Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 150 — Tiga Melawan Satu


__ADS_3

Zhou Yuan mengetahui dari Yifei bahwa Babak Penyisihan telah selesai di hari ketiga, saat Zhou Yuan berlatih gadis itu memang pergi ke turnamen dan menonton bersama Xiao Rou dan Linxia.


Dari Yifei Zhou Yuan diberi tahu siapa peserta yang lolos dan masuk ke babak selanjutnya, diantarnya Zhou Yuan pernah mendengar nama mereka seperti Song Bai dan Gong Yubu, sementara peserta yang Zhou Yuan pernah melihat adalah Long Sha dan Yin Ruo.


Long Sha adalah pemuda yang ia temui ketika berjalan-jalan di akademi beberapa hari lalu, dia dikenal sebagai Tangan Besi sementara Yin Ruo merupakan lawan latihan tanding Long Sha, dia adalah gadis yang menggunakan selendang sebagai senjatanya.


Zhou Yuan tidak pernah melihat peserta Gong Yubu namun dari perkataan Jiang Yifei, dia adalah remaja sembilan belas tahun yang memiliki tubuh gemuk dan memiliki senjata berupa gada.


Babak Utama akan diselenggarakan lusa setelah babak penyisihan, hal ini sengaja karena panitia akademi akan mengubah kursi penonton agar lebih besar lagi karena di Babak Utama nanti, biasanya jumlah penonton dua kali lipat lebih banyak.


Zhou Yuan memanfaatkan waktu tersebut dengan lebih giat lagi berlatih menguasai teknik api biru dari Keluarga Jiang tersebut. Meski hanya berlatih beberapa hari saja namun peningkatan latihan Zhou Yuan sudah sangat pesat.


Jiang Long yang berada terus didekatnya sambil memberi petunjuk-petunjuk bagi Zhou Yuan berdecak kagum dengan perkembangan pemuda itu, semua ilmu yang ia sampaikan dapat dengan mudah dilahap oleh Zhou Yuan.


"Yuan'er, coba perlihatkan telapak tanganmu?"


Jiang Long mengerutkan dahi, setelah Zhou Yuan berlatih elemen api cukup lama, ia belum menemukan tanda-tanda pemuda itu kelelahan.


Jiang Long menahan nafasnya sesudah memeriksa telapak tangan Zhou Yuan. "Kau, kau sudah mempunyai dua ratus lingkaran tenaga dalam?!"


Jiang Long menatap Zhou Yuan dengan pandangan tidak percaya, ia tidak menduga Zhou Yuan diusia lima belas tahun sudah memiliki lingkaran tenaga dalam sebanyak itu.


Bukan hanya memeriksa jumlah tenaga dalam saja saat melihat telapak tangan Zhou Yuan, Jiang Long juga memeriksa kualitas tulang yang dimiliki pemuda tersebut.


Hasilnya jauh lebih mengejutkan dari yang Jiang Long duga, ia kini mulai mengerti kenapa lawan Zhou Yuan di turnamen pertama kalah dalam sekali pukulan oleh pemuda itu padahal yang dilawannya saat itu adalah seorang pria kekar yang memiliki pertahanan kuat.


Dalam sekali sentuh saja, Jiang Long sadar bagaimana mengerikan kekuatan fisik Zhou Yuan sekarang bahkan orang dewasa sekalipun akan kesulitan menerima serangan fisiknya.


"Yuan'er apa kau menyadari dengan kemampuanmu sekarang kau pasti jadi juara di turnamen ini?" Jiang Long bertanya.


"Tentu Senior, aku sudah menyadari hal tersebut." Zhou Yuan tersenyum canggung, ia sudah mengetahui hal tersebut jauh sebelum dirinya pergi ke akademi.


"Pantas saja Kakak Qisha mengirimkanmu ke turnamen ini, dia ternyata sudah mengetahui kemampuanmu sejak awal!?" Jiang Long berdecak kesal.


Jiang Long yakin tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan Zhou Yuan sekuat apapun peserta tersebut.

__ADS_1


Meski tidak bisa meraba tingkatan kekuatan Zhou Yuan namun ia bisa menebak dengan jumlah tenaga dalam serta kekuatan tulangnya, Zhou Yuan bisa menandingi mereka yang berada di puncak Alam Emas.


Tidak ada peserta yang dibawah 20 tahun bisa mencapai tingkatan tersebut.


Yifei, Xiao Rou dan Linxia yang saat itu ada di penginapan Zhou Yuan tidak terkejut setelah Jiang Long mengatakan demikian. Sejak awal mereka mengetahui jika Zhou Yuan ikut turnamen ini, kemungkinan mereka menjadi juara bisa dibilang hampir nihil.


Jiang Long menghela nafas, menenangkan dirinya serta menatap Zhou Yuan cukup lama, ia masih tidak percaya di dunia persilatan ada seseorang yang sangat berbakat seperti Zhou Yuan.


Padahal dalam sejarah pun ia belum pernah mendengar ada pendekar yang mencapai puncak Alam Emas diusia 15 tahun. Semua peristiwa ini terlalu diluar nalar manusia.


Jiang Long ingin mempertanyakan kekuatan Zhou Yuan tetapi gerbang pintu penginapan diketuk dari luar.


Seorang panitia datang dan mengatakan bahwa Jiang Long dipanggil Kepala Akademi bersama tiga kaisar lainnya. Mereka akan membahas tentang Babak Utama nanti.


"Yuan'er, kita lanjutkan latihannya lain kali..."


