Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 232 — Memulai Perjalanan


__ADS_3

"Ayah mengorbankan dirinya untuk memberikan kami waktu pergi, kini Keluarga Xi sudah berpencar, aku bahkan tidak tahu dimana ibu dan kakakku sekarang..." Xi Jinxue menyelesaikan ceritanya sambil menahan agar air matanya tidak keluar kembali.


Zhou Yuan menghela nafas, harus dirinya akui tindakan organisasi kriminal kini sudah semakin kelewatan dan mulai bertindak semena-mena.


Dulu organisasi seperti mereka akan bekerja secara sembunyi-sembunyi karena takut diburu oleh pemerintah tetapi sekarang ketika kekuatan mereka menyamai kekuatan pemerintahan, organisasi kriminal jadi lebih berani bertindak secara terbuka bahkan sampai menyerang keluarga bangsawan.


Dari cerita Xi Jinxue, sebenarnya Keluarga Xi tidak hancur melainkan mereka berpencar.


Xi Kai selaku pemimpin keluarga mengorbankan dirinya agar anggota keluarga Xi yang lain mempunyai waktu untuk melarikan diri dari serangan Aliansi Organisasi Kuil Awan langit.


"Nona Xi, sebaiknya untuk sekarang kau pilihkan kondisimu terlebih dahulu, bukankah kau mengatakan ingin membawa giok itu ke suatu tempat?"


Xi Jinxue mengangguk, "Kata ayah, aku harus membawa giok ini ke Klan Chu berada, mereka adalah tempat yang dipercayai sekaligus tempat paling aman untuk menyembunyikan giok ini."


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga Xie Kai akan memberikan batu giok itu ke sana.


Klan Chu merupakan sebuah klan terkenal seperti klan Xiao dimana ada salah satu jagoan hebat yang terlahir di sana.


Jika di klan Xiao ada Xiao Fan maka di klan Chu ada pendekar wanita bernama Chu Guyu, seorang pendekar berbakat yang mencapai tingkatan Alam Cahaya dengan 6 meridian yang terbuka sebelum usia seratus tahun.


Kemampuan Chu Guyu mungkin di bawah Xiao Fan namun usia perempuan itu masih terbilang muda, hanya soal waktu Chu Guyu bisa melebihi kekuatan Xiao Fan bahkan menyamai Jiang Qisha.


'Sejak kapan Keluarga Xi dan klan Chu memiliki hubungan dekat sampai Xi Kai mempercayakan barang berharganya pada mereka?' Gumam Zhou Yuan pelan.


"Nona Xi, jika anda tidak keberatan bolehkah aku ikut bersamamu, mungkin aku bisa membantumu dalam perjalanan nanti?"


Xi Jinxue sebenarnya senang dengan tawaran tersebut namun ia segera menolaknya beralasan perjalanannya masih jauh dan juga berbahaya karena secara jelas gadis itu sedang diincar oleh organisasi kriminal. Xi Jinxue tidak mau Zhou Yuan dalam bahaya juga.


"Nona Xi, aku mengerti apa yang kau khawatirkan tetapi sepertinya anda memang membutuhkan pertolongan seseorang. Jika saja sebelumnya aku tidak melihatmu bertarung melawan kelompok itu bukankah nasibmu akan berbeda hari ini?"

__ADS_1


"Itu..." Xi Jinxue mengigit bibirnya, tidak bisa membantah perkataan Zhou Yuan.


"Mungkin ini sedikit memaksa tetapi aku sepertinya harus ikut dalam perjalananmu."


Xi Jinxue menghela nafas sebelum akhirnya mengangguk, sebenarnya ia tidak cukup yakin bisa ke klan Chu sendirian dengan kemampuannya.


Zhou Yuan tersenyum lalu menyarankan agar gadis itu memulihkan kondisinya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya kembali.


Zhou Yuan melihat gadis itu mengambil duduk bersila dan mulai mengumpulkan tenaga dalamnya, sambil menunggu Xi Jinxue selesai ia pergi ke hutan untuk mencari buah-buahan karena daging rusa yang dipanggangnya saat ini terlalu keras untuk dikonsumsi gadis itu.


Saat Zhou Yuan kembali matahari sudah terbit, Xi Jinxue sudah memulihkan sebagian kondisinya dengan tenaga dalam, meski masih belum pulih sepenuhnya namun ia sudah bisa bergerak bebas.


"Sebaiknya kita berangkat saat Nona Xi dalam kondisi prima, kita tidak tahu akan seperti apa perjalanan nanti."


Zhou Yuan menyuruh agar Xi Jinxue tidak perlu buru-buru melanjutkan perjalanan, klan Chu masih jauh, sekitar lima sampai tujuh hari hingga mereka bisa tiba di sana.


