Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 123 — Penyerangan Istana V


__ADS_3

"Teknik Pedang Elemen — Alunan Nada Angin!"


Tanpa memperdulikan 15 lawannya yang terkejut dengan aksinya barusan, Zhou Yuan melepaskan sebuah gelombang angin dahsyat yang memotong udara.


Teknik ini sebenarnya memiliki dua variasi tergantung tenaga dalam yang dialirkan, bisa dalam bentuk angin besar yang membentuk sebuah badai atau bisa juga bentuk angin tipis yang menciptakan pisau angin tajam.


Gelombang angin Zhou Yuan lepaskan segera bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengarah pada lawan-lawannya.


Lima belas pendekar itu terkejut saat Zhou Yuan menggunakan serangan jarak jauh, beberapa dari mereka segera menghindari gelombang angin tersebut sementara sisanya mencoba menahannya dengan pusaka mereka.


Mereka yang mencoba menahan gelombang angin tersebut tidak akan menduga pisau angin itu dapat memotong pusaka mereka, akibatnya tubuh mereka terpotong usai gelombang angin melewatinya.


Pendekar organisasi yang tersisa menjerit ngeri saat tubuh rekannya sudah terbagi dua, mereka kini menatap Zhou Yuan dengan penuh ketakutan karena sadar kemampuan lelaki itu berada diluar jangkauannya.


"Dia bukan manusia, dia monster?!"


"Cepat lari, selamatkan nyawamu!"


Pendekar alam emas yang tersisa segera kabur meninggalkan Zhou Yuan karena takut berakhir di pedang pemuda tersebut.


Zhou Yuan tidak mengejar mereka melainkan memilih menggendong Jiang Yifei terlebih dahulu, Zhou Yuan tidak bisa meninggalkan gadis itu begitu saja.


"Paman, apakah anda mengetahui tempat aman disini?" Zhou Yuan mendekati seorang prajurit yang baru menghabisi salah satu pasukan organisasi, ia tampak terluka namun tidak terlalu parah.


"Tuan Putri?!" Prajurit itu terkejut. "Baik, aku mengetahui tempatnya, Tuan Putri bisa bersembunyi di sana."


Prajurit itu sebenarnya sudah menyaksikan aksi Zhou Yuan dan Jiang Yifei yang menolong banyak orang di tengah peperangan ini. Dia terkejut ketika melihat kondisi Tuan Putri Kaisar Bulan tersebut sudah tak sadarkan diri.


Menyadari ada tempat yang aman Zhou Yuan membawa Jiang Yifei mengikuti prajurit tersebut.


Prajurit itu menuntun Zhou Yuan ke tempat perpustakaan istana. Di sana ternyata ada ruang bawah tanah yang terbuka ketika prajurit itu menekan tombol rahasia, hal ini persis seperti ruang rahasia di perpustakaan Keluarga Zhou.


"Hanya segelintir orang yang mengetahui ruangan ini, Tuan Putri akan aman jika bersembunyi disini."


Zhou Yuan mengangguk lalu meletakkan Jiang Yifei di tempat tidur yang ada di ruangan rahasia itu. Zhou Yuan meminta prajurit itu tetap disini dan menjaga Yifei.


"Tuan muda tidak perlu khawatir, bahkan nyawaku pun siap aku serahkan jika Tuan Putri dalam bahaya." Ucap prajurit itu.


Setelah menyaksikan kekuatan Zhou Yuan, prajurit tersebut sadar dengan kemampuan pemuda itu yang jauh lebih tinggi darinya sehingga lebih hormat pada Zhou Yuan.

__ADS_1


Zhou Yuan kemudian meninggalkan perpustakaan, tempat ini adalah satu-satunya lokasi yang paling aman karena tidak ada pasukan organisasi yang berada disini.


Zhou Yuan pergi dengan melewati atap-atap bangunan ke lokasi yang lebih banyak pasukan musuh. Tidak menunggu waktu lama hingga dirinya tiba ditempat yang padat oleh banyaknya pertempuran.


Dari atas Zhou Yuan melihat pasukan musuh mendominasi pertarungan tersebut.


"Sial-! Jika seperti ini terus maka pihak prajurit istana bisa kalah..." Zhou Yuan mengepalkan tangannya keras.


Selain pasukan organisasi memiliki jumlah yang jauh lebih banyak, mereka juga lebih siap bertarung dibandingkan prajurit istana.


Belum lagi Zhou Yuan menemukan pil hitam yang di konsumsi oleh setiap mereka, Zhou Yuan mengigit bibirnya, ia mempunyai firasat buruk soal penyerangan ini.


"Tidak, penyerangan ini jauh dari kata kalah, situasi bisa berubah di dalam sebuah peperangan..." Zhou Yuan menggeleng pelan, tidak menunggu waktu lagi ia langsung terjun ke tengah pertempuran.


Zhou Yuan kali ini tidak menggunakan pedang pusaka ayahnya melainkan langsung memakai Pedang Kusanagi.


Kedatangan Zhou Yuan yang ditengah-tengah mereka awalnya tidak disadari sebelum pemuda itu mulai menunjukkan kemampuannya.


