
"Tuan Putri, bukankah sudah waktunya anda beristirahat?" Zhou Yuan menaikan alisnya.
"Kau tidak perlu khawatir dengan kondisiku, aku mempunyai stamina yang cukup untuk bertanding denganmu seharian..." Jiang Yifei mendengus kesal.
Saat ini keduanya sedang latihan tanding seperti biasa, biarpun Zhou Yuan diperintahkan untuk menggurui gadis itu namun kenyataannya Jiang Yifei selalu meminta latihan tanding dengannya.
Jiang Yifei benar-benar masih berambisi ingin mengalahkan Zhou Yuan walaupun gadis itu menyadari ada perbedaan jarak antara kemampuan dirinya dan pemuda itu.
Zhou Yuan sendiri membiarkan keinginan gadis itu terus bertarung dengannya, sebenarnya ia juga bingung harus melatih Jiang Yifei seperti apa tetapi dengan latih tanding seperti ini, setidaknya gadis itu bisa belajar banyak hal terutama pengalaman bertarung.
"Elemental Api — Hembusan Nafas Api!"
Jiang Yifei mengeluarkan api biru di mulutnya dengan jumlah besar, Zhou Yuan menghela nafas lalu mengalirkan tenaga dalam pada tangannya dan membelah api tersebut.
Yifei menarik nafas dingin, terkejut dengan tindakan Zhou Yuan. Gadis itu baru pertama kali melihat semburan api bisa dibelah seperti itu sementara Zhou Yuan membiarkan Jiang Yifei menyerap informasi yang baru saja terjadi.
"Apa kau tidak berencana menarik pedangmu?!" Jiang Yifei sungguh merasa tidak bisa melihat batas kemampuan Zhou Yuan jadi dia ingin melihat kekuatan pemuda itu.
Jiang Yifei menyadari Zhou Yuan adalah pendekar pedang terlihat dari pedang yang tersimpan di pinggangnya, biarpun tidak memakai pedangnya Zhou Yuan tetap sulit dikalahkan bagi gadis itu.
"Kedua pedangku adalah pusaka, tidak bijak menggunakan pusaka sebagai latihan Tuan Putri." Zhou Yuan menggeleng pelan.
Jiang Yifei memutar otaknya lalu kemudian memanggil seorang dayang ke kediamannya, Jian Yifei mempunyai kawasan sendiri di istana ini, tidak sembarang orang bisa masuk ke sana termasuk para dayang dan kasim tanpa seijin sepengetahuannya.
Jing Yifei kemudian meminta untuk mengambilkan sebuah pedang kayu pada dayang itu agar bisa dipakai Zhou Yuan.
Tidak lama dayang itu kembali dan membawa senjata yang dimaksud, Jiang Yifei melemparkan satu pedang pada Zhou Yuan.
"Aku ingin melihat kemampuan pedangmu, jangan menahan diri, gunakan seluruh keahlian pedangmu padaku..."
Setelah berucap demikian Jiang Yifei menarik nafas yang dalam lalu mengalirkan tenaga dalam pada tangannya. Sebuah api biru muncul di telapak tangannya, berkumpul, memadat, sebelum kemudian membentuk sebuah pedang.
Zhou Yuan sedikit terkejut, ia tidak menduga gadis itu sudah memiliki pemahaman setinggi ini dalam kemampuan mengontrol tenaga dalamnya.
__ADS_1
Membuat tenaga dalam menjadi elemen adalah hal yang sulit dilakukan, sementara mengubah suatu elemen menjadi bentuk yang padat adalah cerita lain.
Mereka yang telah menguasai perubahan jenis sejak lama memang dapat melakukan pengubahan bentuk elemen ke bentuk yang mereka inginkan, seperti bentuk naga, elang, atau hewan lainnya sementara di kasus gadis itu ia bisa membentuk sebuah senjata dengan elemen apinya.
Zhou Yuan berdecak kagum, ini menunjukkan kemampuan Jiang Yifei yang sangat jenius dalam beladiri, teknik api biru milik Keluarga Jiang juga adalah teknik tingkat tinggi yang tak bisa diremehkan.
"Sekarang aku yang bagian bertahan, kau bisa menyerangku seperti pertarungan asli, anggap saja aku musuhmu..." Jiang Yifei memberi tanda dengan jarinya agar Zhou Yuan maju.
Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum menghilang dari pandangan gadis itu selama satu detik lalu muncul tepat didepannya. Tanpa ragu Zhou Yuan mengayunkan pedang kayunya pada gadis itu.
"Tunggu dulu, ini-..."
Jiang Yifei belum siap atau memang tidak akan siap menghadapi Zhou Yuan yang menggunakan teknik pedangnya. Dia buru-buru menahan ayunan pedang tersebut dengan pedang apinya.
"Sebentar, aku belum siap-..."
"Hei, kubilang berhenti!"