Jiang Long menggaruk kepalanya, ia sebenarnya ingin bertanya cara Zhou Yuan mendapatkan kekuatan setinggi ini diusianya. Tidak punya pilihan lain, pria paruh baya itu harus memenuhi panggilan Xiong Bian.


"Sepertinya paman sangat terkejut melihat kemampuanmu?" Yifei tertawa kecil.


"Kami memanfaatkan waktu luang ini untuk berisitirahat Saudara Yuan, sebelum turnamen dimulai aku telah sangat berlatih dengan giat." Linxia yang menjawab, diangguki oleh Xiao Rou.


Zhou Yuan tersenyum tipis lalu mengajak mereka berlatih tanding dengannya, "Sudah lama kita tidak berlatih, aku ingin melihat sejauh mana kekuatan kalian sekarang."


Xiao Rou, Yifei, dan Linxia merasa tertantang, mereka bertiga adalah muridnya Zhou Yuan dan hampir semuanya pernah bertanding dengan pemuda itu.


"Tidak perlu satu-satu, kalian bisa maju tiga sekaligus. Aku juga ingin mengerahkan segenap kemampuanku." Zhou Yuan menarik pedang pusaka ayahnya lalu memberi tanda pada mereka dengan jarinya.


Tiga gadis itu saling pandang, seperti yang dikatakan Zhou Yuan mereka akan bergerak bersamaan.


Xiao Rou dan Linxia mencabut pedang di sarungnya semetara Yifei membuat bola api biru dikedua tangannya.


Tidak menunggu lagi Xiao Rou dan Linxia maju bersamaan menggunakan kemampuan mereka dalam bermain pedang. Xiao Rou menggunakan teknik pedang air lalu Linxia menggunakan teknik pedang suara.


Yifei menciptakan sayap api di punggungnya yang membuatnya bisa melayang di udara, gadis itu menembakan bola api kepada Zhou Yuan dari jarak jauh.

__ADS_1


Dalam waktu singkat Zhou Yuan menerima belasan serangan sekaligus membuat ia tidak punya pilihan selain diposisi bertahan.


Zhou Yuan tersenyum tipis, permainan pedang Xiao Rou dan Linxia begitu kompak hingga ia tidak memiliki celah untuk menyerang balik, disisi lain api yang ditembakkan Yifei mengganggu konsentrasinya.


"Teknik Pedang Air — Seni Aliran Sungai!"


Linxia mengalirkan tanaga dalam pada pedangnya lalu menggunakan salah satu jurus dari Teknik Pedang Air, permainan pedangnya berubah dari ayunan menjadi sebuah tusukan.


Dalam lima detik pertama, Yifei melakukan gerakan belasan tusukan dengan cepat.


Zhou Yuan memfokuskan menghindari tusukan cepat gadis itu sambil sesekali menangkisnya dengan pedangnya, biarpun berhasil menghindarinya Zhou Yuan tetap terluka ketika salah tusukan Xiao Rou menggores pipinya yang membuatnya terluka kecil.


Belum Zhou Yuan menyeimbangkan tubuhnya sesudah menerima serangan tersebut, Linxia menggunakan jurus dari teknik pedangnya.


"Teknik Pedang Suara — Ilusi Nada!"


Pedang Zhou Yuan dan Linxia seketika berbenturan dengan keras, menciptakan dengungan yang berdenging di telinga. Xiao Rou bahkan harus menjauh sebelum Linxia menggunakan teknik tersebut.


Pandangan Zhou Yuan menjadi buram sesaat dan ketika ia bisa melihat jelas lagi, tubuh Linxia menjadi banyak.


"Ilusi suara yang menarik, tapi tidak akan mempan bagiku..." Zhou Yuan mengayunkan pedangnya ke tubuh Linxia yang asli.


Linxia terkejut karena Zhou Yuan bisa mengetahui tubuh aslinya, ia menahan ayunan pedang Zhou Yuan dengan pusakanya namun dirinya tidak menduga ayunan pedang Zhou Yuan tersebut sama menimbulkan dengungan ketika bertabrakan dengan pusakanya.


"Bagaimana bisa..." Linxia terkejut.


Zhou Yuan membatalkan ilusi suara Linxia dengan suara kembali, Zhou Yuan menggunakan jurus yang sama untuk menggagalkan ilusi yang dibuat gadis itu. Kini bayangan Linxia menghilang menjadi asap.


Merasa serangan Linxia tidak efektif, Yifei terbang dan mendarat di dekat Zhou Yuan. Tanpa basa-basi gadis itu langsung melepaskan ilmu tangan kosongnya beserta elemen apinya.


Zhou Yuan memilih menghindari serangan Yifei dibanding menangkisnya, api gadis itu cukup panas, biarpun bisa ditahan namun baju Zhou Yuan akan berlubang karenanya.


Setelah menghindari beberapa serangan Yifei, Zhou Yuan mulai menyerang balik dengan Tendangan Penguasa Langit.


Yifei yang awalnya menyerang kini jadi diposisi bertahan, salah satu tendangan Zhou Yuan di tahan gadis itu membuat tangan Yifei kesakitan, Zhou Yuan mengayunkan tendang lainnya hingga mengenai tubuh gadis itu, tendangan yang sama membuat Yifei langsung terdorong beberapa langkah.

__ADS_1


"Kalau begitu giliran aku yang menyerang kalian, Teknik Pedang Elemen — Bayangan Halilintar!" Zhou Yuan menggunakan teknik pedangnya.


__ADS_2