Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 40 — Toko Terang Bulan


__ADS_3

Satu pisau lempar itu diberi harga sepuluh perak dengan jumlah 200-an lebih. Zhou Yuan akhirnya membeli semua pisau lempar tersebut dengan beberapa koin emas, hal tersebut membuat para pelayan gadis itu terkejut melihat kekayaan yang dikeluarkan sang pemuda.


"Apakah segini cukup?" Zhou Yuan menyerahkan tiga keping emas saat pelayan itu hendak menjumlahkan harganya.


Meski uang yang diberikannya terkesan lebih tetapi Zhou Yuan tidak punya alternatif lain selain memberikannya, saat ini dikantong kulitnya hanya berisi koin emas. Dia tidak punya waktu untuk menunggu pelayan itu menjumlahkan semuanya.


Pelayan yang menerimanya mengangguk sambil menelan ludah. "Tuan muda, ini lebih dari cukup."


Walaupun di kota besar, koin emas bukanlah sesuatu yang umum terlihat di pasaran, hanya mereka dari kalangan orang kaya atau para bangsawan yang sering menggunakannya.


Para gadis itu kini memandang Zhou Yuan dengan cara berbeda, mereka ingin menarik perhatiannya sebagai seorang laki-laki tetapi Zhou Yuan justru langsung memilih pergi, berlama-lama bersama para gadis itu membuat Zhou Yuan tidak nyaman, lebih tepatnya ia tidak ingin lepas kendali.


Zhou Yuan menyimpan pisau-pisau kecil yang dibeli sebelumnya ke jubah lengan pakaiannya, setelahnya ia pergi menuju toko lain.


"Toko Terang Bulan? Apa ini sejenis tempat gabungan antara tempat pengobatan dan penjualan pil?" Zhou Yuan mengerutkan dahinya saat berdiri di depan salah satu toko.


Zhou Yuan bertanya pada beberapa masyarakat lokal mengenai toko sumberdaya, kata mereka, Toko Terang Bulan adalah toko pembuatan pil terbaik di Kota Hana.


Toko pil sumberdaya yang di datangi Zhou Yuan merupakan toko besar yang memiliki lantai tiga, toko tersebut memang menjual pil namun disisi berbeda toko itu diisi orang sakit yang ingin berobat.


Zhou Yuan kemudian memasuki Toko Terang Bulan, sama seperti toko persenjataan sebelumnya, ketika Zhou Yuan masuk ia langsung disambut oleh satu pelayan laki-laki.


"Apakah disini ada beberapa pil penyembuh, pil pengisi tenaga dalam serta pil yang dibutuhkan untuk para pendekar lainnya?" Tanya Zhou Yuan pada pelayan itu.


Pelayan itu mengangguk dan menjelaskan tentang tokonya serta siapa pembuat pil yang pembuatnya.

__ADS_1


"Pil-pil yang dijual oleh kami berasal alkemis ternama di Kekaisaran Bulan, Han Ou, pembuatan serta kualitasnya tidak bisa diragukan lagi." Jelas pelayan itu, ia berpengalaman menghadapi pembeli yang baru pertama kali mengenal tokonya.


Zhou Yuan mengelus dagunya, sebenarnya ia tidak mengetahui orang yang disebut Han Ou itu namun ketika melihat pil-pil yang ada di tokonya memiliki kualitas sangat baik, ini menunjukkan identitas Han Ou itu bukan orang biasa.


Toko Terang Bulan merupakan bisnis penjualan pil serta pengobatan terbesar di Kekaisaran Bulan, mereka banyak sekali membuka toko cabang dimana-mana termasuk di Kota Hana ini.


"Han Ou disebut-sebut sebagai Raja Alkemis di Kekaisaran Bulan, Tuan muda, telah banyak pil yang diciptakannya, selain pil penyembuh untuk pengobatan ia juga membuat pil sumberdaya untuk para pendekar." Jelas pelayan itu yang seperti mengerti ke arah mana pikiran Zhou Yuan, disisi lain ia terkejut Zhou Yuan tidak mengetahui nama besar seperti Han Ou.


Zhou Yuan mengangguk, ia mengeluarkan kantong kulit lalu menyerahkan semuanya pada pelayan itu. "Aku ingin membeli beberapa banyak pil, bisakah kau menyediakannya."


Zhou Yuan kemudian memberikan kertas yang didalamnya ada daftar pil yang ingin dibelinya.


