Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 108 — Ibukota Kekaisaran


__ADS_3

Setelah dua hari terombang-ambing diperairan, kapal yang Zhou Yuan tumpangi akhirnya sampai di salah satu pelabuhan yang ada di ibukota.


Zhou Yuan turun dari kapal bersama penumpang yang lain, tidak lupa kuda yang bersamanya juga ikut diturunkan.


Suasana kapal terasa canggung termasuk Zhou Yuan yang ikut merasakannya, hal ini berkaitan dengan keberadaan Kakek Bai.


Setelah melihat kekuatannya, Zhou Yuan merasa segan bertemu dengan Kakek tersebut apalagi sesudahnya Kakek Bai tidak pernah keluar dari kamarnya lagi sampai kapal mereka berlabuh.


"Yuan'er, terimakasih telah mentraktirku makan dan membayar kapal ini, kau benar-benar pemuda baik hati..." Kakek Bai menepuk pundak Zhou Yuan, tertawa.


"Sama-sama Senior, aku juga berterimakasih atas pertolongan anda sebelumnya." Zhou Yuan tersenyum canggung, memberikan hormatnya.


"Tidak perlu dipikirkan Yuan'er." Kakek Bai tersenyum lebar lalu kemudian menoleh ke arah para awak kapal. "Tentang masalah perompak, kuharap kalian tidak menyebarkannya? Aku akan senang jika kalian merahasiakan itu." Kakek Bai tersenyum penuh makna yang membuat para awak kapal serta pemiliknya berkeringat dingin lalu mengangguk cepat.


"Ah, sayang sekali kita pertemuan kita singkat Yuan'er tetapi itu tidak apa, aku cukup senang bisa berkenalan denganmu..." Kakek Bai tertawa. "Lagi pula ini bukan perpisahan yang sebenarnya, aku cukup yakin takdir akan mempertemukan kita lagi, Yuan'er..."


"Sebuah kehormatan jika bertemu dengan Senior lagi." Zhou Yuan tersenyum, mengangguk.


Pertemuan ia dengan Kakek Bai menambah motivasi padanya. Setelah melihat serangan energi pedang Kakek tersebut Zhou Yuan jadi ingin berlatih lagi dan meningkatkan kekuatannya.


Kakek Bai kemudian berpamitan dan meninggalkan pelabuhan, Zhou Yuan menyaksikan punggung Kakek Bai mulai menghilang dari pandangannya.


"Saudara Yuan kami juga akan pamit, aku dan adikku harus pergi ke suatu tempat sebelum masuk masuk ibukota..." Huang Li menyampaikan niatnya.


Walaupun Huang Li dan Qiyao mempunyai tujuan yang sama dengan Zhou Yuan namun urusan keduanya berbeda di ibukota. Zhou Yuan mengangguk, membiarkan kedua gadis kembar itu pergi terlebih dahulu.


Kini yang tersisa adalah Zhou Yuan, Xi Jinxue berserta para pengawalnya.


"Kurasa hanya tinggal kita berdua, Saudara Yuan, mari masuk ke gerbang kota." Xi Jinxue mempersilahkan.

__ADS_1


"Nona Xi, apa kau tidak melihat ada hal aneh di pelabuhan ini?" Tanya Zhou Yuan memandang sekitarnya.


Xi Jinxue dan pengawalnya ikut melihat sekeliling dan baru menyadari bahwa tidak ada kapal di pelabuhan ini selain kapal yang mereka tumpangi.


"Apa ini berkaitan dengan para perompak tadi Saudara Yuan?" Tanya Xi Jinxue.


"Aku juga berpikir demikian, sepertinya para perompak yang kita hancurkan sebelumnya berniat agar tidak ada kapal yang sampai ke ibukota." Zhou Yuan menilai ini karena seharusnya pelabuhan yang mereka tempati cukup besar untuk ditempatkan puluhan kapal.


Ekspresi Xi Jinxue mendadak menjadi cemas, pasti ada niat buruk dari tindakan Perompak Mata Satu itu.


Menyadari kecemasan gadis itu, Zhou Yuan jadi merasa bersalah. "Nona Xi, kurasa anda tidak perlu cemas, apapun alasannya tidak ada yang cukup gila berbuat kejahatan diibukota."


Didekat pelabuhan tempat kapal Zhou Yuan berhenti, dinding pembatas kota sudah terlihat dengan jelas. Pelabuhan ini bisa dibilang menyatu dengan daerah kawasan ibukota juga.


Tanpa berbicara lagi Zhou Yuan bersama Xi Jinxue memasuki ibukota itu dan mengeluarkan identitas mereka saat di gerbang kota.


