
Zhu Yin melemparkan pisaunya seketika itu juga 11 bayangannya yang lain mengikuti dan melemparkan pisaunya bersamaan.
Zhou Yuan menghindari semua pisau-pisau itu dengan gerakan seminimal mungkin lalu menangkap salah satu pisau sebelum melemparkan kembali ke arah bayangan Zhu Yin.
Bayangan Zhu Yin tidak menduga Zhou Yuan akan melemparkan senjata yang ia lepaskan sehingga ia tidak siap ketika pemuda itu melemparkannya balik, pisau Zhou Yuan dengan cepat mengenai tubuhnya, bayangan Zhu Yin seketika berubah menjadi asap hitam.
Zhu Yin sedikit terkejut tetapi tidak menghentikan melemparkan pisaunya namun seberapa kali ia mencoba Zhou Yuan tetap bisa menghindarinya dengan sempurna bahkan menangkap dan melemparkannya balik.
Tidak berselang lama keduanya bertarung, bayangan Zhu Yin sudah tersisa empat lagi, saat itulah Zhu Yin baru menyadari Zhou Yuan sedang mempermainkannya.
"Kau, kau mempermainkanku?!" Zhu Yin menunjuk Zhou Yuan geram.
Zhou Yuan tertawa kecil, "Kupikir kau akan menyadarinya setelah semua bayanganmu sudah menghilang."
Zhu Yin menatap Zhou Yuan dengan pandangan tidak percaya, sejak awal pemuda itu sudah mengetahui keberadaan tubuh aslinya diantara 11 bayangannya dan Zhou Yuan juga menyadari bahwa pisau-pisau yang dilemparkan secara bersamaan tersebut hanya satu pisau lempar saja yang asli sementara sisanya merupakan ilusi semata.
Saat Zhu Yin masih terkejut Zhou Yuan bisa mengetahui rahasia kemampuan ilusinya, Zhou Yuan tidak menunggu lagi dan menyerang gadis itu.
Zhou Yuan menghilang di pandangan Zhu Yin, bergerak cepat dan tiba-tiba sudah berada di dekatnya.
Zhu Yin terkejut lalu segera melemparkan pisaunya namun Zhou Yuan tetap bisa menghindari pisau-pisau itu meski dengan jarak sedekat itu. Zhou Yuan mengambil salah satu pisau Zhu Yin di pinggangnya sebelum dengan cepat menempelkan di leher gadis itu.
Zhu Yin mengangkat tangannya, "Aku menyerah..."
Para penonton yang menyaksikan terpana sekaligus takjub dengan pertandingan singkat itu, kini mereka mulai mempertanyakan identitas Zhou Yuan karena tidak mungkin pendekar muda berbakat sepertinya tidak dikenal luas di dunia persilatan.
Xiong Bian kembali mengumumkan kemenangan Zhou Yuan lalu memanggil peserta turnamen yang terakhir.
Kali ini lawan Zhou Yuan adalah seorang pria bernama Fang Ao, laki-laki yang memiliki penampilan tenang dan tersenyum ramah ke arah Zhou Yuan.
"Salam kenal Saudara Zhou, perkenalkan namaku Fang Ao, anda sepertinya orang kuat tetapi maaf aku harus menghentikan langkahmu disini."
Zhou Yuan tersenyum canggung, "Kalau begitu Saudara Fang, anda boleh melakukannya kalau bisa."
Xiong Bian kemudian menyembunyikan peluit dan pertandingan segera dimulai. Zhou Yuan bertanya-tanya apa kemampuan pemuda yang bernama Fang Ao ini karena ia tidak membawa senjata apapun namun tak lama kemudian ia mendapatkan jawabannya.
__ADS_1
Fang Ao tiba-tiba melepaskan hawa di dingin di tubuhnya yang membuat suhu disekitarnya menurun secara drastis.
Bukan hanya Zhou Yuan saja yang terkena dampaknya tetapi penonton disekelilingnya juga merasakan suhu dingin tersebut. Beberapa dari mereka menggigil ketika suhu tersebut menyentuh tubuh mereka apalagi saat ini mereka berada di puncak gunung.
Zhou Yuan adalah yang paling merasakan dampaknya, selain suhu dingin ia juga melihat ada serpihan es yang mulai muncul disekitar kulitnya yang membuat dirinya kesulitan untuk bergerak.
"Suhu dingin ini, jangan bilang di berasal dari klan Fang itu..." Salah satu penonton menyadari kekuatan Fang Ao.
"Klan Fang apa maksudmu?" Penonton didekatnya bertanya.
"Klan Fang yang berasal dari Kekaisaran Bintang yang mendalami teknik es terlarang."
Seketika para penonton dan peserta yang lain akhirnya menyadari kekuatan yang dilepaskan Fang Ao.
"Ah aku mengingatnya sekarang, kudengar klan mereka hidup di wilayah es yang dingin dan mendalami sebuah jurus elemen es tingkat tinggi." Penonton lain berpendapat serupa.
