Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 76 — Ular Sisik Perak


__ADS_3

Zhou Yuan dan Xi Jinxue segera pergi ke tempat kelompok Xi Yan berada, dari perkemahan setidaknya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk keduanya sampai dengan kecepatan penuh mereka.


Zhou Yuan akhirnya menemukan Xi Yan dan kelompoknya yang sedang bertarung dengan ular tersebut. Tidak jauh dari pertarungan mereka ada gua besar yang menganga lebar.


Mata Zhou Yuan sedikit melebar saat mengenal ular itu. "Ular Sisik Perak, bagaimana dia ada disini?!"


Zhou Yuan tidak mungkin salah mengenal siluman yang dimaksud karena di kehidupan pertama siluman itu hampir membunuhnya. Jika waktu itu ia tidak bertemu gurunya yang menyelamatkannya mungkin Zhou Yuan akan meninggal lebih cepat dari seharusnya.


Siluman Ular Perak kini tampak mendominasi pertarungan, kedatangan kelompok Xi Yan dan lainnya ke gua nampaknya menimbulkan kemarahan yang tak terkira dari ular tersebut.


"Dilihat dari fisiknya ular ini sudah berusia hampir tiga ratus tahun, membutuhkan seorang pendekar Alam Emas puncak untuk mengalahkannya..." Zhou Yuan mengepalkan tangannya keras.


Zhou Yuan bisa menyaksikan Xi Yan dan kelompoknya semakin kewalahan menghadapi Ular Sisik Perak, bahkan beberapa dari anggotanya ada yang terluka.


Zhou Yuan tidak mempunyai waktu lagi untuk mengamati situasinya lebih jauh, ia mengalirkan tenaga dalam pada mulutnya cukup besar sebelum merubahnya menjadi energi.


"Elemental Api — Hembusan Bola Api!"


Dengan sekali nafas, Zhou Yuan mengeluarkan bola api raksasa di mulutnya yang kemudian mengarah pada pertarungan Ular Perak dan kelompok Xi Yan.


Ketika bola api raksasa itu cukup dekat, Xi Yan dan kelompoknya menyadarinya, mereka terkejut sebelum buru-buru menjauhi bola api tersebut.


Ular Perak juga bereaksi serupa, ia bahkan terlebih dulu menyadari bola api itu sebelum kelompok Xi Yan.


Ketika bola api itu mengenai tanah ia langsung meledak cukup besar, menciptakan kebakaran hebat ke sekelilingnya.


Mulut Jinxue terbuka lebar, tidak menduga Zhou Yuan dapat melepaskan teknik sehebat itu. Bola api yang dilepaskan Zhou Yuan berhasil memisahkan antara Ular Perak dan Kelompok Xi Yan.


Ular Perak tidak bisa mendekati Xi Yan karena ada kobaran api yang memisahkan antara mereka namun api itu tidak bisa bertahan lama karena ketika apinya padam maka Ular Perak akan mengejar kelompok Xi Yan kembali.


Di saat situasi tersebut Zhou Yuan segera turun lalu mendarat tepat di depan Xi Yan.

__ADS_1


"Saudara Zhou, kau..." Xi Yan terkejut dengan kemunculan Zhou Yuan yang muncul begitu tiba-tiba.


"Saudara Xi, kita tidak punya waktu untuk berbincang, aku akan menahan ular itu untuk menahannya sementara waktu, kau dan kelompokmu bisa pergi sekarang."


"Saudara Zhou, Ular itu terlalu kuat, kau bisa terbunuh olehnya dalam sekali serangan..."


Zhou Yuan tersenyum tipis. "Percayalah aku mempunyai cara tersendiri untuk lolos darinya. Saudara Xi cepatlah pergi dari sini."


Xi Yan jelas menolak cara tersebut, meski dirinya selalu memandang rendah orang lain karena status dan kemampuan mereka namun laki-laki itu adalah sosok yang bertanggung jawab. Kalaupun ada seseorang yang harus dikorbankan maka dirinya lah orang yang tepat sebagai pemimpin kelompok.


Xi Yan hendak membalas namun Xi Jinxue mendarat tak lama kemudian.


"Kakak kita harus pergi, biarkan Saudara Zhou yang menghadapi ular itu!"


Xi Yan sebenarnya sangat menolak ide itu tetapi melihat adiknya begitu percaya dengan kemampuan Zhou Yuan, ia tidak punya pilihan lain selain menurut.


"Saudara Zhou sekali lagi aku berhutang budi padamu, jika berkenan aku ingin bertemu lagi setelah kompetisi ini selesai..."


Kompetisi ini jelas sudah diluar kemampuan para peserta, mereka harus menghentikan kompetisi tersebut usai menemukan siluman ratusan tahun.


