
Tetua Pedang menaikan salah satu alisnya setelah mendengar ucapan Zhou Yuan, "Anak muda, bukankah kau terlalu percaya diri pada kemampuanmu, Organisasi Gunung Tengkorak bukanlah tempat bermain untuk orang seusiamu."
"Kau bisa melihat nanti apakah aku hanya percaya diri atau omong kosong belaka." Zhou Yuan menghunuskan pedang ke arah lawannya. "Yang pasti organisasi kalian akan lenyap hari ini."
Tetua Pedang menyipitkan mata. "Siapa sebenarnya dirimu, aku belum pernah melihat seseorang yang begitu muda memiliki kekuatan tinggi sepertimu?"
"Tidak perlu mencobanya, aku tahu kau sedang mengalihkan perhatianku..." Zhou Yuan mengayunkan pedangnya ke arah belakangnya, menciptakan gelombang pedang
Sekilas Zhou Yuan menyerang udara kosong dengan gelombang pedang itu namun tiba-tiba gelombang pedang Zhou Yuan ditahan oleh seseorang.
Orang itu kemudian muncul di ruang hampa, seseorang yang berotot dan memakai kampak besar sebagai senjatanya.
Ketika Zhou Yuan melepaskan gelombang pedang, pria yang membawa kampak itu mau tidak mau harus memperlihatkan wujudnya untuk menahan serangan tersebut.
"Sejak kapan kau bisa menyadarinya?" Pria membawa Kampak itu memandang Zhou Yuan dengan dingin.
"Sejak awal, apa kau berpikir aku tidak bisa melihat ilusi yang kau buat? Ilusi murahan sepertimu tak akan bisa melabuhi mataku."
Pria yang membawa Kampak tersebut adalah Tetua lain dari Gunung Tengkorak, dia menggunakan teknik ilusi sehingga membuat dirinya tampak menghilang namun tidak menduga Zhou Yuan bisa menyadarinya.
Tetua Kampak merasa tersinggung dengan ucapan Zhou Yuan barusan, dia kemudian melompat dan mengayunkan kampak besarnya.
"Untuk tubuhmu yang kecil, omonganmu ternyata cukup besar!" Tetua Kampak mendengus kesal.
Zhou Yuan mengangkat pedangnya untuk menahan ayunan kampak tersebut, kedua senjata beradu, menimbulkan getaran udara dan gelombang kejut ke sekitarnya.
Tetua Kampak terkejut dengan tenaga yang dilepaskan Zhou Yuan, ia tidak menduga Zhou Yuan yang memiliki tubuh ramping bisa menahan kekuatannya.
Tetua Kampak kembali mengayunkan kampaknya kali ini lebih kuat sementara Zhou Yuan mengikuti.
__ADS_1
Kedua senjata kembali beradu tetapi berbeda dengan keadaan sebelumnya, tidak hanya gelombang kejut yang tercipta tetapi Zhou Yuan juga berhasil membuat Tetua Kampak mundur beberapa langkah dan kehilangan keseimbangan.
Tetua Panah, Tetua Pedang, serta Anggota Gunung Tengkorak yang lain terpana melihat kejadian tersebut.
Hampir semua orang di Organisasi Gunung Tengkorak telah mengetahui tentang fisik Tetua Kampak yang luar biasa, dia bisa dibilang pendekar nomor satu di organisasinya dalam perihal kekuatan fisik.
Tidak ada yang pernah berpikir Tetua Kampak akan dikalahkan oleh seorang yang memiliki tubuh ramping serta sangat muda.
Zhou Yuan berniat memberikan serangan susulan saat melihat Tetua Kampak kehilangan keseimbangannya, tetapi tangan kanan yang memegang pedang kusanagi tiba-tiba tidak bisa digerakkan oleh dirinya sendiri.
Zhou Yuan mengerutkan dahi lalu menoleh ke arah tangan kanannya, butuh beberapa saat untuk ia menyadari tangannya kini telah terlilit oleh sebuah benang.
Gara-gara benang tersebut Zhou Yuan gagal menyerang Tetua Kampak, pria berotot itu berhasil meraih keseimbangan kembali lalu mengambil jarak dengan Zhou Yuan.
Zhou Yuan melirik kearah sumber benang itu lalu kemudian melihat ada seseorang yang menggunakannya, orang itu adalah perempuan yang menggunakan Teknik Benang sebagai alat bertarungnya.
"Tetua Laba-laba, terimakasih telah menolong Tetua Kampak..." Tetua pedang membungkuk hormat pada perempuan yang telah mengikat tangan kanan Zhou Yuan.