Wajah pelayan itu seketika terkejut melihat jumlah koin emas yang ada di kantong kulit Zhou Yuan, ia segera memanggil pelayan yang lain untuk membantunya mencari pil yang diminta Zhou Yuan.


Ketika Zhou Yuan sedang menunggu pil yang dipesannya, dari pintu toko, tiba-tiba ada seseorang yang masuk dengan tergesa-gesa.


"Dimana tabib kalian?! Cepat panggilkan dia kesini..." Teriak pria paruh baya itu dengan panik, ia sempat melemparkan koin emas ke lantai agar para pelayan toko segera melayaninya.


Pelayan toko segera mengerti keadaannya, bukan hal pertama seseorang menyerobot masuk ke dalam tokonya seperti cara pria tersebut kecuali ada keadaan darurat. Tanpa menunggu lebih lama lagi mereka segera memanggil tabib mereka.


Pria paruh baya itu membaringkan anak kecil dilantai begitu saja, wajahnya dipenuhi kekhawatiran serta kesedihan yang mendalam. Jelas sekali anak kecil yang digendongnya merupakan orang terdekatnya.


Zhou Yuan mengerutkan dahi melihat keduanya dari jauh, meski anak kecil yang digendong pria itu tampak tidur namun Zhou Yuan menyadari ada suatu keanehan terutama kulit anak kecil yang dibawa pria paruh baya itu berwarna kebiruan.


Satu menit kemudian seorang tabib datang dengan langkah terburu-buru, ia segera menghampiri pria tadi dan meminta menjelaskan situasinya.

__ADS_1


Pria paruh baya itu menjelaskan bahwa anak kecil yang dibawanya adalah cucunya, dia menceritakan bahwa waktu kemarin sore, cucunya itu mengantuk berat hingga tertidur pulas namun sampai sekarang cucunya itu tak kunjung bangun.


Pria itu jelas merasa ada yang janggal apalagi melihat kulit cucunya yang berubah kebiruan, ketika ia menyentuhnya, suhu tubuh cucunya itu sudah dalam keadaan dingin seperti menyentuh es.


Dia kemudian bergegas pergi ke Toko Terang Bulan agar cucunya bisa disembuhkan kembali.


Tabib kemudian memeriksa denyut nadi cucu pria paruh baya itu, ia sedikit bingung dengan kondisi sang anak kecil tersebut karena baru pertama kali melihat penyakit seperti ini.


"Dia tidak terserang penyakit, dia terkena racun..." Menyadari situasinya, Zhou Yuan angkat bicara.


Pria paruh baya, tabib, serta lainnya kemudian menoleh ke arah anak muda tersebut, tidak mengerti tentang kalimat yang diucapkannya.


"Suhu dingin yang dilepaskan berasal dari racun yang masuk kedalam tubuhnya, gejala awal ia akan mengantuk berat dan tidak bangun kembali sebelum racun itu dikeluarkan. Disisi lain ketika ia tidur, suhu tubuhnya akan turun dengan drastis dan jika dibiarkan dia bisa mati karena kedinginan." Jelas Zhou Yuan sambil melangkah ke anak kecil itu.


"Anak muda, apakah kau mengenal racun ini?" Pria paruh baya itu tidak peduli yang berbicara tersebut adalah seorang anak kecil ataupun tabib, yang dipikirkannya sekarang adalah menolong cucunya.


"Hanya ada satu racun yang memiliki efek mematikan seperti itu, dia adalah racun dari Ular Es."


"Racun Ular Es? Bagaimana bisa ada ular es di sekitar sini, dia hanya hidup dilingkungan yang bersalju?" Tabib itu mengenal ular es yang dikatakan Zhou Yuan.


"Sebenarnya aku tidak mengetahui hal tersebut tetapi bukan itu yang kita cari, pertama-tama kita harus menyembuhkannya..."


Ketika Zhou Yuan sudah di dekat anak itu ia kemudian meletakan tangannya di atas perut anak tersebut. Zhou Yuan kemudian mengalirkan tenaga dalamnya.


"Anak muda, apa yang kau lakukan?!" Pria paruh baya terkejut dengan tindakan Zhou Yuan yang tiba-tiba.

__ADS_1


Zhou Yuan tidak menjawab namun sedikit demi sedikit warna kulit biru anak kecil itu mulai memudar sebelum akhirnya perlahan kembali normal lagi. Zhou Yuan telah menetralkan seluruh racun di tubuh anak kecil itu dengan tenaga dalamnya.


__ADS_2