Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 81 — Efek Samping


__ADS_3

"Apa yang kalian tunggu! Serang dia bersamaan-!" Pemimpin Bertudung menoleh ke arah bawahannya yang masih mematung di tempat.


Anggota Bertudung itu menelan ludah, mereka bisa melihat kekuatan Zhou Yuan yang sekarang telah jauh meningkat. Mereka ragu menyerang apalagi setelah melihat bagaimana ketajaman Pedang Kusanagi yang bisa memotong pusaka setingkat kelas satu.


Meski demikian mereka tetap maju menyerang Zhou Yuan bersamaan, anggota itu tidak cukup berani untuk mengabaikan perintah ketua kelompok mereka.


Zhou Yuan tersenyum sinis, ia bisa melihat Pemimpin Kelompok Bertudung itu tidak berniat lagi bertarung dengannya melainkan ingin melarikan diri dengan mengorbankan bawahan-bawahannya.


Benar saja, ketika anggota-anggotanya bertukar serangan dengan Zhou Yuan, Pemimpin Bertudung itu langsung berbalik dan melarikan diri.


Pemimpin Kelompok Bertudung mengetahui bahwa mengeroyok Zhou Yuan sekalipun tidak akan bisa menang melawannya, sebaliknya hal itu justru akan membuat nyawa dirinya terancam.


"Sepertinya kalian sedang dalam masalah..."


Zhou Yuan tersenyum lebar, meski melawan 13 orang sekaligus tetapi dengan kekuatannya yang sekarang ia bisa dengan tenang mengimbangi mereka.


Anggota kelompok bertudung segera mengambil jarak lalu menoleh pada pemimpin mereka yang sudah lari, jelas tidak menduga situasinya bakal berakhir seperti ini.


Zhou Yuan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyerang 2 pendekar puncak Alam Emas tak jauh darinya.


Perhatian 2 pendekar itu masih terganggu dengan tingkah pemimpin mereka sehingga tidak menyadari Zhou Yuan sudah berada di dekatnya dengan pedang yang telah terayun.


Dalam sekali tebasan pedang kusanagi memotong kepala 2 pendekar puncak Alam Emas tersebut, di waktu yang sama Zhou Yuan langsung bergerak cepat tetapi kali ini incarannya bukan anggota yang lain melainkan pemimpin bertudung yang sudah lari cukup jauh.


Dengan kecepatannya Zhou Yuan berhasil menyusul dan berdiri di hadapan Pemimpin Kelompok Bertudung itu, membuat pria itu terkejut bukan main.


"Kau, bagaimana bisa!"


Jantung Pemimpin Bertudung hampir berhenti saat Zhou Yuan tiba-tiba muncul di hadapannya.

__ADS_1


"Sudah kubilang, aku akan mengakhiri kalian semua disini..."


Zhou Yuan menghilang dari pandangan Pemimpin Bertudung itu lalu muncul tepat di depannya.Tidak hanya itu, kedua tangan Pemimpin Bertudung itu sudah terlepas dari tempatnya.


"Arrghh! Bagaimana, bagaimana kau melakukannya?!" Pemimpin Bertudung tidak bisa melihat kecepatan Zhou Yuan saat tiba-tiba tangannya sudah terpotong dan mengucurkan darah.


Zhou Yuan tidak menjawab melainkan mengayunkan pedangnya kembali, kali ini incaran serangannya adalah leher Pemimpin Bertudung itu.


Semua terjadi begitu cepat, anggota yang tersisa hanya bisa menyaksikan kepala Ketua mereka sudah menggelinding di tanah.


Lutut mereka terasa lemas, sudah demikian lamanya mereka tidak merasa ketakutan sehebat ini apalagi ketika tiba-tiba Zhou Yuan menoleh ke arah mereka.


Anggota Bertudung menelan ludah sebelum salah satu diantara mereka berteriak nyaring. "Semuanya! Lari!"


Anggota Bertudung yang tersisa segera berpencar ke arah berbeda. Zhou Yuan mendengus sebelum mengejar mereka satu persatu.


