Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 152 — Babak Utama II


__ADS_3

Wajah Yin Ruo semakin cemas ketika Xiao Rou terus memperpendek jarak antara keduanya, ia sudah berusaha mungkin menangkap gadis itu namun selalu bayangannya saja yang tertangkap.


Ketika bayangan Xiao Rou hancur, gadis itu kembali menciptakan bayangan lainnya sehingga tidak ada habisnya.


Xiao Rou kemudian menghentakkan salah satu kakinya dengan kuat ke atas lantai arena, sebuah genangan air muncul dari pijakan tersebut.


Xiao Rou mengayunkan tangannya dan mengendalikan air itu hingga membentuk seekor naga. Ayunan tangan selanjutnya naga air itu membuka mulutnya sebelum menyemburkan air yang cukup besar pada Yin Ruo


Ekspresi Yin Ruo menjadi kusut, ia melepaskan selendang yang masih ditubuhnya untuk melindungi semburan air tersebut.


Yin Ruo bisa menggunakan selendang sebagai pertahanan atau juga serangannya. Semburan air tersebut tidak berhasil menerobos pertahanan gadis itu.


Yin Ruo mengigit bibirnya, ia kemudian melepaskan selendang lebih banyak lagi ke udara, kini jumlah selendang yang dikendalikannya jadi lebih banyak.


Yin Ruo tidak mengetahui mana diantara mereka adalah tubuh Xiao Rou yang asli, gadis itu memilih menghancurkan semua bayangan Xiao Rou sampai tak tersisa.


Saat kini tinggal tersisa satu lagi, Yin Ruo memasang wajah cerah, ia mengarahkan selendangnya untuk melilit Xiao Rou.


Xiao Rou tak bisa menghindari selendang sebanyak itu sehingga membuat salah satu kakinya tertangkap, tidak menunggu waktu lama ketika selendang yang lain mulai melilitnya.


"Tamat riwayatmu..." Yin Ruo tersenyum penuh kemenangan sesudah menangkap Xiao Rou, gadis berambut merah itu tidak akan keluar jika selendangnya sudah melilitnya.


Ketika Xiao Rou hampir terbungkus sempurna, tiba-tiba tubuh gadis itu berubah menjadi asap.


"Apa?! Bagaimana bisa?!"


Jantung Yin Ruo berhenti sejenak, dia sudah melenyapkan 4 bayangan gadis itu maka seharusnya tubuh kelimanya bukanlah ilusi.


Yin Ruo menjadi waspada dan melirik sekitanya saat sebuah pedang sudah terhunus di belakang punggungnya.


Yin Ruo terkejut lalu mengangkat tangannya sebelum perlahan membalikkan badan, terlihat Xiao Rou sudah berada dibelakangnya.


"Kau bersembunyi di banyanganku?" Yin Ruo menyadari trik Xiao Rou.

__ADS_1


Xiao Rou tersenyum tipis dan menyarungkan pedangnya kembali, angkat tangan Yin Rou sebagai tanda bahwa gadis itu sudah menyerah.


Para penonton tampak terdiam karena tidak menduga Xiao Rou akan melakukan trik tersebut.


"Sejak kapan Nona Xiao berada di bayangan lawannya?" Tanya Yifei ke arah Zhou Yuan, biasanya lelaki itu mempunyai pandangan yang serba tahu.


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Sejak semburan air itu ditembakkan Rou'er sudah ada di bayangan Yin Ruo. Dia sengaja menunggu selendang yang ada di tubuh lawannya semuanya terlepas baru setelah itu dia muncul dan memberikan serangan."


Yin Ruo mempunyai empat selendang, dua selendang pertama digunakan gadis itu untuk menyerang sementara dua selendang sisanya ia menaruh di tubuhnya sebagai pertahanan.


Ketika Yin Ruo terpaksa menggunakan empat selendangnya untuk menghancurkan tubuh lawannya maka Yin Rou sudah tidak ada lagi pertahanan.


Zhou Yuan berdecak kagum, ia tidak mengetahui kapan Xiao Rou belajar teknik ilusi setingkat itu. Tanpa usaha yang sulit, dia bisa memenangkan pertandingan dengan mudah.


Yin Ruo tersenyum pahit, ia sebenarnya mempunyai banyak rencana untuk mengalahkan Xiao Rou namun tidak menduga gadis itu sudah terlebih dulu melabuhinya.


Pertandingan Xiao Rou dan Yin Ruo bisa dibilang sangat sebentar, meski tidak terlalu menakjubkan dalam pertandingannya namun tetap cukup mengesankan.


Xiong Bian batuk pelan, ia memandang gadis berambut merah itu dengan kebingungan. Di akademi Xiao Rou memang murid yang terkenal namun ia cenderung tertutup dan penyendiri sehingga Xiong Bian tidak terlalu mengenal kemampuannya.


