Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 149 — Api Biru


__ADS_3

Xiao Rou dan Linxia pamit ketika waktu sudah menjelang malam, Zhou Yuan mengantar mereka sampai ke depan pintu gerbang penginapan.


"Kalian harus hati-hati di jalan!" Zhou Yuan mengelus kepala dua gadis itu bergantian. Xiao Rou dan Linxia mengangguk, keduanya kemudian pergi meninggalkan penginapan.


"Kau tidak masuk?" Yifei bertanya saat Zhou Yuan mengatakan ingin diluar terlebih dahulu.


"Aku ada urusan diluar, kau bisa istirahat terlebih dahulu..." Zhou Yuan tersenyum lembut.


Yifei tidak bertanya lebih jauh, ia masuk ke penginapan dan berisitirahat sementara Zhou Yuan duduk di beranda menunggu kedatangan Jiang Long.


Hampir membutuhkan waktu satu jam hingga Jiang Long akhirnya kembali ke penginapan.


"Apa kau sudah menunggu lama?" Jiang Long melihat Zhou Yuan sedang menunggunya.


"Tidak Senior, aku baru saja menunggu disini." Jawab Zhou Yuan sambil tersenyum tipis. "Senior sendiri sudah menyelesaikan urusan di kota?"


Jiang Long tidak menjawab melainkan menunjukkan kantong kulit yang dibawanya. Zhou Yuan tidak mengetahui apa di dalam kantong kulit tersebut namun yang pasti ukuran dan bentuknya cukup aneh.


"Baiklah, kita tidak menunggu lagi, sepertinya kau sudah tidak sabar ingin mempelajari teknik ini?"


Zhou Yuan mengangguk, dalam kehidupan kedua ini ia berusaha mungkin bertambah kuat baik latihan atau belajar apapun. Semua demi keluarganya dan kedua demi balas dendamnya.


"Hm, aku lupa akan mengajarkanmu dimulai dari mana..." Jiang Long menggaruk kepalanya. "Ah, bagaimana kalau kita menjelaskan pengertian terlebih dahulu sebelum praktek."


"Baik Senior..." Zhou Yuan mengangguk pelan.


Jiang Long kemudian mengulurkan kedua tangannya sebelum mulai mengalirkan tenaga dalam pada kedua telapaknya.


Sebuah api biru tak lama kemudian muncul di tangan kanan Jiang Long dan api kuning tercipta di tangan kirinya.


"Kau lihat sendiri Yuan'er, api biru dan api kuning tampak sama mengecualikan warnanya namun dari segi kepadatan, suhu, serta kestabilannya keduanya cukup jauh berbeda." Jiang Long mulai menjelaskan.


"Api biru jauh lebih unggul dari pada api kuning dari segala hal, suhu api biru lebih panas, kepadatannya sempurna serta kestabilannya juga seimbang. Api biru adalah tingkatan selanjutnya dari api kuning..."


Jiang Long kemudian menjelaskan cara menciptakan api biru dan kuning sedikit berbeda. Api biru tidak hanya mengandalkan perubahan tenaga dalam saja, ia juga memerlukan unsur lain yaitu panas tubuh.


"Kau mengetahuinya bukan? Manusia adalah mahluk berdarah panas, berbeda dengan hewan liar seperti buaya, ular, atau ikan yang memiliki darah dingin." Jiang Long menggaruk kepalanya, ia termasuk orang yang tidak pandai dalam menjelaskan. "Intinya, untuk membuat api biru, selain tenaga dalam kau juga harus menyalurkan suhu panas tubuhmu pada pengendalian api tersebut."

__ADS_1


"Jadi api biru tercipta ketika elemen api digabungkan dengan suhu tubuh seseorang?" Ucap Zhou Yuan menyimpulkan.


"Kurang lebih seperti itu..." Jiang Long kemudian memberikan sehelai daun ke telapak tangan Zhou Yuan. "Sebelum itu aku ingin mengetahui, apa kau benar memang memiliki kemampuan mengendalikan elemen api atau tidak?"


Zhou Yuan mengangguk, ia mengerti maksud Jiang Long memberikan sehelai daun padanya.


Di dunia persilatan, seorang pendekar umumnya memiliki satu elemen yang bisa dikuasai, hanya sebagian kecil saja yang dapat menguasai dua atau tiga elemen sementara beberapa orang yang langka bisa lebih dari lima elemen sekaligus.


Dikatakan ada 27 elemen yang bisa dipakai pendekar di dunia persilatan namun hanya lima diantaranya yang paling umum digunakan seperti elemen api, air, tanah, angin, dan petir.


Penentu elemen bagi pendekar rata-rata mengikuti dari garis keturunannya, misalnya Keluarga Jiang, dia adalah salah satu keluarga dimana semua keturunannya adalah pengguna elemen api.


Ada juga Fang Ao yang sebelumnya di lawan Zhou Yuan, pemuda itu berasal dari klan Fang, setiap anggota klannya bisa menguasai perubahan jenis es.


Zhou Yuan sendiri adalah pengguna elemen api, sesuai dengan elemen di kehidupan pertamanya. Dia pernah mengecek hal tersebut dengan sehelai daun.


Zhou Yuan menggenggam daun yang di telapak tangannya sebelum mulai mengalirkan tenaga dalam pada daun itu. Ketika Zhou Yuan melepaskan genggamannya, sebuah api muncul dan membakar daun tersebut.


"Sudah kuduga, elemenmu memang sama dengan elemen api Keluarga Jiang." Jiang Long tersenyum puas.


