Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 154 — Perayaan Panen


__ADS_3

"Yuan'er, kau begitu mengagumkan di atas panggung tadi..." Jiang Long menepuk pundak Zhou Yuan pelan sambil tertawa kecil.


Sehabis turnamen Babak Utama selesai, Zhou Yuan, Yifei, dan Jiang Long berjalan kembali ke penginapan mereka. Jiang Long memuji kemampuan Zhou Yuan yang menurutnya sangat luar biasa.


"Aku hanya berlatih lebih giat, Senior..." Zhou Yuan tersenyum canggung.


"Jangan rendahkan dirimu, tidak ada yang bisa mencapai bakatmu jika hanya dengan berlatih giat."


Zhou Yuan menggaruk kepala, pernyataan itu tidak salah, memang berlatih lebih keras tidak menjamin seseorang bisa bertambah lebih kuat dengan cepat.


Kecerdasan, pengalaman, bakat, serta adanya seorang guru adalah faktor lain seorang pendekar bisa berkembang dengan lebih pesat.


"Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak menggunakan api birumu di turnamen ketika menyemburkan lautan api itu?" Tanya Jiang Long penasaran.


"Aku hanya tidak ingin penonton melihat seluruh kemampuanku Senior..." Jawab Zhou Yuan tersenyum tipis.


Zhou Yuan tidak bisa mengatakan bahwa alasan lainnya karena Ia tidak ingin lawannya mati terbakar.


Pengendalian elemen api Zhou Yuan sudah sangat tinggi setelah mempelajari teknik api biru, jika menggunakan kemampuan sesungguhnya, Zuo Lang tak akan sempat untuk menghindar bahkan bisa berakibat dia kehilangan nyawanya.


"Paman, kenapa kau tidak memujiku, aku juga lolos ke babak selanjutnya?" Yifei yang semenjak tadi terdiam merasa tidak senang pamannya memuji Zhou Yuan terus.


"Kau lolos karena lawanmu bukan tandinganmu, Fei'er, bisa dibilang kau beruntung hari ini."


"Hmph!" Yifei mendengus kesal, dia melanjutkan langkahnya lebih cepat.


Jiang Long tertawa, "Aku hanya becanda Fei'er, jangan pergi dulu. Karena kalian berdua menang hari ini, bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan-makan di restoran."


Yifei yang sudah melangkah lebih jauh langsung terhenti, telinganya bergetar ketika mendengar makan di restoran.


"Paman tidak becanda bukan?" Yifei bertanya memastikan.


"Kenapa paman harus berbohong, kebetulan hari ini Kota Lily sedang merayakan sebuah hasil panen, di sana kemungkinan ada pesta kembang api."


Yifei merasa tidak percaya dan merasa antusias ingin pergi ke Kota Lily.


"Pertama-tama kita harus membersihkan diri terlebih dahulu, kalian sudah bertanding dan juga berkeringat bukan?" Jiang Long tertawa kecil melihat ketidaksabaran Yifei.


Yifei mengangguk, gadis itu berjalan terlebih dahulu agar bisa lebih cepat ke penginapan, Zhou Yuan yang memperhatikan Yifei hanya menggeleng pelan melihat sifat kekanak-kanakan Tuan Putri Kaisar Bulan tersebut.

__ADS_1


"Yuan'er, aku juga ingin mengajakmu ke tempat pelelangan di sana, tapi kalau itu kau mau?"


"Pelelangan?"


"Ya, di acara perayaan panen nanti Kota Lily akan mengadakan pelelangan besar. Ada banyak barang unik serta langka yang akan dilelang, barang-barang mereka berasal dari empat Kekaisaran langsung."


Zhou Yuan mengelus dagunya, ia sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk membeli barang apapun namun bisa saja ia berubah pikiran ketika di pelelangan nanti ada barang-barang yang memancing minatnya.


Zhou Yuan setuju dan akan menghadiri turnamen tersebut.


***


Yifei sebenarnya ingin mengajak Xiao Rou dan Linxia ikut pergi bersamanya namun ia menyadari mereka mungkin sedang beristirahat mengingat telah bertanding di turnamen barusan.


Hari sudah sore dan menjelang akan malam, Zhou Yuan, Yifei, dan Jiang Long pergi ke Kota Lily menggunakan elang putih mereka.


Kota Lily berada di bawah gunung yang di tempati Akademi, jika seseorang jalan kaki menuruni gunung, akan membutuhkan waktu beberapa jam hingga sampai ke Kota.


Dengan menggunakan elang putih sebagai kendaran, tidak sulit bagi ketiganya tiba di Kota Lily hanya hitungan menit.


Jiang Long mendaratkan elang putihnya di restoran tempat pertama dulu mereka baru sampai di kota Lily.


Pelayan itu tampak mengenali rombongan Zhou Yuan sebab hanya rombongan mereka lah yang berani memesan semua menu makanan di lantai lima. Selain itu, elang putih yang dibawa mereka juga amat menarik perhatian.


