Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 217 — Gunung Tengkorak VII


__ADS_3

Zhou Yuan terkejut dengan jarum yang dilepaskan Lin Ran, jika saja indra penglihatannya tidak di tingkatkan mungkin dirinya tidak menyadari jarum tipis tersebut sedang bergerak padanya.


Zhou Yuan segera mengangkat pedangnya untuk menahan jarum tipis itu, jarum yang sama segera hancur ketika menabrak benda keras seperti pedang.


'Dia mempunyai senjata berbahaya seperti ini?!'


Zhou Yuan terkejut dengan senjata rahasia Lin Ran, ia yakin bahkan jika jarum itu tidak beracun sekalipun ia tetap mematikan dan mampu membunuh orang dengan ketajaman jarumnya.


Lin Ran kembali menembakkan jarum tipis lainnya namun kali ini jumlahnya jauh lebih banyak.


Zhou Yuan tidak mau mengambil resiko menyambut serangan itu, dia mengumpulkan tenaga pada mulutnya lalu melakukan perubahan jenis api.


"Elemental Api — Hembusan Nafas Api!"


Zhou Yuan melepaskan kobaran api yang ganas di mulutnya, warna api itu tidak seperti biasa melainkan berwarna biru.


Ketika jarum tipis itu mengenai api Zhou Yuan, mereka segera meleleh dan hilang di udara.


Mata Lin Ran melebar, teknik api biru yang digunakan Zhou Yuan mengingatkannya pada seseorang yang dia kenal.


"Kau! Siapa kau sebenarnya?!" Lin Ran tidak mungkin salah melihat, teknik api biru Zhou Yuan sangat persis dengan Jiang Qisha ketika menggunakannya.


Hanya satu keluarga di dunia persilatan yang mempunyai elemen api biru yaitu Keluarga Kekaisaran Jiang.


Zhou Yuan tidak menjawab, setelah menyemburkan cukup banyak api di mulutnya ia segera bergerak untuk mempersempit jarak antar keduanya.


"Nona Lin, kita tidak bisa mengalahkan dia sendirian, kita harus bekerjasama." Lian Zhenghua yang sudah memulihkan sebagian kondisinya, menghampiri Lin Ran yang masih terkejut.


"Aku sebenarnya mempunyai rencana rahasia, tapi butuh bantuanmu Ketua Lian." Lin Ran memandang Zhou Yuan yang terus bergerak kearahnya dengan kecepatan yang tinggi. Dia kini yakin Zhou Yuan tidak semuda yang terlihat.


Lian Zhenghua mengangguk lalu melirik para anggota Gunung Tengkorak disekitarnya yang sejak tadi hanya menonton. Dia kemudian memberi instruksi pada mereka agar menyerang Zhou Yuan.


Anggota Gunung Tengkorak menelan ludah mendapati perintah tersebut, mereka sudah cukup takut dengan kekuatan Zhou Yuan apalagi pemuda itu memancarkan aura pembunuh yang tak kalah pekat dari ketuanya.

__ADS_1


Walupun mereka ketakutan nyatanya tidak ada yang cukup berani untuk menolak perintah Lian Zhenghua, segera ratusan Anggota Gunung Tengkorak menyerbu Zhou Yuan.


Zhou Yuan mengerutkan dahi saat gerakannya untuk mendekati Lin Ran dihalangi oleh pasukan Gunung Tengkorak.


"Tidak kusangka kalian begitu kejam mengorbankan banyak orang hanya untuk kepentingan kalian..." Zhou Yuan menggelengkan kepalanya pelan.


Zhou Yuan menyadari Lin Ran dan Lian Zhenghua sedang melakukan sebuah rencana dan pasukan anggota Gunung Tengkorak hanya digunakannya sebagai mengulur waktu.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedang kusanagi, cukup besar hingga pedang itu kini memancarkan aura kegelapan yang kelam.


Tanpa pikir panjang Zhou Yuan mengayunkan pedangnya ke arah ratusan Anggota Gunung Tengkorak, dalam sekali tebasan, tiga orang diantara mereka tewas seketika di tempat.


Tanpa peduli dengan tingkatan musuhnya atau pusaka pelindung yang sedang mereka pakai, Zhou Yuan tetap mampu menghabisi mereka dalam sekali tebasan.


Dalam waktu yang relatif singkat, Zhou Yuan sudah menghabisi puluhan dari mereka. Aksi Anggota Gunung Tengkorak yang mengandalkan jumlah nyatanya tidak cukup untuk menekan pemuda itu apalagi sampai membuatnya terbunuh.


Zhou Yuan dengan ekspresi dingin terus membantai mereka, pedang kusanagi yang begitu tajam hampir menghabisi mereka dengan tubuh yang tidak utuh.


