Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 71 — Kota Bawah Tanah


__ADS_3

Api yang dilepaskan Zhou Yuan mengejutkan kelompok bertudung tersebut, mereka yang hendak bergerak ke arahnya buru-buru mundur dan mengambil jarak untuk menghindari api tersebut.


Bukan hanya besar dan membentuk seperti lautan api tetapi perubahan jenis Zhou Yuan bertipe elemen api itu memiliki suhu panas yang tinggi.


Rumput, dedaunan hingga pohon yang tersentuh olehnya seketika terbakar dengan hebat, membuat kepulan asap hitam yang tersebar kemana-mana.


Kelompok bertudung tidak punya pilihan lain selain terus bergerak mundur ketika api dan asap terus menghampiri mereka.


"Bagaimana bisa anak remaja itu bisa menggunakan perubahan jenis setingkat ini..." Pemimpin kelompok bertudung sampai terkejut dibuatnya.


Ilmu perubahan jenis di dunia persilatan sangatlah langka, menguasainya juga tidak mudah karena harus pintar dalam mengendalikan tenaga dalam.


Melihat seorang anak yang terlihat berusia 15 tahun bisa melakukan teknik elemen api dengan sehebat itu belum pernah terdengar di dunia persilatan. Hal tersebut yang membuat kelompok itu sangat terkejut saat melihatnya.


Ketika pemimpin kelompok bertudung harus terus dibuat mundur, Saat itulah ia menyadari Zhou Yuan sudah menghilang dari tempatnya.


"Sial, dia ternyata kabur..." Pemimpin kelompok itu berdecak kesal. "Kejar anak itu, jangan biarkan dia lolos-!"


Pemimpin kelompok bertudung mengumpat saat menyadari rencana Zhou Yuan, ia dan bawahannya segera bergerak mengitari kobaran api sebelum berlari mengejar Zhou Yuan.


Ketika kelompok bertudung itu sadar dirinya kabur, Zhou Yuan telah berlari cukup jauh dari mereka.


Zhou Yuan menggunakan seluruh tenaganya untuk berlari sekuat tenaga, bergerak melompati dahan-dahan pohon. Nafas Zhou Yuan saat ini sudah tidak stabil, bukan karena dirinya berlari cepat melainkan tenaga dalamnya yang tinggal beberapa lagi.


Teknik elemen api yang ia gunakan sebelumnya memang sangat hebat namun disisi lain Zhou Yuan kehabisan banyak sekali tenaga dalamnya.


Setidaknya Zhou Yuan menghabiskan 90% dari jumlah tenaga dalamnya untuk menyemburkan api sebesar itu. Tenaga dalamnya tinggal 10 lingkaran lagi, dan kini ia menggunakannya untuk berlari.


"Aku harus mencari tempat bersembunyi, tenaga dalamku tinggal sedikit lagi..."


Jika tenaga dalam Zhou Yuan habis maka kecepatan berlarinya akan menurun secara signifikan, biarpun masih cepat tetapi itu tidak cukup untuk kabur dari kelompok bertudung itu bahkan bisa jadi akan terkejar.

__ADS_1


Zhou Yuan mengambil jalan berbelok-belok di sesekali waktu agar kelompok bertudung itu kebingungan atau kehilangan jejaknya.


Zhou Yuan terus berlari tanpa mengenal arah hingga akhirnya ia menemukan sebuah air terjun dalam pelariannya. Zhou Yuan langsung menghentikan langkahnya ketika sudah dekat di sana dan merasakan aura tak biasa dari air terjun itu.


Air terjun itu tidak terlalu tinggi seperti yang ditemukan di sekte bambu hijau hanya saja jumlah air yang jatuh dari tebing cukup deras dan tebal.


Zhou Yuan mengerutkan dahi melihat air terjun itu. Matanya sedikit menyipit ketika menyadari ada sesuatu yang aneh dibaliknya.


Zhou Yuan menemukan sebuah tempat dibalik air terjun tersebut secara samar, setidaknya demikian yang terlihat dan ketika ia mengeceknya dengan menerobos air terjun itu Zhou Yuan menemukan sebuah gua.


Gua itu tidak terlalu besar, berukuran sedang dengan stalagtit dan stalakmit di dinding-dinding gua.


"Ini tempat yang cocok untukku bersembunyi, tidak akan ada yang mengira air terjun ini memiliki gua di dalamnya..."


Zhou Yuan memutuskan istirahat di sana, ia jatuh terduduk sembari menenangkan nafasnya yang masih memburu. Sudah sejak lama ia tidak dikejar-kejar seperti ini dan teringat kali mengingatnya ketika di akhir kehidupan pertamanya.


Yang pertama kali Zhou Yuan lakukan adalah menenangkan dirinya sebelum mengambil posisi duduk bersila, Zhou Yuan memejamkan mata lalu mulai mengisi tenaga dalamnya yang sudah hilang seluruhnya.