Tetua Kampak akhirnya mendarat di samping Tetua Laba-laba, "Terimakasih, aku hampir terluka jika anda tidak membantuku."
Tetua Laba-laba mengangguk pelan, Meski terlihat seperti gadis yang lemah tetapi Tetua Laba-laba adalah Tetua terkuat diantara tiga Tetua lainnnya sehingga ia lebih dihormati bahkan oleh para tetua sekalipun.
"Ah, sepertinya kalian adalah empat Tetua Gunung Tengkorak yang dimaksud bukan?" Zhou Yuan tersenyum tipis. "Baguslah, kupikir harus menunggu lama untuk menunggu kalian berkumpul..."
"Aku yakin usiamu tidak semuda yang terlihat, kau pasti adalah pendekar tua yang mempertahankan kemudaannya?" Tetua Laba-laba menatap dingin Zhou Yuan.
"Kenapa kalian terus bertanya tentang usia seseorang, apakah itu penting dalam pertarungan?" Zhou Yuan menaikan alisnya. "Apa aku juga harus bertanya tentang usia aslimu yang lebih tua dari nenek-nenek?"
"Kau!" Tetua Laba-laba melotot marah.
__ADS_1
Tiga Tetua lain dan anggota Gunung Tengkorak sampai terkejut dengan ucapan Zhou Yuan, mereka sekalipun tidak berani berkata demikian karena mengetahui Tetua Laba-laba akan sangat murka ketika menyinggung soal umur.
Memang seperti kebanyakan pendekar perempuan pada umumnya, ketika seorang perempuan sudah mencapai kekuatan yang tinggi sebagai pendekar, mereka bisa menggunakan tenaga dalamnya agar bisa mempertahankan kemudaannya bahkan dibeberapa kasus wanita bisa menggunakan teknik yang membuat wajahnya terlihat cantik dan muda.
Tetua Laba-laba menggerakkan jarinya, berusaha membuat benang yang masih mengikat tangan kanan Zhou Yuan mencengkeramnya dengan kuat.
Zhou Yuan melihat benang yang digunakan Tetua Laba-laba bukanlah benang biasa, benang itu terbuat dari besi lentur yang memiliki ketajaman tinggi.
Jika seseorang dicengkeram kuat oleh benang besi tersebut, ia bisa berubah menjadi potongan daging.
Setelah beberapa saat Tetua Laba-laba mengerutkan dahi melihat cengkraman benangnya tidak berhasil menembus kulit Zhou Yuan.
"Dengan benang seperti ini ingin melukaiku, sebaiknya kau jangan berharap." Zhou Yuan menggerakkan tangannya, benang yang melilitnya perlahan-lahan mulai terputus satu persatu.
Tetua Laba-laba menahan nafas, dia kini tidak lagi diburu emosi karena masalah umur. Melihat Zhou Yuan mampu memutuskan benang besinya dengan mudah menunjukkan pemuda itu pendekar yang diluar jangkauannya.
"Kita harus menggunakan strategi yang kita latih untuk membunuhnya, dia terlalu kuat." Tetua Laba-laba mengingatkan.
"Aku tahu, kekuatan fisiknya begitu besar dan pergerakannya begitu cepat, aku yakin dia pendekar Alam Cahaya dengan 5 meridian yang terbuka." Tetua Kampak berkomentar setelah merasakan kekuatan Zhou Yuan langsung.
Zhou Yuan bisa melihat empat Tetua itu sedang berdiskusi tetapi ia tidak berusaha mencegahnya.
"Jika kalian ingin berdiskusi lebih lama... Aku tidak masalah. Aku akan menunggu kalian sampai selesai."
Dalam beberapa kali pertukaran jurus, Zhou Yuan bisa melihat keempat Tetua Gunung Tengkorak itu memiliki kekuatan setara dengan pendekar Alam Cahaya dengan satu gerbang yang terbuka.
Hanya Tetua Laba-laba yang sedikit lebih kuat diantara yang lain, mempunyai tingkatan Alam Cahaya dengan 2 meridian terbuka.
Anggota Gunung Tengkorak yang lain menyaksikan pertempuran itu dari jauh, melihat Zhou Yuan mampu mengimbangi Tetua-Tetua mereka membuat Anggota Gunung Tengkorak menyadari bahwa mereka bukan lawan Zhou Yuan.
__ADS_1
"Sudah selesai?" Zhou Yuan melihat empat Tetua itu telah selesai berdiskusi. "Jadi siapa yang maju duluan, satu-satu atau kalian berempat sekaligus."
Perkataan Zhou Yuan berhasil menyulut emosi keempatnya. Mereka segera bersiap menyerang pemuda itu dengan segenap kekuatan dan kemampuan mereka.