Zhou Yuan sadar gadis itu membutuhkan banyak istirahat, selain kelelahan secara fisik ia juga kelelahan secara mental. Zhou Yuan bisa melihat ada banyak hal yang sudah dialami Xi Jinxue terutama mengingat kejadian keluarganya.


Tidak ada percakapan diantara mereka selama perjalanan dimulai, Xi Jinxue masih dalam keadaan berkabung sehingga lebih banyak diam sementara Zhou Yuan sendiri tidak memiliki minat memulai percakapan.


Dengan peta yang dibuat Huang Li, Zhou Yuan memimpin perjalanan dan menggunakan rute yang paling cepat agar bisa tiba di klan Chu.


Rute itu membuat keduanya harus melewati hutan, Zhou Yuan dan Huang Li melompat dahan-dahan pohon agar mempercepat pergerakan keduanya sekaligus menghindari hewan buas atau siluman yang ada di hutan itu.


"Sebaiknya kita istirahat disini..." Zhou Yuan mendapatkan tempat yang cocok untuk keduanya tidur dan bermalam.


Dihari pertama perjalanan mereka, Zhou Yuan dan Xi Jinxue harus berisitirahat di tengah hutan, mereka bisa saja keluar dari area hutan tersebut andai terus bergerak selama tiga jam lagi namun karena hari sudah gelap akhirnya Zhou Yuan memutuskan tidur disini.


Xi Jinxue kemudian mengumpulkan beberapa ranting untuk membuat perapian di lokasi tersebut sementara Zhou Yuan berburu kelinci hutan untuk keduanya makan.

__ADS_1


Kelinci hutan yang didapat Zhou Yuan lalu dibakar di atas perapian, Zhou Yuan sempat mengoles daging kelinci itu dengan beberapa bumbu sehingga ketika dagingnya sudah mulai matang akan tercium aroma harum yang menggiurkan.


"Saudara Yuan, apa menurutmu ayahku masih bisa selamat?" Xi Jinxue tidak terlalu peduli dengan daging kelinci didepannya yang tampak lezat, saat ini ia masih terus memikirkan kondisi keluarganya.


Zhou Yuan tidak langsung menanggapi pertanyaan gadis itu, seingat Zhou Yuan, pemimpin Keluarga Xi yaitu Xi Kai merupakan pendekar Alam Cahaya dengan 7 meridian yang terbuka.


Pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi sangat sulit untuk dibunuh karena selain kekuatan dan kemampuan mereka yang tinggi, pengalaman mereka dalam bertarung juga cukup banyak.


Setidaknya membutuhkan tiga sampai empat orang pendekar Alam Cahaya dengan 7 meridian terbuka agar bisa membunuh Xi Kai.


"Aku tidak bisa memastikannya tetapi sejauh pengalamanku, ayahmu kemungkinan besar masih hidup."


Zhou Yuan tidak berniat berbohong ataupun memberikan harapan palsu pada gadis itu, Zhou Yuan berkata sesuai dengan pengalaman dirinya sendiri di kehidupan pertamanya.


Sebelum Zhou Yuan tewas, ia harus menghadapi ratusan orang dan empat pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi. Dirinya dapat membunuh seperempat pasukan yang mengepungnya dengan bayaran dirinya mati ditempat itu.


Wajah Xi Jinxue sedikit berubah mendengar jawaban tersebut, ia sangat berharap perkataan Zhou Yuan memang benar.


"Apa mungkin bisa ayahku selamat melawan ratusan pendekar, Saudara Yuan?" Tanya Xi Jinxue memastikan.


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Untuk menang mungkin ayahmu tidak bisa melakukannya tetapi untuk selamat, ayahmu mempunyai peluang besar untuk melakukannya. Tentu saja jika dia memilih kabur dan melarikan diri..."


Xi Jinxue merasa lebih lega mendengar hal tersebut meski Zhou Yuan mengingatkan bahwa itu hanya dugaan dan perkiraannya saja.


Sebelum keduanya berbicara lebih banyak lagi daging kelinci yang dipanggang mereka sudah matang.


Keduanya kemudian memulai menyantap hidangan malam tersebut, Xi Jinxue yang sudah lebih ceria membuat nafsu makannya meningkat.


Zhou Yuan tertawa kecil, sempat takjub karena begitu cepatnya perasaan gadis itu berubah. Tawa Zhou Yuan seketika berhenti lalu kemudian menoleh ke salah satu arah, menyadari ia kedatangan tamu tak diundang.

__ADS_1


'Hm, sepertinya mereka sudah mulai bergerak?" Zhou tersenyum lebar, tidak memikirkannya lebih jauh ia lebih mengutamakan makan daging kelinci di tangannya.


__ADS_2