Meski sudah menjadi pembunuh yang terlatih, Lian Zhenghua sekalipun tetap memiliki sedikit keraguan ketika membunuh orang lain, sekarang di depan matanya, Zhou Yuan begitu mengerikan ketika membantai anggota Gunung Tengkorak dengan tanpa ekspresi apapun.


"Nona Lin, kita ikuti rencanamu, aku akan menyerang dia terlebih dahulu, sekarang aku tidak bisa membiarkan pemuda itu menghabisi semua anggotaku!"


Selepas berkata demikian, Lian Zhenghua segera bergerak ke arah pembantaian Zhou Yuan dan meninggalkan Lin Ran yang kini tengah mematung ditempatnya berdiri.


Lin Ran sampai menahan nafas dengan tindakan Zhou Yuan dalam menghabisi musuh-musuhnya, dikalangan para kriminal sekalipun tidak banyak yang bisa berbuat seperti pemuda itu.


Lian Zhenghua sudah berada di dekat Zhou Yuan ketika pemuda itu sedang menghabisi anggota Organisasi Gunung yang lain. Tidak membuang waktu, dia mengayunkan kedua pedangnya ke arah pemuda itu.


"Oh, kupikir kau akan menunggu semua anggotamu terbunuh terlebih dahulu, ternyata kau juga takut kehilangan mereka..." Zhou Yuan tersenyum sinis.


"Mengerahkan banyak orang untuk melawanmu hanya menjadi kesia-siaan, hanya aku yang bisa menandingimu!" Lian Zhenghua mendengus kesal sambil memberi instruksi pada anggotanya agar menjaga jarak dari Zhou Yuan.


Zhou Yuan dan Lian Zhenghua kembali bertukar serangan namun satu hal yang diluar perkiraan Zhenghua, kali ini Zhou Yuan menggunakan kekuatannya yang sesungguhnya.

__ADS_1


Lian Zhenghua hanya memberikan belasan kali serangan sebelum akhirnya posisi berubah menjadi bertahan, permainan pedang Zhou Yuan segera mendesaknya bahkan secara perlahan mulai melukainya.


Jantung Lian Zhenghua berdetak lebih cepat, melihat kemampuan Zhou Yuan yang sekarang kini pria tua itu sadar bukan tandingannya.


"Teknik Pedang Elemen — Seni Aliran Sungai!"


Zhou Yuan mengubah pola serangannya dari ayunan menjadi belasan tusukan pedang yang sangat cepat.


Zhenghua tidak siap dengan perubahan pola serangan tersebut, apalagi kecepatan pedang Zhou Yuan kini sulit dibaca olehnya.


Dalam waktu singkat Zhou Yuan berhasil memberikan luka serius pada Zhenghua hingga mengalami banyak tusukan di tubuhnya, darah segar mulai mengalir di luka tusukan itu.


Menyadari nyawanya terancam, Zhenghua mulai meminta tolong. "Nona Lin, tunggu apa lagi, cepat bantu aku!"


Zhenghua berteriak dengan kencang sampai akhirnya ia menyadari Lin Ran yang seharusnya membantunya justru sudah berbalik dan mulai melarikan diri.


Zhou Yuan tertawa kecil menyaksikan hal tersebut. "Kau sepertinya sedang berada dalam masalah besar..."


Zhenghua mengumpat berulang kali dalam hatinya, tidak menduga ia akan berakhir dengan cara seperti ini sementara Zhou Yuan mengambil kesempatan tersebut dengan terus mengayunkan pedangnya dan melukai tubuh Lian Zhenghua lebih serius.


Nafas Lian Zhenghua terputus-putus, kehabisan banyak darah membuat pandangannya menjadi kabur di tambah ia sudah mencapai batas staminanya.


Lian Zhenghua sadar berteriak atau mengumpat tidak akan mengubah apapun, ia melihat Zhou Yuan terakhir kali yang kini sudah mengangkat pedangnya untuk menghabisinya.


"Setidaknya beritahu aku namamu?"


Zhou Yuan mendengus dingin, "Tidak, kau tidak pantas untuk mati dengan tenang!"


Zhou Yuan kemudian mengayunkan pedangnya dan kali ini pemimpin Organisasi Gunung Tengkorak itu tidak dapat menghindarinya, luka lebar terukir dari bahu sampai pinggangnya.


Zhenghua kehabisan banyak darah hingga akhirnya pria tua itu menghembuskan nafas terakhirnya, sampai diakhir hayatnya Lian Zhenghua jelas masih tidak menerima kematiannya akan berakhir tragis seperti ini.


Zhou Yuan kemudian menoleh ke arah Lin Ran yang kini sudah jauh darinya sebelum Zhou Yuan menggunakan jurus pedang elemennya. "Teknik Pedang Elemen — Kegelapan Penghancur Dunia!"

__ADS_1


__ADS_2