Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 103 — Tiba di Pelabuhan


__ADS_3

Dalam perjalanan kali ini Zhou Yuan tidak memulai perjalanannya sendiri melainkan bersama dengan dua gadis, ketiganya melakukan perjalanan bersama dengan menaiki kuda.


Awalnya Zhou Yuan berpikir Huang Li dan Qiyao akan merasa takut jika terus bersamanya mengingat mereka telah menyaksikan aksi pembantaian nya pada organisasi Semut Hitam namun ternyata dugaannya salah.


Huang Li seperti sudah melupakan kejadian tersebut, ia masih bersikap formal padanya sementara Qiyao tetap lahap ketika makan.


Dua hari setelah meninggalkan Kota Shena, rombongan ketiganya tiba di sebuah pelabuhan besar. Pelabuhan itu tampak aktif dan ramai dengan begitu banyak orang berlalu lalang.


Kapal-kapal berbaris di pelabuhan tersebut, Zhou Yuan mengamati beberapa saat dan menemukan rata-rata pengunjung di sana adalah para pedagang yang sedang berpergian.


Selain pedagang ada juga para pendekar yang sepertinya mengawal pedagang tersebut sementara para awak kapal sibuk membawa barang dagangan mereka ke atas kapal.


"Aku akan mencari kapal terlebih dahulu, kalian berdua tunggu disini." Zhou Yuan meninggalkan Huang Li dan Qiyao lalu menuju kerumunan pelabuhan.


Zhou Yuan menghampiri salah satu awak kapal dan menanyakan kapal yang sedang menuju Ibukota, biarpun kapal di pelabuhan ini banyak tetapi tujuan mereka berbeda-beda.


"Kau terlambat beberapa jam lalu, kapal yang biasa narik ke sana sudah berangkat saat tadi pagi." Jawab awak kapal itu.


"Apakah tidak ada kapal lain yang akan berangkat ke sana?"


"Sebenarnya ada tapi mereka adalah kapal-kapal kecil, tak bisa memuat dirimu."


Zhou Yuan saat ini menempuh perjalanan bersama kudanya, kalau dirinya ingin berpergian melalui jalur perairan maka harus menggunakan kapal yang lebih besar agar kuda mereka juga bisa ikut.


Awak kapal menjelaskan mungkin ada kapal berukuran sedang yang akan menuju kemari tapi mereka akan tiba besok lusa. Zhou Yuan menolak hal tersebut karena dirinya tidak bisa menunggu selama itu.


"Sebenarnya ada satu kapal lagi di pelabuhan ini yang menuju Ibukota tapi kapal itu sangat besar dibandingkan yang lain serta harga untuk naiknya sangat mahal. Aku ragu kau bisa membayarnya..." Awak kapal itu melirik Zhou Yuan yang terlihat masih muda, merasa ragu ia bisa mempunyai banyak uang pikirnya.

__ADS_1


"Tidak masalah, dimana kapal itu?" Zhou Yuan tersenyum tipis, tentu ia mengerti tatapan awak kapal itu.


"Seharusnya tidak lama lagi mereka akan berlabuh... Ah, itu dia kapalnya."


Zhou Yuan menoleh ke arah yang ditunjuk tersebut lalu menemukan sebuah kapal yang besar sesuai yang dikatakan awak kapal. Dari segi penampilan luarnya tampak jelas sekali kapal itu bukanlah kapal biasa, terkesan kokoh, mahal, serta megah.


Zhou Yuan menunggu kapal besar itu berlabuh dengan sempurna, baru ketika pemilik kapal bersama awak-awaknya keluar Zhou Yuan menghampirinya.


"Aku ingin menaiki kapalmu, berapa biayanya?" Zhou Yuan bertanya pada pemilik kapal besar tersebut.


Pemilik Kapal mengerutkan dahi, "Anak muda, apa kau yakin ingin naik kapalku?"


Zhou Yuan mengangguk, "aku membutuhkan jasamu agar bisa menuju Ibukota sementara tidak ada kapal lain yang bisa ke sana."


"Hm, aku tidak masalah dengan itu tapi jika menaiki kapal ini biaya harganya cukup mahal, ditambah kau naik bersama kuda jadi bayarannya dua kali lipat. Satu koin emas untuk setiap penumpang. Kau mau mengambilnya?"


Zhou Yuan tak kuasa menaikan alisnya, ia tidak menduga biaya naiknya akan semahal itu.


