Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 176 — Titik Penghabisan III


__ADS_3

Pasukan ras manusia binatang kini menjadi ragu, mereka sudah melihat kekuatan Zhou Yuan yang dapat membunuh puluhan kaum mereka dengan sekali serangan energi, menyaksikan Zhou Yuan mampu membelah pusaka Xie Bui membuat ketakutan itu semakin tumbuh di hati mereka.


Meski mereka dipenuhi keraguan serta ketakutan pada Zhou Yuan, pasukan manusia binatang tidak berani menolak perintah Xie Bui. Mereka segera bergerak menyerbu Zhou Yuan lagi.


"Kau benar-benar tega mengorbankan pasukanmu..." Zhou Yuan menggelengkan kepalanya.


Zhou Yuan bisa melihat Xie Bui ingin melakukan sesuatu pada tongkat emasnya yang kini sudah terbelah menjadi dua. Manusia kera itu tidak akan menyerang sementara waktu karena tongkat andalannya rusak.


Pedang Zhou Yuan kembali bertempur dengan pasukan ras manusia binatang, setiap sekali ia menebas maka ada dua sampai tiga manusia binatang yang akan tewas di tangannya.


Kekuatan Zhou Yuan yang telah meningkat usai menggunakan teknik totokan bukan lagi tandingan pasukan manusia binatang yang rata-rata kekuatan mereka berada di alam emas ke bawah.


Kekuatan Zhou Yuan hampir menyamai mereka yang berada di alam cahaya meski kemampuannya masih berada ditingkatan alam kristal, ditambah pedang kusanagi ditangan, daya tempur Zhou Yuan meningkat beberapa kali lipat.


Dalam hitungan beberapa detik saja Zhou Yuan sudah membunuh belasan dari mereka, hal ini membuat pasukan ras manusia binatang yang menyaksikannya jadi ketakutan.


"Sampai batas mana kekuatan bocah ini sebenarnya?!" Xie Bui merapatkan giginya, dia tidak menduga Zhou Yuan dapat membunuh rasnya dengan kecepatan yang mengejutkan.


Xie Bui melihat pedang Zhou Yuan yang memancarkan cahaya hitam pekat, warna pedang itu semakin terlihat jelas setiap kali Zhou Yuan menghabisi lawannya.


Xie Bui baru pertama kali menemukan pedang setajam itu di dunia persilatan, dia bisa menyaksikan bagaimana pedang kusanagi dapat dengan mudah memotong pusaka lawan-lawannya.


"Ini tidak akan ada habisnya..." Gerakan Zhou Yuan semakin terbatasi karena dikerumuni dari berbagai arah, ia kemudian menarik nafas yang dalam lalu kemudian menggunakan teknik api di mulutnya. "Elemental Api — Hembusan Nafas Api!"


Zhou Yuan menyemburkan lautan api di mulutnya dengan jumlah yang sangat besar. Api itu menyebar begitu cepat dan segera membakar puluhan ras manusia binatang yang berada dalam jarak serangannya.


Pasukan ras manusia binatang mulai berteriak karena tubuh mereka mulai terbakar api, mereka boleh saja berlari dan berharap itu bisa meredakan rasa sakitnya namun kenyataannya, semburan api Zhou Yuan membunuh puluhan dari kaum mereka.


Zhou Yuan cukup menghabiskan seluruh tenaga dalamnya untuk menyemburkan api sebesar itu sehingga nafasnya jadi memburu kembali.


"Kau pikir bisa membantai kaumku seenaknya!"


Dilautan api itu tiba-tiba muncul Xie Bui dengan tongkat emasnya, Xie Bui tampak tidak terganggu dengan panas api itu, sebaliknya ia menerjang Zhou Yuan dengan nafsu membunuh yang kuat.


Xie Bui mengayunkan tongkat emasnya yang kini tersambung kembali berkat ilmu tenaga dalamnya.

__ADS_1


"Sial!"


Zhou Yuan terlalu kelelahan untuk menghindar, ditambah serangan Xie Bui yang begitu tiba-tiba sehingga ia tidak sempat menahan serangan ayunan tongkat tersebut.


Tongkat emas Xie Bui mengenai perut Zhou Yuan dengan telak, membuat ia terpental hingga belasan meter.


Zhou Yuan menancapkan pedang kusanagi ke tanah untuk meminimalisir gaya dorongnya. Ia berhasil melakukan itu dan berhenti sesenti tepat di tepi ujung tebing.


Sedikit saja Zhou Yuan terlambat mungkin ia akan jatuh ke bawah tebing tersebut. Zhou Yuan memuntahkan darah yang segar di mulutnya, ia bisa merasakan beberapa tulang rusuknya patah akibat serangan tongkat emas Xie Bui.


"Saudara Yuan?!"


Yifei, Linxia, dan Xiao Rou segera menghampiri Zhou Yuan setelah melihat kondisinya.


Ketiga gadis itu sebenarnya tidak dalam kondisi yang prima dan hampir ketiganya sudah mencapai batasnya, Xiao Rou bahkan mengalami luka dalam cukup parah di bahunya tetapi ia lebih mengkhawatirkan kondisi Zhou Yuan.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam untuk meredakan rasa sakit karena tulang rusuknya yang patah, dia melihat ketiga gadisnya yang sudah kelelahan.


