu saja terkejut dengan situasi yang sudah jelas buruk jika dilihat dari sudut pandangnya.
"Seorang Pendekar Naga seharusnya tidak melindungi jenis siluman. Tapi jika mengingat bahwa kau berasal dari Sekte Gunung Wushi, maka hal ini bukanlah mustahil. Pendekar Suci seperti Wei Zhang Zihan saja berani melakukan tindakan tercela ini, apalagi seseorang seperti dirimu."
"Jaga ucapanmu, Tuan." Chu Kai buka suara. Nadanya ketus saat berkata, "Pendekar Wei Zhang Zihan tidak melakukan hal yang tercela. Pasti ada alasan kenapa dia berbuat demikian, aku percaya padanya."
"Tentu saja karena kau bagian dari Sekte Gunung Wushi..!" salah seorang berseru, "Apa kau tahu. Siluman adalah makhluk jahat dan berbahaya bagi manusia. Memusnahkannya merupakan hal yang wajar agar tidak ada manusia yang mati dan menjadi korban. Tetapi Pendekar Suci Wei Zhang Zihan itu... Justru menolong siluman."
"Pendekar Suci Wei Zhang Zihan pasti ada di dalam kuil itu..!" seseorang buka suara dan membuat Chu Kai terkejut.
"Kalian tidak bisa masuk!" Chu Kai mencegah dengan menghunuskan pedangnya. Dia pun berkata, "Itu adalah kuil. Meski sudah tua dan tidak lagi dikunjungi orang-orang, tetap saja kalian tidak bisa berbuat sembarangan."
__ADS_1
"Hmph," salah satu pendekar mendengus dan berkata, "Mungkin orang-orang terkesan dengan identitasmu sebagai Pendekar Naga. Tapi tidak denganku, jadi menyingkirlah sebelum aku lupa dan justru melukaimu."
Chu Kai baru saja akan bicara ketika seseorang tiba-tiba berseru dan menunjuk ke atas. Orang itu menyerukan nama Wei Zhang Zihan dan membuat Chu Kai spontan berbalik sebelum menengadahkan kepalanya.
!!
Wei Zhang Zihan berdiri di atas sebuah batu besar dan dengan jubah biru muda yang nampak berkibar. Dua orang pendekar segera melesat dan langsung menyerang pria itu hingga membuat Chu Kai melebarkan matanya.
"Berhenti..! Kalian tidak bisa seperti ini..!" Chu Kai berseru, namun tidak ada yang mendengar seruannya tersebut termasuk Wei Zhang Zihan. Tidak hanya itu, beberapa orang kini bergegas dan justru menyerang dirinya.
!!!
Chu Kai tidak punya pilihan selain bertarung menghadapi orang-orang yang marah ini. Dia menggunakan pedang milik Wei Zhang Zihan dan menangkis setiap serangan yang datang. Chu Kai bahkan menggunakan tendangan walau sebenarnya dia tidak berniat melukai orang-orang ini.
Di sisi lain, Wei Zhang Zihan bertarung melawan tiga orang pendekar yang masing-masing di antara mereka berasal dari tempat berbeda. Gerakan berpedang ketiga lawannya tidak sama sehingga membuat Wei Zhang Zihan harus lebih berhati-hati.
"Sebaiknya kau katakan di mana kau sembunyikan siluman itu..!" seorang pendekar membentak. Dia menggunakan tendangan dan gerakannya berhasil dihindari oleh Wei Zhang Zihan.
"Makhluk yang kalian anggap siluman itu hanyalah anak kecil. Dia adalah manusia,"
"Tidak mungkin ada manusia dengan penampilan yang seperti itu..!"
"Sebaiknya kau katakan saja, Pendekar Wei. Untuk apa kau melindungi siluman itu, kau jelas sedang merusak namamu sendiri dan juga merendahkan sektemu."
Wei Zhang Zihan menarik pedangnya yang lain dan secara bersamaan dirinya menahan tebasan salah seorang pendekar. Benturan pedang terdengar sangat keras, bahkan sampai menciptakan percikan api.
Umumnya seorang pendekar selalu membawa dua senjata. Tentu saja ini berlaku untuk mereka yang belum mempunyai Pusaka Suci, termasuk Wei Zhang Zihan.
Wǎnshàng memang terkenal sebagai pedang milik Wei Zhang Zihan, tetapi senjata tersebut bukan dari jenis Pusaka Suci. Wǎnshàng hanyalah pedang Tingkat Tinggi yang Wei Zhang Zihan dapatkan setelah menjadi Pendekar Suci.
Wǎnshàng ada di tangan Chu Kai sekarang ini dan untuk Wei Zhang Zihan---dia memakai pedang pusaka Tingkat Menengah. Sama sekali tidak mempunyai keistimewaan, tetapi cukup bisa digunakan untuk menghadapi tiga pendekar asing ini.
******
__ADS_1