Jiang Long kembali makan di lantai lima, ketiganya mulai memesan masakan di restoran tersebut.


Yifei tampak begitu lahap makan di restoran tersebut, meski setiap hari gadis itu dimasakan Zhou Yuan namun masakan di restoran ini jauh lebih lezat.


Zhou Yuan juga harus akui masakan restoran tersebut memang lebih enak dari buatannya terlepas dari harga mereka yang mahal.


'Hm, mungkin aku harus lebih banyak belajar hingga masakanku bisa seenak ini...' batin Zhou Yuan dalam hati saat menyantap paha ayam di tangannya.


Sesudah makan di restoran itu, Jiang Long mengajak Zhou Yuan dan Yifei ke lapangan di tengah Kota Lily, perayaan panen akan diadakan di sana sekaligus pelelangan setelahnya.


"Paman, aku dan Saudara Yuan berniat ingin membeli pedang untukku, paman bisa langsung ke sana terlebih dahulu..." Yifei memberitahu.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, gadis itu tidak pernah memberitahukan soal dia akan membeli pedang apalagi rencana pergi bersamanya.


Jiang Long tertawa kecil, ia tidak tahu apakah Yifei berkata jujur atau tidak yang pasti gadis itu sepertinya ingin berdua dengan Zhou Yuan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan membeli tiga kursi untuk kalian berdua di pelelangan. Yuan'er, tolong jaga Yifei..."


Zhou Yuan tersenyum canggung sebelum mengangguk, setelahnya Jiang Long pergi meninggalkan keduanya.


"Fei'er, jenis pedang apa yang kau inginkan?" Tanya Zhou Yuan pada gadis itu.


"Aku ingin pedang sepertimu, pedang dua sisi."


Zhou Yuan mengangguk, Yifei bukanlah seorang ahli pedang namun dia mengerti dasar-dasar permainan pedang di tahap tertentu. Dengan elemen apinya, gadis itu bisa membentuk sebuah pedang.


Zhou Yuan memimpin perjalanan menelusuri Kota Lily, di sebabkan malam ini akan ada perayaan panen membuat jalanan kota sedikit padat oleh warga sekitar meski waktu sudah mulai gelap.


"Fei'er, tetap disisiku!" Zhou Yuan memegang tangan mungil gadis itu, ia tidak mau desak-desakan seperti ini membuat keduanya terpisah.


Yifei tidak menolak uluran tangan Zhou Yuan, disisi lain wajah gadis itu sedikit memerah meski ia berusaha menahannya.


Zhou Yuan melihat sekitar, sejujurnya ia bingung harus mencari tempat senjata ada dimana karena ia baru pertama kali di Kota Lily di dua kehidupannya.


Saat Zhou Yuan masih berpikir, pandangan matanya menemukan sebuah toko yang tidak asing di kepalanya.


Wajah Zhou Yuan menjadi cerah, segera keduanya pergi ke toko tersebut. Toko yang di kunjungi Zhou Yuan bernama Toko Terang Bulan.


"Apa kau yakin ini toko persenjataan?" Yifei mengerutkan dahi melihat nama toko tersebut.


"Aku pernah mengunjunginya namun di tempat yang berbeda, kualitas senjata yang dijual mereka sangat bagus." Zhou Yuan mengangguk percaya diri.


Zhou Yuan pernah ke Toko Terang Bulan saat di Kota Hana tiga tahun yang lalu, di sanalah ia membeli pisau lempar sekaligus bertemu dengan Jiang Qisha.


Zhou Yuan yang masuk pertama kali ke toko itu, ketika ia menginjakkan kakinya ke dalam, semua pusat mata teralih kepadanya.


Di Toko Terang Bulan memang ada beberapa pelanggan ketika malam namun mereka tetap buka. Pelayan yang mayoritasnya adalah seorang perempuan gadis muda, segera melihat ke arah Zhou Yuan ketika pemuda itu masuk.


Selain Zhou Yuan memiliki penampilan orang yang berada, wajah laki-laki itu juga tampak tampan dan berwibawa. Sontak saja dengan hal tersebut para gadis pelayan toko segera mengerumuninya.


Zhou Yuan tersenyum canggung, ia jadi teringat kejadian hal serupa terjadi saat pertama kali ia masuk ke toko tersebut.


Para pelayan gadis bersikap ramah pada Zhou Yuan bahkan tidak sedikit ada yang menggodanya, namun itu tidak berlangsung lama saat sebuah pandang dingin mengarah pada mereka.


Yifei menatap tajam para pelayan itu yang baru masuk tak lama Zhou Yuan ke dalam. Tatapan dingin Yifei pada pelayan gadis tersebut membuat mereka mundur beberapa langkah serta menelan ludah.

__ADS_1


__ADS_2