Tidak punya banyak pilihan, Zhou Yuan memberikan enam koin emas pada Pemilik Kapal itu, ia membayar dirinya sekaligus Huang Li dan Qiyao.


"Ah, kalau begitu silahkan Tuan muda, aku akan tuntun kudamu masuk ke dalam kandang..." Pemilik kapal berubah sikap setelah melihat koin emas Zhou Yuan, ia sadar Zhou Yuan memiliki identitas yang tidak biasa mengingat di umur seperti itu sudah memiliki kepingan emas.


Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum memanggil Huang Li dan Qiyao kemari, ia lalu menjelaskan situasinya kepada mereka sebelum menaiki kapal itu.


Di atas kapal, rombongan Zhou Yuan di sambut oleh beberapa pelayan kapal, mereka mengarahkan Zhou Yuan pada kamar yang dibagikan pada setiap penumpang.


'Pantas saja kapalnya mahal, fasilitas mereka cukup memadai seperti ini..." Selain diberi kamar VIP, Zhou Yuan menemukan ada tempat rekreasi jika ingin melihat pemandangan sekitar.

__ADS_1


Kapal besar ini baru saja berlabuh sehingga membutuhkan waktu untuk berlayar kembali, setelah diberi kamar masing-masing Zhou Yuan memesan beberapa makanan dan kemudian para pelayan datang dan menghidangkan ke kamarnya.


Disaat rombongan Zhou Yuan sudah menaiki kapal, ada rombongan lain datang dan ingin menaiki kapal yang sama. Pemilik kapal segera menyambut mereka dengan hangat serta sedikit rasa hormat.


Rombongan tersebut tampak besar, selain beberapa orang yang berpakaian pelayan, ada juga dua puluh pendekar di dalamnya yang sepertinya adalah penjaga di rombongan itu.


Pemimpin rombongan itu adalah seorang gadis berumur 20 tahun, dari pembawaannya yang anggun serta memancarkan ketenangan bisa dipastikan ia bukanlah orang dari kalangan biasa.


"Nona Xi, sepertinya kita bukan satu-satunya yang menaiki kapal ini?" Salah satu pengawal gadis itu memberitahu tentang rombongan Zhou Yuan yang baru masuk sebelumnya.


"Tidak masalah, selama mereka tidak mengganggu perjalanan kita di kapal, kita biarkan mereka ikut."


"Tapi Nona Xi, bagaimana kalau mereka mengetahui identitas Nona sebenarnya?"


"Bukankah keberadaan kalian sudah terlalu mencolok bagiku, seorang gadis dijaga dua puluh pendekar?" Gadis itu tertawa kecil.


Pengawal ingin mengatakan sesuatu tetapi akhirnya berdiam, dia tidak bisa membantah karena ini adalah perintah dari pemimpin mereka.


Nona Xi yang dijaga mereka adalah Xi Jinxue, putri langsung dari pemimpin Keluarga Xi sekaligus adik kandung Xi Yan. Karena perintah orang tuanya gadis itu harus berpergian kesini.


Rombongan Xi Jinxue kemudian membayar kapal dengan kantong kulit berisi koin emas, melihat jumlah uang yang diberikan membuat mata Pemilik Kapal berbinar antusias.


"Dengan uang sebanyak ini bisakah kalian langsung berangkat sekarang?" Ucap pengawal Xi Jinxue pada Pemilik Kapal.


Pemilik kapal mengangguk buru-buru. "Tentu saja tuan, tentu, beri kami waktu sepuluh menit untuk persiapan berlayar lagi."


Biarpun mahal, pendapatan rata-rata kapal itu setiap bulannya bisa dibilang biasa saja. Ini karena hanya mereka yang berada di kaum elit saja yang biasanya menaiki kapal ini atau kalau tidak mereka adalah orang yang sangat kaya.

__ADS_1


Pemilik kapal segera memerintahkan pekerjanya untuk menjamu rombongan Xi Jinxue, selain memiliki banyak uang, Pemilik Kapal sadar bahwa Jinxue berasal dari kaum bangsawan.


Tidak mau menunggu penumpangnya lebih lama, Pemilik Kapal mulai memerintahkan yang lain agar segera mengangkat jangkar, baru mereka hendak berlayar tiba-tiba ada seorang Kakek datang dan ingin ikut bersama kapalnya.


__ADS_2