LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
116 - Firasat


__ADS_3

"Kita... Akan ke mana setelah ini?" Chu Kai buka suara. Dia memperhatikan sekitarnya dan hanya melihat lorong membentang jauh di hadapannya, sama sekali tidak terlihat ujung.


"Xian Shu lewat sini sebelumnya, Pendekar Naga Chu Kai tidak perlu khawatir." Ling Xian Shu berujar pelan.


"Aku percaya dengan Nona Ling," Chu Kai tersenyum sebelum akhirnya menatap ke arah Wei Zhang Zihan. Dia melihat ekspresi wajah pemuda itu dan kemudian mengerutkan kening.


"Pendekar Wei, kau terlihat memikirkan sesuatu. Ada masalah apa?" Chu Kai bertanya.


"Rasanya... Kita seperti melupakan sesuatu..." Wei Zhang Zihan menyentuh dagunya dan nampak berpikir apa yang sudah ia lupakan. Dia merasa bahwa ini adalah hal penting, tetapi entah apa itu.


Chu Kai menyilangkan tangan dan juga ikut berpikir. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan kemudian berkata, "Kurasa tidak ada. Memang apa yang-!"


Chu Kai dan Wei Zhang Zihan tersentak secara bersamaan. Kedua pemuda itu langsung saling memandang seolah telah mengingat bahwa mereka memang sudah melupakan sesuatu.


"Nalan Shu!"


Ling Xian Shu berbalik mendengar seruan kedua pemuda di belakangnya. Dia berkedip sebelum akhirnya teringat pada anak perempuan yang kemungkinan besar masih ada di ruangan tempat naga itu berada.


"Astaga... Bagaimana Pendekar Nalan Shu bisa dilupakan?!" Chu Kai menepuk dahinya dan kemudian berkata. "Pendekar Wei dan Nona Ling tunggu di sini saja. Aku akan segera kembali dan membawa pendekar Nalan Shu,"


Chu Kai segera berlari. Dia kembali berseru, "Jangan tinggalkan aku..! Kalian tunggu di sana. Aku pasti segera kembali..!"


*


*


"Mengagumkan, bagaimana bisa pendekar Nalan Shu dilupakan. Aduuh..." Chu Kai terlihat menepuk-nepuk dahinya. Dia sudah berada di dalam ruangan sebelumnya dan melihat sosok Nalan Shu yang masih terbaring dengan tubuh terikat.


"Kasihan sekali..." Chu Kai menghela napas sebelum berjalan mendekat. Dia menatap Nalan Shu yang sudah sadarkan diri, namun gadis sama sekali tidak bicara dan hanya memandang lurus dengan tatapan kosong.


"Pendekar Nalan, harusnya kau bisa bicara. Karenamu... Kau jadi ditinggal seperti ini," Chu Kai menggeleng pelan dan kemudian mulai menggendong Nalan Shu. Dia pun keluar dari ruangan itu dan pergi ke tempat di mana Wei Zhang Zihan serta Ling Xian Shu menunggu.


Beruntung Chu Kai yang mengajukan diri untuk membawa Nalan Shu. Jika tidak, orang lain akan melihat ruangan ini yang sudah tidak mempunyai gunungan keping emas lagi dan bahkan bangkai naga klan kuno itu pun juga tidak ada.


Nalan Shu yang tidak terhisap ke dalam gulungan milik Chu Kai sebelumnya adalah karena pusaka itu hanya mampu menyimpan benda mati. Nalan Shu yang merupakan manusia dan makhluk yang hidup tentu saja tidak akan terhisap masuk ke dalam gulungan.

__ADS_1


Di sisi lain, meskipun Nalan Shu melihat jelas sebuah gulungan yang tiba-tiba terbentuk di udara dan menyerap harta berharga di ruangan ini... Gadis itu tetap saja tidak dapat berkata apa-apa. Pemikirannya saat ini sedang kosong dan seolah seseorang sudah mengubahnya menjadi layaknya boneka.


"Sebenarnya apa yang sudah dilakukan oleh Sekte Bulan Mati kepadanya," Chu Kai menatap Nalan Shu dan bernapas pelan. "Gadis kecil ini tidak bicara sejak tadi dan itu membuatku sangat khawatir,"


"Kau sudah datang," Wei Zhang Zihan melihat Chu Kai berjalan ke arahnya. Dia pun berkata, "Bagaimana keadaannya? Apa Nalan Shu baik-baik saja?"


"Mn, tidak ada luka yang serius tapi Pendekar Nalan Shu tidak mau bicara. Pandangannya kosong dan sejujurnya itu membuatku tidak nyaman," Chu Kai berkata. "Meski dia tidak terluka, tapi kondisinya bisa dibilang juga tidak baik-baik saja."


"Biar Xian Shu yang memeriksanya," Ling Xian Shu mendekat. Dia menyentuh leher Nalan Shu dan mengalirkan sedikit dari energi spiritual miliknya.


Kening Ling Xian Shu mengerut. Dia pun berkata, "Tali ini mengunci energi spiritualnya dan juga mencegah energi spiritual milik Xian Shu untuk memeriksanya. Talinya harus dilepas lebih dahulu,"


"Aku yang mengikatnya seperti itu," Wei Zhang Zihan buka suara. Nadanya datar saat ia berkata, "Jika ikatannya dilepas... Nalan Shu akan memberontak dan menyerang kita dengan niatan membunuh."