Zhou Yuan melirik ke belakang untuk memastikan Xi Yan dan lainnya sudah menjauh, Zhou Yuan menarik pedangnya lalu menoleh ke arah Ular Perak tersebut.


Api yang diciptakan Zhou Yuan perlahan menipis sebelum akhirnya padam, di waktu yang sama Ular Perak langsung menerjang Zhou Yuan.


Zhou Yuan menghindari terjangan tersebut lalu mengayunkan pedangnya dengan kuat, pusaka Zhou Yuan yang sudah dilapisi tenaga dalam nyatanya hanya bisa memberikan goresan kecil pada sisik kulitnya.


Zhou Yuan tersenyum tipis, ia seperti merasakan pedangnya berbenturan dengan besi keras. Titik kekuatan Ular Perak memang terletak pada ketebalan kulitnya yang luar biasa, membutuhkan serangan terus menerus untuk mengalahkannya.


Meski gagal melukai Zhou Yuan tidak langsung menyerah begitu saja, ia menggunakan teknik pedang elemen lainnya yang cocok untuk melawan Ular Raksasa tersebut yaitu Teknik Pedang Petir.


Teknik Pedang Petir adalah salah satu Teknik Pedang Elemen yang ada di dunia persilatan seperti Teknik Pedang Air, Api, dan Suara.

__ADS_1


Teknik pedang ini menitik beratkan pada kecepatan gerak tubuh, seseorang harus bisa berlari dengan sangat cepat untuk mampu mempelajari teknik pedang ini.


Dengan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, Zhou Yuan langsung bergerak cepat menebas tubuh ular itu dari berbagai sisi.


Kecepatan yang dilakukan Zhou Yuan tidak bisa diikuti oleh mata ular tersebut sehingga Zhou Yuan dapat memberikan serangan cepat yang bertubi-tubi dalam waktu singkat.


Serangan Zhou Yuan terarah pada luka yang sama sehingga luka yang sebelumnya ringan kini sedikit demi sedikit semakin melebar.


Ketika Zhou Yuan ingin memberikan tebasan lainnya, ekor ular itu tiba-tiba terayun kepadanya.


Zhou Yuan berdecak kesal sebelum buru-buru menghindari ekor tersebut, Ular Perak itu ternyata sudah membaca pergerakan Zhou Yuan serta mengerti tujuan serangannya.


"Kau lebih merepotkan dari yang aku kira..." Zhou Yuan menggenggam pedangnya lebih erat, sedikit kesal karena ular itu sudah mempunyai kecerdasan yang lumayan.


Ular Perak mendesis keras, dari sisik-sisiknya mendadak ia melepaskan sebuah asap putih yang tebal.


Mata Zhou Yuan melebar, ia baru teringat kembali mengenai kemampuan Ular Perak tersebut. Selain kulitnya yang keras seperti besi, kulit Ular Perak mempunyai kegunaan lain yaitu dapat mengeluarkan sebuah asap.


Asap tersebut tidak beracun untuk dihirup namun akan menganggu jarak pandang. Biasanya hal ini digunakan saat Ular Perak mencari mangsanya.


Dalam waktu singkat sekeliling Zhou Yuan dipenuhi asap seperti kabut, membuat pandangannya menjadi amat terbatas. Sebaliknya, ular itu dapat mengetahui keberadaan Zhou Yuan lewat panas tubuh darinya.


Dari asap yang putih, tiba-tiba ular itu mulai menerjang Zhou Yuan kembali.


Zhou Yuan melompat untuk menghindarinya namun saat ia berada di udara, ular itu memberikan serangan susulan dengan serangan ekornya.


Zhou Yuan tidak bisa menghindar saat posisi berada di udara, ia mengangkat pedangnya untuk menahan ayunan ekor tersebut, alhasil tubuhnya terlempar cukup jauh hingga terhenti ketika mengenai batu besar di belakangnya.


Batu itu retak saat Zhou Yuan menghantamnya dengan kuat, Zhou Yuan meringis menahan rasa sakit, Ia yakin andai dirinya tidak berlatih Teknik Tulang Berlian mungkin saat ini tulang punggungnya sudah patah.


Zhou Yuan menatap ular perak itu dingin, ia sebenarnya tidak berencana untuk menggunakannya tetapi situasinya memaksanya demikian.

__ADS_1


Zhou Yuan menyarungkan pusaka ayahnya sebelum digantikan dengan Pedang Kusanagi. Ketika Zhou Yuan menarik pedangnya, tampak mata pedang berwarna hitam yang lebih pekat dari kegelapan malam.


__ADS_2