Berulang kali gadis itu meminta Zhou Yuan untuk berhenti namun pemuda itu seperti tidak mendengarkannya dan terus menyerangnya
Yifei tidak sanggup lagi menahan serangan Zhou Yuan yang bertubi-tubi di tambah pedang apinya mulai memudar seiring waktu karena kurang konsentrasi hingga akhirnya ia jatuh terduduk di tanah dan segera pedang kayu Zhou Yuan pindah ke dekat lehernya dan berhenti sesenti di sana.
"Dalam pertarungan asli, Tuan Putri harus siap pada segala situasi yang akan terjadi. Lawan tidak akan menunggu Tuan Putri siap, sebaliknya lawan akan menyerang ketika Tuan Putri lengah." Zhou Yuan menarik pedang kayunya, sengaja bertindak demikian agar gadis itu mengerti situasi pertarungan yang sesungguhnya.
Jiang Yifei ingin marah karena ulah lelaki itu sebelumnya namun urung setelah mendengarkan perkataan Zhou Yuan, biarpun kesal gadis itu sadar kalau tadi pertarungan asli, dia sudah terbunuh dalam sekali serangan.
Jiang Yifei bangkit lalu berbalik pergi kedalam kediamannya tanpa sepatah katapun, Zhou Yuan berpikir gadis itu sedang marah lagi padanya namun ternyata dugaannya salah.
"Ambil ini..."
Jiang Yifei melemparkan sebuah kantong kulit yang biasanya berisi air pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan menangkap kantong minuman tersebut lalu berterimakasih padanya.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti, kau mempunyai usia yang sama sepertiku tetapi perbedaan jarak kekuatan dan kemampuan kita sangat jauh. Bagaimana bisa kau melakukan itu semua?"
Awalnya Jiang Yifei selalu bersikap dingin pada Zhou Yuan bahkan hingga sampai sekarang, namun setelah menghabiskan waktu dengannya ia mulai sedikit terbuka dan mau berbicara dengan pemuda itu.
"Dengan giat berlatih lebih dari siapapun, dan banyak belajar dari apapun..." Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum menenggak air minum yang diberikan gadis itu.
Jiang Yifei menaikan alisnya, merasa Zhou Yuan tidak mau menjelaskannya lebih jujur, gadis itu mendengus tetapi tidak bisa memaksa Zhou Yuan menjawabnya lebih jauh.
Jiang Yifei menoleh ke langit yang kini sudah gelap. "Hari sudah larut malam, kau bisa tinggal di kediamanku, di dalam ada dua kamar untukmu tidur..."
Latihan Zhou Yuan dan Jiang Yifei memang sangat lama bahkan hampir seharian, keduanya berhenti saat hari mulai gelap namun di kasus hari ini Zhou Yuan kemalaman bertanding dengan gadis itu.
Meski masih ditempat yang sama, kamar Zhou Yuan di istana ini lumayan jauh dengan Kediaman Jiang Yifei sehingga gadis itu menawarkan Zhou Yuan tidur di rumahnya.
Zhou Yuan tersedak air minumnya sendiri mendengarkan tawaran tersebut, entah Yifei menyadari ucapannya atau memang gadis itu tidak mengetahui batas laki-laki atau perempuan sampai mana.
"Tidak Tuan Putri, terimakasih, aku akan tidur disini." Zhou Yuan tersenyum canggung lalu menyandar punggungnya di salah satu pohon yang ada dihalaman kediaman gadis itu.
"Hm? Kau yakin?"
"Aku menyukai tidur dengan suasana luar, ini membuatku sedikit tenang." Zhou Yuan tersenyum tipis.
Jiang Yifei menghela nafas, tidak bertanya dua kali pada pemuda itu melainkan langsung berbalik masuk ke dalam kediamannya.
Zhou Yuan tersenyum melihat gadis itu pergi, ia mengambil posisi duduk bersila lalu mulai memejamkan mata dan mengisi tenaga dalamnya yang sempat hilang ketika melatih Jiang Yifei.
Dia sebenarnya hanya ingin memejamkan mata sesaat dan pergi dari kediaman gadis itu secara diam-diam namun Zhou Yuan tidak menduga pejaman mata itu akan membuatnya tertidur.
Zhou Yuan terbangun ketika cahaya matahari membasuh wajahnya. Ketika membuka mata, ia teringat situasinya sedang ada dimana.
"Sial, sepertinya aku malah tertidur disini..."
Zhou Yuan ingin bangkit dan membasuh wajahnya namun sebelum melakukannya ia menemukan ada sesuatu yang ada di pundaknya. Zhou Yuan melirik, melihat seorang gadis manis sudah tertidur dipundaknya.
__ADS_1
Zhou Yuan tersedak nafasnya sendiri, tentu saja gadis itu adalah Jiang Yifei. Zhou Yuan tidak sadar kapan gadis itu sudah tertidur didekatnya.