"Itu benar," Chu Kai mengangguk setuju. "Meski terlihat seperti anak perempuan, tetapi Nona Nalan Shu adalah pendekar dengan gerakan yang sangat gesit. Dia benar-benar menjadi musuh yang merepotkan apalagi dia juga tidak mengenali siapa pun,"


Ling Xian Shu memperhatikan gadis yang ada di gendongan Chu Kai dan berkata, "Apa yang sebenarnya terjadi dengannya?"


Chu Kai menatap Ling Xian Shu dan ingat bahwa gadis berambut putih ini tidak tahu apa pun tentang bagaimana Nalan Shu bisa seperti ini. Ia pun menjelaskan, "Pendekar Nalan Shu pernah diculik oleh anggota Sekte Bulan Mati dan kami bertemu dengannya baru-baru ini. Hanya saja, Pendekar Nalan Shu sama sekali tidak mengenal siapa pun dan justru menyerang kami,"


Chu Kai mengangguk pelan. Dia menggendong Nalan Shu dan bersama dengan Wei Zhang Zihan... Keduanya pun mengikuti Ling Xian Shu hingga tiba di sebuah tempat dengan lubang dimensi. Mereka memasuki lubang dimensi itu dan muncul di ruangan lain yang masih dalam bagian makam kuno, hanya sekarang saat ini terdengar cukup banyak suara.


Chu Kai mengedarkan pandangan ke sekitar dan kemudian buka suara. "Di mana nona Xia Ling Qing?"


"Kita tidak datang dari ruangan ini. Ling Qing'Er kemungkinan berada di ruangan lain," Wei Zhang Zihan menjawab.


"Pendekar Wei, kau mendengarnya?" Chu Kai berkata. "Ada banyak sekali suara benturan senjata,"


"Mn, sepertinya sedang ada pertarungan. Ayo pergi dan lihat,"


"Awas!" Ling Xian Shu berseru dan membuat Chu Kai serta Wei Zhang Zihan langsung melompat. Bersamaan dengan hal itu, sebuah serangan datang di antara mereka dan melibas langit-langit ruangan.


!!!


Langit-langit ruangan tersebut langsung runtuh. Chu Kai yang melompat ke sisi lain dan berlawanan arah dengan Ling Xian Shu pun harus terpisah. Mereka dan gadis berambut putih itu dipisahkan oleh reruntuhan langit-langit tempat ini.

__ADS_1


"Nona Ling, apa Anda baik-baik saja?!" Chu Kai berseru. Dia cemas dan berusaha mencari jalan yang lain.


"Pendekar Naga Chu Kai jangan cemas, Xian Shu tidak apa-apa. Kita akan bertemu lagi,"


"Dia mencari jalan keluar, kita juga sebaiknya mencari jalan yang lain." Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Chu Kai menatapnya.


"Pendekar Wei," Chu Kai buka suara. "Apa lebih baik kita hancurkan saja dindingnya?"


"Perhatikan itu,"


Chu Kai mengikuti arah tatapan mata Wei Zhang Zihan dan terkejut. Tidak jauh di depannya... Terlihat beberapa pendekar yang sedang bertarung dengan pendekar yang lain.


Chu Kai memperhatikannya dengan saksama dan tercengang. Penampilan beberapa pendekar itu nampak berbeda, pakaian kotor dengan banyak bekas sayatan dan kulit para pendekar tersebut pun begitu pucat.


Chu Kai menahan napas saat melihat wajah beberapa pendekar yang sangat mengerikan, bahkan ada di antara mereka yang memiliki leher dalam keadaan nyaris terputus namun masih mampu bergerak.


"Pe-Pendekar Wei..." Chu Kai menelan ludah. Detakan jantungnya berpacu sangat kencang, dia bahkan kesulitan untuk sekadar menoleh ke arah Wei Zhang Zihan.


"Mereka mayat hidup," Wei Zhang Zihan menarik pedangnya dan lantas menatap Chu Kai. Dia berujar, "Kau bawa Nalan Shu dan cari Ling Qing'Er. Pergilah dari tempat ini sesegera mungkin,"


"Tapi bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendirian--Pendekar Wei..!" Chu Kai berseru saat Wei Zhang Zihan tiba-tiba melesat dan masuk dalam pertempuran yang terjadi. Dia melihat bagaimana pendekar dari Sekte Gunung Wushi itu menyelamatkan seorang pria yang hampir tertebas.


Kedatangan Wei Zhang Zihan membuat kondisi para pendekar itu sedikit menguntungkan. Chu Kai memegang kuat Nalan Shu yang ada di gendongannya sebelum memperhatikan pertarungan Wei Zhang Zihan.


Dia baru akan melangkah pergi saat Nalan Shu yang ada di gendongannya mengeluarkan suara geraman. Gadis kecil ini menggertakkan giginya dan seolah hendak melepaskan ikatan yang membelenggunya.


"Pendekar Nalan..!" Chu Kai tersentak. Dia baru akan bicara saat melihat ada energi spiritual yang tipis selayaknya benang berwarna hitam dan hendak mengelilingi tubuh Nalan Shu.


Kemampuan Chu Kai yang mampu melihat warna energi spiritual ini pun membuat pemuda itu mencoba mencari tahu asal dari benang spiritual itu. Pandangannya pun tertuju pada para pendekar yang telah menjadi mayat hidup tersebut dan menemukan energi spiritual yang serupa.


"Apa mungkin masih ada anggota Sekte Bulan Mati di tempat ini?" Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Dia tidak pernah meragukan firasatnya dan kemungkinan ini benar, bahwa masih ada anggota Sekte Bulan Mati dan itu adalah sosok yang sudah mengubah Nalan Shu.


!!


******

__ADS_1


__ADS_2