Jika daun itu terpotong maka Zhou Yuan memiliki elemen angin ditubuhnya, jika basah adalah elemen air, kusut berarti elemen petir dan begitu seterusnya, setiap elemen mempunyai tanda masing-masing.


"Aku sudah melihat bagaimana kekuatan elemen apimu, Yuan'er, menurutku kau sudah sangat paham dasar karekteristik api jadi tidak akan sulit bagimu untuk menguasai api biru dengan cepat..." Jiang Long kemudian menyuruh Zhou Yuan mulai berlatih, berkosentrasi agar bisa menggabungkan suhu panas tubuhnya dengan api yang ia ciptakan.


Zhou Yuan duduk bersila ditempat beranda rumah, di atas kedua telapak tangannya ia memunculkan kobaran api.


Zhou Yuan mulai memejamkan mata serta berkosentrasi sesuai yang dikatakan Jiang Long, menggabungkan suhu panas tubuhnya dengan api yang dia buat.


Jiang Long memperhatikan Zhou Yuan, setengah jam pemuda itu duduk bersila sebuah percikan api biru mulai muncul di telapak tangannya namun hanya sesaat sebelum ia menghilang kembali.


"Hm, ini akan lebih cepat dari yang aku duga..." Jiang Long mengelus dagunya.


***


Jiang Yifei keluar dari kamarnya sesudah tidur dan membersihkan diri, ia sedikit heran karena biasanya Zhou Yuan sudah bangun lebih awal darinya dan ada di dapur untuk menyiapkan sarapan namun kini pemuda itu justru tidak terlihat.


Jiang Yifei keluar penginapan, barulah ia akhirnya bertemu pemuda itu yang sedang duduk bersila dan memejamkan mata. Tidak jauh darinya ia melihat pamannya yang tertidur dalam kondisi berdiri.

__ADS_1


Mata Yifei melebar saat melihat ada api biru yang muncul di telapak tangan Zhou Yuan, saat itulah ia mulai mengerti situasinya.


Tidak lama Yifei muncul, Zhou Yuan perlahan membuka matanya, pandangannya melirik ke arah api yang ada di telapak tangan, setelah berkosentrasi cukup lama akhirnya ia bisa membuat api biru tersebut.


"Saudara Yuan, apa kau juga belajar teknik api biru dari paman?"


Zhou Yuan terlambat menyadari Yifei sudah berada disampingnya, ia sedikit kaget namun segera menenangkan diri. Zhou Yuan kemudian mengangguk sebagai jawaban dari gadis itu.


"Apa kau ingin sarapan?" Di penginapan, biasanya Zhou Yuan yang memasak.


"Tidak perlu, aku bisa masak sendiri, kau fokus saja pada latihanmu." Yifei tidak mau mengganggu Zhou Yuan, lagipula ia sudah banyak belajar memasak dari pemuda itu selama beberapa hari terakhir ini.


Meski tidak bisa dikatakan sangat lezat, tetapi setidak masakan Yifei bisa dinikmati oleh dirinya sendiri.


"Kau sudah menguasainya?" Jiang Long akhirnya terbangun dari tidurnya setelah setengah jam Zhou Yuan tersadar.


Zhou Yuan mengangguk lalu menunjukkan hasil latihannya, ia menciptakan api biru di kedua telapak tangannya, tanpa ada yang berwarna kuning lagi.


Jiang Long bertepuk tangan. "Kau ternyata sangat berbakat, lebih berbakat dari Yifei ketika awalan berlatih."


Zhou Yuan tersenyum canggung, tidak merasa bangga sedikitpun karena mengetahui pemahamannya sekarang berasal dari kehidupan pertamanya.


"Baik, sekarang kita lanjutkan ke tahap kedua..." Jiang Long memunculkan api biru serupa di genggaman tangannya lalu membentuknya menjadi pedang. "Perubahan bentuk elemen."


Api biru memiliki kepadatan yang sempurna dalam artian lain ia bisa memadat serta mengeras. Api biru memungkinkan seseorang bisa membuat senjata salah satu contohnya adalah pedang.


"Sama dengan sebelumnya, kau harus berkosentrasi untuk membuat pedang api dengan cara membayangkan bentuk pedangnya. Semakin kau berkosentrasi mengendalikan api itu maka semakin tajam dan padat pula pedang yang dibuat."


Jiang Long juga tidak hanya menunjukkan pedang apinya, ia mengubah api biru tersebut menjadi pelindung yang menyelimuti tubuhnya.


Tidak hanya sampai di sana, Jiang Long menunjukkan sebuah teknik yang membuat Zhou Yuan menahan nafas.


"Kau tau alasan Fei'er disebut peri api biru?" Jiang Long menciptakan sebuah sayap api di tubuhnya dan perlahan-lahan sayap itu mengelak, membuat Jiang Long mulai melayang di udara. "Karena Fei'er sudah bisa melakukan hal seperti ini..."


Zhou Yuan berdecak kagum, ia sekarang mulai paham dan ingin secepatnya mulai belajar teknik api biru lebih dalam lagi.


Jiang Long yang menyaksikan keantusiasan Zhou Yuan hanya bisa menggeleng pelan.

__ADS_1


Hari itu Zhou Yuan memilih tidak ke arena turnamen, meski peserta ia tidak memiliki kewajiban ke sana lagi setelah bertanding dan lolos ke babak selanjutnya.


Zhou Yuan menghabiskan waktunya untuk fokus belajar agar menguasai teknik api biru tersebut dengan cepat.


__ADS_2