"Kurasa tidak ada salahnya untuk mengurangi kekuatan kalian dari sekarang..." Zhou Yuan masih dendam pada Organisasi Kuil Awan Langit karena organisasi itu adalah kelompok yang membunuhnya di kehidupan pertama.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu mengayunkan pada pasukan organisasi didekatnya, dalam sekali ayunan, Zhou Yuan langsung membunuh 3 pendekar organisasi tersebut.


Aksi Zhou Yuan yang menghabisi rekan-rekan mereka dengan begitu cepat akhirnya disadari oleh pendekar-pendekar dari pihak organisasi. Beberapa dari mereka yang merasa kuat langsung beralih dan maju menyerang Zhou Yuan.


"Kau pikir bisa membunuh sesukamu! Akan kuhabisi kau!" Seorang pendekar alam emas puncak muncul dan menyerang Zhou Yuan.


Zhou Yuan mendengus lalu mengayunkan pedangnya pada pendekar itu. Tentu pendekar itu tidak akan menduga pedang Zhou Yuan akan begitu cepat sehingga tidak terlihat oleh matanya. Akhirnya pandangnya menjadi gelap dan tidak bernafas lagi ketika kepalanya terlepas dari tempatnya.


Aksi Zhou Yuan yang membunuh pendekar Alam Emas puncak dengan begitu mudah mengejutkan baik lawan ataupun kawan.


Pendekar Alam Emas adalah sosok yang lumayan disegani di Dunia Persilatan, membunuh mereka bukanlah perkara mudah bahkan bagi pendekar Alam Kristal sekalipun, mereka setidaknya membutuhkan sedikit usaha untuk melakukannya bukan seperti Zhou Yuan yang dalam sekali tebasan.


"Siapa anak muda itu, pedang pusakanya cukup mengerikan?!"


"Dia masih amat muda namun memiliki kemampuan setinggi ini, kita tidak bisa membiarkannya hidup atau di masa depan dia akan menjadi ancaman bagi organisasi kita."


Perhatian semua pasukan organisasi mulai tertuju ke arah Zhou Yuan, mereka langsung meninggalkan pertarungan dengan prajurit istana dan memusatkan serangan untuk membunuh Zhou Yuan terlebih dahulu.


Zhou Yuan tersenyum lebar saat menyadari itu, hal ini seperti rencananya. "Kemarilah..

__ADS_1


Biar aku yang akan menghadapi kalian?!"


Zhou Yuan sengaja memamerkan kekuatan aslinya agar musuh tertuju ke arahnya seorang, dia bisa melihat para prajurit istana mulai kelelahan.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada kedua telapak tangannya, ketika pasukan organisasi sudah tinggal beberapa meter lagi Zhou Yuan menggunakan menyerap seluruh cahaya disekelilingnya.


"Naga Cahaya..."


Puluhan pasukan organisasi yang hendak mengepung Zhou Yuan terkejut saat pandangan mereka menjadi gelap, ketika lingkungannya terang kembali, pasukan organisasi menemukan Zhou Yuan sudah menghilang di pandangan mereka.


"Kemana dia?"


"Apa dia sudah kabur..."


Pasukan organisasi mencari ke segala arah namun tidak melihat Zhou Yuan sampai ada sebuah suara yang muncul belakang mereka.


"Kalian melihat kemana, aku ada disini!"


Pasukan organisasi terkejut saat Zhou Yuan sudah di belakang mereka, belum mereka bereaksi lebih jauh Zhou Yuan sudah melakukan sesuatu yang mengejutkan kedua kalinya.


"Teknik Pedang Elemen — Bayangan Halilintar..."


Tubuh Zhou Yuan terpecah menjadi lima, aksi yang membuat pasukan organisasi melotot dibuatnya. Zhou Yuan tampak tidak peduli, dengan teknik yang sama, cerminan dirinya segera menyerang pasukan organisasi dan membunuh belasan dari mereka.


Seolah merasa tidak cukup, setelah tubuhnya bersatu lagi Zhou Yuan menggunakan teknik pedang lainnya.


"Teknik Pedang Elemen — Kilatan Cahaya."


Jurus yang berasal dari Teknik Pedang Petir yang bertumpu pada kecepatan tubuh, Zhou Yuan lalu bergerak dengan kecepatan tinggi sambil menebas leher-leher lawannya, dalam waktu beberapa detik saja, Zhou Yuan sudah menghabisi belasan pendekar organisasi lainnya.


Aksi Zhou Yuan menciptakan sungai darah di sekitarnya, disisi lain ada banyak jasad yang tergeletak dan menumpuk.


Tindakan Zhou Yuan menimbulkan teror bagi pasukan organisasi bahkan sampai prajurit istana. Di posisi seperti Zhou Yuan, sulit membedakan siapa yang jahat karena Zhou Yuan sendiri lebih jahat dari pasukan organisasi kriminal sekalipun.


Zhou Yuan menenangkan nafasnya sesudah menggunakan dua jurus yang menguras banyak sekali tenaga dalamnya. Aura pembunuh ditubuh Zhou Yuan semakin bertambah dan jadi lebih pekat.


...----------------...


*Jangan lupa kasih Likenya, biarpun sederhana namun bagi Author hal itu menjadi dukungan dari kalian kepada saya...

__ADS_1


__ADS_2