
Nama gadis yang bersama Zhou Yuan adalah Xi Jinxue, berasal dari Keluarga Bangsawan Xi dan merupakan adik kandung dari Xi Yan.
"Orang-orang menganggap bahwa Keluarga Xi hanya mengirim kakakku saja ke kompetisi ini tetapi tidak ada yang mengetahui bahwa adiknya juga ikut bersamanya..." Jelas Xi Jinxue disertai helaan nafas.
Zhou Yuan tersenyum canggung, sejak keduanya memulai perjalanan bersama. Xi Jinxue langsung menceritakan kisah hidupnya padahal menurutnya dirinya masih orang asing bagi gadis itu.
Zhou Yuan bisa melihat Jinxue adalah orang yang terbuka, dilihat dari ia menuturkan cerita tampak bukan kali pertama dirinya mengisahkan tentang hidupnya.
Secara singkat, Xi Jinxue merasa cemburu pada takdir kakaknya, Xi Yan, yang memiliki bakat luar biasa. Hal itu membuatnya jadi tidak diperhatikan oleh orang lain padahal dirinya juga seorang yang berbakat walau tidak sehebat Kakaknya.
Menurut Zhou Yuan juga seperti itu, meski Xi Jinxue saat ini berada di Alam Perak Tahap 5 diusianya yang ke 16 tahun namun di dunia persilatan, hal tersebut bisa dikategorikan sebagai seseorang yang berbakat.
"Aku ingin seperti kakakku sejak dulu, berlatih lebih giat dari siapapun namun seberapa kerja kerasnya diriku berusaha tetap saja aku tidak bisa mengejar bayangan Kakakku. Dia benar-benar sosok yang tak bisa disaingi oleh kerja keras semata..." Xi Jinxue mengakhiri ceritanya.
Memang benar, di dunia persilatan menjadi seorang pendekar bukan hanya sekedar mengandalkan kerja keras tetapi juga kecerdasan, bakat serta keberuntungan.
Meski Zhou Yuan tidak pernah menanyakan soal kehidupan gadis itu tetapi ia mendengar apa yang Xi Jinxue ceritakan sampai akhir.
Hal ini menjadi pengetahuan baru baginya, bagaimana seorang adik selalu ingin meniru langkah kakaknya bahkan menjadi acuan dari hidupnya.
Zhou Yuan melirik Xi Jinxue, teringat bahwa saat ini ia juga adalah seorang Kakak dari Zhou Yuyin.
Bakat Xi Yan memang tinggi di dunia persilatan tetapi bukan sesuatu yang mengejutkan bagi Zhou Yuan.
Setelah melihat Xiao Rou dan Yue Linxia, Zhou Yuan yakin bakat Xi Yan akan tergeser karena menurutnya kedua gadis itu bisa mencapai Alam Emas di umur sekitar 17 tahunan.
"Ah, aku lupa menanyakan identitasmu, siapa namamu?"
Lamunan Zhou Yuan terpecah oleh pertanyaan Xi Jinxue yang begitu tiba-tiba, Ia batuk pelan sebelum menyebutkan namanya.
"Zhou? Ah aku tahu, bukankah Keluarga kalian yang memimpin kota terindah itu bukan, Kota Riva?" Tebak Xi Jinxue.
__ADS_1
Zhou Yuan mengangguk, sedikit terkejut suasana gadis itu langsung berubah. Sebelumnya ia tampak sedih menceritakan tentang kehidupannya namun sekarang wajah Jinxue dipenuhi aura keceriaan.
"Aku dari dulu punya impian ingin mampir ke kota Riva, kudengar kota itu seperti surga ya? Bersih, banyak pohon dan daun yang berwarna-warni, penduduknya ramah. Bukankah begitu?"
Zhou Yuan tersenyum, saat ia hendak menjawab pertanyaan gadis itu langkah keduanya harus terhenti ketika melihat pemukiman perkemahan yang Jinxue maksud.
Perkemahan itu lumayan besar, menampung puluhan orang di dalamnya.
"Kita sudah sampai di perkemahan Kakak, ayo masuk, aku akan melaporkan tentang kejadianku sebelumnya pada kakakku." Ajak Jinxue.
Zhou Yuan menurut dan mengikuti langkah kaki gadis itu memasuki pemukiman perkemahan. Saat dalam perjalanan, Zhou Yuan melihat sekitar perkemahan tersebut, tampak mereka sudah lumayan lama tinggal di tempat ini.
"Aku tidak menduga Kakakmu memiliki jumlah kelompok sebanyak ini, bukankah kemenangan akan jauh lebih mudah dengan cara seperti ini?"