Zhou Yuan mendengar obrolan para penonton itu namun ia tidak mengetahui klan Fang yang dimaksud. Namun harus Zhou Yuan akui teknik es ini sama tingginya dengan teknik api biru milik Keluarga Jiang.
Fang Ao kemudian membentuk sebuah cakram dengan esnya, ia sengaja mengambil jarak dengan Zhou Yuan karena mengetahui kekuatan fisik pemuda itu sangat kuat.
Zhou Yuan menghela nafas, harus ia akui elemen es pemuda bernama Fang Ao ini sangat hebat. Tenaga dalam yang dialirkan Zhou Yuan pada seluruh tubuh tidak membantu es dikulitnya mencair.
Zhou Yuan menarik pedang pusaka ayahnya, ia tidak berniat menghindari serangan Fang Ao melainkan mengayunkan pedangnya ke arah cakram-cakram es itu.
Meskipun cakram Fang Ao dilapisi tenaga dalam yang besar namun pedang Zhou Yuan tetap bisa memotong cakram itu menjadi dua dengan mudah.
Fang Ao tersenyum kecut, ia hampir lupa Zhou Yuan memiliki pedang yang dibawanya disebabkan dua pertandingan sebelumnya pemuda tersebut tidak menggunakan senjatanya.
Dari tebasan yang dilakukan Zhou Yuan, Fang Ao bisa melihat Zhou Yuan sangat ahli dalam memainkan pedang.
Fang Ao tidak kehilangan akal, dia mulai mengalirkan tenaga dalam pada kakinya lalu menghentakkannya dengan kuat. Seketika serpihan es mulai muncul di kaki Fang Ao sebelum menyebar dan dengan cepat memenuhi arena pertandingan.
Dalam hitungan beberapa detik kemudian, arena turnamen sudah berubah mengkilap oleh dataran es, Zhou Yuan mengerutkan dahi saat lantai arena tersebut menjadi sangat licin.
'Dia sengaja membatasi gerakanku agar aku tidak bisa mendekatinya, dia benar-benar memperhitungkan segala situasi...' Zhou Yuan berdecak kagum.
__ADS_1
Meski lantai arena telah menjadi licin, namun kejadian yang sama tidak berlaku bagi Fang Ao sendiri, ia dapat memungkin bergerak dengan leluasa di atas es yang licin tersebut.
Menyadari Zhou Yuan tidak bergerak leluasa, Fang Ao kembali mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya lalu membentuk cakram kembali.
Berbeda dengan sebelumnya, cakram kali ini lebih besar dan sangat kuat. Fang Ao yakin pedang Zhou Yuan tidak akan bisa membelahnya.
Fang Ao melemparkan cakram besar itu yang segera bergerak cepat menuju Zhou Yuan.
Zhou Yuan tidak merasa panik bahkan masih berdiri tenang, ia menyarungkan pedangnya kembali lalu mengumpulkan tenaga dalam di mulutnya sebelum merubahnya menjadi energi.
"Elemental Api — Hembusan Bola Api!"
Zhou Yuan kemudian melepaskan bola api besar di mulutnya yang mengarah pada cakram es Feng Ao.
Selain ukuran bola api itu cukup besar ia juga memiliki suhu yang sangat panas, cakram es Fang Ao segera meleleh serta menghilang ketika bola api Zhou Yuan melaluinya.
Hal Ini menunjukkan Zhou Yuan lebih ahli menggunakan perubahan jenis dibandingkan Fang Ao.
Bola api tersebut tidak berhenti di sana dan kali ini menuju Fang Ao berdiri.
"Celaka-!" Fang Ao tidak menduga Zhou Yuan dapat melakukan perubahan jenis api dan menembakannya dalam jarak jauh.
Fang Ao segera membentuk dinding es yang kokoh untuk menghalangi bola api itu namun serangan api Zhou Yuan dengan cepat menghancurkannya. Fang Ao berniat menghindar api tersebut namun terlambat, tubuhnya terhempas bola api Zhou Yuan yang membuatnya terdorong keluar arena, pertandingan akhirnya selesai.
Semua penonton dan peserta turnamen yang menyaksikan bertepuk tangan melihat pertarungan tersebut, mereka terhibur serta terkagum-kagum dengan pertandingan Zhou Yuan.
Xiong Bian kemudian mengumumkan Zhou Yuan adalah peserta selanjutnya yang lolos ke Babak Utama. Pertandingan Zhou Yuan juga adalah akhir dari pertandingan babak penyisihan hari ini.
"Saudara Yuan!"
Xiao Rou, Yue Linxia, dan Jiang Yifei langsung menghampiri Zhou Yuan ketika pemuda itu turun dari arena pertandingan.
Ketiganya saling pandang karena ucapan mereka mengatakan hal yang sama, biarpun saling mengetahui identitas masing-masing tiga gadis itu tidak saling akrab.
Zhou Yuan yang melihat kejadian tersebut hanya bisa tersenyum canggung.
__ADS_1