Xiong Bian menghela nafas, bukan saatnya ia memikirkan ini. Kepala Akademi itu segera mengumumkan kemenangan gadis berambut merah tersebut dan meloloskan ke babak selanjutnya.


***


Pertandingan berikutnya nama Jiang Yifei dipanggil ke atas arena, melawan seseorang pemuda yang memiliki keahlian dalam melemparkan jarum.


"Fei'er, lakukan semuanya dengan kemampuan terbaikmu..." Zhou Yuan menyemangati gadis itu.


Yifei mengangguk, ia mulai melangkah ke atas arena, secara cepat gadis itu menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Ah, bukankah gadis ini yang memiliki elemen api biru itu bukan?"


"Benar, teknik khusus yang berasal dari Keluarga Kekaisaran Jiang yang terkenal bisa membakar apapun menjadi debu."

__ADS_1


"Lihat, gadis itu begitu cantik, usianya mungkin masih remaja belasan tahun namun saat dewasa nanti, dia akan diperebutkan banyak orang."


Semua penonton berkomentar pada Jiang Yifei membuat peserta yang menjadi lawannya memasang wajah cemberut, lawan Yifei adalah peserta yang memiliki julukan sebagai Jarum Hampa. Dia sangat terkenal namun karena lawannya lebih terkenal darinya membuatnya jadi diabaikan dan itu membuatnya kesal.


Jarum Hampa segera memunculkan jarum-jarum di sela-sela jarinya sebelum peluit dibunyikan sementara Yifei yang menyadari tindakan lawannya segera menyelimuti tubuhnya dengan api biru sebagai pertahanan.


Semua penonton serempak takjub pada Yifei bisa karena bisa melakukan demikian dengan elemen api birunya.


Saat Xiong Bian meniup peluitnya, Jarum Hampa segera melepaskan belasan jarum disela-sela jarinya ke arah Yifei.


Yifei tidak mencoba menghindari jarum-jarum tersebut, ia membiarkan mereka menyentuh tubuhnya.


Jarum itu tidak menancap melainkan langsung meleleh ketika bersentuhan dengan pertahanan api Jiang Yifei, mata Jarum Hampa melebar ketika melihat peristiwa tersebut.


"Sayang sekali Jarum Hampa harus bertemu dengan Fei'er, peluang dia untuk memenangkan pertandingan hampir nol..." Zhou Yuan tertawa kecil, ia jadi teringat ketika penyerangan di istana gadis itu bisa melelehkan jarum beracun milik Organisasi Salju Abadi.


Jarum Hampa tidak percaya serangan jarumnya mudah dipatahkan begitu saja, ia terus menembak jarum-jarum yang lain namun semua itu sia-sia, sebelum menyentuh tubuh Yifei jarum yang ditembakkan meleleh di udara dan menjadi sirna.


"Aku menyerah, tidak ada harapan untukku bisa menang melawannya..." Jarum Hampa mengangkat tangannya.


Para penonton tertawa bahkan Xiong Bian, tiga kaisar dan Jiang Long juga ikut tertawa. Bisa dibilang pertandingan kali ini cukup jenaka, Yifei tanpa melakukan penyerangan sudah cukup membuat lawan menyerah.


Yifei segera diumumkan menjadi peserta yang bisa mengikuti babak selanjutnya.


Pertandingan-pertandingan berikutnya adalah para peserta lain yang bertanding, Zhou Yuan sebenarnya sejak tadi sedang menunggu Liu Yuwen naik ke arena karena ia penasaran dengan kemampuan laki-laki tersebut.


Zhou Yuan menatap lelaki yang sangat rupawan itu, menurut pembicaraan orang lain Liu Yuwen memiliki keahlian pedang yang menakjubkan dimana dapat memunculkan api di pedangnya tanpa menggunakan tenaga dalam.


Saat Zhou Yuan menatap Liu Yuwen, pertandingan di arena sudah selesai. Xiong Bian kemudian memanggil peserta selanjutnya dan kali ini nama Zhou Yuan yang disebut.


Zhou Yuan tersenyum canggung ketika orang yang harus dilawannya adalah Zuo Lang, Sang Gelembung Peledak.


"Senang bisa melawanmu Saudara Zuo..." Zhou Yuan memberikan salam.

__ADS_1


"Aku juga senang bisa bertemu di turnamen ini, kudengar kau adalah orang yang mengalahkan Wu Liang sebelumnya. Kekuatan pasti tinggi."


Zhou Yuan tersenyum canggung, ia bisa merasakan nada sinis Zuo Lang ke arahnya dan itu tidak terlihat oleh orang lain. Zhou Yuan hanya berharap pertandingan kali ini bisa menghiburnya.


__ADS_2