Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 82 — Organisasi Merak Putih


__ADS_3

"Ehm, berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Zhou Yuan memilih yang pertama bersuara untuk menutupi suasana canggung yang menyelimuti keduanya.


"Tidak terlalu lama, saat kau pingsan aku membawamu ke gua yang aku tempati selama beberapa hari terakhir..." Linxia melirik tubuh Zhou Yuan. "Bagaimana dengan kondisi tubuhmu?"


"Ini masih sakit tapi sudah membaik..." Zhou Yuan mengangguk pelan. "Terimakasih telah menolongku."


Linxia mengangguk, ia mendekat ke perapian saat itulah Zhou Yuan baru menyadari ada periuk di atas api unggun tersebut.


Seolah mengerti tatapan Zhou Yuan, Linxia kemudian menjelaskannya. "Aku sedang membuat sup daging sebelumnya, kalau kau menyukainya aku bisa memberikan ini padamu. Meski tidak bisa dikatakan makanan yang lezat tetapi masih bisa untuk dinikmati, cobalah..."


Linxia menuangkan sup ke wadah sebelum kemudian memberikannya pada Zhou Yuan, peralatan masak yang didapatkan gadis itu berasal dari kelompok dua adik seperguruannya sebelumnya. Mereka memberikannya pada Linxia.


"Ini enak, kau sepertinya sangat pandai memasak ya..." Zhou Yuan sedikit terkejut ketika lidahnya mencicip sup gadis itu, rasa masakannya bahkan hampir sama enaknya dengan masakan ibunya.


"Aku hanya memasak sebagai hobi, ini membuatku sedikit terhibur dengan melakukannya..."


Linxia memalingkan wajahnya sambil berusaha menekan emosinya agar selalu bersikap tenang namun ketika Zhou Yuan memuji masakannya dengan tulus bibirnya tak kuasa untuk tersenyum.


Melihat Zhou Yuan begitu lahap memakan supnya Linxia memberikannya lagi, sejak awal gadis itu memasak memang untuk dibagikan kepada Zhou Yuan.


"Aku menemukan beberapa barang dari jasad kelompok bertudung yang kau bunuh sebelumnya..." Sesudah makan Linxia tiba-tiba meletakkan beberapa kantong kulit.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga alasan Linxia pergi sebelumnya untuk mengambil barang-barang dari anggota kelompok bertudung tersebut.


Zhou Yuan mulai membuka satu persatu kantong kulit itu, tidak ada yang berharga selain koin emas dan beberapa pil sumberdaya. Tepat di kantong kulit terakhir, Zhou Yuan menemukan sebuah gulungan kertas sebelum membacanya.


"Sudah kuduga, mereka memang bagian dari Organisasi Merak Putih..." Gumam Zhou Yuan pelan saat selesai membacanya.


"Merak Putih itu... Sebenarnya organisasi apa mereka?" Linxia jadi teringat Zhou Yuan menyebutkan nama yang sama ketika di gua.

__ADS_1


Zhou Yuan sedikit kesulitan menjelaskannya karena pengetahuannya sekarang berasal dari seratus tahun yang lalu.


Singkatnya, Organisasi Merak Putih sama berbahayanya dengan organisasi lain namun yang membedakan dari cara organisasi itu bergerak di dunia kriminal. Organisasi Merak Putih merupakan kumpulan pendekar yang ahli dalam pembuatan pil-pil hitam.


Pil hitam adalah pil sumberdaya bagi pendekar hanya saja dampaknya memiliki efek samping yang merusak serta membahayakan orang lain.


Pil hitam dapat membuat seseorang kecanduan untuk mengonsumsinya, menjadi pemarah, serta gangguan emosi yang tidak stabil.


Meski organisasi tersebut tidak bergerak secara membunuh namun berkat pil yang diedarkan mereka, kekacauan yang terjadi sama berbahayanya di dunia persilatan.


Seratus tahun yang lalu, banyak kota yang hancur karena maraknya peredaran pil hitam dan pengonsumsinya. Pil itu membuat seseorang bisa kuat dengan cepat tetapi disisi lain ia bisa membuang sifat kemanusiaan.


Sebab itu pemerintahan Kekaisaran memutuskan untuk melarang peredaran pil hitam dan akan menghukum berat siapa yang membuatnya. Organisasi Merak Putih adalah salah satu contoh pembuatnya.