"Sudah lama sekali aku tidak ke Kota Altaris, terakhir kali ketika aku masih kecil..." Gumam Xi Jinxue saat mulai melangkah pelan memasuki kota.


Kota Altaris adalah nama dari Ibukota Kekaisaran Bulan. Kota itu merupakan kota terluas wilayahnya, terbanyak penduduknya, serta termaju di seluruh kota yang ada di Kekaisaran Bulan.


Kota Altaris tidak hanya tempat tujuan bagi banyak pendekar singgah, kota ini juga menjadi pusat perhatian bagi sebagian orang biasa untuk merantau hidup disini.


Tidak mengherankan dalam setiap tahunnya ada ribuan pengunjung yang berdatangan ke ibukota, membuat kota tersebut menjadi kota yang paling padat penduduknya.


Saat Zhou Yuan melihat pertama kali Kota Altaris dikehidupan pertama, semuanya telah banyak berubah seingat yang ia lihat, yang pasti kota tersebut telah berubah lebih maju dengan banyak bangunan yang tinggi.


"Bukankah itu istana kekaisaran?" Zhou Yuan menunjukkan sebuah bangunan paling tinggi yang ada di tengah kota.


Xi Jinxue menoleh ke arah yang ditunjuk Zhou Yuan sebelum mengangguk. "Benar saudara Yuan, disana adalah tempat pertemuan besar nanti akan diadakan."

__ADS_1


Zhou Yuan mengerutkan dahi, meski jaraknya jauh dari istana tersebut. Dia bisa melihat kediaman Keluarga Jiang sangat besar.


Luas kediaman keluarganya terlihat kecil jika dibandingkan dengan Keluarga Jiang, tidak mengherankan keluarga tersebut adalah Keluarga Bangsawan nomor satu di Kekaisaran Bulan baik itu pengaruh, kekuatan, maupun wilayahnya.


Zhou Yuan, Xi Jinxue serta yang mengawalnya langsung menuju istana Kekaisaran, sambil melangkah lebih dalam kota, Zhou Yuan melihat-lihat sekeliling kota tersebut dari atas kudanya.


"Hm, bukankan katamu pemerintah kekaisaran akan membuat sebuah pertemuan, kenapa tidak ada acara penyambutan atau sejenisnya bagi para tamu yang akan datang?" Zhou Yuan melihat tidak dekorasi untuk penyambutan disekitar kota.


"Sebenarnya walaupun disebut pertemuan besar, pertemuan ini bisa dibilang rahasia jadi sebisa mungkin pihak Kekaisaran tidak berbuat yang menonjol apalagi sampai menyambut para tamu..."


Xi Jinxue mengatakan pertemuan besar tersebut hanya melibatkan para pemimpin saja, Jinxue adalah pengecualian karena suatu alasan ayahnya tidak bisa mengikuti pertemuan penting tersebut.


Pertemuan besar ini hanya sedikit orang yang mengetahuinya, sebab itulah gadis itu cukup terkejut saat mendengar Huang Li bisa mengetahui pertemuan ini.


"Jadi alasan itu kenapa saat kita berbicara, kau menyuruh para pengawalmu menjaga jarak dari kita?"


"Benar Saudara Yuan, mereka bahkan tidak mengetahui bahwa alasan mereka ditugaskan kesini karena berkaitan dengan pertemuan tersebut."


Tidak lama kemudian rombongan Zhou Yuan tiba di pintu masuk kediaman istana Kekaisaran. Penjaga yang bertugas di istana sangat ketat, tanda pengenal biasa tidak akan bisa masuk.


"Berhenti, tunjukkan identitas kalian jika ingin masuk ke dalam istana!" Penjaga itu menghentikan Zhou Yuan, Xi Jinxue dan lainnya.


Xi Jinxue menunjukkan kartu undangan atas pertemuan dari Kaisar, para penjaga tidak perlu memeriksa lagi dan langsung mempersilahkan gadis itu masuk. Mereka sudah diberi instruksi demikian oleh atasannya agar siapa yang membawa kartu itu maka harus segera dipersilahkan memasuki istana.


Sementara untuk Zhou Yuan, ia memberikan surat sebagai tanda bahwa kaisar telah mengundangnya kemari.


"Tunggu dulu, masalah surat ini aku harus memastikan keasliannya terlebih dahulu." Salah satu penjaga pergi melaporkan surat itu pada Kaisar, tidak lama kemudian penjaga itu datang kembali namun kali ini bersama seseorang.


"Lama tidak bertemu Yuan'er, kau sepertinya telah mengalami kemajuan yang pesat ya?" Kakek Jiang tersenyum lembut, ia langsung menyambut Zhou Yuan di pintu masuk.

__ADS_1


__ADS_2