Zhou Yuan cukup lama untuk mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya kembali, namun yang pasti langit terlihat gelap dari luar ketika ia selesai.


Zhou Yuan perlahan bangkit, ia melihat sekitar gua yang dihinggapinya dan baru menyadari gua itu sangat dalam sampai tidak melihat ujungnya.


Yang paling menarik adalah ada aura tak biasa yang muncul di kedalaman gua itu. Alasan yang sama kenapa Zhou Yuan bisa menemukan gua ini.


"Gua apa ini, jika aku tidak menyadarinya mungkin aku tidak akan melihatnya..." Zhou Yuan melihat ke dalam gua yang gelap, entah kenapa ia merasa penasaran dengan kedalaman gua tersebut.


Setelah mempertimbangkan banyak hal Zhou Yuan pikir tidak masalah kalau ia menyusuri gua tersebut terlebih dahulu. Dia juga tidak bisa langsung buru-buru keluar karena masih ada kemungkinan bertemu dengan kelompok bertudung itu.


Setelah memeriksa tidak ada mahluk atau sesuatu yang hidup di dalamnya Zhou Yuan mulai memasuki gua itu, tidak lupa ia membuat obor sebagai penerangan penglihatannya.


Semakin dalam ukuran gua semakin besar, jumlah stalagtit dan stalakmit sebaliknya malah semakin berkurang.

__ADS_1


Hampir 15 menit Zhou Yuan berjalan tetapi masih tidak menemukan ujung dari gua itu. Saat Zhou Yuan berpikir untuk membatalkan penelusurannya ia menemukan sebuah puing bangunan.


"Puing? Berarti ada seseorang yang pernah kesini sebelumnya..." Zhou Yuan mengerutkan dahinya.


Beberapa langkah berlalu puing bangunan yang ditemui semakin banyak hingga akhirnya Zhou Yuan tiba diujung lorong gua.


Zhou Yuan menahan nafasnya disusul matanya yang melebar. Dia sempat mundur dua langkah saat melihat sebuah pemandangan di depannya.


Gua itu membawa Zhou Yuan ke sebuah kota yang berada di dalam tanah, lengkap dengan arsitektur serta bangunan-bangunan yang biasanya ditemukan di kota.


Yang membedakan kota itu beratapkan langit-langit gua. Sulit mempercayai ada sebuah pemukiman di bawah tanah ini.


Zhou Yuan melihat sekitar kota itu, sunyi, hampir tidak ada suara apapun yang terdengar. Meski sedikit ragu tetapi pada akhirnya Zhou Yuan memilih masuk ke sana karena rasa penasarannya yang semakin besar.


Di pintu kota tidak ada penjagal, tetapi Zhou Yuan menemukan bahwa dulunya kota ini memiliki para petugasnya sendiri.


"Kalau dipikir-pikir kenapa mereka butuh penjaga, bukankah kota ini tertutup oleh dunia luar..." Zhou Yuan tidak mengerti tentang hal tersebut namun ia tidak bisa berhenti di sana, Zhou Yuan memasuki kota itu lebih dalam.


Kota yang ada di dalam tanah tersebut saat ini hampir tidak ada aktifitas yang sedang berlangsung, awalnya Zhou Yuan pikir orang-orang disini sedang tidur karena waktu sudah malam tetapi ternyata dugaannya salah.


"Kota ini... Apakah kota mati?" Zhou Yuan baru menyadari ada keganjilan di kota itu selain kesunyian yang menyelimutinya.


Zhou Yuan mencoba masuk ke salah satu bangunan yang diyakini sebagai restoran di kota itu. Ternyata tidak ada siapapun di sana bahkan tempat tersebut terlihat kotor dan berdebu.


Dugaan Zhou Yuan semakin terbukti ketika menjelajahi bangunan lain, hampir tidak ada siapapun disini kecuali dirinya.


Kalau dipikir kembali sudah sepatutnya kota ini demikian, Zhou Yuan menyadari bahwa ia baru saja menemukan sebuah kota tersembunyi secara tidak sengaja. Jika tidak, mungkin Patriark Sekte sebelumnya sudah mengumumkan tentang kota di bawah tanah ini.


Kota itu memang kosong seperti ditinggalkan penduduknya begitu saja, terlihat dari beberapa alat rumah yang masih tergeletak di tempatnya.


Pandangan Zhou Yuan terpusat ke salah satu bangunan paling besar di kota itu yang memiliki bangunan seperti istana.

__ADS_1


Letaknya berada di pertengahan kota, Zhou Yuan menebak bahwa tempat tinggal Walikota di kota ini berada di sana.


Zhou Yuan berpikir sesaat sebelum berjalan ke arah istana itu, ia berharap menemukan sebuah informasi mengenai kota mati ini.


__ADS_2