Saat peperangan besar terjadi di era buah surgawi muncul, Organisasi Merak Putih dikatakan sudah musnah di dunia persilatan namun kenyataannya sekarang, mereka masih ada dan bergerak di balik bayangan.


Zhou Yuan memilih menyibukkan dirinya dengan hal lain, memikirkan Organisasi Merak Putih sekarang tak akan mendapat solusi apapun.


Dia duduk bersila lalu mulai mengatur pernafasannya, Zhou Yuan mengumpulkan tenaga dalamnya kembali.


Tenaga dalam di tubuh Zhou Yuan sekarang sudah habis tak tersisa akibat penggunaan teknik totokannya, ia membutuhkan tenaga dalam untuk menyembuhkan efek samping dari teknik tersebut.


Setelah beberapa jam memulihkan diri, kondisi tubuh Zhou Yuan terus membaik hingga akhirnya ia bisa menggerakkan tubuhnya kembali seperti semula.


"Kau sudah pulih." Linxia terkejut, ia baru keluar gua dan kembali lalu menemukan Zhou Yuan sedang berlatih menggerak-gerakkan tubuhnya.


Zhou Yuan mengangguk. "Kondisiku sudah stabil, aku bisa bergerak bebas seperti biasanya sekarang..."


Linxia mengerutkan dahi. "Aku benar-benar tidak bisa memahami mu, semakin aku mencoba mengetahui semakin aku tidak mengerti tentangmu..."

__ADS_1


Linxia menyadari kalau saat ini Zhou Yuan terluka bukan karena dari serangan lawannya melainkan dari teknik diri Zhou Yuan sendiri.


Meningkatkan kekuatan hingga setinggi itu dalam waktu signifikan pasti mempunyai efek samping yang berat, Linxia menebak efek samping tersebutlah yang membuat Zhou Yuan pingsan sebelumnya.


Yang membuat Linxia terkejut karena kemampuan penyembuhan Zhou Yuan yang cepat.


Di dunia persilatan tenaga dalam dapat memulihkan kondisi seseorang namun biasanya mereka yang dapat melakukan penyembuhannya dengan cepat adalah pendekar yang memilih jalan pengobatan.


Linxia yakin Zhou Yuan bukan salah satu pendekar di jalan pengobatan tersebut.


"Nona Yue, aku mengerti ada banyak hal yang ingin kau tanyakan padaku, tetapi aku tidak bisa menjawab rasa penasaran mu seluruhnya..." Zhou Yuan tersenyum tipis.


"Termasuk tentang kau menguasai Teknik Pedang Air, Api, dan teknik pedang klanku?"


Zhou Yuan mengangguk, ia sedikit tidak menduga Linxia bisa mengetahui Teknik Pedang Api padahal seharusnya gadis itu baru pertama kali melihatnya.


Linxia memang mengetahui teknik tersebut berdasarkan cerita dari Kakeknya, hanya ada satu teknik pedang yang bisa memunculkan api tanpa melakukan perubahan jenis yaitu Teknik Pedang Api.


Yang paling mengejutkan adalah Zhou Yuan bisa menggunakan Teknik Pedang Suara bahkan lebih ahli daripada dirinya sekalipun.


Linxia memahami kalau Zhou Yuan sangat jenius di bidang seni pedang namun melihat penguasaannya pada teknik pedangnya setingkat ini di tambah umurnya yang masih sangat muda, sulit bagi untuk Linxia untuk membayangkannya.


Masalahnya Zhou Yuan bukan hanya mengusai satu teknik pedang elemen melainkan lebih, di dunia persilatan, Linxia belum pernah mendengar ada seorang pendekar yang bisa menguasai teknik pedang elemen lebih dari satu seperti lelaki itu.


Hal itu membuat Linxia penasaran dengan identitas Zhou Yuan sebenarnya, ia tidak berusaha mengorek informasi karena ia ingin menghormati privasi Zhou Yuan tetapi di kasus sekarang, sulit bagi gadis itu menahan rasa penasarannya.


"Aku tidak bisa menjawabnya tetapi aku akan mengatakan sesuatu Nona Yue... Setiap keahlian pasti ada guru yang mengajarkannya, begitu juga dengan teknik pedang yang aku kuasai, semuanya aku pelajari dari guruku..."


Zhou Yuan tertawa kecil melihat ekspresi Linxia yang menahan sifat ingin tahunya, ia membiarkan gadis itu berpikir liar dengan cara logikanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2