***


Zhou Yuan telah mengejar semua Kelompok Bertudung yang berpencar hingga membunuh anggota yang terakhir, ketika semuanya selesai Zhou Yuan menyarungkan kembali pedang kusanagi pada sarungnya.


Nafas Zhou Yuan sudah tidak beraturan, ia berniat beristirahat sebentar namun sebelum ia melakukannya tiba-tiba area jantungnya berdenyut menyakitkan.


Zhou Yuan memegang dadanya yang terasa panas, tidak sampai disana penderitaannya, kini seluruh tubuhnya merasakan rasa sakit yang hebat.


Setiap sel yang ada di dalam tubuhnya seperti tertusuk sebuah jarum, Zhou Yuan ambruk ke tanah, tubuhnya sudah sulit digerakkan lagi.


Nafas Zhou Yuan terengah-engah dan keringat dingin membasahi tubuhnya, rasa sakit yang demikian hebatnya membuat kesadaran Zhou Yuan perlahan menghilang.


Di detik dirinya akan pingsan, samar-samar ia melihat Linxia datang dan berjalan ke arahnya. Gadis itu berteriak padanya tetapi Zhou Yuan tidak bisa mendengarnya, pandangnya tiba-tiba menjadi gelap sempurna.

__ADS_1


***


Hal pertama kali yang Zhou Yuan rasakan setelah siuman adalah sensasi hangat yang menyelimuti tubuhnya.


Zhou Yuan merasakan tubuhnya kini sedang berbaring di tanah dengan bagian kepalanya di atas sebuah buntalan kain. Dilihat dari sekitanya, Zhou Yuan menebak saat ini sedang berada di dalam gua.


Zhou Yuan ingin bergerak namun tubuhnya tidak mengikuti keinginannya, ia juga merasakan sakit ketika berusaha menggerakkan badannya.


Butuh beberapa menit hingga Zhou Yuan berhasil menggerakkan kepalanya untuk menoleh, ia kemudian melihat ada api unggun tak jauh darinya berbaring.


Setengah jam kemudian Zhou Yuan akhirnya bisa bangun dari tidurnya, ia melihat sekitar, tidak siapapun disini kecuali dirinya seorang.


Perhatian Zhou Yuan terfokus ke arah tubuhnya yang masih sedikit kaku untuk digerakan.


"Sudah kuduga, efeknya akan jadi seperti ini..." Zhou Yuan menghela nafas pelan diikuti senyuman pahit.


Rasa sakit yang ia rasakan saat ini berasal dari teknik terlarang yang ia gunakan sebelumnya, totokan yang membuat kekuatan Zhou Yuan meningkat cukup pesat hingga beberapa kali lipat.


Teknik totokan tersebut ia pelajari dari gurunya di kehidupan pertama, tidak Zhou Yuan duga ia harus menggunakan teknik itu dikehidupan keduanya ini.


Masalahnya teknik totokan itu juga mempunyai efek samping yang tidak ringan. Contohnya adalah rasa sakit yang hebat tadi namun itu belum seberapa dengan efek lain yang lebih serius.


Efek tersebut berpengaruh pada kekuatan Zhou Yuan yang kini telah menurun cukup jauh, jika sebelumnya ia berada di tingkatan Alam Emas Tahap 5 namun sekarang tingkatan tersebut telah berubah.


"Ini... Aku tidak menduga akan turun sebawah ini?"


Zhou Yuan bisa merasakan kekuatannya saat ini turun kembali sesaat sebelum ia menerobos yaitu di tingkatan Puncak pendekar Alam Perak.


Awalnya Zhou Yuan menduga dirinya akan turun di Alam Emas Tahap 4 namun sepertinya dugaannya salah, Zhou Yuan menebak hal ini diakibatkan karena tubuh Raja Langitnya yang membuat efek samping yang diderita juga ikut berbeda.

__ADS_1


Ketika Zhou Yuan masih terfokus dengan kondisi tubuhnya, seorang gadis masuk ke dalam gua. Zhou Yuan berusaha tersenyum saat pandangan dirinya dan gadis itu bertemu.


Gadis itu tentu saja Linxia, Zhou Yuan jadi teringat kalau Linxia kini mengetahui beberapa tentang kemampuannya.


__ADS_2