Xi Jinxue tersenyum tipis menanggapinya. "Sebenarnya kelompok Kakak hanya 20 orangan awalnya, tetapi dalam perjalanan ada banyak peserta yang mau ikut gabung apalagi setelah merasakan begitu banyaknya siluman disini. Jumlah kami terus meningkat hingga sampai sekarang..."
Xi Jinxue menjelaskan bahwa alasan utama mereka ingin bergabung dengan kelompoknya karena mereka ingin berhubungan baik dengan Xi Yan. Para peserta mengetahui benar dengan bakat Xi Yan dan masa depan yang bakal diraih oleh pemuda itu apalagi statusnya sebagai bagian dari bangsawan besar.
"Xue'er, kemana saja kamu?!"
Sebelum Zhou Yuan dan jinxue sampai pada tujuannya, ada seseorang yang berteriak pada Jinxue. Zhou Yuan menoleh dan menemukan dia adalah Xi Yan.
"Aku sudah mencarimu kemana-mana dan kau baru kembali di waktu sekarang, apa kau ingin membuat Kakakmu khawatir lebih dari ini?!" Xi Yan menghampiri Jinxue dengan nada yang sedikit emosi.
"Kakak, jangan marah dulu, aku tadi sedang dalam masalah yang besar..." Xi Jinxue langsung menceritakan tentang kejadian bertemu dua serigala sebelumnya.
Kemarahan Xi Yan sedikit memudar diganti dengan keterkejutan saat mendengar hal tersebut, ia tidak menduga adiknya akan mengalami masalah yang serius saat sedang mengumpulkan ranting.
"Jika tidak ada Saudara Zhou yang menyelamatkanku waktu itu mungkin aku tidak akan kembali kesini..." Jelas Jinxue.
Pandangan Xi Yan kemudian jatuh ke arah Zhou Yuan, menemukan seorang lelaki berusia 15 tahunan. Wajah pria itu tidak terlalu asing bagi Xi Yan, barulah beberapa detik kemudian dia sadar laki-laki itu adalah orang yang bersama Linxia sebelumnya.
__ADS_1
"Kau, bukankah..."
"Saudara Xi, senang bisa bertemu denganmu kembali..." Zhou Yuan mengangguk pelan.
Xi Yan ikut mengangguk namun secara diam-diam ia mengukur tingkatan kekuatan pria itu.
'Aku tidak bisa meraba tingkatannya... Apa dia menggunakan teknik khusus agar kekuatannya tidak terlihat orang lain?' Xi Yan menyipitkan matanya saat tidak bisa melihat kekuatan Zhou Yuan.
Mendengar bahwa Zhou Yuan mampu mengalahkan dua siluman yang berumur seratus tahun menunjukkan kemampuannya tidaklah buruk.
Xi Yan sendiri dapat mengalahkan siluman di usia yang serupa hanya saja mungkin akan membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mengatasinya.
"Terimakasih karena telah menyelamatkan adikku, Setelah kompetisi selesai aku akan memberikan kompensasi yang setimpal atas kebaikan jasamu..."
Meski Xi Yan sempat tidak menyukai Zhou Yuan karena kejadian dengan Linxia sebelumnya tetapi sebenarnya ia bukanlah orang yang pendendam atas suatu yang sebenarnya sepele.
Xi Yan juga memiliki pikiran yang cerdas, walau terkadang laki-laki itu memiliki sifat arogan atau kebanggaan atas bakat dan statusnya.
"Saudara Xi, itu tidak perlu. Aku melakukanya karena inisiatifku sendiri, sudah sepatutnya sesama peserta kita harus saling membantu..."
Xi Yan ingin menanggapinya namun tiba-tiba ada peserta lain yang datang dan membisikan sesuatu ke telinganya. Xi Yan jadi terkejut sebelum ia mengangguk pelan.
"Saudara Zhou, aku harus mengurusi kelompokku terlebih dahulu. Jika mau, kau bisa tinggal disini." Tanpa menunggu jawaban Zhou Yuan, Xi Yan buru-buru pergi meninggalkan keduanya.
"Sepertinya Kakakmu mendapatkan kabar yang serius?" Zhou Yuan melirik Jinxue.
"Entahlah, kudengar saat ini kelompok Kakak sudah mendapatkan tempat Anggrek Bulan tumbuh, mungkin kabar itu berkaitan dengannya." Jinxue mengangkat bahu.
Zhou Yuan menaikan salah satu alisnya, sedikit terkejut karena alasan dirinya kesini berkaitan ingin meminta petunjuk pada kelompok Jinxue mengenai keberadaan Anggrek Bulan.
...----------------...
__ADS_1
*Sudah lama tidak update ya? Maaf, saya sakit sebelumnya.