"Kalian sudah berusaha sebaik mungkin, sekarang biar aku yang menangani sisanya..." Zhou Yuan berusaha bangkit dan maju beberapa langkah ke depan.


Zhou Yuan tersenyum, ia merasa tersentuh atas usaha dan niat mereka. "Tidak apa, aku menghargai kerja keras kalian tetapi ini adalah urusanku, sejujurnya aku lebih meminta maaf karena harus membuat kalian di situasi sekarang."


Zhou Yuan menghela nafas. "Jika ini perjuangan terakhir kita maka aku akan bahagia karena bisa mati bersama kalian." Zhou Yuan mengelus pipi Yifei, Linxia, dan Xiao Rou sambil tersenyum lembut. "Aku merasa bersyukur bertemu kalian di kehidupan ini, sekarang kalian istirahat, aku akan menggunakan jurus terakhirku."


Yifei, Linxia, dan Xiao Rou semakin khawatir tetapi akhirnya mereka mengangguk menurut.


"Aku belum pernah melakukan ini tapi aku yakin setelah semuanya, aku akan membayar rasa sakit yang mahal..." Zhou Yuan menggeleng pelan. "Tidak, itupun kalau aku berhasil hidup hari ini..."


Zhou Yuan menotok area jantungnya kembali, dia menggunakan teknik totokan terlarang untuk kedua kalinya.


Zhou Yuan yakin andai ia masih hidup setelah ini, tubuhnya mungkin akan mengalami kerusakan yang berat karena menggunakan jurus terlarang dua kali.


Segera tubuh Zhou Yuan kembali terisi tenaga dalam, ia menatap pasukan ras manusia binatang dihadapannya dimana mereka masih bernafsu untuk membunuhnya terutama Xie Bui, manusia kera itu begitu terlihat dendam padanya.


Dari lima ratus pasukan yang mengepung Zhou Yuan kini yang tersisa tinggal tiga ratus pasukan lagi.

__ADS_1


"Karena aku akan mati, maka kalian juga harus menemaniku ke alam baka..." Zhou Yuan tersenyum lebar lalu mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.


Tenaga dalam yang dialirkan cukup besar hingga 90% dari jumlah tenaga dalamnya, ini sebagai serangan terakhir Zhou Yuan di pertempuran ini.


"Teknik Pedang Elemen — Kegelapan Penghancur Dunia!"


Zhou Yuan menggunakan teknik terkuatnya dua kali namun yang membedakan serangan kali ini sangat besar dan memiliki dampak yang lebih luas.


Pedang Zhou Yuan kembali melepaskan energi pedang hitam yang pekat, energi pedang tersebut begitu lebar sampai mencakup seluruh pasukan ras manusia binatang yang ada.


Xie Bui merasa terancam, dia segera membuat perisai tenaga dalam yang menutupi seluruh tubuhnya, energi pedang itu juga ikut bersamaan mengarah padanya.


Xie Bui mungkin bisa bertahan dengan perisai tenaga dalamnya karena ia berada di tingkatan Alam Cahaya, namun kejadian serupa tidak dialami oleh ratusan pasukannya.


Energi pedang Zhou Yuan yang menghantam mereka segera menghapus bersih seluruh pasukan ras manusia binatang sampai tidak tersisa sedikitpun.


Jantung Xie Bui berhenti sejenak melihat ratusan pasukan yang dibawanya kini telah hilang seperti asap, tubuhnya gemetar hebat, ia memandang Zhou Yuan dengan kemarahan, kebencian, dan nafsu membunuh yang kuat.


"Kau akan menyesalinya! Kau harus mati ditanganku!"


Xie Bui menancapkan tongkatnya ke tanah, tidak lama kemudian sebuah bola cahaya emas muncul diujung tongkatnya dan semakin besar seiring waktu.


Disisi lain Zhou Yuan kembali muntah darah setelah melepaskan energi pedang sebesar itu, karena efek totokannya ia bisa merasakan setiap sel didalam tubuhnya mengalami kesakitan yang hebat.


"Kalian cepat pergi, aku akan menahan dia sendiri disini..." Zhou Yuan berkata lemas pada tiga gadisnya. Dia bisa melihat Xie Bui terus mengumpulkan energi di ujung tongkatnya. Zhou Yuan menebak bola cahaya itu adalah jurus terkuat Xie Bui.


Zhou Yuan berharap Yifei, Linxia, dan Xiao Rou segera pergi setelah kesempatan yang ia buat dengan membunuh seluruh pasukan manusia binatang, tidak ada lagi yang akan menghadang mereka sementara Xie Bui hanya mengincar dirinya.


Diluar harapannya, Yifei, Linxia, dan Xiao Rou justru berdiri di depannya, ketiganya tidak takut dengan serangan Xie Bui yang akan menewaskan mereka.


"Sudah kukatakan aku tidak akan pergi dari sini meski itu harus menghadapi kematian sekalipun. Aku tidak akan meninggalkanmu." Yifei mendengus pelan, berusaha menguatkan hatinya.


"Saudara Yuan, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri, jika kau mati maka kami juga akan ikut mati bersamamu." Linxia tersenyum dengan tenang.


"Guru tidak perlu khawatir, ini adalah pilihanku agar tetap di sisimu sampai akhir. Aku tidak membiarkan guru menghadapi seorang diri." Xiao Rou tersenyum, tekad gadis itu sudah tidak tergoyahkan lagi.

__ADS_1


__ADS_2